Profil Pramono Anung – Sekretaris Kabinet Era Joko Widodo

Posted on

Profil Pramono Anung – Sekretaris Kabinet  Era Joko Widodo

Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI – P ) Pramono Anung kembali di tetapkan sebagai  Sekretaris Kabinet di era kepemimpinan Joko Widodo yang kedua bersama dengan  Ma’ruf Amin. Pengumuman ini di sampaikan oleh Presiden  Jokowi di Istana Negara, pada hari  Rabu 23 Oktober 2019 pagi , pada saat memperkenalkan menteri – menteri yang akan membantunya di Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024.

Nama Lengkap :Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo M,M
Tempat , tanggal lahir :Kediri , Jawa Timur , 11 Juni 1963
Istri :Endang Nugrahani
Anak :
  • Hanindhito Himawan Pramono
  •  Hanifa Fadhila Pramono
Pendidikan :
  • Sekolah Dasar ( SD ) Pawyatan Daha Kediri.
  • Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Pawyatan Daha – Kediri ( 1976 – 1979 ).
  • Sekolah Menengah Atas ( SMA ) 1 Kediri ( 1979 – 1982 ).
  • S1  Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung ( 1982 – 1988 ).
  • S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ( 1990 – 1992 ).
  • S3 Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung ( 2010 – 2013 ).
Karier :
  • Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Bandung, ( 1985 – 1986 ).
  • Ketua Forum Komunikasi Himpunan Jurusan Dewan Mahasiswa ITB,(  1986 – 1987 ).
  • Ketua Perhapi, Jakarta, ( 1998 – 2000 ).
  • Anggota DPP PDIP, Jakarta, ( 1998 – 2000 ).
  • Direktur PT. Tanito Harum, Jakarta ( 1988 – 1996 )
  • Komisaris PT. Mandiri Hana Persada, Jakarta ( 1996 – 1999 )
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta (  2000 – 2005 ).
  • Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta ( 2005 )
  • Angggota DPR RI, (  1998 – 2004 ) , ( 2004 – 2005 ), ( 2009 – 2014 ) ,  ( 2014 – 2015 )
  • Wakil Ketua DPR RI, ( 2009 – 2014 )
  • Sekretaris Kabinet Kerja ( 2016 – 2019 )
  • Sekretaris Kabinet Kerja ( 2019 – 2024 )
Baca Juga :   Biografi Megawati Soekarnoputri - Presiden Indonesia Ke-Lima 

Sukses sebagai  seorang pengusaha, Pramono Anung terjun ke  dalam politik. Loyalitasnya ke PDI Perjuangan berakhir dengan  manis. Dari sekretaris partai, anggota dewan hingga diangkat menjadi menteri sekretaris kabinet.

Pramono Anung Wibowo lahir  pada tanggal 11 Juni 1963 , di Kediri.  Beliau adalah  anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan R. Kasbe Prajitna dan Sumarni.  Beliau menikah dengan Endang Nugrahani dan dikaruniai dua orang anak yang bernama  Hanindhito Himawan Pramono dan Hanifa Fadhila Pramono.

Masa kecil Pramono Anung, sering dipanggil Pram,  yang dihabiskan di kota kelahirannya. Sekolah dasar hingga menengah diselesaikan di Kota Kediri. Setelah lulus dari SMA 1 Kediri, Pram yang  ketika  itu berusia 19 tahun melanjutkan kuliah ke Kota Bandung, Jawa Barat.  Beliau  mengambil teknik pertambangan di Institut Teknologi Bandung ( ITB ). Lulus kuliah,  beliau  langsung terjun ke dunia kerja. Meniti karier dari bawah hingga menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan pertambangan serta  perminyakan. Pada tahun 1988, ketika  usianya 25 tahun, Pram menduduki posisi direktur di PT Tanito Harum.

Di sela – sela kesibukan bisnisnya,  beliau mencoba terjuan ke dunia politik. Pada awal Era Reformasi 1989,  beliau  bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ). Beliau mengawalinya  dari bawah menjadi anggota PDIP.  Beliau mulai ikut dalam kepanitian acara partai kepala banteng ini.

Pada tahun 2000,  Beliau  ditunjuk  untuk menjadi Wakil Sekjen DPP PDIP. Lima tahun kemudian  beliau  berhasil menjadi Sekjen mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Pram menjadi orang kepercayaan Mega untuk mengendalikan organisasi partai ke polosok nusantara. Aktif di organisasi bukan hal yang  baru bagi Pram. Sejak mahasiswa  beliau  telah  terlibat di kegiatan kampus.  Beliau  menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.  Ketika beliau masuk PDIP, karier politiknya cemerlang. Selain duduk di pengurusan partai, Pram jua terpilih menjadi angota DPR RI dan Wakil Ketua DPR RI.

Baca Juga :   Biografi Douwes Dekker, Perjalanan Kisah Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Beliau menjadi anggota DPR selama  empat kali berturut – turut. Mulai periode 1999 – 2004, 2004 – 2009, 2009 – 2014, dan 2014 – 2019. Akan tetapi , pada periode kedua,  beliau  tidak menuntaskannya karena fokus menjadi Sekjen PDIP. Begitu juga pada priode yang terakhir. Pada periode terakhir ini, Pram tidak menyelesaikannya jadi angota DPR RI, karena beliau  diminta oleh  Presiden Joko Widodo untuk menjadi Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Wijoyo dalam reshuffle kabinet Kerja pada  tahun 2016.

Baca Juga :