Categories
AKTRIS PRESIDEN WANITA

Dewi Perssik – Profil Penyanyi Dangdut Indonesia

Dewi Perssik – Profil Penyanyi Dangdut Indonesia

Nama Lengkap : Dewi Murria Agung
Nama Panggung : Dewi Perssik
Temapat, tanggal lahir : Jember, 18 Desember 1985
Profesi : Seniman
Karier : Diskografi :

  • Bintang Pentas (2003)
  • Mimpi Manis (2008)
  • Dangdut Terlaris (2016)

 

Single :

  • Hikayat Cintaku (feat. Glenn Fredly) (2008)
  • Diam Diam (feat. Ahmad Dhani) (2010)
  • Tak Mengapa (2011)
  • Aku Suka (2013)
  • Mata Hati (feat. Roy Jeconiah) (2013)
  • Halalin Aku (2016)
  • Salsa Dangdut (feat. Fabio) (2016)
  • Dilema (2016)
  • Indah Pada Waktunya (2016)
  • Mau Tak Mau (2016)
  • Surga Dunia (2016)
  • Gerimis (2016)
  • Melayang (2016)
  • Meleleh (2016)
  • Thola ‘Al Badru (2016)

Filmografi :

  • Tali Pocong Perawan (2008)
  • Tiren: Mati Kemaren (2008)
  • Ku Tunggu Jandamu (2008)
  • Setan Budeg (2008)
  • Susuk Pocong (2009)
  • Diperkosa Setan (2010)
  • Tiran: Mati di Ranjang (2010)
  • Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)
  • Arwah Goyang Jupe-Depe (2011)
  • Pacar Hantu Perawan (2011)
  • Arwah Kuntilanak (2011)
  • Mr. Bean Kesurupan Depe (2012)
  • Pantai Selatan (2013)
  • Bangkit dari Lumpur (2013)

 

Sinetron :

  • Mimpi Manis (2006-2007)
  • Laila (2009)
  • Centini (2016)

 

Program TV :

  • D’Academy
  • Liga Dangdut Indonesia ( LIDA )

Hijrah ke Jakarta membawakan lagu “Bintang Pentas”, perempuan asal Jember dengan goyang gergaji dan juga pakain yang seksi ini menjadi bintang dangdut papan atas.

Perempuan kelahiran tanggal 18 Desember 1985 ini adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan HM Aidil dan Hj Sri Muna. Ia mempunyai nama lahir Dewi Murya Agung. Pada saat terjun ke panggung hiburan, namanya berubah menjadi Dewi Perssik. Kadang ia juga di panggil dengan sebutan Depe alias Dewi Perssik.

Nama Persik diberikan agar karier wanita yang mengaku keturunan Tionghoa bersinar seperti buah persik sebagai buah pembawa keberuntungan. Di daerah asalnya, Dewi Perssik mengawali karier menyanyi dangdut dari panggung ke panggung.

Untuk menjadi seorang yang tersohor, Dewi Perssik bersama manajernya memutuskan untuk pergi ke ibukota dan berkarier sebagai penyanyi. Namanya mulai dikenal ketika ia menyanyikan “Bintang Pentas” pada 2003. Lagu Bintang Pentas ternyata membukakan pintu kesuksesan Depe yang berusia 18 tahun ketika  itu.

Sukses di jalur dangdut, Dewi Perssik di tawari bermain dalam sebuah sinetron drama MD Entertainment berjudul “Janji Manis”. Sinetron tersebut d itayangkan di stasiun televisi swasta SCTV selama 1,5 tahun.

Dalam sinetron tersebut, ia memerankan sosok Lilis, gadis desa cyang antic dan bercita-cita menjadi seoramg penyanyi dangdut terkenal namun lugu. Tidak hanya berakting, Dewi Perssik menyanyikan soundtrack yang berjudul sama. Judul Janji Manis rilis untuk albumnya pada tahun 2008.

Sinetron perdananya membuka pintu kesuksesan bagi Dewi. Penonton menyambut akting dan juga kualitas vokalnya. Dewi kemudian sibuk wara-wiri mengisi berbagai panggung dan acara televisi. Setelah cukup membetot perhatian penonton di layar kaca, Dewi Perssik diminta untuk main film di layar lebar. Ia memulai dalam film horor “Tali Pocong Perawan” yang tayang pada tahun 2008. Perannya sebagai gadis cantik Virnie dalam film perdananya dinilai mengumbar syahwat dan juga mengarah ke pornografi. Dewi mengatakan bahwa alasannya hanyalah mendalami dan total berakting.

Sejak saat itu, ia sering memerankan film bergenre horor. Hampir 16 judul film horor ia perankan hingga pada tahun 2013.

Meskipun sudah menjadi bintang film, Dewi Perssik tak lupa akan dunia dangdutnya. Justru namanya menjadi heboh karena goyang gergaji-nya yang mengundang pro kontra. Akibat aksi goyang sensualnya, Dewi Perssik sempat di cekal tiak boleh manggung di beberapa daerah.

Pada tahun 2008, ia dicekal di Kota Tanggerang dan Kota Bandung. Pelarangan ini kemudian diikuti dengan Walikota Depok, MUI Sumatera Selatan, Bupati Sukabumi, Bupati Probolinggo, dan Walikota Balikpapan. NamunDewi Perssik tidak ambil pusing. Ia tetap pada pendiriannya dan juga gayanya dalam bernyanyi.

Selain kontroversi goyangannya, kisah pribadinya tidak lepas dari sorotan media.Percintaan, perceraian, dan juga perseteruan tidak lepas dari kehidupan pribadinya. Pernikahan dan perceraiannya dengan Saipul Jamil menjadi bagian kisah pahitnya. Pernikahan dengan Saipul Jamil pada tahun 2005 kandas pada tahun 2008.

Tidak lama sendiri, Dewi kemudian menemukan tambatan hati yang baru, yaitu Farid Yusuf Mansur, seorang keturunan Jerman-Jawa. Dewi dan Farid yang tinggal di Belanda berkenalan lewat dunia maya. Mereka berdua berencana menikah pada Desember 2008 setelah memperoleh persetujuan orangtua Dewi. Akan tetapi, jalinan asmara keduanya kandas kembali.

Tidak lama setelah itu, Dewi kembali memperkenalkan kekasih barunya, Aldiansyah Taher. Sebelumnya, keduanya sempat di beritakan menjalin hubungan, akan tetapi mereka membantah. Akhir Februari 2009, Dewi mengalami keguguran lalu keduanya mengaku sudah menjadi suami istri. Sang suami, Aldi, mengaku bahwa mereka berdua sudah menikah siri pada tanggal 4 Juli 2008.

Secara resmi pernikahan keduanya disahkan pada Maret 2009. Bersama suami barunya, Dewi mengangkat seorang anak balita yang diberi nama Velis Gabriel. Permasalahan melanda pernikahan Dewi dan Aldi yang baru seumur jagung. Suaminya kembali melayangkan gugatan cerai kepada Dewi Perssik di Pengadilan Agama Jakarta Barat.

Pernikahan keduanya dengan Aldi berakhir pada tanggal  11 November 2009 setelah menjalani tiga kali persidangan. Pasca perceraiannya, Dewi mengaku cukup syok. Akan tetapi dia memutuskan untuk konsentrasi pada kariernya di dunia hiburan..

Lagi-lagi di tengah menjalani kariernya, Dewi Perssik kembali menuai kontroversi. Perseteruan Dewi dengan penyanyi dangdut Julia Perez berujung hingga ke pengadilan. Kasus ini bermula dari cakar-cakaran pada saat produksi film ‘Arwah Goyang Karawang’ pada tahun2011. Akibat kasus ini mereka saling melaporkan dan berujung masuk penjara. Pada Rabu, 5 Februari 2014, Dewi Perssik divonis 3 bulan penjara.

Setelah menjalani proses hukuman penjara, Dewi Perssik kembali menjalani kehidupan normalnya. Ia mulai menata kehidupannya. Dewi kembali tampil di berbagai program layar kaca.

Dewi Perssik pun di dapuk sebagai juri di D’Academy Season 4 bersama Iis Dahlia, Inul Daratista, dan Rita Sugiarto. Acara ini merupakan suatu ajang pencarian bakat menyanyi dangdut musim ke empat dari D’Academy yang di tayangkan di Indosiar pada awal 2017. Di panggung ini, Dewi Perssik menunjukkan kualitasnya sebagai seorang juri dangdut.

Di tengah menjalani kesibukannya, ia lalu menemukan dambaan hatinya. Dewi Perssik kembali menikah dengan manajernya Angga Wijaya.  Awalnya tidak ada yang tahu, belakangan publik mengetahui mereka sudah menikah pada September tahun 2017. Pernikahan mereka kembali dir ayakan di acara HUT ANTV pada awal tahun 2018.

Baca Juga :

Categories
PENYANYI PRESIDEN WANITA

Zaskia Gotik – Pedangdut Cantik Pemilik Goyang Itik

Zaskia Gotik – Pedangdut Cantik Pemilik Goyang Itik

Biodata Zaskia Gotik

Nama Lengkap : Surkianih
Nama Panggilan : Zaskia Gotik
Tempat, Tanggal Lahir : Bekasi, 27 April 1990
Profesi : Seniman
Keluarga : Sosin ( Ayah ),  Jumainah ( Ibu )
Karier : Diskografi :

  • Cukup 1 Menit (2013)
  • Gotik (2014)
  • Album kompilasi religi Kado Ramadhan (2014)
  • Single Hey Masbro & Tarik Selimut (2014)
  • Album kompilasi Goyank Dangdut (2015)
  • RAMAdanCINTA (album kompilasi religi) (2015)
  • The Best of Zaskia Gotik (2016)

Sinetron :

  • Siapa Suruh Datang Jakarta (2016)

Acara TV :

  • Cecepy Bikin Happy (2016)
  • Pesbukers (2016)

Profil Zaskia Gotik

Tidak meneruskan sekolahnya, Zaskia Gotik memilih untuk menjadi seorang penyanyi dangdut dari kafe ke kafe. Berkat suara dan juga aksi goyang itiknya ia meraih popularitas di panggung hiburan.

Wanita yang mempunyai nama asli Surkianih ini mengawali karier menyanyinya sejak di bangku SMP. Meski sebenarnya ia sudah menaruh minat dalam tarik suara sejak usianya masih 5 tahun. Persoalan ekonomi mengharuskan anak kelahiran Bekasi, pada tanggal 27 April 1990 ini tidak melanjutkan sekolahnya dan justru memilih menjadi penyanyi dari kafe ke kafe

Pada tahun 2011, Zaskia meraih kesempatan emas untuk bergabung dengan Big Indie NAGASWARA. Single perdananya bertajuk “ Satu Jam ” pun dirilis pada Oktober di tahun yang sama. Putri dari pasangan Sosin dan Jumainah ini mengemas musiknya dengan nuansa house pop dengan perpaduan beat – beat yang yang kencang.

Tidak lama setelah single perdananya, Zaskia pun kembali mengeluarkan single kedua bertajuk “Ajari Aku Tuhan”.

Zaskia dalam aksi panggungnya selalu menampilkan ciri khas goyangan dangdutnya. Zaskia dikenal dengan goyang itik. Bahkan nama panggungnya adalah Zaskia Gotik tersebutdiambil dari singkatan goyang itik ( Gotik ), dengan cara berdiri ala bebek sambil menggoyangkan pantatnya secara pelan-pelan.

Goyang itik Zaskia sempat menimbulkan perseteruan sesama penyanyi dangdut. De Mocca mengklaim bahwa goyangan Zaskia tersebut mirip dengannya. Nama goyangan mereka juga cukup mirip, jika  Zaskia terkenal dengan goyang itik, maka De Mocca dikenal dengan nama goyang bebek. Perselisihan mereka pun berakhir damai tanpa adanya apapun yang diubah.

Sejak saat itu, Zaskia semakin terkenal. Ia pun kembali mengeluarkan single “1000 Alasan” dalam album “Cukup Satu Menit” yang rilis pada tahun 2013. Pada tahun yang sama juga, tersiar kabar pertunangan mewah Zaskia Gotik dengan Vicky Prasetyo. Akan tetapi sayangnya, pertunangan tersebut dibatalkan karena Vicky ketahuan seorang penipu dan harus menjalani proses hukum.

Tidak ingin ambil pusing dengan Vicky, Zaskia fokus pada kariernya. Ia makin sibuk di panggung hiburan. Di tengah kesibukannya, ia kadang terlibat konflik dengan sesama artis, misalnya dengan Nikita Mirzani.

Bahkan, pada tahun 2016, ia tersandung gara-gara mengatakan lambang Pancasila sebagai “ bebek nungging “ dan juga menyebutkan bahwa hari proklamasi Indonesia jatuh pada tanggal 32 Agustus. Masyarakat pun protes, Zaskia meminta maaf karena khilaf.

Kareana ulah aksinya tersebut, ia batal memperoleh penghargaan Anugerah Bakti Musik Indonesia dari Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) ketika itu.

Meskipun begitu, namanya tetap menjadi incaran industri hiburan. Namanya semakin terkenal pada cara variety show di salah satu stasiun TV swasta. Ia sering muncul di Pesbukers ANTV. Popularitasnya pun tidak tergoyangkan.

Demikianlah Profil dan biodata Zaskia Gotik. Semoaga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Baca Juga :

Categories
DUNIA PRESIDEN TOKOH POLITIK

Biografi Donald Trump – Presiden Amerika Serikat

Biografi Donald Trump – Presiden Amerika Serikat

Donald Trump – Banyak orang mengenal nama Donald Trump sebagai  seorang pengusaha sukses  yang mempunyai  pengalaman. Julukannya  adalah sebagai  “ Raja Properti “  di Amerika. Namanya semakin terkenal ketika beliau  berhasil memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat meskipun  beliau  dikenal sebagai tokoh yang kontroversial.  Beliau juga menjadi satu – satunya presiden yang berasal dari kalangan pengusaha serta dikenal sebagai presiden Amerika Serikat yang paling kaya.

Biodata Donald Trump

Nama : Donald  John Trump
Tempat , tanggal lahir : New York , 14 Juni 1946
Orangtua : Fred Trump ( Ayah ), Mary Anne MacLeod Trump ( Ibu )
Istrri : Melania Trump, Marla Maples, Ivana Trump
Anak : Ivanka, Donald Trump Jr., Barron, Tiffany, Eric

Biografi Donald Trump

Donald Trump alias Donald John Trump adalah putra dari Fred Trump  yabg merupakan seorang ahli pembangunan dan pemasaran Real Estate di kota New York. Ibunya bernama Mary Anne MacLeod Trump. Donald Trump lahir di New York City Amerika Serikat pada tanggal 14 Juni 1946.

Riwayat Masa Kecil

Trump adalah seorang pionir program pertelevisian dan seorang  wirausahawan sukses di Amerika Serikat. Donald Trump mempunyai  tiga orang  saudara yaitu dua perempuan dan satu laki – laki. Maryanne Trump Barry adalah kakak pertama atau tertua yang berprofesi sebagai  seorang hakim federal.

The Kew – Forest School di Forest Hills, Queens merupakan tempat sekolah Donald Trump, akan tetapi  ketika  berusia 13 tahun telah terjadi kekacauan disana  hingga akhirnya  beliau  dikirim ke Akademi Militer New York.

Orang tuanya berharap supaya  Donald Trump mampu menjadi sosok seorang yang tangguh. Hal tersebut  menjadi kenyataan, beliau  mendapatkan  beberapa penghargaan akademis  dan juga  mampu menjadi kapten tim baseball pada tahun 1964. Selama dua tahun Donald John Trump kuliah di Universitas Fordham, sesudahnya  beliau  pindah ke Wharton School di Universitas Pennsylvania. Pada tahun 1968  beliau  lulus dengan gelar sarjana ekonomi mengambil bidang konsentrasi keuangan, kemudian  beliau  bergabung di perusahaan real estate milik ayahnya.

Pengusaha Properti

Donald Trump mengawali karir di perusahaan milik ayahnya The Trump Organization, penyewaan rumah kelas menengah. Proyek pertama yang beliau tangani yaitu di Cincinnati Ohio untuk melakukan renovasi komplek apartemen Swifton Village. Trump Organization mampu  meraih keuntungan sebesar US$ 6 juta setelah Donald Trump berhasil mengubah 1200 unit komplek apartemen dengan menaikkan tarif 66% menjadi 100%.

Sepanjang perjalanan karirnya Donald Trump juga sudah  sukses  dalam mengembangkan bisnis propertinya untuk Javits Convention Center sehingga membuat  beliau  harus berurusan dengan pemerintah kota New York. Pada  tahun 1977, beliau  menikah dengan wanita  yang bernama Ivana Zelnickova akan tetapi  mereka bercerai pada tahun 1992. Dari pernikahannya dengan Ivana, Donald Trump mempunyai  tiga orang anak bernama Donald Jr, Ivanka dan Eric.

Pada tahun 1980 ketika  New York berusaha merenovasi Wollman Rink di Central Park , sebuah proyek yang di targetkan selesai dalam waktu 2,5 tahun dan telah  mengeluarkan dana sebesar US$ 12 juta akan tetapi  hingga pada  tahun 1986 proyek belum juga selesai. Selanjutnya  sebuah tawaran dari Donald Trump untuk menyelesaikan proyek  tersebut diterima dan beliau mampu menyelesaikan proyek tersebut dalam kurun waktu 6 bulan dengan  menggunakan dana hanya sebesar US$ 2,750,000.

Seiring  dengan berjalannya waktu, sebagai dampak dari resesi yang terjadi  pada tahun 1990 Donald Trump mulai mengalami  kesulitan  untuk membayar hutang – hutangnya,  Trump  dihadapkan  dengan masalah pembayaran pinjaman sebesar 1 miliar dolar untuk kasino ketiganya yaitu Taj Mahal dengan bunga yang sangat tinggi. Pada tahun 1991 bisnis Trump mengalami kemunduran. Pada  akhir tahun 1992 setelah tidak mampu  untuk membayar hutangnya, salah satu usahanya yaitu  Trump Plaza Hotel terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan. Dalam isi rencana tersebut Donald Trump bersedia untuk memberikan saham dari Hotel mewah tersebut  sebesar 49% kepada Citibank dan 5 penyandang dana  yang lainnya.

Pada  tahun 1992, Donald Trump menikah dengan Marla Maples lalu  mempunyai  satu orang anak yang bernama Tiffany. Donald Trump juga sudah  kehilangan 900 juta dolar pada tahun 1994 dari rekening pribadinya sendiri dan serta 3,5 milliar dollar pada sektor bisnisnya. Menurut anggota Organisasi Trump, Donald Trump tidak mengembalikan semua kepemilikan atas Real Estate. Akan tetapi  para pemilik akan memberikan 30% keuntungan apabila  bangunan tersebut sudah  terjual atau selesai dikembangkan.

Berkarir di Pertelevisian Amerika

Disamping  perjalanan bisnisnya dibidang properti, Pada tahun 2004 Donald Trump juga mengembangkan karirnya di bidang pertelevisian. Donald Trump menjadi pembawa acara di NBC acara realitas dan  juga produser eksekutif. Di tahun itu juga Donald Trump melamar seorang wanita yang  bernama Melanija Kanvs dan kemudian  mereka menikah pada tahun 2005, dari hasil  pernikahannya tersebut,  Trump dikaruniai seorang anak laki – laki.

Pada tahun pertama, Donald Trump memperoleh  gaji sebesar 50.000 dolar per episode, semakin berjalan acara tersebut sukses, selanjutnya memperoleh  bayaran sebesar 3 juta dolar per episode. Bayaran yang di dapatkannya ketika itu merupakan bayaran tertinggi pada bidang pertelevisian.

Tahun demi tahun karirnya di bidang pertelevisian semakin berkembang pesat hingga pada tahun 2007  beliau  mendapatkan  penghargaan atas program The Apprentice dengan menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame. Perjalanan karirnya yang sangat panjang di dunia bisnis properti yang telah  membangun berbagai gedung perkantoran, kasino, hotel, lapangan golf, dan juga  fasilitas bermerek lainnya di seluruh dunia.

Hingga  karirnya di bidang pertelevisian yang terus berkembang pesat hingga  pada akhirnya Donald Trump juga masuk dalam dunia perpolitikan.

Pengusaha ke Presiden Amerika Serikat

Perjalanannya yang  begitu berkembang, hingga  pada tahun 2016 beliau sudah  berhasil memenangkan pilihan presiden Amerika Serikat yang ke 45. Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat yang ke- 45 pada bulan Januari 2017. Donald Trump adalah  presiden Amerika yang mempunyai  nilai kekayaan terbanyak.  Trump  berhasil mengalahkan calon dari partai Demokrat yaitu Hillary Clinton. Menurut majalah forbes pada tahun 2016, nilai kekayaan Donald Trump ketika menjadi presiden sekitar 3 , 7 milyar dollar atau sekitar 49,3 triliun rupiah.

Baca Juga :

Categories
DUNIA PRESIDEN

Biografi , Profil Vladimir Putin – Presiden Rusia

Biografi , Profil Vladimir Putin – Presiden Rusia

Nama Lengkap: Vladimir Vladimirovich Putin
Dikenal : Vladimir Putin
Tempat , tanggal lahir : St Petersburg, Selasa , 7 Oktober 1952
Agama : Kristen
Warga Negara : Rusia
Istri : Lyudmila Aleksandrovna
Anak : Mariya , Yekaterina
Pendidikan : Leningrad State University

Vladimir Vladimirovich Putin, Presiden Federasi Rusia terpilih pada tahun 2012. Sebelumnya  beliau pernah menjabat sebagai Presiden sementara Rusia pada  tanggal 31 Desember 1999, ketika  menggantikan Boris Yeltsin dan selanjutnya  terpilih menjadi presiden pada tanggal  7 Mei 2000  dan  terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2004.

Beliau lahir pada tanggal 7 Oktober 1952 di St Petersburg,  beliau adalah anak tunggal karena dua saudaranya meninggal pada saat  masih kecil. Meskipun saat ini  beliau menjadi pemimpin pemerintahan komunis, Putin dibaptis berdasarkan kepercayaan Gereja Ortodoks. Pada tanggal  28 Juli 1983 putin menikahi Lyudmila Aleksandrovna. Mereka mempunyai  dua orang anak perempuan, Mariyana Putina ( lahir pada 28 April 1985 di St Petersberg ) dan Yekaterina Putina ( lahir pada 31 Agustus 1986 di Dresden ).

Pria yang menyukai olahraga Judo ini mengawali karir awalnya dengan bergabung di KGB atau singkatan dari Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnost ( Komisi Keamanan Negara ) yang merupakan badan intelijen Uni Soviet pada tahun 1975 hingga  pada tahun 1990 dan menjalin aliansi dengan Anatoly Sobchak, walikota St Petersburg,  dan juga  berkerja padanya sebagai asisten sejak Maret 1994. Sejak  saat itu, karir politik Putin terus menanjak.  Beliau  memperoleh  banyak rekomendasi, mulai dari sebagai pejabat administrasi kepresidenan, kepala Ferderal Security Bureau ( FSB ) dan  sebagai perdana menteri Rusia pada bulan  Agustus 1999.

Menjelang awal tahun 2000, Boris Yeltsin mengundurkan diri dari jabatan kepresidenan dan menunjuk Putin sebagai presiden sementara Rusia. Pada pemilihan presiden tanggal 26 Maret 2000, Putin mendapatkan  suara sebanyak 52 . 95 % dari jumlah pemilih. Secara resmi Putin menjabat sebagai presiden Rusia pada tanggal 7 Mei 2000.

Dalam masa kepemimpinannya, Putin mampu mengangkat kembali Uni Soviet setelah kejatuhannya yang menjadi sebuah tragedi nasional. Putin menciptakan banyak kemajuan di berbagai bidang, di antaranyaadalah  dalam bidang Ekonomi yaitu  pendapatan real yang meningkat rata – rata 7 % setiap tahunnya, dalam bidang bidang industry, dalam bidang energi Nuklir, pertahanan dan militer, lingkungan,  dan  olahraga.

Selain itu, Putin juga mampu menjalin hubungan internasional yang baik dengan beberapa Negara, di antaranya dengan Amerika Serikat, Inggris, China, Iran, Autralia  da juga  Negara – negara Amerika latin. Dengan begitu banyak pencapaian, Putin memperoleh  respon yang begitu baik oleh masyarakat Rusia. Persentase kepopularitasan Putin meningkat dari 31 % pada bulan Agustus 1999 menjadi 80 % pada  bulan November 1999 dan sejak saat itu tidak pernah menurun dibawah 65 % selama masa kepemimpinannya.

Baca Juga :

Categories
DUNIA PRESIDEN

√ Biografi Recep Tayyip Erdogan – Presiden Turki

√ Biografi Recep Tayyip Erdogan – Presiden Turki

Recep Tayip Erdogan – Nama Recep Tayyip Erdogan belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media. Politikus yang saat ini  menjabat sebagai Presiden Turki ini terkenal berkat sejumlah gebrakannya pada saat  menjadi Perdana Menteri Turki.  Beliau  membuat Turki melesat menjadi sebuah kekuatan baru di Eropa, ambisinya yaitu adalah  mengembalikan kejayaan Turki.

Biografi Recep Tayyip Erdogan

Sejumlah kebijakan yang dibuatnya banyak membawa kemajuan bagi Negaranya. Langkah – langkah politik luar negerinya banyak memperoleh  respon positif dari berbagai negara. Recep Tayyip Erdogan,  dilahirkan pada tanggal 26 Februari 1954 di Istanbul, Turki.  Beliau  mempunyai  istri yang  bernama Emine Gulbaran dan mempunyai  anak  yang berjumlah 4 orang. Masa kecilnya Erdogan di habiskan di dekat laut hitam, ayahnya sendiri seorang pelaut dari Kota Rize.

Masa sekolahnya beliau  habiskan untuk belajar agama di Sekolah Imam Hatif. Kemudian darisana  beliau  kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di jurusan Ekonomi dan Bisnis di Universitas Marmara, Turki.

Karir Politik Erdogan Pertama Kali

Hobi Erdogan sendiri adalah bermain bola bahkan  beliau sempat menjadi seorang pemain sepakbola semi profesional pada saat  umurnya 16 tahun. Akan tetapi beliau  berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan angkutan di Istanbul dan juga sempat menjalani wajib militer.

Karir politik Recep Tayyip Erdogan sendiri dimulai pada saat  beliau  mulai bergabung dengan Partai Islam yang bernama Milli Selamet Partisi. Akan tetapi  partai tersebut bubar karena  terjadi kudeta militer pada tahun 1980 yang mengakibatkan semua partai yang ada di Turki dibubarkan. Setelah stabilitas politik di Turki sudah mulai pulih, Recep Tayyip Erdogan selanjutnya  menjadi ketua partai kesejahteraan. Partai ini di dirikan oleh para bekas anggota partai Milli Selamet Partisi.

Sudah memiliki  kendaraan politik, Erdogan mulai mencoba mencalonkan diri sebagai walikota di Istanbul Tengah.  Beliau  juga mencalonkan diri sebagai calon Dewan Nasional Agung Turki akan tetapi  gagal. Di tahun 1991, Erdogan terpilih sebagai Anggota Parlemen melalui Partainya. Akan tetapi  posisinya sebagai anggota parlemen di cabut oleh Komisi Pemilihan Pusat Turki.

Nama Recep Tayyip Erdogan selanjutnya  mulai dikenal luas oleh masyarakat Turki pada saat  beliau  berhasil terpilih sebagai walikota Istanbul Raya. Beliau  membawa partainya yaitu Partai Kesejahteraan sebagai Partai Terbesar di Turki.

Dari situ  beliau  juga menjadi Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya. Keberhasilannya dalam merancang tata kota Istanbul yang nyaman serta  modern membuat  beliau  semakin terkenal. Apalagi ketika  beliau  berhasil memerangi masalah umum di ibukota. Seperti berhasil mengurangi pengangguran, memberikan air bersih bagi warga Istanbul, serta  Pengurangan kadar polusi kota,  dan juga memerangi prostitusi.

Pengurangan kadar polusi dengan  melalui aksi penanaman ribuan pohon di Istanbul, serta pelarangan minum minuman keras di tempat umum sehingga menjadikan Erdogan semakin populer dimata masyarakat.

Mendirikan Partai Politik dan Menjadi Perdana Menteri

Langkah politik Erdogan selanjutnya adalah mendirikan partai AKP ( Adalet ve Kalkinma Partisi ). Partai AKB dikenal sebagai Partai Keadilan Pembangunan pada tahun 2001 yang berhaluan islam. Partainya kemudian melesat menjadi salah satu partai terbesar di negara bekas kekhalifahan Ottoman tersebut. Terbukti pada saat  partainya yaitu AKP menang dalam pemilihan umum di Turki.  Hal ini membuat nama Erdogan semakin melambung di kancah politik Turki. Otomatis membuat Erdogan menjadi Perdana Menteri Turki pada tahun 2003. Sepak terjang kebijakannya dalam dan luar negerinya membuat namanya semakin melambung sebagai salah satu pemimpin terbaik  di dunia.

Keberhasilan Erdogan Dalam Membangun Negara Turki

Hal tersebut di buktikan oleh Erdogan dengan berhasil membuat Produk Domestik Nasional Turki yang mencapai 100 Milyar Dollar di tahun 2013 setahun sebelum masa jabatannya sebagai seorang  perdana menteri habis.

Kemudian  beliau  juga membuat Turki berhasil masuk dalam anggota G- 20 yaitu Negara – negara dengan ekonomi terkuat di dunia, bayangkan saja Turki berhasil merangsek masuk ke dalam  urutan 16 sebagai negara dengan ekonomi terkuat padahal sebelumnya berada di peringkat 111 dunia. Dibidang militer atau pertahanan negara, Erdogan membuat Turki berhasil memproduksi sendiri peralatan pertahanan atau militer seperti tank, pesawat  dan  satelit militer sendiri. Pendapatan Perkapita Turki pun berhasil naik dari 3500 dolar pertahun menjadi sebesar 11.000 ditahun 2013.

Bahkan Erdogan berhasil membuat nilai tukar mata uang Turki naik  hingga beberapa kali lipat di masa pemerintahannya. Di masa pemerintahan Erdogan juga, pengangguran berhasil di tekan hingga 2 persen saja dari 35% yang di imbangi dengan kenaikan gaji hampir 300 persen untuk upah pegawai.

Hutang  Negara Turki sendiri terhadap IMF berhasil di selesaikan serta  cadangan devisa juga di tingkatkan hingga 100 Milyar Dollar. Disektor pendidikan sendiri, Erdogan membuat kebijakan dengan menggratiskan biaya pendidikan dimana semua biaya kuliah untuk Rakyat Turki di tanggung oleh pemerintah.

Beliau  juga meningkatkan biaya riset atau penelitian ilmiah demi tujuan untuk  menjadi negara nomor satu pada tahun 2023. Selain itu Erdogan juga  berhasil mengembalikan kebiasaan lama yaitu pengajaran Al- Quran dan Hadits di sekolah – sekolah negeri di Turki yang telah  lama dihilangkan.

Adanya kebebasan berhijab di kampus – kampus di Turki. Kemajuan pesat negara Turki dibawah kepemimpinan Erdogan sebagai perdana Menteri membuat Turki kini disegani sebagai salah satu negara terkuat di Eropa.

Menjadi Presiden Turki

Pada saat masa jabatannya selesai pada tanggal 28 Agustus 2014, Recep Tayyip Erdogan kemudian mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden Turki dengan dukungan dari partai AKP ( Adalet ve Kalkinma Partisi ). Hasilnya pada tanggal 10 Agustus 2014 Erdogan berhasil terpilih sebagai Presiden Turki dengan  melalui pemilihan umum menggantikan presiden sebelumnya dengan masa jabatan selama lima tahun.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF PRESIDEN TOKOH INDONESIA

Biografi Hasri Ainun Habibie

Biografi Hasri Ainun Habibie

Hasri Ainun Habibie – beliau  lebih dikenal  dengan Ainun Habibie mempunyai nama asli Hasri Ainun Besari. Hasri Ainun merupakan  nama yang berasal  dari bahasa Arab yang berarti seorang anak yang mempunyai  mata yang indah. Ainun adalah anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan  orang tua bernama H. Mohammad Besari. Beliau  dilahirkan pada tanggal 11 Agustus 1937 di Semarang, Jawa Tengah . Keluarga Ainun merupakan keluarga yang mencintai pendidikan. Salah satu orang yang paling penting dalam hal  mendorongnya untuk rajin belajar adalah ibunya. Ibu dari Ainun Habibie adalah tokoh penting di balik kesuksesan putrinya dalam bidang pendidikan.

Pendidikan dan Karier

Ainun menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di Bandung.  Kemudian beliau  melanjutkan pendidikan di SLTP dan SLTA yang juga di kota yang sama yaitu Bandung . Sekolahnya di SLTP bersebelahan dengan sekolah B.J. Habibie yang kemudian menjadi suaminya. Bahkan ketika di LSTA mereka belajar di sekolah yang sama. Akan tetapi Habibie menjadi kakak kelasnya. Setelah menyelesaikan pendidikan SLTA, beliau  merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Ainun mengambil Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia, Jakarta. Dan beliau lulus sebagai dokter pada tahun 1961.

Berbekal dengan ijazah kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, Ainun Habibie diterima untuk bekerja di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.  Di RSCM Ainun bekerja pada bagian perawatan anak – anak. Kesan pertama yang beliau dapatkan dengan pekerjaan tersebut secara tidak langsung menjadikan Ainun sangat perhatian terhadap  kondisi anak – anak sepanjang hayatnya. Ketika bekerja di sana beliau tinggal di sebuah asrama yang berada di belakang RSCM, tepatnya di Jalan Kimia, Jakarta. Beliau bekerja di rumah sakit tersebut hanya setahun saja, sampai tahun 1962. Setelah beliau menikah dengan Habibie pada tahun 1962 , beliau  harus meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang dokter anak kemudian ikut dengan suaminya pergi ke Jerman untuk menyelesaikan pendidikan.

Ternyata rasa cinta Ainun dan Habibie telah  bersemi semenjak mereka masih remaja. Ainun mengaku bahwa beliau dan Habibie sudah kenal sejak kecil, bahkan sekolah menengah mereka pun berdekatan. Pada tahun 1986, Majalah Femina memuat cerita mengenai kisah mereka . Ainun saat itu mengatakan, Ainun dan Habibie memang mempunyai banyak kesamaan sehingga mereka sering dijodoh – jodohkan oleh guru dan juga  teman – temannya. Yaitu  mereka sama – sama anak ke empat dari delapan bersaudara, sama – sama di besarkan di dalam keluarga yang berpendidikan. Selain itu mereka juga merupakan  anak – anak yang beruntung karena mempunyai ibu yang mendorong mereka untuk selalu mengutamakan pendidikan. Kesamaan yang  lainnya adalah, mereka sama – sama tinggal di Bandung serta bersekolah di tempat yang sama. Dan mereka sama – sama mempunyai  hobi berenang.

Akan tetapi kemudian mereka berpisah  untuk waktu yang cukup lama. Setelah lulus dari SMA, Habibie melanjutkan pendidikannya ke ITB Bandung, akan tetapi  tidak sempat selesai. Habibie  di kirimkan oleh orang tuanya ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Habibie  berangkat dengan biaya dari orang tuanya sendiri, dan  tidak mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia, akan tetapi  pemerintah memberinya izin belajar ke sana. Kemudian  Habibie  berangkat ke Jerman Barat, untuk melanjutkan pendidikan di sana. Habibie masuk di Universitas Technische Hochscheule di kota Achen, Jerman. Pada tahun 1960 terhitung Habibie tidak pernah pulang ke Indonesia selama tujuh tahun. Hal tersebut  membuat Habibie sangat home sick, terutama karena Habibie sangat ingin mengunjungi pusara ayahnya . Setelah penantian yang agak lama, akhirnya Habibie memiliki kesempatan untuk pulang ke Indonesia. Saat Habibie pulang ke Indonesia,Habibie  berkesempatan untuk menziarahi makam ayahnya di Ujung Pandang. Saat menjelang lebaran Habibie pulang ke Bandung dan berkunjung ke rumah tetangga nya yang lama, yaitu keluarga Ainun. Ketika  itu pula Ainun secara kebetulan sedang mengambil cuti  dari tempat kerjanya di RSCM dan pulang ke Bandung. Di sanalah cinta lama mereka bersemi kembali setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Pertemuan mereka tersebut berlanjut di Jakarta. Habibie mengikuti Ainun yang kembali ke Jakarta untuk masuk kerja di RSCM. Di Jakarta Habibie tinggal di Jl. Mendut, yang merupakan rumah kakaknya yang tertua.

Karena Sama – sama tinggal di Jakarta membuat cinta mereka semakin bersemi. Mereka saling berjanji untuk sering bertemu serta merindukan satu sama lain. Habibie sering menjemput Ainun yang bekerja di RSCM.  Kemudian Ainun di sunting oleh BJ Habibie  dan resmi menjadi istrinya pada tanggal 12 Mei 1962. Mereka menghabiskan waktu bulan madu di tiga kota, yaitu  Kaliurang, Yogyakarta, dan Bali lalu diakhiri di kota  Ujung Pandang, yang merupakan daerah asal B. J. Habibie. Dari pernikahan  mereka tersebut mereka  di karuniai dua orang putra yaitu  llham Akbar dan Thareq Kemal serta enam orang cucu.

Ibu Yang Luar Biasa

Setelah menikah dengan Habibie, kemudian  Ainun ikut dengan Habibie yang harus menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Jerman. Kehidupan awal  mereka di sana dilalui dengan penuh perjuangan yang luar biasa. Setidaknya beliau  harus bersabar dengan pendapatan yang teramat kecil dari beasiswa Habibie. Namun beliau  dengan tekun dan juga sabar beliau  tetap setia  menyertai Habibie. Bahkan untuk menghemat beliau  menjahit sendiri keperluan pakaian-pakaian  bayi yang dikandungnya. Dan disanalah beliau  mengandung dua orang putranya, serta melahirkan dan membesarkannya.

Ainun merupakan seorang ibu yang sangat bertanggung jawab dalam membesarkan anak – anaknya. Sejak kecil beliau  membiasakan anaknya untuk mengembangkan kepribadian mereka sendiri. Beli au membebaskan anak – anak untuk berani bertanya mengenai  hal yang tidak diketahui nya. Lalu  Ainun akan memberikan jawaban apabila beliau  mampu atau beliau  akan meminta Habibie jika tidak mampu. Hal tersebut tentu saja karena beliau sadar bahwa anak – anak sejak kecil harus di bangun keingin tahuan serta kreatifitasnya.

Mendampingi Suami

Penghargaan yang begitu besar oleh Habibie kepada istrinya memang tidak berlebihan. Hal tersebut terlihat sejak awal kebersamaan mereka sewaktu tinggal  di Jerman. Saat  awal – awal  hidup di Jerman mereka merupakan  keluarga kecil dengan penghasilan suami yang sangat kecil. Dalam kondisi tersebutlah sosok Ainun menjadi  seorang pendamping yang dapat diandalkan. Untuk menghemat pengeluaran, beliau menjahit sendiri perlengkapan bayi mereka. Selain itu, Ainun juga sering  menjadi motivator bagi Habibie

Ainun memang selalu mendampingi Habibie dalam segala hal. Saat awal-awal  Habibie menjadi teknokrat, beliau  menjadi sosok yang mengatur Habibie di balik layar. Seperti , beliau  yang selalu mengingatkan Habibie dalam masalah waktu kerja. Saat jam sudah  menunjukkan pukul 22.00, Ainun selalu menelpon Habibie dan mengingatkannya untuk menjaga kesehatan.   Wardiman Djojonegoro, yang merupakan seorang mantan menteri pendidikan pada tahun 1993 – 1998 pada era Soeharto mengatakan bahwa Ainun juga sangat memperhatikan makanan untuk Habibie.

Ketika BJ Habibie menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, Ainun adalah seorang yang dengan tulus dengan ikhlas dalam  membantu suaminya untuk mewujudkan mimpi serta cita – cita  mereka.  Ainun juga yang menjadikan Habibie untuk selalu tenang dan matang dalam mengambil sebuah keputusan.

Menjadi Ibu Negara

Pada tanggal 23 Mei 1998 Ainun menjadi menjadi Ibu Negara setelah B. J. Habibie dilantik sebagai presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ketiga dengan menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri karena desakan masyarakat pada awal masa  reformasi. Memang tidak lama , hanya setahun lebih sedikit, setelah Habibie tidak bersedia untuk mengikuti pemilihan kepemimpinan karena laporan pertanggung jawabannya di tolak oleh DPR/MPR yang ketika itu dianggap mengutip Almarhum Gusdur  seperti seorang  anak TK. Meskipun secara konstitusi Habibie dibenarkan untuk menjadi calon presiden, akan tetapi  secara nurani serta moralitas Habibie merasa tidak nyaman. Dan selama itu pula Ainun menjadi seorang inspirator untuk sang presiden.

Selama menjadi seorang Ibu negara Ainun menunjukkan dedikasi serta  pengabdiannya pada sang suami dan juga pada negara . Bayak orang yang  terkagum – kagum dan juga heran bagaimana Ainun dalam usianya yang tidak lagi muda mempunyai  energi serta  stamina yang seolah tidak pernah habis dalam mengikuti ritme kerja Habibie.

Penghargaan dan Dedikasi

Ainun mempunyai rasa  kepedulian yang besar dalam kegiatan sosial. Beliau  mendirikan serta terlibat dalam beberapa yayasan, seperti Bank Mata untuk penyantun mata tunanetra. Beliau juga bahkan masih menjadi sebagai Ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia ( PPMTI ) ketika  saat Habibie tidak lagi menjadi seorang pejabat. Dalam usaha untuk memperkenalkan dan juga  meningkatkan ilmu pengetahuan serta  teknologi kepada masyarakat Indoensia, Ainun pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pendiri Yayasan SDM Iptek, Selain itu beliau juga mendirikan Yayasan Beasiswa Orbit yaitu kepanjangan dari  yayasan amal abadi orang tua bimbingan terpadu dengan cabang yang berada di seluruh Indonesia. Ainun juga memprakarsai penerbitan majalah teknologi anak – anak Orbit. Khususnya untuk Aceh, semasa Aceh berada dalam gejolak pada tahun 2000an, Ainun mengadakan beasiswa ORBIT khusus untuk siswa di Aceh.

Beliau  juga mencatat segudang prestasi besar selama hidupnya. Atas sumbangsih dan dedikasinya tersebut, Ainun memperoleh  beberapa penghargaan tertinggi yaitu  bintang mahaputra. Penghargaan tersebut di berikan oleh pemerintah sebagai penghargaan kepada warga yang dianggap mempunyai peranan yang besar terhadap negara. Antara lain beliau memperoleh  penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna, dan  juga Mahaputera Utama pada tanggal 12 Agustus 1982 serta Bintang Mahaputra Adipradana pada tanggal 6 Agustus 1998. Untuk alasan tersebut pula  maka Ainun Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Cinta Sang Suami

Berbagai kiprah selama hidup bersama dengan Habibie, membuat Habibie menempatkan Ainun sebagai sosok orang yang sangat dekat di hatinya.  Wujud rasa cinta tersebut  juga terlihat ketika Ainun sudah terbaring di rumah sakit. Selama hampir tiga bulan tersebut Habibie di kabarkan tidak beranjak dari sisi istrinya. Sejak masuk rumah sakit pada tanggal 24 Maret 2010 silam  Habibie memberikan perhatian serta  menunjukkan cinta kepada istri sekaligus ibu dari anak – anaknya tersebut. Tentu saja hal ini terjadi karena Habibie dan Ainun telah banyak melewati berbagai perjuangan yang menerpa  dalam menempuh hidup ini. Perjuangan tersebut telah memupuk rasa  cinta mereka yang begitu kuat dan terasa tidak akan  terpisahkan. Selama berada di rumah sakit juga Habibie selalu menuntun istrinya untuk shalat.pada saat  hari sebelum Ainun meninggal dunia, Habibie sempat membimbing istrinya tersebut untuk shalat subuh, zuhur dan ashar di rumah sakit tersebut.

Dalam proses penantian pengurusan administrasi sebelum jenazah di terbangkan ke tanah airpun Habibie masih tetap mendampingi istrinya. Dalam pesawat beliau masih dekat dengan jenazah almarhumah. Ketika  tiba di tanah air jenazah di turunkan dari pesawat, Habibie  masih mendampingi peti jenazah tersebut. Dalam beberapa foto yang berhasil diabadikan oleh wartawan jelas nampak Habibie dengan mengenakan  peci hitam berjalan dengan memegang peti jenazah istrinya. Bahkan saat jenazah di bawa ke pemakaman dari rumah duka, Habibie bahkan tidak ingin naik ke mobil yang telah di sediakan untuknya. Habibie malah memilih untuk masuk ke dalam ambulan serta  duduk di sisi peti jenazah istrinya.

Ainun Habibie Wafat

Pada tanggal  24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum Gro’hadern, Munchen, Jerman. Saat itu Ainun berada di bawah pengawasan direktur Rumah Sakit yaitu  Prof Dr Gerhard Steinbeck, yang juga merupakan seorang  spesialis penyakit jantung. Beliau sudah  menjalani sembilan kali operasi dan empat kali dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi yang utama. Sisanya adalah operasi eksplorasi. Pada pukul 17.05 waktu Jerman, hari Sabtu tanggal 22 Mei 2010, Ibu Ainun wafat dalam usia 72 tahun, setelah 45 tahun hidup berdampingan bersama Habibie. Sebelum wafat, Ibu Ainun sempat beberapa kali mengalami kritis. Akan tetapi  jiwanya sudah tidak dapat  terselamatkan lagi.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK ULAMA

Biografi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden Indonesia Ke- Empat

Biografi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden Indonesia Ke- Empat

Biografi Abdurrahman Wahid – Abdurrahman Wahid atau yang lebih di kenal sebagai Gus Dur. Beliau dikenal sebagai seorang Ulama, Guru Bangsa, Reformis, Pemikir, Cendekiawan, dan juga seorang  pemimpin politik di Indonesia. Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kala itu menggantikan BJ Habibie sebagai Presiden RI setelah beliau dipilih MPR pada  hasil Pemilu tahun 1999. Beliau  menjabat Presiden RI dari 20 Oktober 1999 sampai  Sidang Istimewa MPR di tahun 2001.

Biografi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Kyai Haji Abdurrahman Wahid Gus Dur merupakan Mantan Presiden Keempat Indonesia yang lahir pada tanggal , 7 September 1940  di Kota Jombang, Jawa Timur, beliau merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Beliau di lahirkan dengan nama lengkap Abdurrahman Addakhil atau ‘ Sang Penakluk ‘, yang kemudian lebih dikenal dengan nama panggilan Gus Dur. ‘ Gus ‘ merupakan nama  panggilan kehormatan khas pesantren untuk anak dari seorang  kiai.

Cucu Pendiri Nahdatul Ulama ( NU )

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara,  beliau berasal dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayah beliau adalah , KH. Hasyim Asyari, yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri, adalah seorang pengajar pesantren. Ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada  tahun 1949. Sedangkan ibunya, Hj. Sholehah merupakan putri dari  pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Setelah proklamasi  kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia ketika melawan Belanda. Pada akhir tahun 1949, beliau pindah ke Jakarta setelah ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Beliau belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum beliau pindah ke SD Matraman Perwari. Gus Dur juga diajarkan membaca buku non Islam, majalah, serta koran oleh ayahnya guna memperluas pengetahuannya. Pada April 1953, ayahnya meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan mobil. Kemudian pendidikannya berlanjut pada  tahun 1954 di Sekolah Menengah Pertama namun beliau  tidak naik kelas, tetapi bukan karena persoalan intelektual.

Ibunya lalu mengirim  beliau ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Pada tahun  1957, setelah beliau lulus SMP, beliau pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Beliau membangun reputasi sebagai murid berbakat disana , beliau menyelesaikan pendidikan pesantren hanya dalam waktu dua tahun yang seharusnya empat tahun.

 

Keluarga Gusdur

Gus Dur menikah dengan seorang wanita yang bernama Sinta Nuriyah dan dari pernikahannya beliau dikaruniai empat orang anak yaitu Alissa Qotrunnada, Zanubba Ariffah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari. Aanakanya yang bernama Yenny aktif berpolitik di PKB dan saat ini Yenny  merupakan dari direktur dar Direktur The Wahid Institute.

Belajar Dari Baghdad Hingga Prancis

Pada tahun 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambak beras yang berada di Kota Jombang dan  Beliau mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang guru dan kepala juga madrasah. Gus Dur juga menjadi seorang  wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Di 1963, Gus Dur  menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, akan tetapi beliau tidak  sampai menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur lalu belajar di Universitas Baghdad. Meskipun pada awalnya beliau  lalai, Gus Dur dapat menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad pada tahun 1970.

Beliau  pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, untuk belajar di Universitas Leiden, akan  tetapi beliau kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui di sini. Gus Dur kemudian pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali beliau ke Indonesia pada tahun 1971. Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), yang merupakan organisasi yangg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.

LP3ES mendirikan majalah Prisma yang mana pada saat itu Gus Dur menjadi salah satu seorang kontributor utamanya  serta sering berkeliling pesantren dan juga madrasah di seluruh Jawa. Saat inilah beliau memprihatinkan kondisi pesantren karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan dan serta kemiskinan pesantren yang beliau lihat.

Menjadi Seorang Jurnalis

Gus Dur kemudian batal belajar luar negeri dan lebih memilih untuk mengembangkan pesantren. Abdurrahman Wahid meneruskan kareir nya sebagai seorang jurnalis, menulis untuk Tempo dan Kompas. Artikelnya diterima baik dan mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Dengan popularitas tersebut, beliau mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan juga seminar, sehingga beliau harus pulang pergi dari Jakarta dan Jombang. Pada tahun 1974, Gus Dur mendapatkan  pekerjaan tambahan di Jombang sebagai seorang guru di Pesantren Tambakberas.

Satu tahun kemudian, Gus Dur menambah pekerjaan nya dengan menjadi seorang Guru Kitab Al Hikam. Pada tahun 1977, beliau bergabung di Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktik dan Kepercayaan Islam, dengan mengajar subyek tambahan seperti pedagogi, syariat Islam dan juga misiologi.

Beliau  lalu diminta berperan aktif dalam menjalankan NU namun beliau menolaknya. Akan tetapi , Gus Dur pada akhirnya menerima setelah kakek nya, Bisri Syansuri membujuknya. Karena mengambil pekerjaan tersebut, Gus Dur juga memilih pindah dari Jombang ke Jakarta. Abdurrahman Wahid mendapat kan pengalaman politik pertamanya pada saat pemilihan umum legislatif di tahun 1982, saat berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang merupakan gabungan empat partai Islam termasuk NU.

Reformasi NU

NU membentuk Tim Tujuh  termasuk Gus Dur guna mengerjakan isu reformasi dan membantu menghidupkan kembali NU. Pada tanggal 2 Mei 1982, para pejabat tinggi NU bertemu dengan Ketua NU Idham Chalid dan meminta nya untuk mengundurkan diri. Akan tetapi, pada 6 Mei 1982, Gus Dur menyebut jika pilihan Idham untuk mundur tidaklah konstitusionil. Gus Dur mengimbau kepada  Idham agar  tidak mundur. Pada tahun 1983, Soeharto dipilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan yang keempat oleh MPR serta mulai mengambil langkah menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara.

Sejak  Juni 1983 hingga pada Oktober 1983, Gus Dur menjadi bagian dari kelompok yang diberi tugaskan untuk menyiapkan respon NU terhadap isu ini. Gus Dur lalu menyimpulkan bahwa NU harus menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara. Untuk lebih menghidupkan kembali NU, beliau mengundurkan diri dari PPP dan juga partai politik agar NU fokus pada masalah sosial.

Ketua PBNU

Pada Musyawarah Nasional NU di  1984, Gus Dur di nominasikan sebagai ketua PBNU dan beliau menerima nya  namun dengan syarat mendapat wewenang penuh untuk memilih pengurus yang akan bekerja di bawah nya. Terpilih nya Gus Dur dilihat secara positif oleh Suharto. Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderat nya menjadikan nya disukai oleh pemerintah. Pada tahun 1987, beliau mempertahankan dukungan nya  kepada rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 1987 serta memperkuat Partai Golkar.

Anggota MPR RI

Gus Dur menjadi anggota MPR dari Golkar. Meskipun beliau di sukai rezim yang memimpin ketika itu, namun Gus Dur acap mengkritik pemerintah, diantaranya pada proyek Waduk Kedung Ombo yang di danai oleh Bank Dunia. Hal tersebut merenggangkan hubungan beliau dengan pemerintah dan juga Suharto.

Selama masa jabatan pertama nya, Gus Dur fokus untuk mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga menandingi sekolah regular. Gus Dur terpilih kembali untuk masa jabatan kedua sebagai Ketua PBNU pada Musyawarah Nasional di tahun 1989. Ketika itu , Soeharto yang sedang  terlibat dalam pertempuran politik dengan ABRI, berusaha menarik simpati Muslim.

November 1996, Gus Dur dan Soeharto bertemu untuk pertama kalinya sejak pemilihan kembali Gus Dur sebagai ketua NU. Desember tahun 1996 beliau bertemu dengan Amien Rais, yang merupakan anggota dari  ICMI yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Pada Juli 1997 merupakan awal krisis moneter dimana ketika itu Soeharto mulai kehilangan kendali atas situasi tersebut. Gus Dur didorong untuk melakukan gerakan reformasi dengan Megawati dan juga Amien, namun beliau  terkena stroke pada Januari 1998.

Pada 19 Mei 1998, Gus Dur bersama  dengan delapan pemimpin komunitas Muslim, dipanggil oleh  Soeharto yang memberikan konsep Komite Reformasi usulan nya. Gus Dur dan delapan orang tersebut menolak bergabung dengan Komite Reformasi. Amien, yang merupakan oposisi Soeharto yang paling kritis saat itu, tidak menyukai pandangan moderat Gus Dur terhadap Soeharto. Namun, Soeharto kemudian mundur pada 21 Mei 1998.

Wakil Presiden B J Habibie menjadi presiden dan menggantikan Soeharto. Salah satu dampak dari  jatuhnya Soeharto adalah lahirnya partai politik baru, dan pada Juni 1998, komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru.

Mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Pada Juli 1998 Gus Dur menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik adalah satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum. Partai tersebut merupakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada 7 Februari 1999, PKB resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat presiden nya.

Menjadi Presiden Republik Indonesia

Pada Pemilu April 1999, PKB memenangkan sekitar 12% suara dengan PDIP memenangkan 33% suara. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali mulai memilih presiden baru. Kemudian Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan memperoleh 373 suara, sedangkan Megawati hanya  memperoleh 313 suara.

Selama masa pemerintahan nya, Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial serta menjadi pemimpin pertama yang memberikan Aceh referendum untuk menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti di Timor Timur. Pada tanggal 30 Desember 1999, Gus Dur mengunjungi Jayapura serta berhasil meyakinkan para pemimpin-pemimpin Papua bahwa beliau mendorong penggunaan nama Papua.

Pada Maret  tahun 2000, pemerintahan Gus Dur mulai bernegosiasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dua bulan kemudian, pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan GAM. Gus Dur juga mengusulkan supaya TAP MPRS No. XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme untuk dicabut. Beliau  juga berusaha untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sementara beliau juga menjadi tokoh pertama yang mereformasi militer serta  mengeluarkan militer dari ruang sosial-politik. Muncul dua skandal yang hadir  pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate, yang kemudian menjatuhkan nya.

Lengser Dari Jabatan Presiden

Pada Januari 2001, Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libur opsional. Tindakan tersebut diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. Pada 23 Juli 2001, MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikan nya dengan Megawati Soekarnoputri. Pemilu April 2004, PKB memperoleh sekitar 10.6% suara dan memilih kembali  Wahid sebagai calon presiden. Akan tetapi, Gus Dur gagal melewati pada pemeriksaan medis dan KPU menolak memasukan nya sebagai kandidat.

Gus Dur kemudian mendukung Solahuddin yang merupakan pasangan dari Wiranto. Pada 5 Juli 2004, Wiranto dan Solahuddin kalah dalam pemilu. Pada Pilpres putaran dua antara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan Megawati dan Muzadi, Gus Dur golput. Agustus 2005, Gus Dur dalam Koalisi Nusantara Bangkit Bersatu bersama dengan Try Sutrisno, Wiranto, Akbar Tanjung dan Megawati mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono, terutama dalam prihal pencabutan subsidi BBM.

 

Penghargaan Gusdur

Pada tahun 1993, Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award, yang merupakan penghargaan cukup prestisius dalam kategori kepemimpinan sosial. Beliau di tahbiskan sebagai ‘Bapak Tionghoa’ oleh beberapa para tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, pada 10 Maret 2004.

11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai seorang Pejuang Kebebasan Pers 2006. Gus Dur dan Gadis dinilai mempunyai semangat, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan bereskpresi, persamaan hak, semangat keberagaman, dan  juga demokrasi di Indonesia.

Gus Dur mendapat penghargaan dari Simon Wiethemthal Center,  yaitu sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM karena beliau  dianggap sebagai salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM. Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Gus Dur dinilai mempunyai keberanian dalam membela kaum minoritas. Beliau juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple dan nama nya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study.

Gus Dur Wafat

Gus Dur wafat, pada hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkosumo, Jakarta, pukul 18.45 akibat berbagai komplikasi penyakit yang di deritanya sejak lama , di antara nya jantung dan gangguan ginjal. Sebelum wafat beliau harus menjalani cuci darah secara  rutin. Seminggu sebelum beliau dipindahkan ke Jakarta beliau sempat dirawat di Surabaya usai mengadakan perjalanan di Jawa Timur.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi Megawati Soekarnoputri – Presiden Indonesia Ke-Lima 

Biografi Megawati Soekarnoputri – Presiden Indonesia Ke-Lima

Megawati Soekarnoputri – beliau adalah  salah satu tokoh di Indonesia dan juga merupakan anak kedua dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Megawati dikenal sebagai Presiden Indonesia yang ke 5 dengan menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur sebagai Presiden. Saat ini, Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang merupakan salah satu partai terbesar yang ada di Indonesia.

Biodata Megawati Soekarnoputri

Nama Lengkap : Dr. Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri  (Megawati Soekarnoputri)

 

Tempat, tanggal lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama : Islam
Orangtua : Ir. Soekarno ( Ayah ), Fatmawati ( Ibu )
Suami : Surindro Supjarso, Taufiq Kiemas
Anak : Puan Maharani, Muhammad Prananda Prabowo, Mohammad Riski Pratama
Karier :
  • Presiden Ke-5 RI tahun (2001 – 2004)
  • Wakil Presiden RI tahun (1999- 2001)
  • Anggota DPR/MPR RI tahun (1999)
  • Anggota DPR/MPR RI tahun (1987-1992)
  • Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April  2000 – Sekarang

Biografi dan Profil Megawati Soekarnoputri

Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau yang di kenal dengan Megawati Soekarnoputri , lahir di Kota Yogyakarta, pada 23 Januari 1947. Megawati merupakan putri sulung atau anak kedua dari Presiden RI pertama yang juga merupakan seorang proklamator, Ir. Soekarno sedangkan Ibunya adalah Fatmawati Soekarno.

 

Riwayat Masa Kecil

Masa  kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak beliau masih anak-anak, Megawati sudah lincah dan gemar dalam bermain bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai seorang anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari yang sering beliau pertunjukan di hadapan para tamu-tamu negara yang datang berkunjung ke Istana.

Riwayat Pendidikan Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri memulai pendidikannya, mulai dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Beliau pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian dan Universitas Padjadjaran, di Kota Bandung sejak tahun 1965 hingga 1967 akan tetapi beliau tidak menyelesaikannya. Megawati juga menimba ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia akan tetapi beliau  tidak menyelesaikan kuliahnya.

Dalam biografi Megawati Soekarnoputri diketahui bahwa sebelumnya Megawati telah  menikah dengan seorang pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU yang bernama Surindro Supjarso dan dari pernikahannya beliau dikaruniai dua orang anak laki – laki yang bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Dalam  suatu tugas militer, pada tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surindro bersama dengan pesawat militer nya hilang dalam tugas. Pencarian pada saat itu dilakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil sehingga pada akhirnya Surindro Supjarso dinyatakan telah meninggal dunia. Derita tiada tara yang di alami dialami oleh Megawati Soekarnoputri pada saat  itu,  sementara anaknya masih kecil dan bayi.

Akan tetapi , derita tersebut beliau alami tidak berkepanjangan , tiga tahun setelah suaminya di nyatakan meninggal dunia, kemudian Megawati menikah dengan seorang pria yang bernama Taufik Kiemas, yang merupakan seorang pria yang berasal dari Ogan Komering Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri  yang diberi nama Puan Maharani.

Megawati Terjun Dalam Dunia Politik

Beliau  dianggap sebagai pendatang baru di dalam dunia politik, yaitu  baru pada tahun 1987. Pada saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkan beliau sebagai salah satu  calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, guna mendongkrak suara. Masuk nya Megawati dalam kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan keluarga nya untuk tidak terjun ke dalam dunia politik. Trauma politik keluarga itu diterobos nya . Megawati pun tampil serta menjadi seorang primadona dalam kampanye PDI, walau beliau tergolong tidak banyak bicara. Ternyata upaya tersebut memang berhasil. Suara untuk PDI ketika itu naik. Dan beliau pun terpilih sebagai anggota DPR/MPR. Pada tahun yang sama pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat. Akan tetapi, kehadiran Megawati di gedung DPR/MPR seperti nya tidak terasa. Seperti nya , Megawati tahu bahwa beliau masih berada di bawah tekanan. Selain memang sifat beliau yang pendiam, beliau pun lebih memilih untuk tidak menonjol mengingat kondisi politik pada saat itu.

Megawati Terpilih Sebagai Ketua Umum Partai PDI

Beliu lebih memilih untuk lebih banyak dalam melakukan lobi-lobi politik di luar gedung wakil rakyat tersebut. Lobi politiknya, yang silent operation tersebut,  secara langsung atau tidak langsung, telah memunculkan terbitnya bintang Megawati dalam dunia politik.

Pada tahun 1993 beliau terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI. Hal tersebut sangat mengejutkan pemerintah ketika itu. Proses naik nya Megawati tersebut  merupakan cerita menarik pula.pada saat itu, Kongres PDI di Medan berakhir tanpa menghasilkan keputusan apa-apa. Pemerintah yang pada saat itu mendukung Budi Hardjono menggantikan Soerjadi. Lantas, melanjutkan nya  dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa di Surabaya. Pada kongres tersebut, nama Megawati muncul dan secara telak mengungguli Budi Hardjono, yang merupakan kandidat yang didukung oleh pemerintah pada saat itu. Megawati  terpilih menjadi  Ketua Umum PDI. Selanjutnya status Megawati  sebagai Ketua Umum PDI dikuatkan lagi oleh Musyawarah Nasional PDI di Jakarta. Akan tetapi pemerintah menolak dan menganggapnya tidak sah. Karena hal itu, dalam perjalanan berikut nya, pemerintah mendukung kekuatan mendongkrak Megawati sebagai Ketua Umum PDI. Fatimah Ahmad dan rekan, atas dukungan dari pemerintah, menyelenggarakan Kongres PDI di Kota Medan pada tahun 1996, guna menaikkan kembali Soerjadi. Tetapi Megawati tidak mudah ditaklukkan.

Megawati dengan tegas menyatakan bahwa beliau tidak mengakui Kongres Medan. Megawati tetap teguh dan menyatakan bahwa dirinya sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, sebagai simbol keberadaan DPP yang sah, dikuasai oleh pihak Megawati.

Peristiwa Kudatuli (27 Juli)

Para pendukung Megawati pun  tidak ingin mundur satu langkah pun. Mereka tetap berusaha mempertahankan kantor tersebut. Soerjadi yang ketika itu didukung pemerintah Orde Baru Soeharto pun memberi ancaman akan merebut secara paksa kantor DPP PDI tersebut.

Ancaman tersebut kemudian menjadi sebuah kenyataan. Pagi, tanggal 27 Juli 1996 kelompok Soerjadi benar-benar merebut kantor DPP PDI dari para pendukung Megawati. Pengambil alihan yang secara paksa berbuntut dengan kerusuhan di kantor tersebut. Akibatnya menurut Komnas HAM sekitar 5 orang meninggal dunia ketika peristiwa tersebut, ratusan orang terluka dan ditahan akibat insiden kerusuhan tersebut. Peristiwa tersebut kemudian di kenal dengan Peristiwa Kudatuli atau Peristiwa 27 Juli.

Akan tetapi , hal tersebut  tidak menyurutkan langkah Megawati. Justru beliau semakin memantapkan langkah dan mengibarkan perlawanan. Tekanan politik yang amat telanjang terhadap Megawati tersebut, mengundang empati serta simpati dari masyarakat luas. Megawati  terus berjuang dan PDI pun menjadi dua. Yaitu, PDI yang dipimpin Megawati dan PDI pimpinan Soerjadi. Massa PDI lebih berpihak dan mengakui Megawati. Akan tetapi, pemerintah mengakui Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Akibat nya, PDI pimpinan Megawati tidak dapat mengikuti  Pemilu 1997.

Setelah rezim Orde Baru berakhir, PDI Megawati  merubah nama menjadi PDI Perjuangan. Partai politik  yang berlambang banteng gemuk dan bermulut putih itu berhasil memenangkan Pemilu 1999 dengan meraih lebih tiga puluh persen suara.

Menjadi Wakil Presiden Indonesia

Kemenangan PDIP pada saat itu berhasil menempatkan Megawati pada posisi yang paling patut menjadi presiden dibanding kader- kader partai yang  lain nya. Akan tetapi ternyata dalam Sidang Umum MPR RI tahun 1999, Megawati kalah dari KH Abdurrahman Wahid yang terpilih sebagai Presiden Indonesia ke 4. Megawati Soekarnoputri pada saat itu  akhir nya menjabat sebagai wakil presiden Indonesia.

Megawati Terpilih Menjadi Presiden RI

Namun, posisi kedua tersebut rupa nya merupakan sebuah tahapan untuk kemudian pada waktu nya Megawati memantapkan  posisi sebagai orang nomor satu di Indonesia ini. Kurang  dari dua tahun, tepat nya pada tanggal 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 dengan menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Megawati menjabat sebagai  presiden hingga 20 Oktober 2003. Setelah masa jabatanya berakhir, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan presiden yang berlangsung di tahun 2004. Akan tetapi, beliau gagal untuk kembali menjadi presiden setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang pada akhirnya menjadi Presiden RI ke-6 indonesia . Saat ini Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum dari  partai PDI Perjuangan.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi dan Profil Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden Keenam Republik Indonesia

Biografi dan Profil Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden Keenam Republik Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau  biasa disapa dengan SBY. Beliau adalah seorang  mantan presiden Republik Indonesia keenam yang menduduki masa pemerintahan selama dua periode atau selama 10 tahun. SBY adalah Presiden pertama Indonesia yang dipilih melalui jalur pemilu sejak era reformasi bergulir. Susilo Bambang Yudhoyono beliau  juga merupakan seorang pendiri partai Demokrat yaitu salah satu partai yang pernah berkuasa di Indonesia. Sebelum beliau memutuskan untuk  terjun ke dunia politik dan menjadi presiden, beliau adalah mantan jenderal TNI Angkatan Darat.

Biodata Susilo Bambang Yudhoyono

Nama Lengkap : Susilo Bambang Yodhoyono
Tempat, tanggal lahir : Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949
Agama : Islam
Orangtua : R. Soekotjo ( Ayah ), Sitti Habibah ( Ibu )
Istri : Kristiani Herrawati
Anak : Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono
Pendidikan :
  • Akademi Angkatan Bersenjata RI (AKBRI)  ( 1973 )
  • American Language Course, Lackland, Texas AS, ( 1976 )
  • Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, ( 1976 )
  • Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, ( 1982-1983 )
  • On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, ( 1983 )
  • Jungle Warfare School, Panama,(  1983 )
  • Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, ( 1984 )
  • Kursus Komando Batalyon,(  1985 )
  • Sekolah Komando Angkatan Darat, ( 1988-1989 )
  • Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
  • Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
Karir

 

  • Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad  tahun(1974-1976)
  • Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad tahun (1976-1977)
  • Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad tahun (1977)
  • Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad tahun (1977-1978)
  • Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad tahun (1979-1981)
  • Paban Muda Sops SUAD tahun (1981-1982)
  • Komandan Sekolah Pelatih Infanteri tahun (1983-1985)
  • Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana tahun (1986-1988)
  • Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana tahun (1988)
  • Dosen Seskoad tahun (1989-1992)
  • Korspri Pangab tahun (1993)
  • Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad tahun (1993-1994)
  • Asops Kodam Jaya tahun (1994-1995)
  • Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro tahun  (1995)
  • Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina ( awal November 1995)
  • Kasdam Jaya (1996 hanya lima bulan)
  • Pangdam II/Sriwijaya (1996 sekaligus Ketua Bakorstanasda )
  • Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
  • Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI 1998-1999)
  • Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
  • Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid)
  • Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnopotri) mengundurkan diri pada 11 Maret 2004
  • Penugasan : Operasi Timor Timur ( 1979-1980 dan 1986-1988 )
  • Presiden Republik Indonesia Dua periode  2004-2014
Penghargaan :
  • Adi Makayasa (Lulusan terbaik AKABRI tahun 1973)
  • Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek),tahun (  1973 )
  • Satya Lencana Seroja ( 1976 )
  • Honorour Graduated IOAC, USA ( 1983 )
  • Satya Lencana Dwija Sista ( 1985 )
  • Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI ( 1989 )
  • Dosen Terbaik Seskoad ( 1989 )
  • Satya Lencana Santi Dharma ( 1996 )
  • Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF) ( 1996 )
  • Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES) (  1996 )
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya ( 1998 )
  • Bintang Yudha Dharma Nararya ( 1998 )
  • Wing Penerbang TNI-AU ( 1998 )
  • Wing Kapal Selam TNI-AL ( 1998 )
  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama ( 1999 )
  • Bintang Yudha Dharma Pratama ( 1999 )
  • Bintang Dharma ( 1999 )
  • Bintang Maha Putera Utama ( 1999 )
  • Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik ( 2003 )
  • Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek ( 2005 )
  • Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei
  • Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio ( 2006 ).

Biografi  dan Profil Singkat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa dengan SBY lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur . Istri beliau bernama Kristiani Herawati atau yang dikenal dengan nama Ani Yudhoyono. Ibu Ani Yudhoyono merupakan putri ketiga dari almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari sang ayah yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sedangkan ibunya, Sitti Habibah,adalah  putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas.

Dari pernikahan beliau dengan Ani Yudhoyono, SBY di karuniai dua orang putra yaitu Agus Harimurti Yudhoyono, ia merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara di Magelang yang mengikuti serta menyamai jejak dan juga prestasi  SBY di dalam bidang  militer. Agus Harimurti juga lulus dari Akmil pada tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa kemudian putra kedua yakni  Edhie Baskoro Yudhoyono merupakan lulusan dari Nanyang Technological University dalam bidang Ekonomi dan berkecimpung di dunia politik.

Riwayat Masa Kecil SBY

Pendidikan SBY  merupakan landasan masa depan yang paling menentukan pada diri SBY. Saat duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertama kali mengenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Kemudian AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY sekolah di SMP Negeri Pacitan, yang terletak di sebelah selatan alun-alun kota . sekolah tersebut merupakan sekolah idola untuk anak-anak Kota Pacitan. SBY Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya yaitu menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah beliau lulus SMA pada akhir tahun 1968. Akan tetapi , karena beliau terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi seorang mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Riwayat SBY di Militer

Akan tetapi kemudian, SBY justru memilih untuk masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Kota Malang, Jawa Timur. Selama  belajar di PGSLP Malang tersebut, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.  Pada Tahun 1970, beliau akhirnya berhasil masuk Akabri di Kota Magelang, Jawa Tengah setelah lulus ujian penerimaan akhir di Kota Bandung. Ketika  sedang menjalani pendidikan Akabri di Magelang, beliau bertemu dengan jodoh nya yaitu Ani Yuhoyono yang pada saat itu merupakan anak dari Gubernur AKABRI, Sarwo Edhie Wibowo .

Lulusan Terbaik AKABRI

Dalam biografi Susilo Bambang Yudhoyono diketahui bahwa SBY satu angkatan dengan Prabowo Subianto  Agus Wirahadikusumah, dan Ryamizard Ryacudu. Selama masa pendidikan, SBY mendapat julukan Jerapah,  karena tubuhnya yang tegap dan juga tinggi. Dan selama menempuh  pendidikan AKABRI, Susilo Bambang Yudhoyono meraih predikat lulusan terbaik di AKABRI pada tahun 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya. Setelah lulus dari AKABRI, SBY kemudian melamar Ani Yudhoyono.

Setelah beliau menikah, SBY kemudian melanjutkan pendidikan militernya di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983). Selanjutnya  Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh beliau  dari Webster University Amerika Serikat ( AS ).

Perjalanan karier militer beliau , dimulai dengan menjabat sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) pada tahun 1974-1976, yang membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Pengalaman Militer SBY

Batalyon Linud 330 adalah salah satu dari tiga batalyon yang berada di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang mempunyai nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon tersebut adalah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak.

Kefasihan beliau dalam  berbahasa Inggris, membuat beliau terpilih untuk mengikuti pendidikan lintas udara ( Airborne ) serta pendidikan Pasukan Komando ( Ranger ) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian setelah beliau kembali ke tanah air, SBY menjabat sebagai  Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak ( Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad ) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini saat  bertempur di Timor Timur.

Sekembalinya beliau dari Timor Timur, SBY di tugaskan menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Kemudian, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Saat  bertugas di Mabes TNI-AD tersebut,  SBY kembali mendapat kesempatan untuk  sekolah ke Amerika Serikat.

Sejak  tahun 1982 sampai tahun  ( 1983 ), beliau menjalani Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS (  1982-1983 ) sekaligus praktek kerja On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS ( 1983 ). Kemudian beliau mengikuti Jungle Warfare School, Panama (  1983 ) dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman ( 1984 ), serta Kursus Komando Batalyon (  1985 ). Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) Kemudian beliau mendapatkan kepercayaan dengan menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum  beliau mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989.

SBY pun sempat menjadi seorang Dosen Seskoad pada tahun (1989-1992), dan ditempatkan pada Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas beliau antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Selanjutnay ketika Edi Sudradjat menjabat sebagai Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Kemudian  beliau kembali bertugas pada satuan tempur dan diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Selanjutnya beliau menjabat  sebagai Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Tidak  lama kemudian, SBY mendapatkan kepercayaan untuk  bertugas ke Bosnia Herzegovina dengan menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas Negara Yugoslavia dengan berdasarkan pada kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah beliau kembali dari Bosnia, beliau diangkat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian SBY menjabat  sebagai Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan juga Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

SBY Terjun Ke Dunia Politik

Karir politik beliau dimulai pada tanggal 27 Januari 2000, ketika beliau memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer saat beliau dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tidak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat sebagai Menkopolsoskam.

10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantik beliau dengan menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Akan tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam.  Keputusan pengunduran diri tersebut membuat beliau menjadi  lebih leluasa dalam menjalankan hak politik. Yang kemudian mengantarkan beliau  menuju kursi puncak kepemimpinan nasional setelah beliau mendirikan partai Demokrat pada tahun 2001.

SBY Menjadi Presiden Indonesia Keenam

Pada akhirnya, saat pemilu Presiden berlangsung pada putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla pada saat itu berhasil meraih kepercayaan dari mayoritas masyarakat Indonesia dengan perolehan suara di atas 60 persen. Pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau secara resmi dilantik menjadi Presiden RI ke-6.

Setelah akhir jabatannya pada tahun 2009, beliau kemudian mengumumkan akan maju lagi sebagai calon presiden dengan yang di dampingi oleh Boediono sebagai Calon Wakil Presiden yang diusung oleh partai Demokrat. Setelah pemilihan umum yang dilangsungkan pada tahun 2009, SBY kemudian terpilih kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Presiden dengan masa jabatan dari tahun 2009 hingga 2014 bersama Boediono sebagai wakil presiden.

 

Baca Juga :

 

Categories
INDONESIA PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi Soeharto – Presiden Kedua Indonesia Dan Bapak Pembangunan Indonesia

Biografi Soeharto – Presiden Kedua Indonesia Dan Bapak Pembangunan Indonesia

Soeharto – Beliau dikenal sebagai Bapak Pembangunan Indonesia sekaligus satu-satunya Presiden di Indonesia yang mempunyai masa jabatan terlama yaitu 32 tahun. Beliau merupakan Presiden Kedua Indonesia setelah Soekarno.

Dibawah pemerintahan Soeharto sukses mengantarkan Indonesia sebagai Negara Swasembada yang mana sektor pada bidang pertanian sangat berkembang dengan begitu pesat melalui Program Repelintanya.

 

Biodata Soeharto

Nama Lengkap : Jendral Besar TNI ( Purn ). H. M. Soeharto
Tempat. Tanggal lahir : Kemusuk , Yogyakarta, 8 Juni 1921
Wafat : Jakarta , 27 Januari 2008
Orangtua : Kertosudiro ( Ayah ), Sukirah ( Ibu )
Agama : Islam
Istri : Tien Soeharto
Anak : Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjujodanto, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra , Siti Hutami Endang Adiningsih

 

Biografi  Dan Profil Soeharto

Soeharto dilahirkan di Kemusuk , Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921, ibunya bernama Sukirah dan yah beliau bernama Kertosudiro yang merupakan seorang pembantu lurah pada bidang pengairan sawah dan juga sekaligus seorang petani.

 

Riwayat Masa Kecil Soeharto

Ketika usianya 8 tahun Soeharto mulai bersekolah akan tetapi beliau sering berpindah-pindah sekolah . pada awalnya beliau bersekolah di Sekolah Desa ( SD ) Puluhan, Godean kemudian beliau pindah ke SD Pedes dikarenakan keluarga beliau pindah ke Kemusuk, Kidul. Kemudian ayahnya Kertosudiro memindahkan beliau ke Wuryantoro. Beliau kemudian dititipkan dan tinggal bersama Prawiroharjo yang merupakan seorang mantra Tani yang menikah dengan adik perempuan Soeharto.

Pada tahun 1941 tepatnya di sekolah Bintara , Gombong, Jawa Tengah , Soeharto terpilih sebagai seorang Prajurit Telatan , sejak kecil memang beliau sudah bercita-cita sebagai seorang tentara atau militer. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 setelah Indonesia merdeka, beliau kemudian resmi menjadi anggota TNI.

 

Menikah Dengan Ibu Tien

Kemudian Soeharto menikah dengan Sri Hartinah atau Ibu Tien yang merupakan anak dari seorang Mangkunegaran pada tanggal 27 Desember 1947 yang mana usianya ketika itu 26 tahun dan Siti Hartinah berusia 24 tahun. Dari pernikahannya tersebut beliau dikaruniai enam orang anak yaitu Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjujodanto, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra , Siti Hutami Endang Adiningsih.

 

Masuk Militer

Dalam bidang militer Soeharto memulai dengan pangkat sersan tentara KNIL. Dari KNIL kemudian beliau menjadi komanda PETA pada saat zaman penjajahan Jepang, setelah itu beliau menjabat sebagai komandan resimen berpangkat mayor dan selanjutnya beliau menjabat komandan Batalyon dengan pangkat Letnan Kolonel.

Sejarah bangsa Indonesia tidak dapat lepas dari peristiwa yang dikenal sebagai serangan umum 1 Maret 1949 , itu merupakan peristiwa yang menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa Indonesia ketika resmi merdeka dari Penjajahan Belanda selama tiga setengah abad.banyak versi yang mengatakan jika Peranan Soeharto pada saat merebut Yogyakarta yang pada saat itu merupakan ibukota Republik Indonesia dalam serangan umum 1 Maret tidak bisa dipisahkan.

Tujuan dari serangan umum 1 Maret adalah guna menunjukkan pada dunia Internasional mengenai eksistensi dari Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) ketika itu dalam membela bangsa Indonesia . Dalam kepemimpinannya ,Soeharto berhasil merebut kota Yogyakarta dari cengkraman penjajah Belanda pada saat itu. Ketika itu beliau juga menjadi seorang pengawal dari Panglima Besar Jenderal Sudirman , dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda , pada saat itu beliau menjadi panglima Mandala yang dipusatkan di Makassar.

 

Peristiwa G-30-S/PKI

Ketika peristiwa G-30-S/PKI meletus pada tanggal 1 Oktober 1965 , kekosongan pimpinan membuat Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai Pangkostrad kemudian bergerak cepat dan mengambil alih kendali pimpinan Angkatan Darat. Kemudian mengeluarkan perintah yang cepat untuk mengatur serta mengendalikan keadaan negara yang sedang kacau akibat kudeta oleh PKI.

Menurut biografi Soeharto diketahui bahwa setelah peristiwa G-30-S/PKI , Soeharto kemudian menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat menggantikan Jenderal Ahmad Yani yang gugur di tangan PKI. Sebagai seorang Panglima Angkatan Darat , beliau juga menjabat sebagai Pangkopkamtib yang di tunjuk oleh Presiden Soekrano pada ketika itu.

Puncak karir Soeharto ketika beliau menerima Surat Perintah Sebelas Maret “ Supersemar “ oleh Presiden Soekarno pada bulan Maret tahun 1966 yang mana tugasnya adalah mengendalikan keamanan dan juga ketertiban Negara yang kacau setelah kudeta yang dilakukan oleh PKI serta mengamalkan ajaran Besar Revolusi Bung Karno.

 

Soeharto Sebagai Presiden Kedua Indonesia

Setelah peristiwa G-30-S/PKI keadaan politik serta pemerintahan Indonesia semakin memburuk . pada bulan Maret 1967 dalam sidang istimewa MPRS yang kemudian menunjuk Soeharto sebagai Presiden Kedua Republik Indonesia yang menggantikan Presiden Soekarno, dan pengukuhan tersebut dilakukan pada Maret 1968.

 

Masa Orde Baru Soeharto

Masa pemerintahan Presiden Soeharto dikenal dengan Masa Orde Baru yang mana kebijakan politik baik dalam negeri ataupun luar negeri di ubah oleh Presiden Soeharto.  Salah satu kebijakannya adalah kembalinya Indonesia sebagai anggota PBB ( Perserikatan Bangsa- Bangsa ) pada tanggal 28 September 196 setelah sebelumnya pada saat kepemimpinan Soekarno , Indonesia keluar sebagai anggota PBB.

Beliau menarik garis yang sangat keras . Pengucilan politik dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa guna mengadili pihak yang di konstrukiskan oleh Soeharto sebagai pemberontak.

Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat dibuang ke Pulau Buru bahkan sebagian besar yang terkait atau bahkan masih pendukung dari Partai PKI dihabisi dengan cara di eksekusi massal di hutan oleh militer pada saat itu. Program pemerintahan Soeharto tersebut diarahkan dalam upaya penyelamatan ekonomi nasional , terutama stabilisasi serta rehabilitasi ekonomi.

Program stabilisasi tersebut dilakukan dengan cara membendung laju inflansi , dan pemerintahan Soeharto berhasil membendung laju inflansi pada akhir tahun 1967 – 1968 , akan tetapi bahan kebutuhan pokok melonjak naik.

 

Repelita Soeharto

Setelah di bentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968 , pemerintah kemudian mengalihkan kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya sandang, pangan , dan kurs valuta asing. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil.

Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia , langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan Pembangunan Nasional. Pembangunan Nasional yang di upayakan oleh pemerintah pada waktu itu adalah direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Panjang dan Pembangunan Jangka Pendek.

Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun ( Pelita ) . setiap Pelita mempunyai misi pembangunan dalam rangka untuk mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sedangkan pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25 – 30 tahun.

Pembangunan Nasional adalah rangkaian dalam upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat , bangsa serta Negara . Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945.

 

Bapak Pembangunan Indonesia

Hal tersebut di tuangkan ke dalam jargon kebijkan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangunan , yang merupakan stabilitas politik , pertumbuhan ekonomi yang stabil , serta pemerataan pembangunan. Dari keberhasilan beliau inilah sehingga Presiden Soeharto disebut sebagai “ Bapak Pembangunan “.

Tahun 1988 merupakan masa kelam bagi Presiden Soeharto dan masuknya masa reformasi bagi Indonesia , dengan besarnya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa serta rakyat yang tidak puas dengan kepemimpinan Soeharto.

Tidak terkendalinya ekonomi serta stabilitas politik Indonesia maka pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.05 Presiden Soeharto membacakan pidato ‘ Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden RI ‘ setelah runtuhnya dukungan untuk beliau .

Soeharto sudah menjadi Presiden Indonesia selama 32 tahun , sebelum beliau mundur , Indonesia mengalami krisis politik dan ekonomi 6 sampai 12 bulan sebelumnya. Kejatuhan Soeharto juga menandai akhir masa Orde Baru , yang merupakan suatu rezim yang berkuasa sejak 1968 atau selama 32 tahun.

 

Wafatnya Presiden Soeharto

Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada  Minggu 27 Januari 2008, Pukul 13.10 WIB. Jenderal Besar yang oleh MPR  di anugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional tersebut, meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina ( RSPP ) , Jakarta.

Berita wafatnya Bapak Soeharto pertama kali di informasikan oleh Kapolsek Kebayoran Baru , Kompol. Dicky Sonandi , di Jakarta, Minggu ( 27/1 ). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Soeharto tepat pukul 13.10 WIB Minggu 27 Januari 2008 di RSSP Jakarta akibat kegagalan multi organ.

Sekitar pukul  14.40 , jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di jalan Cendana nomor 8 , Menteng , Jakarta.  Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Soeharto.

 

Baca Juga :