Biografi Hua Mulan – Kisah Nyata Menginspirasi Film Disney Mulan

Posted on

Hua Mulan – Pejuang Wanita Legendaris

Hua Mulan  adalah seorang  prajurit Tiongkok legendaris dari periode dinasti Utara dan Selatan ( 420 – 589 ) dari sejarah Tiongkok, aslinya di gambarkan dalam Balada Mulan . Dalam baladanya, Hua Mulan menyamar sebagai seorang pria untuk menggantikan ayahnya yang  telah  lanjut usia di ketentaraan. Mulan berjuang selama dua belas tahun dan memperoleh  prestasi tinggi, namun  ia menolak imbalan apapun dan pensiun ke kota asalnya.

Biografi Hua Mulan - Kisah Nyata Menginspirasi Film Disney Mulan

Balada Mulan pertama kali ditranskripsi dalam Catatan Musik Lama dan Baru  pada abad ke- 6. Teks puisi yang paling awal berasal dari antologi pada  abad ke- 11 atau ke- 12 yang dikenal sebagai Koleksi Biro Musik , karya Guo Maoqian.

Pada akhir era dinasti Ming, dramawan Xu Wei membuat  sebuah drama mengenai  kisah Mulan yang  berjudul “ The Female Mulan ”  atau “ The Heroine Mulan Goes to War in Her Father ’ s Place ” , yang  terdiri dari dua babak.  Selanjutnya , karakter Mulan dimasukkan ke dalam Sui – Tang Romance,  yaitu sebuah novel sejarah yang ditulis oleh Chu Renhuo pada abad ke- 17, di awal dinasti Qing. Seiring  dengan berjalannya waktu, kisah Hua Mulan menjadi populer sebagai kisah rakyat di antara orang – orang di Tiongkok.

Dalam bahasa Mandarin, mulan berarti bunga magnolia. Pahlawan dari puisi Mulan diberi nama keluarga yang berbeda dalam versi berbeda dari ceritanya. Menurut History of Ming, nama keluarganya adalah Zhu , sedangkan History of Qing mengatakan adalah Wei . Nama keluarga Hua , yang di perkenalkan oleh Xu Wei,  menjadi yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir karena maknanya yang  lebih puitis.

Baca Juga :   Taylor Swift – Profil, Biodata Dan Fakta-Fakta Menarik

Kisah Hua Mulan di perlakukan lebih sebagai legenda daripada tokoh sejarah dan  juga namanya tidak muncul dalam Teladan Wanita yang merupakan kompilasi biografi wanita selama dinasti Wei Utara. Namun , legendanya termasuk dalam One Hundred Beauties oleh Yan Xiyuan yang merupakan kompilasi dari berbagai wanita dalam cerita rakyat Tiongkok.

Balada Hua Mulan berlatar di era Wei Utara ( 386 – 536 ). Puisi  tersebut  dimulai dengan Mulan duduk dengan cemas di alat tenunnya, pada saat  seorang pria dari setiap keluarga dipanggil untuk bertugas untuk mempertahankan Tiongkok dari penjajah. Ayahnya sudah tua dan juga  lemah serta adik laki – lakinya hanyalah seorang anak kecil sehingga Mulan memutuskan untuk menggantikan ayahnya  dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang tuanya yang mendukungnya.

Mulan sudah terampil dalam pertempuran. Ia sudah  diajarkan seni bela diri, pertempuran pedang, dan juga  memanah ketika  dia mendaftar di tentara. Setelah dua belas tahun berperang, para tentara kembali dan mendapatkan  penghargaan. Mulan menolak sebuah pos resmi dan hanya meminta unta untuk membawanya pulang.

Ia  kemudian disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Mulan mengenakan pakaian lamanya dan bertemu teman – temannya yang terkejut bahwa dalam 12 tahun mereka bersama di medan perang, mereka tidak menyadari bahwa Mulan adalah seorang wanita.

Asmara Sui dan Tang karya Chu Renhuo ( edisi pertama 1695 ) memberikan  sebuah latar belakang tambahan dan plot – twists. Chu menempatkan Mulan di bawah kekuasaan Heshana Khan ( 603 – 619 ) dari Kekhanan Turk Barat.  Pada saat  Khan setuju untuk berperang dengan dinasti Tang yang muncul dan ingin menaklukan seluruh Tiongkok, ayah Mulan, Hua Hu  khawatir bahwa ia akan wajib militer untuk dinas militer karena dia hanya mempunyai  dua anak perempuan dan seorang anak bayi.

Baca Juga :   Biografi Ria Ricis - Ratu Youtuber Dan Selegram Indonesia

Mulan berpakaian sebagai  seorang pria dan mendaftar sebagai pengganti ayahnya. Ia di cegat oleh pasukan raja Xia, Dou Jiande ( 573 – 621 ) dan ditanyai oleh putri dari prajurit raja, Xianniang  yang mencoba merekrut Mulan sebagai laki – laki. Menemukan Mulan sebagai sesama prajurit wanita, ia sangat senang bahwa mereka menjadi saudara angkat.

Dalam Sui Tang Romance, Mulan berakhir dengan tragis, ayah Xianniang di kalahkan sesudah  berpihak pada musuh dinasti Tang dan kedua saudara angkat ( Mulan dan Xianniang ), dengan pisau di mulut mereka, menyerahkan diri untuk dieksekusi. Tindakan ini memenangkan penangguhan hukuman dari Kaisar Taizong serta permaisuri kekaisaran yang merupakan ibu kandung bagi Kaisar, melimpahkan uang kepada Mulan untuk orangtuanya dan juga  dana pernikahan untuk sang putri yang mengaku sudah  berjanji pada jenderal Luo Cheng .

Mulan diberikan  izin untuk melakukan perjalanan kembali ke tanah airnya dan ia menemukan bahwa orangtuanya telah  berpindah tempat tinggal. Mulan sangat terpukul mendapati ayahnya telah  lama meninggal  dunia dan ibunya menikah lagi. Menurut novel tersebut, ibu Mulan bermarga Yuan dan menikah lagi dengan seorang pria yang  bernama Wei . Lebih buruk lagi, Khan sudah  memanggilnya ke istana untuk menjadi selirnya.

Daripada menderita nasib ini, Mulan akhirnya  melakukan bunuh diri. Namun  sebelum dia meninggal, dia mempercayakan tugas kepada adik perempuannya, Youlan  yang akan mengantarkan surat Xianniang kepada tunangannya, Luo Cheng. Adik perempuan ini berpakaian sebagai pria untuk, namun  penyamarannya gagal dan  hal itu membangkitkan perhatian asmara Luo Cheng.

Dalam novel, ayah Mulan berasal dari Hebei selama dinasti Wei Utara sementara ibunya berasal dari Dataran Tengah Tiongkok. Namun  “ bahkan seorang wanita Tionghoa lebih suka mati dengan tangannya sendiri daripada melayani penguasa asing ”,  sebagaimana beberapa komentator sudah  menjelaskan motif karakter Mulan ini untuk melakukan bunuh diri. Kata – kata Mulan sebelum dia bunuh diri adalah, “ Saya seorang gadis, saya sudah  melalui perang dan sudah  melakukan cukup banyak. Saya sekarang ingin bersama ayah saya ”.

Baca Juga :   Jackie Chan – Biografi Dan Profil Aktor Laga Yang Mendunia

Baca Juga :