Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF

Profil Aminuddin Ma’ruf – Nahdliyin Muda Yang Menjadi Stafsus Presiden Jokowi

Profil Aminuddin Ma’ruf – Nahdliyin Muda Yang Menjadi Stafsus Presiden Jokowi

Aminuddin Ma’ruf ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo  sebagai staf khusus  atau  stafsus. Aminuddin sebagai seorang relawan Jokowi dari kalangan anak muda Nahdlatul Ulama ( NU ).

Aminuddin Ma’ruf adalah Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) periode 2014 – 2016. Amminudin ini lahir pada tanggal  27 Juli 1986. PMII sendiri dikenal sebagai organisasi kepemudaan yang dekat dengan Nahdlatul Ulama ( NU ).

Dilansir situs NU Online, Aminuddin adalah  seorang sarjana dari  Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti, Jakarta.

Aminuddin terpilih menjadi Ketum PB PMII periode  tahun 2014 – 2016 lewat Kongres Jambi yang berlangsung pada  tanggal 30 Mei – 10 Juni 2014. Sebelumnya, dia menjabat Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Usai tidak menjadi Ketum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf kemudian selanjutnya  menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi ( Samawi ), relawan pendukung Jokowi – Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Saat ini  Aminuddin Ma’ruf sudah  resmi ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai stafsus. Aminuddin ditugasi oleh Jokowi untuk berkeliling ke pondok pesantren untuk menebarkan gagasan inovasi baru.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF WANITA

Profil Ayu Kartika Dewi –  Staf Khusus Presiden  Jokowi

Profil Ayu Kartika Dewi –  Staf Khusus Presiden  Jokowi

Tujuh staf khusus ( stafsus ) dari kalangan milenial telah dipilih oleh  Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka. Salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi . Ayu Kartika Dewi,  merupakan penggagas dan salah satu pendiri Sabang Merauke sebagai salah satu wanita inspiratif pilihan Wardah Inspiring Movement.

Ayu Kartika Dewi  adalah salah satu anak muda yang mempunyai  misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri serta  mentor lembaga Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali.

Ayu adalah lulusan pascasarjana Duke University Fuqua School of Business, Amerika. Dia berhasil sekolah dan lulus dari universitas tersebut dengan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship.   Di usia 27 tahun kariernya terbilang cemerlang. Perempuan berjhijab ini juga memegang jabatan sebagai  Manajer Consumer Knowledge Procter and Gamble ( P & G ) cabang Singapura. Dia sekaligus sebagai Initiator dan Co – Founder dari organisasi SabangMerauke. Organisasi tersebut menyelenggarakan program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia.

Ayu mendirikan organisasi tersebut  sekitar 2010 – 2011 di ilhami dengan pengalamannya pada saat  menjadi guru SD di pelosok Maluku Utara. Saat ini Ayu menjabat sebagai mentor pada Board of Directors SabangMerauke.

Perempuan berkulit sawo matang ini juga mempunyai  hobi berpetualang dan senang memainkan piano, gitar, dan  juga biola. Akan tetapi , mengajar adalah hal yang paling diminati.

Ayu Kartika Dewi juga merupakan Direktur Pelaksana Indika Foundation. Indika Foundation berfokus pada  dalam menciptakan dampak dalam pendidikan perdamaian serta  pembangunan karakter. Enam tahun lalu, Ayu ikut mendirikan organisasi perdamaian pemenang penghargaan yang bernama SabangMerauke. Dia pun pernah menjadi staf di Unit Kerja Presiden ( UKP4 ).

Dia pun pernah bekerja sebagai Consumer Insight Manager di Procter dan Gamble Asia ( kantor Singapura dan Jakarta ) selama 5 tahun dan  pernah bergabung dengan McKinsey & Co.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF

Gracia Billy Mambrasar – Anak Penjual Kue Yang Menjadi Stafsus Presiden

Gracia Billy Mambrasar – Anak Penjual Kue Yang Menjadi Stafsus Presiden

Gracia Billy Mambrasar ditunjuk menjadi staf khusus  atau stafsus Presiden Joko Widodo. Billy dikenal sebagai pendiri yayasan Kitong Bisa, yang bergerak pada  bidang pendidikan untuk anak Papua yang  kurang mampu.

Pemuda berusia  30 tahun asal Serui, Kepulauan Yapen, Papua, ini menempuh pendidikan hingga Oxford Inggris. Dia yang kini menjadi wirausahawan sosial ( sosiopreuner ) juga pernah ikut kontes bernyanyi, Indonesian Idol pada tahun  2006.

Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar berasal dari keluarga  yang kurang mampu. Ayahnya merupakan  guru honorer  yang bergaji tidak menentu. Ibunya berjualan kue di pasar.  Akan tetapi  pendidikan Billy terbantu karena sejak SMA dia memperoleh  beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua.

Billy kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Biaya kuliah ditanggung oleh beasiswa afirmasi serta  otonomi khusus dari pemerintah. Selama kuliah, dia berjualan kue, aktivitas lama sempat di tinggalkannya. Dia juga kerap bernyanyi di kafe untuk menambah uang sakunya.

Lulus kuliah, dia sempat bekerja dengan gaji tinggi di sebuahbperusahaan minyak asal Inggris. akan tetapi  perkerjaan  tersebut  ia tinggalkan karena ingin berkiprah untuk Indonesia. Pada tahun  2009, dia mendirikan yayasan Kitong Bisa untuk membantu pendidikan anak – anak Papua yang kurang mampu. Kini Kitong Bisa mempunyai  9 pusat belajar, 158 relawan, dan 1.100 anak. Sebanyak 20 anak didiknya menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama di dunia. Billy juga menyabet gelar Master of Business Administration ( MBA ) dari The Australian National University ( 2013 – 2014 ). Dia juga menyabet gelar Master of Science ( MSc ) dengan tesis keberlanjutan sosial dalam proyek LNG.

Billy juga merupakan Direktur PT Papua Muda Inspiratif. Dia juga menjadi Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Pada saat  Presiden Jokowi meresmikan Papuan Youth Creative Hub, di Jayapura, 11 September lalu, Billy mempresentasikan rencana strategis dari Pusat Pengembangan di Papua tersebut.

Sat ini , Billy telah ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai stafsus. Billy mengajak Jokowi untuk membangun Indonesia dari Papua. Billy mempunyai  pengalaman melatih anak muda Papua menjadi pengusaha. Pengalaman inilah yang akan ia bawa untuk membantu pemerintahan Jokowi.

Baca Juga :