Categories
DUNIA KISAH INSPIRATIF Uncategorized

√ Biografi Jenghis Khan – Legenda  Sang Penakluk Dari Mongolia

√ Biografi Jenghis Khan – Legenda  Sang Penakluk Dari Mongolia

 Jenghis Khan – Raja Jenghis Khan adalah pemimpin dan  sekaligus penakluk dari Mongolia. Beliau  dikenal sebagai seorang kaisar dari kerajaan Mongolia yang kekuasaan nya meliputi hampir seluruh wilayah di Asia hingga mencapai sebagian daratan Eropa pada saat  itu yaitu Moscow, Rusia. Penaklukkan nya dilakukan dengan cara atau jalan Genosida dan juga  penghancuran sehingga  ketika beliau  wafat luas wilayah kekuasaan nya telah  mencapai hingga 13.5 juta kilometer.

Biodata Jenghis Khan

Nama : Genghis Khan / Jenghis Khan
Nama Asli : Temujin
Tempat, Tanggal Lahir : Delüün Boldog, Mongolia 1162
Asal : Mongolia
Orangtua : Yesügei  ( Ayah ),  Ho ’ elun ( Ibu )

 

Istri :
  • Börte
  • Khulan Khatun
  • Yesui
  • Yesugen
  • Heda’an
  • Gurbasu Khatun
Anak :
  • Ogadai Khan
  •  Jochi Khan
  • Tolui
  • Chagatai Khan
  • Alakhai Bekhi
  • ChecheIkhen
  • Gelejian
  • Tümelün
  • Alaltun
  • Altani
  • Khochen Beki.

Biografi Jenghis Khan

Jenghis Khan atau juga yang dikenal sebagai Genghis Khan, dilahirkan kira – kira pada  tahun 1162, dengan nama asli Temujin . Ayahnya merupakan  seorang kepala suku kecil.  Beliau  menamakan anaknya Temujin setelah  beliau  mengalahkan kepala suku lain .

Ketika  Temujin berusia  sembilan tahun, ayahnya terbunuh oleh suku lawan nya, dan setelah  itu anggota keluarganya  yang kebetulan masih hidup berada dalam cengkeraman ketakutan dan juga  keterasingan.

Masa Remaja

Hal tersebut Ini benar-benar  suatu permulaan dari kehidupan yang getir, dan bagi Temujin lebih – lebih lagi sebelum adanya  perubahan yang lebih baik untuk dirinya. Pada saat  beliau  telah  menginjak usia muda remaja, beliau  tertawan dalam suatu pertempuran melawan suku lawannya. Untuk mencegah agar beliau  dapat  lolos, sebuah gelang bambu di gantungkan di batang lehernya. Dari keadaan yang tidak tampak jalan lolos dalam tahanan kelompok buta huruf yang primitif. Dari negeri yang kering kerontang Temujin atau yang kemudian di kenal dengan Jenghis Khan mampu bangkit menjadi manusia yang terkuat yang pernah ada di dunia.

Kebangkitan nya bermula dari usaha nya dalam meloloskan diri dari tahanan lawannya. Selanjutnya beliau  bergabung dengan Toghril, yaitu teman akrab mendiang ayahnya, yang merupakan seorang kepala suku yang mempunyai  kaitan hubungan di daerah tersebut .

Tahun – tahun berikutnya dilewati  yang penuh dengan baku hantam antar suku, Temujin selangkah  demi selangkah  berjuang keras  untuk mencapai puncak. Suku – suku Mongol lama terkenal sebagai  penunggang – penunggang kuda yang mahir dan juga  pendekar – pendekar yang keras serta tidak kenal ampun. Sepanjang sejarah mereka tidak henti – hentinya menggempur Cina di  bagian utara.

Akan tetapi, sebelum Temujin muncul, antar suku Mongolia suka berperang dengan sesamanya yang menyia – nyiakan energi mereka. Dengan kelihaian  dan juga keahlian dalam menggabungkan sikap keberanian, diplomasi, kekerasan dan juga  kesanggupan meng organisir, Temujin berhasil menyatukan semua suku – suku tersebut  dibawah kepemimpinan nya.

Gelar Jengis Khan

Dalam biografi Jenghis khan, disebutkan bahwa pada tahun 1206 sebuah permusyawaratan besar yang terjadi  antar suku – suku Mongol memberikan  julukan Temujin “ Jenghis Khan ” yang berarti “ Kaisar Semesta ”.

Ekspansi Militer ke China

Kekuatan militer Jenghis Khan yang menakutkan yang di galang nya menujukan ujung tombak nya kepada  negeri – negeri yang berdampingan. Awalnay  beliau  melabrak Hsi Hsia di timur laut Cina serta  Kekaisaran Chin di  bagian utara Cina. Saat  pertempuran berlangsung percekcokan yang timbul antara Jenghis Khan dan Khwarezm Shah Muhammad yang memerintah kerajaan yang lumayan besarnya di daerah  Persia dan Asia Tengah. Pada  tahun 1219 Jenghis Khan menggerakkan pasukan nya untuk menyerang  Khwarezm Shah. Asia Tengah dan Kerajaan Persia diambil alih serta  kerajaan Khwarezm Shah Muhammad berhasil dihancurkan.

Jenghis Khan Wafat

Bersamaan dengan itu sebagian dari  pasukan Mongol menyerang Rusia, Jenghis Khanpun  secara pribadi memimpin langsung para tentara menyerbu Afganistan dan India di bagian utara. Beliau  kembali ke Mongolia pada  tahun 1225 dan wafat di sana  pada tahun 1227. Tidak ada yang mengetahui dimana letak  makam dari Jenghis Khan berada. Akan tetapi, konon menurut cerita, Jenghis Khan di kuburkan di sebuah  makam yang tidak bertanda.

Tidak ada catatan sejarah yang menuliskan dimana letak  makam Jenghis Khan berada. Bahkan menurut legenda, para Prajurit serta pekerja yang ikut ambil  andil dalam memakamkan Jenghis Khan di bunuh agar rahasia makamnya tetap  dapat tertutup dengan rapat.

Kekaisaran Monglia Setelah Jenghis Khan

Dalam biografi Jenghis Khan diketahui bahwa sesaat sebelum Jengis Khan menghembuskan nafas terakhirnya, beliau  meminta supaya  putera ketiganya, yaitu Ogadai, ditetapkan sebagai  penggantinya. Hal ini adalah merupakan pilihan yang  bijaksana karena Ogadai menjadi seorang jenderal brilian atas dari  hasil usahanya sendiri. Di bawah kepemimpinan nya, pasukan Mongol terus  meneruskan penyerbuan nya di Cina, sepenuh nya menguasai Rusia, serta  menyerbu maju menuju Eropa.

Pada  tahun 1241 gabungan tentara Polandia, Jerman, dan Hongaria sepenuhnya dipukul mundur oleh orang – orang Mongol yang maju pesat menuju Budapest. Akan tetapi, di  tahun itu juga  Ogadai meninggal dunia dan pasukan Mongol mundur dari Eropa bahkan  tidak pernah kembali lagi. Ada masa kosong  yang ketika  para kepala suku Mongol saling beradu alasan tentang  soal pengganti pimpinan. Akan tetapi, disamping  itu di bawah dua Khan berikutnya ( Mangu Khan dan Kublai Khan, keduanya adalah  cucu Jengis Khan ) orang – orang Mongol kemudian meneruskan maju mendesak terus di Asia.

Di tahun 1279 orang – orang Mongol telah berhasil  menguasai sebuah empirium yang terluas dalam sejarah. Penguasaan daerahnya tersebut meliputi Cina, Rusia, Asia Tengah, Persia dan juga  Asia Tenggara.

Wilayah Kekuasaan Kekaisaran Mongolia

Tentaranya melakukan gerakan maju yang penuh dengan keberhasilan dalam menambah daerah yang membentang mulai dari Polandia hingga pada  belahan utara India, lalu  kekuasaan Kublai Khan diakhiri di Korea, Tibet, dan beberapa bagian di Asia Tenggara. Suatu Empirium yang begitu  luas daerahnya dengan sendirinya sulit untuk  diatasi lewat sistem transportasi yang masih primitif saat itu . Akibatnya adalah mustahil untuk  memelihara keutuhan daerah kekuasaan, sehingga pada akhirnya Empirium tersebut menjadi  terpecah belah.

Akan tetapi, kekuasaan Mongol masih dapat  bertahan selama bertahun – tahun. Orang Mongol baru terhalau dari sebagian besar Cina yaitu pada tahun 1368. Bahkan , kekuasaan mereka atas daerah Rusia berlangsung dalam kurun waktu yang  lebih lama.

Cicit – cicit lain dari  Jenghis Khan mendirikan dinasti – dinasti yang menguasai Asia Tengah dan juga  Persia. Kedua daerah tersebut berhasil  ditundukkan pada  abad ke – 14 oleh Timurleng ( Tamerlane ), yang juga berdarah Mongol dan mengklaim diri bahwa  keturunan Jenghis. Dinasti Tamerlane berakhir pada  abad ke – 15.

Merupakan satu akibat secara tidak langsung penaklukan oleh Jenghis Khan menyimpan makna atau arti tersendiri. Penaklukan Mongol yang bersamaan  dengan penyatuan sebagian besar Asia lebih mengembangkan rute perdagangan di kawasan tersebut  daripada keadaan yang  sebelumnya. Dan juga sekaligus mendorong arus perdagangan yang terjadi di antara Cina dan Eropa. Pedagang – pedagang Eropa seperti Marco Polo dengan demikian bisa  melakukan perjalanan ke Cina serta kembali dengan  membawa pelbagai rupa kisah mengenai  betapa kaya dan makmur nya negeri Cina.

Peningkatan kegiatan ekonomis dengan daerah Timur tersebut  serta  kenaikan minat dari  Cina sendiri adalah salah satu sebab yang menggoda orang – orang Eropa untuk berdatangan serta mencari rejeki dan juga  mengeksploitir Timur.

Baca Juga :

Categories
DUNIA TOKOH MUSLIM TOKOH POLITIK Uncategorized

Biografi dan Profil Raja Salman – Raja Arab Saudi Ketujuh

Biografi dan Profil Raja Salman – Raja Arab Saudi Ketujuh

Raja Salman – Saat ini Arab Saudi dipimpin oleh seorang raja yang bernama Salman bin Abdulaziz al – Saud. Nama lengkap beliau  adalah Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Mohammed bin Saud. Beliau adalah  raja Arab Saudi yang ketujuh  yang menggantikan Raja Abdullah yang telah wafat pada  tahun 2015. Raja Salman bin Abdulaziz juga dikenal sebagai  seorang penjaga dua kota suci yaitu Mekah dan Madinah dan beliau  juga adalah  pemimpin dari Bani Saud.

Biodata Raja Salman

Nama : Salman bin Abdulaziz al – Saud
Tempat, Tanggal Lahir : Riyadh ,Saudi Arabia , 31 Desember 1935
Orangtua : Abdul Aziz dari Arab Saudi ( Ayah ), Hassa binti Ahmed Al Sudairi ( Ibu )
Agama : Islam Sunni
Jabatan : Raja Arab Saudi , Penjaga Dua Kota Suci
Anak :
  • Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Putri Hassa binti Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Saud bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Mohammed bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Turki bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Khalid bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Fahd bin Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Ahmed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Nayif bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Bandar bin Abdulaziz al-Saud
  • Pangeran Rakan bin Abdulaziz al-Saud
Penghargaan :
  • Doktor Honoris Causa dari Univ . Umm Al-Quran, Arab Saudi, tahun ( 2008 )
  • Doktor Honoris Causa dari Jamia Millia Islamia, India , tahun ( 2010 )
  • Doktor Honoris Causa dari Univ . Islam Madinah, Arab Saudi, tahun ( 2011 )
  • Doktor Honoris Causa dari Institut Sains dan Tekologi Sarajevo, Bosnia Herzegovina , tahun ( 2013 )
  • Doktor Honoris Causa dari Univ . Waseda, Jepang tahun ( 2014 )

 

Biografi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud

Raja Salman dilahirkan di Murabba Palace kota Riyadh  pada tanggal 31 Desember. Beliau adalah  anak ke 25 dari keturunan Bani Saud.

Riwayat Masa Kecil

Salman Bin Abdul Aziz bersama enam saudara laki – lakinya yang  kemudian dikenal dengan Sudairi Seven. Ayah beliau  bernama Abdulaziz yang dikenal sebagai Raja Arab Saudi yang pertama. Ibu Raja Salman bernama Hassa binti Ahmed Al Sudairi. Salman bin Abdulaziz mengawalai  pendidikan pertamanya di Princess School yang merupakan  sebuah sekolah yang di bangun oleh Raja Abdulaziz khusus untuk anak – anaknya. Di sekolah tersebut  Salman belajar ilmu agama dan juga ilmu pengetahuan modern.

Menjadi Gubernur Provinsi Riyadh

Pada saat  berumur 19 tahun, Salman bin Abdulaziz kemudian di tunjuk untuk  menjadi wakil gubernur di provinsi Riyadh pada tahun 1954 sampai pada  tahun 1955. Selanjutnya  pada  tahun 1963, beliau dilantik menjadi Gubernur provinsi Riyadh. Jabatan tersebut beliau pegang  sampai pada  tahun 2011. Selama beliau menjabat sebagai gubernur Riyadh selama 48 tahun, beliau berhasil membangun kota Riyadh tersebut  dari kota menengah hingga menjadi sebuah kota metropolitan di Arab Saudi. Beliau  juga banyak menarik minat wisatawan untuk  berkunjung ke Riyadh serta menarik modal dan juga  investasi asing yang  masuk ke negaranya.

Raja Salman Muda

Salman bin Abdulaziz juga senang menjalin hubungan politik serta  ekonomi dengan dunia barat dan beliau  juga mempunyai  pengaruh dalam menentukan arah kebijakan Arab Saudi. Beliau  mempunyai seorang istri yang  bernama Sultana binti Turki Al Sudairi yang masih mempunyai  hubungan keluarga dengan Salman sendiri. Karena  istrinya merupakan anak dari paman ibu Salman yaitu Turki bin Ahmad Al Sudairi yang merupakan  seorang mantan gubernur di provinsi Asir.

Dari pernikahan nya dengan Sultana, Salman bin Aldulaziz memiliki  anak yang bernama Pangeran Fahd, Pangeran Ahmed, Pangeran Sultan, Pangeran Abdulaziz, Pangeran Faisal serta Putri Hassa.namun sayang Pangeran Fahd meninggal pada tahun 2001 karena mengalami  gagal jantung lalu  kemudian Pangeran Ahmad juga meninggal dunia  pada tahun berikutnya karena serangan jantung.

Istrinya, Sultana binti Turki meninggal dunia pada  tahun 2011. Sekarang ini  anak beliau yang bernama  Pangeran Abdulaziz menjadi wakil menteri perminyakan Arab Saudi dan selanjutnya pangeran Faisal menjadi gubernur provinsi Madinah. Raja Salman kemudian menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama Sarah binti Faisal Al – Saud dari pernikahannya tersebut  lahir seorang putra yang bernama Pangeran Saud. Raja Salman juga diketahui mempunyai seorang  istri yang  bernama Fahda binti Falah yang kemudian memberi nya enam orang putra.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan

Pada tanggal 5 oktober 2011, Raja Salman yang pada saat  itu masih menjadi pangeran di angkat menjadi Wakil Kedua Perdana Menteri serta juga  menjadi menteri pertahanan. Beliau  menggantikan saudaranya, yaitu putra mahkota kerajaan Arab Saudi Pangeran Sultan yang meninggal dunia  pada tahun 2011. Di hari yang sama juga , beliau  terpilih sebagai anggota dewan keamanan nasional Arab Saudi. Salman bin Abdulaziz dikenal sebagai seorang yang sangat mencintai perdamaian serta  lebih menyukai menjalin hubungan diplomatik. Beliau  menjadi pimpinan dewan keluarga kerajaan yang dikenal dengan nama “ The Descendants Council “  yang di bentuk oleh raja Fahd.

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi

Pada tanggal 18 juni 2012, Salman bin Abdulaziz yang pada saat itu masih menjadi pangeran kemudian diangkat sebagai Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi tidak lama sesudah  kematian saudara nya Sabf putra mahkota Pangeran Nayef bin Abdulaziz. Pangeran Salman selanjutnya  diangkat sebagai  Wakil Pertama Perdana Menteri Arab Saudi lalu  kemudian pada bulan Agustus 2012, The Royal Court Saudi Arabia mengumumkan bahwa Pangeran Salman bertanggung jawab dalam hal urusan negara.

Sementara itu  raja Abdullah bertanggung jawab atas  urusan luar negeri Arab Saudi. Pada  bulan September, beliau kemudian di nobatkan menjadi  wakil ketua dewan Militer Arab Saudi. Pangeran Salman pada saat  itu dikenal sangat mendukung dan juga  mendorong Negara – negara muslim di timur tengah bisa membantu Negara – negara miskin seperti Somalia, Sudan, Bangladesh dan  Afganistan.

Raja Arab Saudi Ketujuh

Pada tanggal 23 januari 2015, Pangeran Salman resmi di nobatkan menjadi  Raja Arab Saudi Ketujuh yang menggantikan saudara tirinya yaitu  Raja Abdullah yang meninggal dunia  karena penyakit pneumonia. Setelah beliau  resmi di angkat menjadi  Raja Arab Saudi, Raja Salman  melakukan reformasi di segala bidang di negaranya Arab Saudi. Salah satunya adalah  dengan merombak kabinet pemerintahan di Arab Saudi, disamping itu beliau  juga melakukan reformasi sosial.

 

Baca Juga :

Categories
DUNIA ILMUAN KISAH INSPIRATIF Uncategorized

√ Biografi James Sidis – Kisah Tragis Sang Manusia Paling Jenius Di Muka Bumi

√ Biografi James Sidis – Kisah Tragis Sang Manusia Paling Jenius Di Muka Bumi

James Sidis – Dalam sejarahnya, di ketahui bahwa terdapat  beberapa orang yang mempunyai  IQ diatas 150 yang dapat di katakan masuk dalam kategori jenius, sebagian dari mereka rata – rata dikenal sebagai seorang ilmuwan yang terkenal di dunia. Akan tetapi  julukan manusia paling jenius atau paling cerdas yang pernah ada di muka bumi mungkin melekat pada diri James Sidis. Beliau  di ketahui mempunyai IQ di atas 250 – 300. Kejeniusan James Sidis tersebut  bahkan mengalahkan Da Vinci, Einstein, Newton, Hawking dan para  ilmuwan lainnya.

Namun nama James Sidis nyaris luput dari  pemberitaan mengenai  para jenius dari  jagat ilmu pengetahuan. Akan tetapi  siapa sangka meskipun beliau dijuluki sebagai manusia yang paling jenius atau cerdas di muka bumi, namun ternyata kisah kehidupannya sangat tragis hingga sampai pada  kematiannya.

Biografi James Sidis

James Sidis lahir dengan nama lengkap William James Sidis. Beliau  lahir di New York City,  pada tanggal 1 April 1898. Beliau  merupakan anak dari seorang  imigran Yahudi yang berasal dari Ukraina. Ayah James Sidis bernama Boris Sidis, PhD, M.D yang dikenal sebagai seorang Psikolog handal sedangkan  ibunya bernama Sarah Sidis, M.D. yang merupakan seorang  lulusan kedokteran.

Kejeniusan  James Sidis sudah mulai terlihat saat beliau  biasa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia 18 bulan, beliau telah  menjadikan majalah The New York Times sebagai bacaannya.

Menguasai 8 Bahasa di Usia 8 Tahun

Pada usia 8 tahun, James Sidis di laporkan belajar serta menguasai delapan bahasa  yaitu Latin, Yunani, Prancis, Rusia, Jerman, Ibrani, Turki, serta  Armenia.  Beliau  juga menciptakan bahasa baru yang beliau  sebut dengan nama  “ Vendergood ”.

Mahasiswa Termuda di Harvard

Saat usia 9 tahun, ayahnya Boris Sidis mendaftarkan anaknya tersebut  di Universitas Harvard. James Sidis dan  membuat rekor pada tahun 1909 sebagai seorang mahasiswa termuda yang mendaftar di Harvard University.

Pada awal tahun 1910, beliau  telah  menguasai matematika dengan mudah. Beliau  bahkan memberikan kuliah tentang  “ Jasad empat Dimensi “  di Harvard Mathematical Club di hadapan para Professor dan juga  mahasiswa Pascasarjana Universitas Harvard.

Calon Ilmuwan Masa Depan

Profesor Fisika MIT Daniel F. Comstock bahkan menyebutkan bahwa  James Sidis sebagai sebuah keajaiban yang ada di dunia  dan ia akan menjadi salah satu matematikawan dan juga ilmuwan paling terkenal dimasa depan. James Sidis yang masih anak – anak pada saat  itu meraih gelar-gelar “ Bachelor of Arts “  dengan meraih predikat Cum Laude pada usia 16 tahun di tahun 1914.

Setelah lulus sarjana, James Sidis kemudian melanjutkan kuliahnya , akan tetapi  sempat tersendat karena beliau di ancam oleh sekelompok mahasiswa yang tidak menyukainya. Pada usia 17 tahun, James Sidis menerima sebuah tawaran sebagai asisten dosen sambil melanjutkan ke program doktor di Institut William Marsh Rice. Disana James Sidis mengajar di kelas trigonometri,”  Euclidean Geometri dan non-Euclidean Geometri “ , akan tetapi  beliau  tidak sampai  menyelesaikan studinya dengan alasan merasa karena frustasi oleh sistem pembelajaran dan juga  perlakuan kakak kelasnya yang tidak menyukainya .

Mengetahui 200 Jenis Bahasa di Dunia

Hal yang luar biasa dari seorang   James Sidis adalah  diketahui bahwa beliau  mengerti 200 jenis bahasa yang ada  di dunia dan dapat menerjamahkan nya dengan amat cepat serta mudah. Beliau  dapat  mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam kurun waktu sehari saja . Keberhasilan William Sidis merupakan keberhasilan dari sang Ayah, Boris Sidis yang merupakan seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga merupakan seorang lulusan Harvard, dan juga murid psikolog ternama William James.

Boris memang menjadikan anak nya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru yang  sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduh nya sudah menjadi akar dari  kejahatan, kriminalitas serta penyakit.

Ditangkap dan di Penjara

Dalam biografi James Sidis diketahui bahwa pada tahun 1919, Sidis ditangkap serta ditahan selama 18 bulan karena keterlibatan nya pada sebuah demo Socialist May Day di Boston. Ketika  beliau  membuat pernyataan menentang wajib militer pada perang Dunia I. Penangkapan James Sidis pada saat  itu sempat menghebohkan media massa sebagaimana ketika beliau mengawali perjalan hidupnya sebagai seorang  bocah jenius.

Menjadi Pemulung

Semenjak keluar dari penjara, James Sidis kemudian menghilang bagaikan ditelan bumi dan setelah sekian lama jejaknya terendus oleh seorang reporter yang bertemu dengan seorang pemulung besi tua, ternyata pemulung itu adalah William James Sidis.

Meninggal Dalam Keadaan Miskin dan Terasing

Siapa yang menyangka bahwa  William Sidis kemudian meninggal dunia  dalam  usia yang tergolong muda,  yaitu 46 tahun, yang merupakan waktu  saat di mana seharusnya  seorang ilmuwan berada pada masa produktif nya. James Sidis diketahui meninggal dunia pada tahun 1944 di Boston karena beliau  mengalami pendarahan pada otaknya pada  usia 46 tahun. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan juga  sangat miskin. Ironisnya,  orang-orang  kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidak bahagia.

Hidup Tertekan dan Depresi

Popularitas dan juga kehebatannya dalam  bidang matematika ternyata  membuat beliau tersiksa. Beberapa tahun sebelum beliau  meninggal dunia , James Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa beliau  membenci matematika  sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya mempunyai  teman. Bahkan beliau  juga sering di asingkan oleh rekan sekampus nya. Beliau juga tidak  pernah mempunyai seorang pacar maupun istri.

Gelar sarjananya tidak pernah selesai, karena ditinggal begitu saja. Beliau  kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara di dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji atau upah yang  seadanya, serta mengasingkan diri. Beliau  berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya merupakan  proyeksi dari  sang ayah. Beliau  menyadarinya bahwa hidupnya merupakan  hasil dari  pemola an orang lain. Akan tetapi , kesadaran memang sering datang terlambat.

James Sidis sendiri menyadari dengan sepenuhnya bahwa beliau  hanyalah merupakan  bahan percobaan dari  ayahnya sehingga kemudian  membuat  beliau  mengasingkan diri. Mengharukan memang atas usaha yang dilakukan  Sidis. Ada sebuah keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, agar dapat menjadi diri sendiri. Meskipun  untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers serta public juga  terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti dapat mencium dan mengetahuinya .

James Sidis tidak dapat melepaskan pengaruh yang telah diberikan oleh sang ayahnya begitu saja. Karena telah  terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian dapat meledakkan dirinya sendiri.

Baca Juga :

Categories
DUNIA KISAH INSPIRATIF Uncategorized

Biografi Robert Baden – Powell  –  Kisah Bapak Pandu Sedunia

  Biografi Robert Baden – Powell  –  Kisah Bapak Pandu Sedunia

Robert Baden – Powell – Beliau dilahirkan pada tahun 1857 di Paddington, London . Beliau  merupakan ke – 6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayah beliau , adalah pendeta Harry Baden – Powell, yang  meninggal dunia  ketika beliau berusia 3 tahun, kemudian beliau  dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, yang merupakan seorang wanita yang  mempunyai pendirian tetap bahwa anak – anak nya harus berhasil. Baden – Powell berkata mengenai  ibunya pada  tahun 1933, “ Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya “.  Seusai menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden – Powell di anugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya terhadap  kemahiran pramuka adalah dengan memburu dan memasak hewan  serta menghindari guru  di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan sebuah kawasan terlarang.

Beliau  juga bermain piano dan biola, beliau dapat  melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangannya dengan tangkas, serta gemar bermain drama. Masa liburan beliau  di habiskan dengan ekspedisi belayar dengan para saudara – saudara nya. Pada tahun 1876, Baden – Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 beliau  bertugas dengan dinas khusus di Afrika lalu pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.

Baden – Powell saling berlatih serta mengasah kemahiran kepanduan nya dengan suku Zulu pada awal tahun 1880an di jajahan Natal Afrika Selatan dimana resimen nya ditempatkan dan beliau diberi penghargaan karena atas  keberaniannya. Terdapat 3 penghargaan yang diberikan oleh  angkatan perang Zulu yaitu:

Impressa : Serigala yang tidak pernah tidur, karena beliau  sering berjaga – jaga saat malam.

Kantankye : Orang pemakai topi lebar, karena beliau  selalu memakai topi lebar.

M’hlalapanzi: Orang bertiarap yang siap untuk menembak.

Kemahirannya mengagumkan serta beliau selanjutnya  di pindahkan ke dinas rahasia Inggris. Beliau  sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu – kupu, yang  memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan – lukisan sayap kupu – kupunya. Baden – Powell selanjutnya  di tempatkan pada  dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Beliau  selanjutnya memimpin gerakan ketentaraan nya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan ketika  usia 40 beliau di promosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, beliau menulis sebuah buku panduan ringkas yang bertajuk “ Aids to Scouting ”, ringkasan ceramah yang beliau  berikan tentang peninjau ketentaraan, guna membantu dalam  melatih perekrutan tentara yang baru. Dengan menggunakan buku ini serta kaidah lain, beliau  melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan juga  untuk bertahan hidup di dalam hutan.

Baden – Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer serta terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Selanjutnya dinaikkan pangkat nya pada saat masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, beliau bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Saat  merencanakan hal tersebut, beliau  terperangkap dalam pengepungan Mafeking, serta dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Meskipun  berjumlah lebih kecil, garnisun tersebut  berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu di katakan sebagai hasil dari beberapa muslihat yang di laksanakan atas perintah Baden – Powell sebagai seorang komandan garnisun. Ranjau – ranjau palsu di tanam, yang tentara nya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok – olok ( tidak ada ) saat bergerak antara parit kubu .

Baden – Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi serta membina pasukan kanak – kanak asli untuk berjaga dan juga membawa pesan – pesan, kadang juga menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak – anak tersebut yang  kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden – Powell sangat kagum atas  keberanian mereka serta  kesungguhan mereka yang di tunjukkan saat  melaksanakan tugas. Pengepungan tersebut di bubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada tanggal 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden – Powell menjadi pahlawan nasional.

Usai mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden – Powell kembali  lagi ke Inggris guna  bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903. Setelah kembali, Baden – Powell mendapati buku panduan ketentaraannya “ Aids to Scouting ” telah menjadi buku yang terlaris, serta  telah di gunakan oleh para guru dan juga  organisasi pemuda. Sekembalinya  dari pertemuan dengan pendiri Boys’ Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden – Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting supaya  sesuai dengan para pembaca remaja, dan pada tahun 1907 beliau membuat suatu  perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki dengan  berlatar belakang yang berbeda, guna  menguji sebagian dari idenya. Buku “ Scouting for Boys ” selanjutnya di terbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.

Kanak – kanak remaja membentuk “ Scout Troops ” secara spontan serta gerakan Pramuka berdiri tanpa di sengaja, pada awalnya di tingkat nasional, lalu kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka tersebut berkembang seiring dengan Boys’ Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka yang di adakan di Crystal Palace di London pada tahun 1908, yangmana Baden Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri selanjutnya didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden – Powell, yaitu  Agnes Baden-Powell.

Meskipun  beliau  sebenarnya bisa menjadi seorang  Panglima Tertinggi, namun Baden Powell memutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral dengan menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahwa beliau  lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.

Pada Januari 1912 Baden – Powell bertemu calon isterinya yaitu  Olave Soames di atas kapal penumpang ( Arcadia ) pada saat dalam perjalanan ke New York guna  memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave  yang pada saat itu berusua 23, sedangkan Baden –  Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada bulan September di  tahun yang sama serta menjadi sensasi pers, mungkin saja  karena ketenaran Baden – Powell, atau karena perbedaan usia seperti itu yang lazim pada ketika itu. Untuk menghindari gangguan dari pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan mereka secara rahasia pada tanggal 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden – Powell hanya mempunyai  satu petualangan lain dengan wanita , Beliau pernah gagal dalam pertunganannya  dengan Juliette Magill Kinzie Gordon.

Pramuka Inggris menyumbang satu penny yang masing – masing serta mereka membelikan Baden – Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce. Saat pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden – Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang.

Baden – Powell di anugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan juga  bergelar Baron Baden – Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell merupakan  tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden – Powell di anugerahi Order of Merit pada sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, serta di anugerahi 28 gelar lain dari berbagai Negara – negara asing. Dibawah usaha  gigihnya pada pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 ada lebih dari sejuta pramuka di 32 negara, pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.

Baden – Powell mempunyai tiga orang  anak, satu anak laki – laki dan dua anak perempuan , yang mendapat gelar – gelar kehormatan pada tahun 1929,  anak laki –laki nya selanjutnya menggantikan ayahnya pada tahun 1941. Tidak lama setelah  menikah, Baden – Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan juga  mengalami beberapa serangan penyakit. Beliau menderita sakit kepala secara terus menerus, yang di anggap oleh  dokter nya berasal dari gangguan psikosomatis serta  dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala tersebut berhenti setelah beliau tidak lagi tidur dengan Olave lalu pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostat nya di buang, lalu  pada tahun 1939 beliau pindah ke sebuah rumah yang di bangunnya di Kenya, negara yang pernah di singgahinya untuk beristirahat. Beliau meninggal dan di makamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada tanggal 8 Januari 1941.

Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden – Powell serta  semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Namun pada tahun  1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun tersebut , karena pecahnya Perang Dunia II. Pergerakan Pramuka serta  Pandu Puteri merayakan pada tanggal 22 Februari sebagai hari B – P, tanggal lahir bersama Robert serta Olave Baden – Powell, untuk memperingati dan juga meramaikan jasa Ketua Pramuka serta  Ketua Pandu Puteri Dunia.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF MILYADER PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA TOKOH INDONESIA Uncategorized

Biografi dan Profil Hotman Paris Hutapea  – Pengacara Kondang di Indonesia

Biografi dan Profil Hotman Paris Hutapea  – Pengacara Kondang di Indonesia

Hotman Paris Hutapea – Beliau dikenal sebagai salah satu pengacara kondang yang ada di Indonesia. Berbagai julukan menempel dalam diri Hotman Paris Hutapea sebagai seorang pengacara. Ia biasa di juluki sebagai Pengacara 30 Miliar, Celebrity Lawyer, maupun Raja Pailit. Hotman Paris Hutapea di kenal sebagai seorang pengacara yang kehidupannya penuh dengan kemewahan serta glamour . kemewahan tersebut ia peroleh dari hasil kerja kerasnya sebagai seorang pengacara selama bertahun-tahun.

 

Biodata Hotman Paris Hutapea

Nama : Hotman Paris Hutapea
Tempat, Tanggal Lahir : Tapanuli , Sumatera Utara , 20 Oktober 1959
Orangtua : Binahar Hutapea ( Ayah ), Rusmina Tiobinur ( Ibu )
Istri : Agustianne Marbun
Anak : Frank Alexander Hutapea, Fritz Hutapea, Felicia Putri Parisienne Hutape
Profesi : Pengacara

 

Biografi Dan Profil Hotamn Paris Hutapea

Hotman Paris Hutapea di lahirkan pada 20 Oktober 1959 di sebuah kampong yang benama Laguboti di wilayah Tapanuli , Sumatera Utara.

Mengenai keluarga Hotman Paris Hutapea , diketahui dari hasil pernikahannya dengan Agustianne Marbun, Hotman Paris mempunyai tiga orang anak yang bernama Frank Alexander Hutapea, Fritz Hutapea, Felicia Putri Parisienne Hutapea. Ketiganya mengikuti jejak Hotman Paris dengan kuliah di bidang Ilmu Hukum di London, Inggris.

Masa Kecil

Hotman Paris mempunyai 10 orang saudara . ayahnya mempunyai usaha angkutan bus sehingga ia mampu dalam menyekolahkan 10 anaknya . masa kecil Hotman Paris dilalui dengan penuh kedisiplinan . ia telah terbiasa memasak , membersihkan rumah hingga membantu orang tuanya dengan bekerja di sawah. Ayahnya juga mengajarkan Hotman Paris beserta para saudaranya yang lain agar hidup dengan menghargai uang serta harus bekerja keras. Hal tersebutlah yang membuat anak-anaknya menjadi pribadi yang lebih tangguh di kemudian hari. Setamat SMA Hotman Paris Hutapea melanjutkan pendidikannya di Universitas Katolik Parahyangan , pada awalnya Hotman Paris ingin masuk ke ITB Bandung akan tetapi ia tidak lulus seleksi masuk.

 

Kuliah di Fakulatas Hukum

Hotman Paris kemudian memilih untuk masuk Fakultas Hukum di Universitas Katolik Parahyangan , d kampus tersebut pula ia bertemu dengan sang istri Agustianne Marbun yang ketika itu merupakan kakak tingkatnya.

Hotman Paris tidak pernah berpikir untuk kuliah di Fakultas Hukum . Hotman Paris beranggapan bahwa jurusan tersebut hanyalah jurusan untuk orang buangan . karena menurutnya pada saat itu lulusan Fakultas Hukum lebih banyak yang menjadi pengangguran. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu , Hotman Paris mulai menikmati kuliahnya. Ia bahkan dapat  menyelesaikan kuliahnya dalam jangka waktu 3,5 tahun.

 

Hampir Bunuh Diri

Setelah tamat , Hotman Paris di terima dan bekerja di Kantor Pengacara OC Kaligis pada tahun 1982. Pada saat itu ia hanya menerima gaji sekitar 182 ribu perbulan. Tidak lama bekerja di Kantor Pengacara OC Kaligis , Hotman paris kemudian pindah bekerja di kantor Pengacara Adnan Buyung.

Setelah sekitar tiga bulan bekerja di kantor tersebut , Hotman Paris di terima bekerja di Bank Indonesia tanpa melalui tes atas tawaran dari Prof. Subekti. Di sisi lain ia meninggalkan kesempatan untuk bekerja lebih lama di Kantor Pengacara Adnan Buyung.

Dalam biografi Hotman Paris diketahui bahwa ia hampir bunuh diri dengan menenggak racun karena ia frustasi bekerja di Bank Indonesia seperti yang telah di lansir oleh Tribunnews.com. ia akhirnya lebih memilih untuk mengakhiri karirnya di Bank Indonesia pada tahun 1982.

Hotman Paris kembali melamar pekerjaan  di berbagai kantor pengacara ternama  yang ada di Indonesia. Ketika itu Hotman Paris di terima bekerja di Kantor Pengacara Makarim & Tiara, kantor tersebut merupakan salah satu kantor pengacara yang ternama yang ada di Jakarta yang di kelola oleh Nono Anwar Makarim yang tak lain adalah ayah dari pendiri Gojek yaitu Nadiem Makarim. Setelah itu kemudian ia ke Australia dan magang di sebuah kantor pengacara , disana ia juga menyelesaikan pendidikan master ilmu hukumnya di University of Technology Sidney , Australia pada tahun 1990.

Ketika di Australia ia berada dari tahun 1987 hingga 1988 , Hotman Paris bekerja di kantor pengacara Free Hill Hollkingdale & Page , Sidney , disana ia banyak menangani kasus , hal tersebut yang membuat ia mempunyai banyak pengalaman.

 

Membuka Kantor Pengacara Hotman Paris Hutapea & Partners

Setelah kembali ke Indonesia, pada tahun 1999 Hotman Paris membuka kantor hukum sendiri yang bernama Hotman Paris Hutapea & Partners yang berada di wilayah Kelapa Gading. Hotman Paris Hutapea sudah menangani banyak kasus hukum. Dari kasus bvesar yang melibatkan perusahaan hingga kasus kecil seperti percerain ataupun kasus remeh kecil lainnya.

Klien-klien yang menggunakan jasanya terdiri atas pengusaha,artis hingga pejabat yang menggunakan jasa Hotman Paris sebagai pengacara. Hal tersebut wajar apabila Hotman Paris dapat di katakan sebagai salah satu pengacara kondang dengan bayaran termahal , bahkan ia pernah menerima bayaran sekitar 160 miliar untuk menangani kasus sebuah perusahaan.

 

Pengacara Dengan Bayaran Termahal

Selain klien yang berasal dari dalam negeri Hotman Paris juga biasa menerima klien yang berasal dari luar negeri serta menangani kasus-kasus internasional. Tidak heran dengan bayaran yang mahal tersebut membuat Hotman Paris hidup dengan kemewahan dan glamor.

Kemewahan baginya adalah hasil dari kerja keras serta kedisiplinan yang ia terapkan dalam menggeluti pekerjaannya sebagai seorang pengacara. Hotman Paris terbiasa bangun subuh hari kemudian mulai bekerja , hal tersebut ia lakukan setiap harinya.

Dari Majalah HWA , Hotman Paris mendapatkan julukan sebagai Celebrity Lawyers, The Most Dangerous Lawyer. Bahkan majalah Australia menjulukinya sebagai blink blink Lawyer. Julukan tersebut sepertinya memang cocok di berikan untuk Hotman Paris Hutapea . Kemewahannya dapat dilihat dari penampilan Hotman Paris sebagai seorang pengacara.

 

Berbisnis Properti

Dalam biografi Hotman Paris diketahui bahwa ia tidak hanya bergantung pada profesi jasa pengacara saja. Hotman Paris juga berkecimpung dalam dunia bisnis property sejak lama yang menjadi salah satu sumber kekayaan Hotman Paris Hutapea.

Diketahui bahwa Hotman Paris mempunyai ratusan ruko serta beberapa hotel yang tersebar di Jakarta dan juga Bali yang ia sewakan. Sehingga membuat pundi-pundi kekayaannya terus bertambah , selain itu ia juga menjadi pembawa acara di sebuah acara TV yang berjudul Hotman Paris Show.

 

So, demikian Biografi dan Profil dari pengacara kondang Indonesia Hotman Paris Hutapea, semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PAHLAWAN NASIONAL Uncategorized WANITA

Biografi Fatmawati Seokarno – Ibu Negara Penjahit Bendera Pusaka

Biografi Fatmawati Seokarno – Ibu Negara Penjahit Bendera Pusaka

Fatmawati Seokarno – beliau merupakan Ibu Negara Pertama dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno. Fatmawati Soekarno juga dikenal sebagai penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 .

 

Biodata Fatmawati Soekarno

 

Nama : Fatmawati Soekarno
Nama Asli : Fatimah
Lahir : Bengkulu, 5 Februari 1923
Wafat : Kuala Lumpur, Malaysia , 14 Mei 1980
Agama : Islam
Orangtua : Hasan Din ( Ayah ), Siti Chadijah ( Ibu )
Suami : Ir. Soekarno
Anak : Megawati Soekarnoputri, Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra

 

Profil Dan Biografi Fatmawati Soekarno

Fatmawati Soekarno, lahir pada Senin, 5 Februari 1923 Pukul 12.00 Siang di Kota Bengkulu . Beliau lahir dengan nama asli Fatimah. Beliau adalah putri tunggal dari keluarga H. Hassan Din dan Siti Chadijah.

Masa kecil Fatmawati penuh tantangan dan juga kesulitan, akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ayahnya , Hassan Din semula adalah pegawai perusahaan Belanda, Bersomij di Bengkulu. Akan tetapi karena tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota Muhammadiyah , beliau kemudian keluar dari perusahaan tersebut. Setelah itu, Hassan Din sering berganti usaha dan berpindah ke sejumlah kota yang ada di kawasan Sumatera Bagian Selatan.

 

Keturunan Bangsawan

Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya Fatmawati adalah seorang keturunan dari kerajaan Indrapura Mukomuko. Ayah beliau Hassan Din merupakan keturunan Ke-6 dari Kerajaan Puteri Bunga Melur. Bila diartikan Putri Bunga Melur adalah putri yang cantik , sederhana , bijaksana. Tidak heran jika Fatmawati mempunyai sifat yang bijaksana dan juga mengayomi. Perjalanan jalinan Fatmawati dan Bung Karno pada awalnya membutuhkan perjuangan yang sangat berat.

 

Masa Kecil

Fatmawati mengenyam pendidikan dasarnya di Hollandsch Inlandsche School ( HIS ) atau setara dengan SD. Fatmawati kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah yang dikelola oleh organisasi Katolik. Sejak kecil Fatmawati sudah menyukai kegiatan organisasi. Fatmawati bahkan aktif dalam organisasi Naysatul Asyiyah , yaitu sebuah organisasi perempuan dibawah Muhammadiyah.

 

Bertemu Dengan Soekarno

Dalam Biografi Fatmawati Soekarno diketahui bahwa perkenalan Fatmawati dengan Soekarno dimulai pada saat Soekarno dipindahkan ke tempat perasingan di Bengkulu setelah dari Flores , NTT.

Ketika di Bengkulu, Soekarno bekerja sebagai pengajar sekolah Muhammadiyah tempat dimana Fatmawati bersekolah. Fatmawati mengikuti les bahasa inggris guna melanjutkan pendidikannya di sekolah perguruan tinggi Rk Voolkshool. Kedekatan Fatmawati dan Soekarno terjalin pada tahun 1938.

Kedekatan antara Fatmawati dan Soekarno tersebut membuat pertengkaran hebat antara Inggit Ganarsih dan Soekarno. Akibatnya karena hal tersebut, Fatmawati lebih memilih untuk pindah ke rumah neneknya yang kini menjadi Museum Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Fatmawati akhirnya dilamar oleh seorang pemuda , akan tetapi sebelum itu beliau meminta pendapat Soekarno mengenai lamaran tersebut. Fatmawati bertemu Soekarno tepat didepan rumah neneknya.

 

Dilamar Oleh Soekarno

Ir Soekarno kemudian melamar Fatmawati untuk dijadikan istrinya. Kemudian lamaran Soekarno diterima oleh Fatmawati namun dengan syarat Soekarno harus berpisah dengan Inggit.

Soekarno yang ketika itu demi mendapatkan Fatmawati yang begitu dicintainya , dengan perasaan yang yang sangat berat Soekarno terpaksa harus merelakan kepergian ibu Inggit, yang merupakan sosok wanita yang begitu tegar dan tulus dalam mendampingi Soekarno dalam perjuangan mencapai Kemerdekaan Indonesia.

Pahit getir sebagai seorang buangan ( Tahanan Belanda ) sering dilalui oleh Soekarno bersama Bu Inggit . Kan tetapi sejarah berkata lain , perjalanan waktu mempunyai kehendak lain , kehadiran Fatmawati di antara Soekarno dan Bu Inggit telah merubah segalanya.

 

Menikah Dengan Soekarno

Pada tahun 1943 Soekarno menikahi Fatmawati , dan karena Fatmawati ,asih berada di Bengkulu , sementara Soekarno sibuk dengan kegiatannya dia Jakarta sebagai pemimpin Pusat Tenaga Rakyat ( Putera ). Kemudian pernikahan tersebut dilakukan dengan wakil salah seorang kerabat Soekarno , Opseter Sardjono. Pada 1 Juni 1943, Fatmawati diantar oleh orang tuanya berangkat ke Jakarta, melalui jalan darat.

Sejak itu Fatmawati selalu mendampingi Soekarno dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Hari Jumat di bulan Ramadhan , pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 para pemimpin bangsa dan juga para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda , dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dini hari.

Mereka telah sepakat memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia hari itu di rumah Soekarno , di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta , pada pukul 10.00 pagi. Tepat pukul 10.00 , dengan suara yang mantap dan jelas , Soekarno membacakan teks proklamasi , pekik merdekapun berkumandang dimana-mana dan akhirnya mampu mengabarkan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.

 

Menjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Fatmawati Soekarno, beliaulah yang telah menjahit bendera Sang Saka Merah Putih. Setelah itu ada seorang pemudi Trimurti yang membawa nampan dan menyerahkan bendera pusaka kepada Latief Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan. Semua hadirin mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta. Pada hari itu , ibu Fatmawati ikut dalam upacara tersebut dan menjadi pelaku sejarah Kemerdekaan Indonesia.

 

Ibu Negara Republik Indonesia Pertama

Salah satu keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) dalam sidangnya pada 19 Agustus 1945 adalah dengan memilih Bung Karno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia.

Setelah Ir Soekarno menjabat sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia maka secara otomatis Fatmawati yang selalu mendampingi Soekarno kemudian dikenal sebagai Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama. Pada tanggal 4 Januari 1946 pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta karena keadaan Jakarta yang dirasakan semakin tidak aman , menyusul hadirnya tentara NICA yang membonceng kedatangan tentara sekutu.

Kehidupan pernikahan Soekarno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan, akan tetapi hal tersebut belum selesai , justru ketiak itu perjuangan fisik mencapai puncaknya . Soekarno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa.

 

Anak Fatmawati Dan Soekarno

Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir ketika Soekarno telah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Putra Putri Seokarno dikenal mempunyai bakat kesenian yang tinggi. Hal tersebut bukan sesuatu yang aneh mengingat Soekarno adalah sosok pengagum karya seni, sementara itu Ibu Fatmawati sangat pandai menari.

Di Yogyakarta , Ibu Fatmawati mendapatkan banyak simpati, karena sikapnya yang ramah dan juga mudah untuk bergaul dengan berbagi lapisan masyarakat. Sebagai seorang ibu Negara , Fatmawati kerap mendampingi Soekarno dalam kunjungan ke berbagai wilayah Republik Indonesia untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap Belanda dan mengikuti kunjungan Presiden Soekarno ke berbagai Negara sahabat.

 

Fatmawati Soekarno Wafat

Peran serta wanita dalam pembangunan telah ditunjukkan oleh Fatmawati Soekarno , beliau dikenal sering melakukan kegiatan sosial , seperti aktif dalam melakukan pemberantasan buta huruf, mendorong kegiatan kaum perempuan baik dalam pendidikan maupun ekonomi.

Pada tanggal 14 Mei 1980 beliau meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekkah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.

Rumah sakit Fatmawati pada awalnya bernama Rumah Sakit Ibu Soekarno , yang terletak di Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak , wilayah Jakarta Selatan. Didirikan pada tahun `1954 oleh ibu Fatmawati Soekarno .

Dalam perjalanan RS Fatmawati , pada tahun 1984 ditetapkan sebagai Pusat Rujukan Jakarta Selatan dan Tahun 1994 ditetapkan sebagai RSU Kelas B Pndidikan .

Di Kota Bengkulu , sebagai kota kelahiran Ibu Fatmawati Pemerintah beserta seluruh elemen memberikan apresiasi mereka kepada ibu Fatmawati , sebagai bentuk penghargaan dan juga sekaligus untuk mengenang Ibu Fatmawati , maka pada tanggal 14 November 2001 , Bandar Udara Padang Kemiling di ubah menjadi Bandar Udara Fatmawati yang disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat itu Megawati Soekarnoputri.

 

Gelar Pahlawan Nasional

Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 /TK/2000 pada tanggal 4 November 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid , maka pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ibu Fatmawati.

 

Demikianlah biografi Singkat mengenai Fatmawati Soekarno yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih, semoga bermanfaat.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PAHLAWAN NASIONAL Uncategorized

Sultan Ageng Tirtayasa – Biografi Pahlawan Nasional Dari Tanah Banten

Sultan Ageng Tirtayasa – Biografi Pahlawan Nasional Dari Tanah Banten

Sultan Ageng Tirtayasa dikenal sebagai raja kesultanan dari Banten. Beliau dikenal gigih dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa dalam melawan Belanda di Serang, Banten membuat beliau dianugrahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Biodata Sultan Ageng Tirtayasa

Nama Lengkap : Sultan Ageng Tirtayasa ( Abu al-Fath Abdulfattah )
Lahir : 1631 , Banten
Meninggal : 1695 , Jakarta
Masa Pemerintahan : 1651 – 1683
Anak : Haji dari Banten, Arya Purbaya, Raden Muhsin dan lainnya
Orangtua : Ratu Martakusuma ( Ibu ), Abdul Ma’ali Ahmad ( Ayah )

 

Biografi Dan Profil Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa dilahirkan di Banten pada tahun 1631 . sejak kecil beliau memiliki banyak nama panggilan , akan tetapi nama kecil Sultan Ageng Tirtayasa adalah Abdul Fatah atau Abu al – Fath Abdulfattah. Ayahnya bernama Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad yang merupakan seorang Sultan Banten dan ibunya bernama Ratu Martakusuma.

Sultan Ageng Tirtayasa mempunyai darah keturunan dari Sunan Gunung Jati dari Cirebon melalui anaknya Sultan Maulana Hasanuddin . Diketahui bahwa Sunan Gunung Jati merupakan pendiri Kesultanan Banten. Sejak beliau kecil sebelum beliau diberi gelar Sultan Ageng Tirtayasa , Abdul Fatah diberi gelar Pangeran Surya.

Beliau diangkat sebagai Sultan Muda dengan gelar Pangeran Dipati ketika sang ayah Sultan Abu al – Ma’ali Ahmad wafat. Abdul Fatah atau Pangeran Dipati merupakan pewaris dari tahta kesultanan Banten. Akan tetapi saat ayahnya wafat beliau belum menjadi seorang sultan sebab Kesultanan Banten pada waktu itu kembali dipimpin oleh kakeknya Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir.

 

Sultan Ageng Tirtayasa Dan Kejayaan Kesultanan Banten

Ketika kakeknya Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir wafat pada tahun 1651, Abdul Fatah atau Pangeran Dipati kemudian naik tahta sebagai Sultan Banten ke 6 dengan nama Sultan Abul Fath Abdul Fattah atu Sultan Ageng Tirtayasa . pada saat beliau naik tahta sebagai Sultan Banten, beliau masih sangat muda.

Beliau dikenal sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan islam di daerahnya. Beliau mendatangkan banyak guru dari Arab , Aceh dan daerah lain untuk membina mental para pasukan Kesultanan Banten . Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai ahli strategi dalam perang.

Melalui kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa , Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan dan kemegahannya. Beliau memajukan sistem pertanian dan irigasi dengan baik dan juga berhasil menyusun armada perangnya. Satu hal yang penting mengapa Kesultanan Banten pada saat itu mencapai puncak kejayaannya adalah karena hubungan diplomatik yang kuat antara Kesultanan Banten dengan kerajaan yang lainnya yang ada di Indonesia seperti Makassar , Cirebon, Indrapura dan Bangka.

Disamping itu Sultan Ageng Tirtayasa juga menjalin hubungan baik dalam bidang perdagangan dan pelayaran serta Diplomatik dengan Negara-negara yang ada di Eropa seperti Inggris, Turki , Denmark dan Perancis. Hubungan tersebut yang membuat pelabuhan Banten sangat ramai dikunjungi oleh para pedagang dari luar seperti Persia , Arab, India , China , Melayu serta Philipina.

Sultan Ageng Tirtayasa juga sempat membantu Trunojoyo dalam pemberontakan yang terjadi di Mataram . Beliau bahkan membebaskan Pangeran Martawijaya dan juga Pangeran Kartawijaya yang pada saat itu ditahan di Mataram karena hubungan baiknya dengan Cirebon.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa , Konflik yang terjadi antara kesultanan Banten dan Belanda semakin meruncing. Permasalahannya adalah ikut campurnya Belanda dalam internal kesultanan Banten yang pada saat itu sedang melakukan pemisahan pemerintahan . Belanda melalui politik Adu Dombanya ( Devide et Impera ) menghasut Sultan Haji ( Abu Nasr Abdul Kahar ) melawan Pangeran Arya Purbaya yang merupakan saudaranya sendiri.

Sultan Haji mengira bahwa pembagian tugas pemerintah oleh Sultan Ageng Tirtayasa kepada dirinya dan saudaranya merupakan upaya untuk menyingkirkan dirinya dari pewaris tahta Kesultanan Banten dan diberikan kepada adiknya, Pangeran Arya Purbaya . Sultan Haji yang didukung oleh VOC Belanda kemudian berusaha menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Perang keluarga pun akhirnya pecah, Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa pada saat itu mengepung pasukan Sultan Haji di daerah Sorowosan ( Banten ). Akan tetapi pasukan pimpinan Kapten Track dan Saint-Martin yang dikirim oleh Belanda datang untuk membantu Sultan Haji.

 

Tertangkap dan Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Perang antara keluarga yang berlarut-larut membuat Kesultanan Banten melemah. Pada tahun 1683 , Sultan Ageng Tirtayasa Ditangkap dan kemudian di bawa ke Batavia dan beliau di penjara disana. Pada tahun 1692 , Sultan Ageng Tirtayasa Akhirnya wafat . Beliau kemudian di makamkan di Kompleks Pemakaman raja-raja Banten di Provinsi Banten.

Kemudian Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal 1 Agustus 1970 melalui SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970. Kemudian nama Sultan Ageng Tirtayasa juga diabadikan sebagai nama salah satu Universitas di Banten bernama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PAHLAWAN NASIONAL Uncategorized WANITA

Biografi Dewi Sartika, Pahlawan Perintis Pendidikan Kaum Wanita

Biografi Dewi Sartika, Pahlawan Perintis Pendidikan Kaum Wanita

Dewi Sartika dikenal sebagai salah satu Pahlawan Nasional Wanita, salah satu jasa Dewi Sartika untuk Indonesia adalah beliau merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Dewi Kartika juga dikenal sebagai seorang pejuang emansipasi wanita seperti RA Kartini .

 

Biografi Dewi Sartika

Dewi Sartika dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1884 di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Ayah beliau bernama Raden Somanagara yang merupakan seorang pejuang kemerdekaan. Riwayat terakhir sang ayah dihukum dibuang ke Ternate oleh pemerintah Hindia Belanda hingga ayahnya meninggal dunia disana. Sedangkan sang ibu bernama Nyi Raden Ayu Rajapermas.

 

Riwayat Masa Kecil Dewi Sartika

Orang tua Dewi Sartika bersikukuh untuk menyekolahkan Dewi Sartika meskipun hal tersebut melanggar adat. Sepeninggal sang ayah Dewi Sartika kemudian dirawat oleh pamannya yaitu kakak kandung dari ibunya yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, Dewi Sartika mendapatkan pendidikan mengenai kesundaan , sedangkan wawasan kebudayaan Barat beliau peroleh dari didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.

 

Riwayat Pendidikan Dewi Sartika

Sejak beliau kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik serta kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung Kepatihan, beliau sering memperagakan praktik mengajar di sekolah , mengajari baca tulis, dan bahasa Belanda , kepada anak-anak pembantu di Kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang dan juga pecahan genting, beliau jadikan sebagai alat bantu untuk belajar. Raden Dewi Sartika yang mengikuti pendidikan di Cicalengka , sejak kecil memang sudah menunjukkan minatnya terhadap bidang pendidikan.

Dikatakan demikian karena sejak beliau masih anak-anak beliau sudah senang memerankan prilaku sebagai seorang guru, ketika itu Dewi baru berumur sekitar sepuluh tahun , ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu Kepatihan.

Gempar , dikarenakan waktu itu belum banyak anak-anak apalagi anak rakyat jelata yang mempunyai kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.

Dewi Sartika mempunyai  pemikiran untuk anak-anak perempuan disekitarnya dapat memperoleh kesempatan menuntut ilmu pengetahuan, maka beliau berjuang untuk mendirikan sebuah sekolah di Bandung , Jawa Barat. Ketika itu beliau sudah tinggal di Bandung.

 

Dewi Sartika Mendirikan Sekolah Isteri

Perjuangan Dewi Sartika tidak sia-sia , dengan bantuan dari R.A.A. Martanegara , kakeknya , dan juga Den Hamer yang menjabat sebagai Inspektur Kantor Pengajaran pada saat itu , maka di tahun 1904 Dewi Sartika berhasil mendirikan sebuah sekolah yang dinamainya “ Sekolah Isteri “.

Sekolah tersebut hanya terdiri atas dua kelas sehingga tidak cukup untuk menampung semua aktivitas sekolah, maka untuk ruang belajar beliau harus meminjam sebagian ruangan dari Kepatihan Bandung.

Awalnya disekolah tersebut muridnya hanya berjumlah dua puluh orang , murid-murid yang hanya para wanita tersebut diajarkan berhitung, membaca dan menulis serta menjahit, merenda , menyulam dan juga pelajaran agama. Sekolah tersebut terus mendapatkan perhatian yang positif dari masyarakat. Murid-murid bertambah banyak, bahkan ruangan Kepatihan di Bandung yang dipinjam oleh beliau sebelumnya, sudah tidak cukup lagi untuk menampung murid-murid.

 

Sekolah Keutamaan Isteri Dewi Sartika

Untuk mengatasinya, Sekolah Isteri pun kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih luas. Enam tahun sejak didirikan pada tahun 1910 nama Sekolah Isteri sedikit diperbarui menjadi Sekolah Keutamaan Isteri. Perubahan tersebut bukan hanya pada nama saja , akan tetapi ada pelajaran yang juga bertambah.

Dewi Sartika berusaha keras untuk mendidik anak-anak gadis supaya kelak dapat menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik, dapat berdiri sendiri , luwes dan juga terampil. Maka untuk itu, pelajaran yang berhubungan dengan pembinaan rumah tangga banyak diberikan oleh beliau.

Untuk menutupi biaya operasional sekolah , beliau membanting tulang ,mencari  dana disana. Semua jerih payah yang beliau lakukan, tidak [pernah dijadikan sebagai beban untuk beliau akan tetapi berganti sebagai kepuasan batin karena telah berhasil mendidik kaumnya.

Salah satu yang menambah semangatnya adalah dorongan dari sang suami yaitu Raden Kanduruan Agah Suriawinata, yang telah banyak membantunya untuk mewujudkan perjuangannya, baik tenaga ataupun pemikiran.

Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sekolah Isteri , terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang  mempunyai cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika.

Menurut biografi Dewi Sartika diketahui bahwa pada tahun 1912 sudah berdiri Sembilan Sekolah Isteri di kota-kota Kabupaten ( Setengah dari seluruh wilayah di Kabupaten Pasundan ). Memasika usia ke sepuluh tahun, pada tahun 1914 nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri ( Sekolah Keutamaan Perempuan ).

Seluruh wilayah Pasundan lengkap mempunyai Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa berdiri di Kabupataen Kewedanaan. Pada bulan September 1929 , Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun.

 

Penghargaan Dari Pemerintah Hindia Belanda

Sekolah tersebut kemudian berganti nama menjadi “ Sekolah Raden Dewi “. Atas jasanya dalam bidang ini Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia Belanda.

Menurut Biografi Dewi Sartika diketahui bahwa pada tahun 1906 , Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan  Agah Suriawinata, yaitu seorang pria yang mempunyai visi dan  cita-cita yang sama , ia adalah seorang guru di Sekolah Karang Pamulang , yang pada waktu itu merupakan sebuah Sekolah Latihan Guru.

Dewi Sartika Wafat

Pada tanggal 11 September 1947 Dewi Sartika meninggal di Tasikmalaya, dengan dimakamkan dengan upacara pemakaman yang secderhana di pemakaman Cigagadon , Dewsa Rahayu Kecamatan Cineam,. Tiga tahun kemudian jasadnya dimakamkan kembali di Kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar , Bandung.

Prestasi Dewi Sartika dalam memajukan pendidikan bagi kaum pribumi khususnya bagi kaum perempuan membuat pemerintah Indonesia menganugerahkan Dewi Sartika sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1966.

 

Baca Juga :

Categories
DUNIA TOKOH MUSLIM Uncategorized

Biografi Dan Kisah Umar Bin Khattab

Biografi Dan Kisah Umar Bin Khattab

 

Siapa yang tidak mengenal Umar Bin Khattab , yaitu khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shidiq yang di juluki Al-Faruq oleh Rasulullah SAW karena dapat memisahkan antara kebenaran dan juga kebatilan. Melalui tangannyalah peradaban islam mulai dikenal dan menyebar di berbagai wilayah , Berikut ini adalah Biografi dan Kisah Umar Bin Khattab

 

Biografi Singkat Umar Bin Khattab

Nama : Umar bin Al-Khattab
Lahir : 583 M Mekkah , Jazirah Arab
Wafat : 25 Dzulhijjah 23 Hijriyah ( 3 November 644 Masehi )
Makam : Sebelah kiri makam Nabi Muhammad SAW DI Masjid Nabawi , Madinah
Gelar : Al-faruq ( Pemisah antara yang benar dan batil ), Amirul Mu’miniin ( Pemimpin orang-orang beriman )
Pendahulu : Abu Bakar Ash-Shidiq
Pengganti : Utsman bin Affan

 

Profil Umar bin Khattab

Umar bin al-Khattab lahir di kota Mekkah dari Bani Adi yang masih satu rumpun dari suku Quarisy dengan nama lengkap Umar bin al-Khattab bin abdul Uzza. Keluarga beliau tergolong keluarga kelas menengah , beliau dapat membaca dan juga menulis pada masa itu yang merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Umar bin Khattab dikenal mempunyai fisik yang kuat , bahkan beliau juga menjadi juara gulat di Mekkah . Umar tumbuh menjadi seorang pemuda yang di segani dan juga di takuti pada masa itu. Beliau mempunyai watak yang keras sehingga di juluki sebagai “ Singa Padang Pasir “. Beliau termasuk seorang pemuda yang amat keras dalam membela agama tradisional Arab yang pada saat itu masih menyembah berhala serta menjaga adat istiadat mereka.

Sebelum beliau memeluk agama islam , beliau di kenal sebagai seorang pemabuk  atau peminum berat, akan tetapi setelah menjadi seorang muslim beliau tidak lagi menyentuh alcohol ( Khomr ) sama sekali , meskipan ketika itu belum di turunkan larangan meminum Khomr secara tegas.

Memeluk Islam

Pada masa itu , ketika Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah , Umar bereaksi sangat antipati terhadap Nabi. Umar juga termasuk orang yang paling banyak dan juga paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW. Pada puncak kebenciannya terhadap  Nabi Muhammad SAW , Umar memustuskan untuk mencoba membunuh Nabi. Namun pada saat perjalanannya , Umar bertemu dengan salah seorang yang merupakan pengikut nabi yang bernama Nu’aim bin Abdullah dan memberikan kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk agama islam . mendengar kabar tersebut Umar terkejut dan kembali kerumahnya dan bermaksud untuk menghukum adiknya. Dalam riwayatnya Umar menemui saudaranya yang kebetulan sedang membaca Al-Qur’an surat Thoha ayat 1-8 , kemudian Umar semakin marah dan memukul saudaranya .

Akan tetapi , Umar merasa iba ketika melihat saudarinya berdarah akibat pukulannya, beliau kemudian meminta agar beliau melihat bacaan tersebut. Beliau menjadi sangat terguncang oleh isi Al-qur’an , dan setelah beberapa waktu setelah kejadian tersebut Umar menyatakan bahwa beliau memeluk agama islam.  Keputusan tersebut membuat hampir seisi Mekkah menjadi terkejut , pasalnya seseorang yang terkenal memiliki watak yang keras dan paling banyak menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW kemudian memeluk ajaran yang sangat di benci olehnya . akibatnya, Umar di usir dari Mekkah dan beliau tidak lagi di hormati oleh para petinggi Quraisy .

 

Hijrah ke Madinah

Pada tahun 622, Umar ikut bersama Nabi Muhammad SAW seta para pengikutnya berhijrah ke Yatsrib ( Madinah ). Umar juga terlibat di dalam perang Badar , perang Uhud , perang Khaybar dan juga penyerangan ke Syiria . Umar bin Khattab di anggap sebagai seseorang yang sangat pemberani yang di segani oleh kaum muslimin pada masa itu selain karena reputasinya di masa lalu yang memang terkenal sudah sejak masa memeluk islam. Umar juga di kenal sebagai orang yang selalu terdepan dalam membela Nabi Muhammad SAW serta ajaran islam pada kesempatan yang ada . Bahkan beliau tanpa keraguan menentang teman-teman lamanya yang dulu bersama sama ikut menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW.

 

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Kabar wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 8 Juni 632 M ( 12 Rabiul Awal 10 Hijriah ) , membuat Kota Madinah diselimuti kesedihan dan haru. Umar merupakan salah seorang yang paling terguncang atas peristiwa wafatnya Nabi, beliau menghambat siapapun yang akan memandikan dan menyiapkan jasadnya untuk di makamkan . Umar syok dan beliau lantas berkata : “ Sesungguhnya beberapa orang munafik menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat, sesungguhnya beliau tidak wafat , namun pergi ke hadapan Tuhanya , seperti yang dilakukan oleh Musa bin Imran yang pergi ke kaumnya. Demi Allah beliau akan benar-benar kembali . Barang siapa beranggapan bahwa beliau telah wafat , kaki dan tangannya akan kupotong “. Umar melakukan hal tersebut karena beliau sangat mencintai Nabi.Namun di waktu yang bersamaan Abu Bakar datang dan menasihati Umar, Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, apakah jika beliau wafat atau di bunuh kamu berbalik kebelakang ? barang siapa yang berbalik kebelakang , maka ia tidak dapat mendatangkan Mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur ( QS. Ali Imran 144 ).

 

Menjadi Khalifah Kedua

Pada masa Abu Bakar menjadi seorang khalifah , Umar bin Khattab menjadi salah satu penasehat kepalanya. Setelah Abu Bakar meninggal pada tahun 634 , Umar bin Khattab di tunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai Khalifah kedua dalam sejarah Islam.

Selama dibawah kepemimpinan dan pemerintahan Umar bin Khattab , kekuasaan Islam tumbuh dan berkembang sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan Persia dari tangan dinasti Sassanid, serta mengambil alih Mesir, Palestinan , Syiria, Afrika Utara dan Armenia dari ke Kaisaran Romawi ( Byzantium ) saat itu terdapat dua Negara Adidaya yaitu Persia dan Romawi , akan tetapi keduanya telah di taklukan oleh ke Khalifahan Islam dibawah pimpinan Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab melakukan banyak reformasi secara administrative dengan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukan . Umar memerintahkan agar di selenggarakan sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Pada tahun 638 Umar memberikan perintah untuk memperluas dan merenovasi Masjid Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umar bin Khattab dikenal mempunyai kehidupan yang sederhana , sekitar tahun ke-17 Hijriah yang merupakan tahun ke-4 ke Khalifahanya , Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai di hitung saat peristiwa Hijriah.

 

Wafatnya Umar bin Khattab

Umar bin Khattab wafat karena di bunuh oleh Abu Lukluk ( Fairuz ) yang merupakan seorang budak yang fanatik pada saat Umar akan memimpin salat subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia di taklukan oleh Umar, pembunuhan tersebut konon di latar belakangi oleh dendam Fairuz terhadap Umar bin Khattab , fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang pada saat itu merupakan Negara Adidaya . Umar bin Khattab wafat pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 Hijriyah/ 644 M. setelah wafatnya Umar bin Khattab , jabatannya digantikan dan di pegang oleh Ustman bin Affan.

 

Baca Juga :

Categories
DOSEN INDONESIA KISAH INSPIRATIF TOKOH POLITIK Uncategorized

Mengenal Profil & Keilmuan Prof. Eddy OS Hiariej Saksi Ahli Dari Tim Hukum Jokowi  Ma’ruf di MK

Mengenal Profil & Keilmuan Prof. Eddy OS Hiariej Saksi Ahli Dari Tim Hukum Jokowi  Ma’ruf di MK

Tim Hukum TKN 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menghadirkan seorang saksi ahli yaitu Prof Eddy OS Hiariej guna membantah argumen-argumen Tim BPN 02 Prabowo – Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi ( MK ) Pada Jumat 21 Juni 2019.

Oleh Majelis Hakim Konstitusi , Prof Eddy Hiariej di berikan waktu selama 10 menit untuk menyampaikan argumennya. Salah satu argumen Prof Eddy Hiariej menyebut materi gugatan pasangan 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Sengketa Pilpres 2019 yang di ajukan ke Mahkamah Konstitusi tidak relevan.

 

Biografi Singkat Prof. Eddy OS Hiariej

Eddy OS Hiariej sudah hampir sepuluh tahun mondar-mandir di pengadilan untuk berbicara sebagai ahli.

Beliau mempunyai nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej dan kerap di sapa Prof Eddy OS Hiariej. Beliau juga pernah menjadi saksi meringankan dalam pemeriksaan Denny Indrayana , mantan wakil Menteri Hukum dan HAM RI.

Eddy merupakan Guru Besar Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ( FH, UGM ) , Yogyakarta. Beliau meraih gelar tertinggi di bidang akademis tersebut dalam usia yang terbilang masih muda. Sebagai perbandingan jika Hikmahanto Juwana mendapat gelar profesor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia ( FHUI ) pada usia 38 tahun, sedangkan Eddy mendapatkan gelar profesornya di usia 37 tahun dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ( FH-UGM ).

“ Saat SK guru besar saya turun pada 1 September 2010 , saya berusia 37 tahun , ketika mengusulkan umur 36 tahun “ ucap pria kelahiran 10 April 1973 ini.

Eddy bercerita kepada hukumonline , bahwa gelar pofesor dapat beliau raih di usianya yang muda tidak lepas dari pencapaiannya dalam menyelesaikan kuliah program doctoral yang di tempuhnya dalam waktu yang lebih singkat di bandingkan kebanyakan mahasiswa lain. “ orang biasanya begitu sekolah doctor baru mulai riset, tapi saya tidak . saya sudah mengumpulkan bahan sejak saya short course di prancis. Pada tahun 2001 saya sempat di perancis selama 3 bulan . Di Strasbourg, jadi saya katakan pada pembimbing saya , Prf. Sugeng Istanto , Prof saya sudah punya bahan untuk disertasi “ tutur Eddy.

Setelah mendapatkan persetujuan untuk menulis , Eddy yang pernah menjadi seorang Asisten Rektor Kemahasiswaan UGM Periode 2001-2007 menyelesaikan draft disertasi pertamanya pada bulan Maret 2008 . Disertasi Eddy membahas soal penyimpanan asas legalitas dalam pelanggaran berat Hak Asasi Manusia ( HAM )

Kurang dari setahun, Eddy pun siap menghadapi ujian terbuka dengan promotor Prof. Marsudi Triatmojo – sebab Prof. Sugeng sudah meninggal terlebih dahulu dan co-promotor Prof. Harkristuti harkriswono. “ Jadi saya terdaftar sebagai mahasiswa doctor itu 7 Februari 2007 , dan saya dinyatakan sebagai Doktor pada 7 Februari 2009 “ , kenang Eddy .” Dua tahun 20 hari , dan memang Alhamdulillah rekor tersebut belum terpatahkan “, tambah Eddy.

 

Pernah Gagal Masuk Fakultas Hukum

Keinginan dan ketertarikkanya pada hukum disampaikan Eddy sudah beliau miliki sejak lama, walaupun beliau mengaku tidak ingat sejak kapan. Almarhum sang ayahnya pun pernah menyampaikan kepada Eddy  , bahwa ayahnya melihat jika karakteristik Eddy , dan cara berbicara , bahwa Eddy cocok menjadi seorang jaksa .

Meski menjadi seorang jaksa bukanlah amanah, tetapi di akhir hayatnya , sang ayah kembali mengatakan agar Eddy kelak tidak jadi pengacara bila benar ingin masuk fakultas hukum. Pesan tersebut di sampaikan oleh sang ayah ketika Eddy masih duduk di bangku SMA.

Namun jalan Eddy untuk bisa masuk Fakultas Hukum UGM nyatanya tidak mudah dan mulus. Pada tahun 1992 , begitu lulus SMA , Eddy tidak langsung lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi ( UMPTN ) ,” Saya setahun itu gagal loh masuk Gadjah Mada , jadi tahun 1992 saya tes UMPTN tidak masuk “ ucap Eddy.

Beliau mengaku sempat stress selama enam bulan , setelah enam bulan kemudian , mulai Desember beliau benar-benar intens belajar sampai UMPTN selanjutnya . Barulah setelah itu beliau lolos masuk FH UGM.

Di semester lima Prof. Maria Soemardjono- Dekan FH UGM pada saat itulah pertama kalinya mencetuskan agar Eddy menjadi dosen. Hubungan Eddy dan Prof. Maria di akui Eddy sangat dekat sampai-sampai orang mengatakan kalau Eddy adalah anak keempat Prof. Maria.

Pasca wisuda program sarjana yang di gelar pada 19 Desember 1998 , Eddy mengikuti tes penerimaan Dosen . pada 6 Desember 1998 beliau di umumkan bahwa beliau di terima dan mulai 6 Desember beliau sudah menjadi asisten sampai SK nya turun 1 Maret 1999.

Eddy yang pada akhirnya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen karena beliau dapat berinteraksi dengan banyak orang , beliau juga mengaku senang karena bisa bebas dari aturan berseragam selayaknya jaksa.

Baca Juga :