Categories
PENGUSAHA

Bibi Ardiansyah – Profil Suami Vanessa Angel

Bibi Ardiansyah – Profil Suami Vanessa Angel

Berikut biodata Bibi Ardiansyah, sosok suami Vanessa Angel yang di tangkap polisi karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Sosok Bibi Ardiansyah sebenarnya sempat memutuskan asmaranya dengan Vanessa Angel ketika ia terjerat kasus prostitusi. Akan tetapi, setelah Vanessa Angel Bebas, Bibi Ardiansyah kembali menjalin hubungan hingga keduanya berakhir di pelaminan. Lalu siapakah sosok Bibi Ardiansyah sebenarnya? Berikut biodata suami Vanessa Angel.

Pria bernama asli Febri Ardiansyah ini diketahui baru saja berulang tahun yang ke-30 pada tanggal  27 Februari lalu.Ulang tahunnya yang ke-30 ini terbilang spesial karena kali pertamanya dirayakan bersama dengan sosok istri, Vanessa Angel. Tidak main-main, Vanessa Angel bahkan memberikan kue mentereng untuk suami tercintanya.Ia memberikan kue ulang tahun dengan hiasan uang Rp 50 ribu di setiap sisinya.

Sebelumnya, pekerjaan Bibi Ardiansyah sempat menjadi misteri. Banyak yang bertanya-tanya dari mana Bibi Ardiansyah memperoleh pundi-pundi rupiahnya hingga sempat dituding pengangguran. Hingga pada akhirnya misteri tersebut terungkap berkat pengakuan sang mertua, Dody Sudrajat yang mengatakan bahwa Bibi Ardiansyah adalah seorang pengusaha. Kendati demikian, Doddy Sudrajat enggan untuk berkomentar lebih lanjut perihal usaha yang dibangun sang menantu.

Tidak hanya menjadi seorang pengusaha, kini Bibi Ardiansyah turut merambah dunia politik. Hal ini diketahui melalui unggahan yang dibagikan oleh Vanessa Angel melalui media sosial Instagramnya.Dalam potret tersebut, tampak suami Vanessa Angel itu mengenakan kemeja berwarna kuning yang merupakan warna khas salah satu partai.Bahkan Vanessa Angel memberikan selamat atas pekerjaan baru suaminya tersebut. Pantas Vanessa Angel menjadi Menantu Kesayangan,.

Isu lainnya yang juga sempat hangat di perbincangkan dikalangan publik terkait pernikahan Vanessa Angel dengan Bibi Ardiansyah yaitu tudingan hamil duluan. Berhembus kabar  apabila Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah melangsungkan pernikahan dengan cepat lantaran telah berbadan dua. Kecurigaan publik pun kian membumbung karena sejoli tersebut menikah secara mendadak dan juga tertutup.Hal inipun rupanya hinggap di benak Hotman Paris. Pengacara kondang tersebut langsung memintai keterangan pihak yang bersangkutan.Melalui media sosialnya, Hotman paris membagikan keterangan langsung Vanessa Angel terkait dengan kabar miring tersebut.

Sekian Profil dari Bibi Ardiansyah yaitu suami dari aktris cantik Vanessa Angel, semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Categories
AKTOR INDONESIA PENGUSAHA SELEBRITI

Profil & Biodata │Atta Halilintar – Youtuber Sukses Indonesia

Profil & Biodata │Atta Halilintar – Youtuber Sukses Indonesia

Nama Lengkap : Atta Halilintar
Tempat , tanggal lahir : Dumai , 20 November 1994
Profesi : Youtuber , Pengusaha
Orangtua : Halilintar Anofial Asmid ( Ayah ),  Lenggogeni Faruk ( Ibu )
Saudara :
  • Sohwa Mutamima Halilintar
  • Sajidah Mutamimah Halilintar
  • Muhammad Thariq Halilintar
  • Abqariyyah Mutammimah Halilintar
  • Muhammad Saaih Halilintar
  • Siti Fatimah Halilintar
  • Muhammad Al Fateh Halilintar
  • Muhammad Muntazar Halilintar Siti Saleha Halilintar
  •    Muhammad Shalaheddien El-Qathan Halilintar

Lahir dari keluarga besar Halilintar, Atta mewarisi jiwa bisnis  yang berasal dari kedua orangtuanya. Ia menjadi pengusaha muda dan juga seorang  Youtuber.

Muhammad Attamimi Halilintar atau yang lebih akrab dipanggil dengan Atta Halilintar adalah  anak sulung dari kesebelasan Gen Halilintar. Dirinya dikenal sebagai eoarng vlogger dan juga pengusaha muda kreatif.

Laki – laki kelahiran Dumai,  pada tanggal , 20 November 1994 ini adalah putra dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk. Dirinya telah mewarisi jiwa bisnis kedua orang tuanya.

Atta tidak pernah meminta uang jajan kepada orang tuanya. Ditambah lagi, pada saat  mereka sekeluarga tinggal di Malaysia, bisnis orang tuanya sempat mengalami kesulitan. Dari situlah Atta belajar untuk berbisnis. Bahkan pada saat  masih SD, Atta sudah menjual makanan seperti roti, sandwitch, dan  juga mainan anak – anak.

Ketika  usianya 11 tahun, Atta merintis bisnis kecil – kecilan dengan menjual nomor perdana. Usahanya ini pun berkembang hingga Atta memiliki  konter sendiri. Sukses di bisnis kartu perdana, Atta kemudiam menjajal usaha baru dengan menjual kendaraan bekas. Dia sempat tidak di percaya karena usianya  yang terlalu muda, akan tetapi  lagi – lagi ia sukses menjalani bisnis tersebut.

Tidak hanya bisnis kartu perdana dan juga kendaraan bekas, Atta juga menjual ponsel asal Cina. Ia membuka toko pertamanya di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ponsel Cina tersebut  ternyata laku dipasaran. Atta berhasil meraup keuntungan  bahkan hingga mencapai Rp 1 miliar.

Sebelum naik daun, pada awalnya sang ibu menulis buku yang  bertajuk Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team yang mengisahkan mengenai perjalanan kehidupan keluarganya, dengan 11 anak, keliling dunia tanpa bantuan pembantu dan  juga baby sitter.

Baru setelahnya, satu persatu anggota Gen Halilintar dikenal oleh masyarakat. Ditambah lagi, Atta yang selalu memanfaatkan peluang bisnis yang terlihat ini pun menciptakan channel YouTube miliknya sendiri dengan konten – konten  yang menarik. Atta tidak ragu mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli squishy dan juga  keperluan vlog yang  lainnya.

Pada bula April 2018, pada usianya 23 tahun, jumlah subscriber di YouTube miliknya mencapai hingga 2.6 juta dengan pendapatan mencapai Rp.9 miliar. Atta telah membuktikan  dengan berhasil menjadi influencer bagi anak muda saat ini.

Demikianlah sedikit informasi Mengenai Atta Halilintar Sang raja Youtuber Indonesia , semoga bermanfaat , selamat membaca . Sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya ya.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Boenjamin Setiawan – Pengusaha Sukses Pendiri Kalbe Farma

Biografi :  Boenjamin Setiawan – Pengusaha Sukses Pendiri Kalbe Farma

Boenjamin Setiawan atau dr. Boen dikenal sebagai seorang dokter dan juga sekaligus salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaannya berasal dari usahanya yang bergerak bidang farmasi atau obat – obatan. Beonjamin Setiawan merupakan pemilik sekaligus pendiri PT Kalbe Farma,  yang merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

Boenjamin Setiawan dilahirkan  pada tanggal 27 September 1933 di kota Tegal, Jawa Tengah.  Beliau  mengawali  pendidikannya di SD di Tegal, tamat dari SD,  beliau  kemudian pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA. Lulus SMA, Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau  lulus sebagai dokter pada tahun 1958. Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya keluar negeri.

Universitas yang beliau  tuju kali ini adalah University of California. Disana beliau berhasil  meraih gelar Ph.D dengan disertasi  yang berjudul The Inhibition of Alcohol Dehydrogenate by Chlor Promazine, an Other Phcnothiazinc Derivatif.

Pada tahun 1958, Boenjamin Setiawan telah  menjadi asisten dosen dikampusnya, selanjutnya  menjadi dosen. Di tahun 1980 Boenjamin bahkan sudah menjadi lektor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada tahun 1963, Boenjamin Setiawan mencoba berbisnis dengan mendirikan PT Farmindo bersama – sama sejumlah rekannya, akan tetapi  perusahaanya tersebut hanya mampu bertahan selama tiga tahun saja.

Penyebab kegagalannya hanya karena kurangnya pengalaman mereka di bidang pemasaran atau marketing. Boenjamin dan temannya mampu memproduksi produk obat – obatan namun  mereka gagal mendistribusikannya.

dr Boenjamin Setiawan Mendirikan PT Kalbe Farma

Kelemahan tersebut  akhirnya  dapat  diatasi ketika  dr. Boen sapaan akrabnya mencoba mendirikan bisnisnya  sendiri dengan dukungan keluarganya pada bulan september 1966. Bersama dengan saudara – saudaranya yaitu  Khouw Lip Keng, Khouw Lip Swan, dan Kliouw Lip Bing, dan  temannya  yang seorang dokter farmakologi bernama Jan Tan, Boenjamin Setiawan kemudian mendirikan pabrik farmasi dengan nama Kalbe Farma. Beonjamin juga di angkat sebagai Direktur Utama. Usahanya  dimulai dari garasi rumahnya.

Faktor penting suksesnya bisnis Boenjamin Setiawan yaitu  pilihan waktu yang tepat. Pada saat itu Orde Baru pimpinan Soeharto dengan mudah memberikan izin pada pabrik – pabrik farmasi asing untuk masuk menanamkan modalnya di Indonesia. Yang perlu diketahui, ketika  itu produk farmasi dari pabrik farmasi luar negeri mempunyai  harga yang mahal sementara  itu produk farmasi dalam negeri mempunyai  harga yang relatif murah. Misalnya seperti SOHO, DUPA yang merupakan Produsen farmasi lokal menjual produknya dengan harga yang  murah.

Adanya celah perbedaan antara produk farmasi luar negeri yang mahal dan juga  produk farmasi dalam negeri yang murah maka Kalbe Farma rintisan Boenjamin Setiawan selanjutnya  mencoba untuk masuk di tengah – tengah, posisi mereka antara pabrik farmasi asing dan lokal.

Dengan begitu, berada di posisi tengah – tengah membuat keuntungan  yang besar  yang diperoleh oleh Kalbe Farma. Faktor lain yang membuat Kalbe Farma milik Boenjamin Setiawan cepat berkembang adalah jaringan dari dr. Boen yang luas. Beliau mengenal hampir sebagian besar dokter – dokter yang ada di Indonesia sehingga sangat mudah baginya untuk memperkenalkan produk farmasinya.

Produk pertama yang dibuat oleh Kalbe Farma yaitu  bioplasenton yang merupakan obat penawar luka. Disamping  itu produk lain dari Kalbe Farma yang sukses adalah Kalpanax sebuah produk OTC. Karena  ketika  itu Indonesia banyak orang – orang yang menderita penyakit panu maka pemasarannya awalnya dimulai dari dokter – dokter karena  Kalpanax sangat manjur membasmi penyakit panu.

Ketika  perusahaan Kalbe Farma masih kecil, Boenjamin Setiawan sebagai pemilik lebih memikirkan bagaimana mengembangkan produknya sendiri. Di saat  perusahaannya sudah mulai besar beliau  kemudian mulai mendelegasikan hal tersebut kepada orang lain

Boenjamin Setiawan yang juga akrab disapa dengan  dr. Boen bersama dengan Kalbe Groupnya, beliau  membawahi beberapa perusahaan. Bukan hanya  di bidang farmasi, melainkan bidang lainnya juga . misalnya toko buku Kalman ( 1976 ), PT Tatas Mulia ( 1978 sebuah perusahaan produsen makanan untuk anak – anak ), PT Dankos laboratories ( perusahaan obat – obatan ), PT Igar Jaya ( perusahaan yang memproduksi gelas ), PT Bank Arta Media ( kerjasama dengan Kompas Grainedia ),  dan PT Enseval ( distribusi ).

PT Kalbe Farma sebagai perusahaan farmasi ternama di Indonesia  sudah mencatatkan pendapatan sebesar 14 triliun rupiah. Total  kekayaan dari Boenjamin Setiawan atau dr. Boen mencapai $3.3 miliar dollar atau sekitar 44 triliun rupiah menurut majalah Forbes. Boenjamin  juga bahkan masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada  tahun 2016.  Beliau menempati posisi ke 7 dalam daftar forbes tersebut.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT MILYADER PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Biografi :  Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Nama Lengkap : Anthony Salim
Alias : Liem Hong Sien
Tanggal Lahir : Selasa , 25 Oktober 1949
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Sudono Salim
Karier :
  • CEO Salim Group
  • Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( 2004 )
  • Non – Executive Chairman and Chairman of Nomination Committee First Pacific Company Ltd ( 2003 )
  • Former Non – executive Director Elders Limited
  • Member of International Advisory Board Allianz SE
  • President Commissioner Fastfood Indonesia PT
  • Former President Commissioner PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
  • President Director and Member of the Board of the Directors PT Indofood CBP Sukses Makmur
Penghargaan : Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005

Anthony Salim alias Liem Hong Sien, CEO Group Salim ( generasi kedua ) terpilih sebagai salah seorang 10 Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh  pada tahun 2005 versi Warta Ekonomi. Beliau  dinilai  telah berhasil membangun kembali kerajaan bisnis Salim Group, setelah sempat mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun  1998. Sebelum krisis moneter dan ekonomi 1998, Group Salim terbilang konglomerasi terbesar di Indonesia dengan aset mencapai US$ 10 milyar ( sekitar Rp 100 trilyun ). Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim, sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Bank Central Asia ( BCA ), miliknya di- rush ketika krisis multidimensional 1998 tersebut. Untuk mengatasinya, terpaksa menggunakan BLBI dan akibatnya berhutang hingga Rp 52 trilyun. Anthony yang sudah di percayakan memegang kendali perusahaan menggantikan ayahandanya  yaitu Sudono Salim ( Liem Sioe Liong ) ini pun bertanggung jawab.  Beliau  melunasi seluruh hutangnya, meskipun  harus terpaksa melepas beberapa perusahaan. Diantara perusahaan yang dilepas adalah PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA ( kemudian dikuasai Farallon Capital dan Grup Djarum ) dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Akan tetapi , beliau  tetap mempertahankan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills, yang merupakan produsen mie instan dan terigu terbesar di dunia. Disamping  itu juga berkibar beberapa perusahaan di luar negeri, di antaranya  berada di Hong Kong, Thailand, Filipina, Cina dan juga  India.

Majalah Globe Asia menobatkan Anthony Salim, bos Grup Indofood sebagai taipan terkaya ketiga Indonesia.  Beliau berada di bawah posisi Budi Hartono ( Grup Djarum ) dan Eka Tjipta Widjaja ( Grup Sinar Mas ). Menurut perhitungan majalah tersebut – yang didasarkan pada nilai kepemilikan saham baik yang listed atau non listed – Anthoni mempunyai  harta  sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.

Saat ini  Indofood terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bahkan, bisnis Indofood kian terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Sejumlah produk konsumen bermerk made in Indofood telah  dikenal luas dikalangan masyarakat Indonesia, seperti mie instan ( Indomie, Supermi dan Sarimi ), susu Indomilk, tepung terigu Bogasari ( Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar ), minyak goreng ( Bimoli ) hingga mentega ( Simas Palmia ).

Di bawah komando Anthony, Indofood membukukan laba bersih Rp 2 triliun.  Menurut beliau , Indofood berhasil melewati berbagai macam  tantangan dalam kurun waktu lima tahun yang sulit ini. Bisnis model yang terdiri dari agribinis dan non – agribisnis, sudah  membuktikan bahwa  ketangguhannya dalam dua tahun terakhir ini ketika harga komoditas bergejolak.

Beliau  mengakui  bahwa krisis ekonomi global 2008 memang mengakibatkan penurunan harga  di berbagai komoditas secara tajam dan  juga menurunkan tingkat inflasi. Pendapatan divisi agribisnis Indofood juga terpengaruh. Nilai penjualan Bogasari juga menurun karena harga tepung turun. Akan tetapi , beliau  menekankan turunnya harga komoditas  tersebut justru  memberikan berdampak positif bagi Produk Konsumen Bermerk. Permintaan atas produk konsumen bermerk meningkat seiring dengan  naiknya daya beli konsumen.

Untuk mengambil peluang yang ada dan mempertahankan kepemimpinan pasar, Indofood lebih memilih memperkuat brand equity  dengan melalui investasi secara terus menerus di berbagai merek yang  dimiliki.  Di samping itu, beliau  mengaku meluncurkan berbagai produk baru yang inovatif serta  sesuai dengan  kebutuhan pasar. Dua varian baru cup noodles yang diluncurkan pada 2009, sangat sukses di pasaran. Untuk menembus pasar di daerah pedesaan, Anthony menyebutkan  bahwa Indofood mengembangkan program “ Raja Desa ”. Tujuannya, yaitu aalah  untuk memperdalam penetrasi distribusi dan juga  meningkatkan ketersediaan produk – produk di pedesaan.

Putra Liem Sioe Liong ini tidak ingin kerajaan bisnisnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk., berhenti berekspansi dan berinovasi. Untuk mendukung rencananya tersebut , Anthony pun menggandeng Nestle S.A. Keduanya sepakat untuk memperlebar pangsa pasar Indofood dan Nestle. Deal bisnis antara dua kerajaan makanan dan minuman tersebut  berujung pada pendirian PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Perusahaan berstatus PMA ini menyedot dana sebesar  Rp50 miliar, dengan masing – masing pihak menyetor 50 %.

Beliau  percaya reputasi yang dimiliki oleh  kedua perusahaan setidaknya dapat  mendongkrak nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan tersebut akan bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan juga distribusi produk kuliner. Ke depan, Indofood masih akan memberikan  lisensi penggunaan merek produk kuliner kepada Nestle – Indofood. Indofood sendiri mempunyai  kekuatan pada profil produksi rendah biaya, jangkauan distribusi yang luas, serta  kecepatan dalam menjangkau konsumen melalui anak perusahaannya, PT Indosentra Pelangi, yang menjadi pemain utama di bidang industri bumbu penyedap makanan.

Sementara itu, Nestle bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai produk makanan dan minuman, termasuk mie instan dan bumbu penyedap makanan di seluruh dunia. Kekuatan perusahaan asal Swiss tersebut  berada  pada riset dan pengembangan yang kuat dalam memproduksi makanan dan nutrisi.

Anthony melihat bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan  kapal yang besar dengan 50.000 karyawan. Harus terdapat  komunikasi yang baik supaya  kinerja perusahaan bisa terfokus tajam dalam melihat pasar.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Nama Susilo Wonowidjojo mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para pengusaha. Beliau  merupakan salah satu pengusaha atau konglmerat terkaya di Indonesia. Beliau  adalah bos dari PT Gudang Garam Indonesia yang memproduksi rokok kretek merek Gudang Garam.

Nama Lengkap : Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping )
Tempat , tanggal lahir : Kediri , 18 November 1956
Istri : Melinda Setyo
Orangtua : Surya Wonowidjojo ( Ayah ), Feni Olivia ( Ibu )
Saudara :
  • Rahman Halim
  • Sigit Sumargo Wonowidjojo
  • Wurniati Wonowidjojo
  • Juni Setiati Wonowidjojo
  • Sujati Wonowidjojo
  • Suarto Wonowidjojo
Profesi : Pengusaha Rokok ( Pemilik PT Gudang Garam Indonesia )

Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping ) adalah seorang  pengusaha keturunan Tionghoa.  Beliau  lahir pada tanggal 18 November 1956 di Kediri. Ayahnya bernama Surya Wonowidjojo ( Tjoa Ing Hwie ) yang merupakan  seorang pengusaha rokok di Kediri asal Fujian, China. Ibunya bernama Feni Olivia.

Susilo Wonowidjojo adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Surya Wonowidjojo terlebih dahulu merintis sebuah pabrik rokok di Kediri pada usia 35 tahun tepatnya pada tahun 1958. Pabriknya rokok itu pada awalnya bernama Inghwie akan tetapi  namanya  kemudian ia ubah menjadi Tjap Gudang Garam.

Pabrik rokok milik ayah Susilo Wonowidjojo awalnya hanya memproduksi rokok lintingan yang terbuat dari bahan  daun jagung. Ayahnya bekerja keras  dalam mengembangkan pabrik rokok tersebut. Perlahan – lahan pabrik rokok tjap Gudang Garam kemudian mulai berkembang. Sedikit demi sedikit, Pabrik Rokok Gudang Garam milik ayah Susilo Wonowidjojo mulai merekrut karyawan serta mulai membeli perkebunan tembakau. Perkembangan yang pesat membuat Pabrik rokok Gudang Garam mulai menjadi pabrik rokok kretek terbesar pada tahun 1966 di Indonesia.

Surya Wonowidjojo meninggal dunia  pada tahun 1985. Beliau  meninggalkan pabrik rokok Gudang Garam yang pada saat  itu sudah sangat besar dan mengusai pasar rokok di Indonesia. Selanjutnya kepemimpinannya kemudian diambil alih oleh anak tertuanya yaitu Rahman Halim yang juga merupakan kakak  dari Susilo Wonowidjojo.

Susilo Wonowidjojo sendiri memulai karirnya di Gudang Garam sebagai Direktur selama 14 tahun yang dimulai sejak  tahun 1976 hingga 1990. Sejak jauh hari Susilo Wonowidjojo memang telah  dipersiapkan sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Posisinya sebagai seorang  direktur, Susilo banyak membuat terobosan baru misalnya mengembangkan mesin – mesin yang khusus memproduksi rokok kretek.

Ketika  Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai Vice President Director PT Gudang Garam, pada tahun 2002 beliau  mulai berinovasi dengan memproduksi rokok jenis baru yaitu rokok kretek mild. Sepeninggal kakaknya yaitu Rahman Halim pada tahun 2008, Susilo Wonowidjojo kemudian mengambil alih kepemimpinan di PT Gudang Garam Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya, PT Gudang Garam semakin terkenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Terdapat  berbagai jenis produk rokok Gudang Garam yang beredar di konsumen. Pangsa pasar Gudang Garam juga bukan hanya nasional namun juga internasional.

Menjadi pabrik rokok terbesar di Indonesia, tidak heran saat ini jumlah karyawan PT Gudang Garam Indonesia mencapai 36.900 orang dengan pendapatan pertahun sebesar 70 triliun rupiah. Pendapatan yang besar dari PT Gudang Garam selaku pabrik rokok terbesar di Indonesia ini ikut  membawa Susilo Wonowidjojo dinobatkan sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo ditaksir sebesar $ 7,1 miliar dollar atau sekitar 94,6 triliun rupiah pada tahun 2016. Beliau  berada di posisi kedua sebagai orang terkaya di Indonesia di bawah Hartono bersaudara yang dikenal sebagai pemilik dari  PT Djarum.

Susilo Wonowidjojo menikah dengan Melinda Setyo. Istrinya juga dikenal sebagai  seorang wanita yang paling aktif dalam berbisnis. Ia memiliki saham di berbagai perusahaan. Susilo Wonowidjojo juga mempunyai  perusahaan lain selain PT Gudang Garam.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Profil Prajogo Pangestu-Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat 

Profil Prajogo Pangestu – Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat

Nama Lengkap : Prajogo Pangestu
Tempat , tanggal lahir : Sambas , Kalimantan Barat , 13 Mei 1944
Profesi : Pengusaha
Istri : Herlina Tjandinegara
Anak : Nancy, Agus Salim
Karier :
  • Pendiri Pabrik Chandra Asri di Cilegon, Banten, 1990
  • Pendiri Bank Andromeda, 1990
  • Presiden PT Chandra Asri, 1990 – 1999
  • Presiden Komisaris PT Tripolyta Indonesia Tbk
  • Presiden Komisaris PT Chandra Asri Petrochemical Center
  • Wakil Presiden Komisaris PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper
  • Presiden Komisaris PT Barito Pacific Timber, Tbk, sejak 1993
  • Komisaris PT Astra International, 1993 – 1998
  • Pendiri sebuah Hotel di Pulau Sentosa, Singapura, 1991
  • Pendiri PT Musi Hutan Persada, 1991
  • Pendiri PT Barito Pacific Lumber, 1977
  • General Manager Pabrik Plywood Nusantara,Gresik, Jawa Timur, 1975
  • Pegawai di PT Djajanti Group, 1969 – 1976.

Pendiri Barito Group ini mengawali kariernya dari mulai  dari seorang sopir angkot. Jatuh bangun, beliau  rasakan. Puncaknya, Sang Raja Kayu Prajogo Pangestu pernah masuk salah satu orang kaya Indonesia.

Prajogo Pangestu lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1944. Terlahir dari keluarga yang  miskin mengharuskan  seorang Prajogo hanya menamatkan sekolahnya hingga tingkat menengah pertama.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Akan tetapi ,  beliau  tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung memperoleh  pekerjaan. Oleh sebab itu,  beliau akhirnya  memutuskan kembali ke Kalimantan dan bekerja menjadi  seorang sopir angkutan umum.

Ketika  menjadi pengemudi, pada tahun 60- an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 beliau  bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group. Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager ( GM ) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo.

Akan tetapi , Prajogo menjadi GM di pabrik Plywood hanya setahun dan keluar untuk memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy, yang pada saat  itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Prajogo membayarnya dengan uang pinjaman Bank BRI dan beliau  lunasi hanya dalam setahun.

Dalam perjalanannya, Prajogo mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific. Selanjutnya  bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak – anak Presiden Soeharto dan pengusaha yang  lainnya demi memperlebar bisnisnya. Bahkan Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke – 40 orang terkaya Indonesia.

Pada era Presiden Soeharto, Prajogo termasuk salah satu konglomerat ternama yang dimiliki Indonesia. Bisnisnya dengan bendera Barito Group berkembang luas dibidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Saat ini  Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

Baca Juga :

Categories
PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Soichiro Honda Pendiri Honda – Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

Biografi  : Soichiro Honda – Pendiri Honda

 Perjuangannya dalam mendirikan perusahaan Honda dilaluinya  dengan susah payah akan tetapi  semua perjuangannya itu terbayar berkat temuan mesinnya yang kemudian melahirkan sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia yaitu Perusahaan Honda.

Soichiro Honda Pendiri Honda
Nama : Soichiro Honda
Tempat , tanggal lahir : Shizuoka , Jepang , 17 November 1906
Orangtua : Gihei Honda ( Ayah ), Mika Honda ( Ibu )
Saudara : Benjiro Honda
Istri : Sachi Honda
Anak : Hirotoshi Honda

Biografi Soichiro Honda

Soichiro Honda, begitulah namanya disebut. Pendiri perusahaan Honda ini lahir pada tanggal 17 November 1906 di Shizuoka, Jepang. Ayah beliau bernama Gihei Honda dan ibunya bernama Mika Honda. Soichiro Honda mempunyai satu orang saudara kandung laki-laki yang  bernama Benjiro Honda.

 

Masa Kecil

Sejak kecil Honda sudah mempunyai ketertarikan tentang mesin terutama mesin mobil. Beliau dapat dikatakan cukup cerdas. Akan tetapi Honda sering malas jika ke sekolah.

Mengenai biografi Soichiro Honda, ketika beliau berumur 16 tahun beliau  diketahui tidak mau melanjutkan sekolahnya. Karena beliau menganggap sekolah ketika  itu hanya membuang waktu. Beliau hanya ingin mendalami menangani  mesin mobil.

Akhirnya, ayahnya Gehei Honda yang mengerti betul mengenai ambisinya mengenalkan kepada seorang teman di Tokyo yang bernama Kashiwabara, seorang direktur bengkel mobil yang bernama Art.

 

Bakat Mekanik Honda

Pada bulan Maret tahun 1922, Soichiro Honda diantar oleh  ayahnya ke Tokyo untuk bekerja disana. Namun bukan sebagai teknisi atau yang berhubungan dengan mesin, beliau hanya sebagai pengasuh bayi. Bayi yang beliau asuh adalah anak dari direktur bengkel Art.

Dari sanalah pengetahuan Honda mengenai mesin berkembang. Beliau  mencuri-curi waktu di saat bengkel tutup untuk sekedar melihat dan juga menganalisa mesin mobil.Apalagi pada saat beliau menemukan sebuah buku di perpustakaan, dan mengumpulkan uang gajinya hanya untuk menyewa buku tersebut. Buku yang pertama beliau  baca adalah Sistem Pembakaran Dalam.

Pada suatu hari, disaat Soichiro sedang mengepel lantai, beliau diajak oleh majikannya untuk membantu di bengkel, karena hari itu bengkel sedang sibuk. Dan disinilah beliau menunjukkan kemampuannya dalam  membetulkan mesin mobil Ford model T yang dikeluarkan pada tahun 1908.

Dengan pengetahuannya mencuri -curi waktu untuk sekedar mengintip mesin mobil serta ilmu yang beliau peroleh dari buku, akhirnya beliau berhasil membuat takjub para teknisi yang lain.

Ketika berumur 18 tahun, beliau pergi ke kota Marioka untuk membetulkan mesin mobil. Karena masih muda, sampai-sampai penjemput keheranan.

Ketakjuban para teknisi tidak sampai disitu saja , ketika beliau mulai membongkar mobil pun, banyak yang tidak percaya beliau mampu memasangnya kembali. Namun ternyata, beliau berhasil membetulkan mobil tersebut.

Dengan prestasinya tersebut, pada usia 22 tahun Soichiro Honda sudah menjadi kepala bengkel Art, dan dipercaya untuk membuka cabang di kota Hamamatsu.

 

Honda Menjadi Kepala Bengkel

Dalam biografi Soichiro Honda, Pada tahun 1928 Soichiro menjadi kepala bengkel Art cabang Hamamatsu. Pada awalnya bengkel tersebut hanya memiliki 1 orang karyawan, namun setelah 3 tahun berdiri, sudah memiliki sekitar 50 orang karyawan.Selama kurun waktu tersebut, masalah perbaikan mobil diserahkan kepada anak buahnya yang terlebih dahulu diberikan pengetahuan mengenai mesin. Sedangkan Soichiro hanya memeriksa hasil kerja anak buahnya, dan lebih berkonsentrasi pada peningkatan kreativitas danjuga pengetahuannya dalam bidang mesin.

Sebagai kepala bengkel, beliau terkenal galak dan keras. Beliau  tidak segan untuk memukul kepala anak buahnya dengan obeng atau kunci pas (seperti yang terlihat di buku, entah itu benar atau tidak).Dari seluruh karyawannya, terdapat dua golongan. Yang satu adalah yang bertahan serta yang melarikan diri. Dan biasanya, orang-orang yang bertahan adalah orang-orang yang menjadi teknisi yang handal.

Dalam kurun waktu 3 tahun, Soichiro membuat veleg mobil yang terbuat dari besi. Di masa itu, veleg mobil terbuat dari kayu, sehingga apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama, poros veleg tersebut akan longgar. Pada tahun 1933, ternyata Soichiro telah mulai membuat mobil balap dengan tangannya sendiri, yang beliau  namakan Curtis. Nama Curtis diambil dari nama mesin yang beliau  gunakan, mesin pesawat jenis Curtis A1. Dengan mobil buatannya, beliau pernah menjuarai balapan namun hanya sebagai navigator, bukan sebagai pembalap.

Di tahun yang sama, Soichiro menikah dengan Sachi, seorang wanita yang berpendidikan. Kehadiran Sachi yang berpendidikan, bagi seorang Soichiro yang tidak menjalani pendidikan formal menjadi sangat besar artinya. Sachi tidak hanya berperan sebagai istri, namun juga sebagai  guru yang mengajarkan tata krama dan juga  ilmu-ilmu dasar. Namun yang paling besar artinya adalah bagaimana Sachi mengerti mengenai minat Soichiro pada bidang teknik.

 

Dari Piston Ring ke Motor

Pada tahun 1934, Soichiro berencana untuk  membuat sebuah  mobil sendiri. Bukan mengambil mesin mobil dari merek-merek terkenal ketika itu. Niat tersebutpun beliau jalani dengan terlebih dahulu membuat ring piston. Pada  tahun 1935, tepat disamping bengkel Art beliau membuat papan nama Pusat Penelitian Ring Piston Art.

 

Piston Ring Buatan Honda

Ring piston buatan Soichiro selalu gagal, karena beliau sama sekali tidak mengerti masalah pencampuran logam. Karena ring piston buatannya selalu patah atau menggores dinding slinder.Akhirnya beliau datang ke Sekolah Tinggi Hamamatsu jurusan mesin, dan diberitahu bahwa ada campuran lain yang dibutuhkan untuk membuat ring piston, diantaranya adalah silikon.

Dengan informasi yang beliau terima, akhirnya beliau mempunyai  tekad yang bulat untuk melanjutkan sekolah, meskipun ketika  itu Soichiro sudah berumur 28 tahun.

Akhirnya 3 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 November 1937 ring piston berhasil dibuatnya. Dan pada tahun 1938 beloaumendirikan pabrik pembuatan ring piston bernama Tokai Seiki. Sedangkan bengkel yang beliau kepalai diserahkan kepada anak buahnya untuk dikelola.Bengkel yang beliau  dirikan akhirnya berproduksi secara resmi pada tahun 1941 setelah ada investor dari Toyota. Pada tahun 1945, ketika perang dunia 2 berkecamuk, Bengkelnya saat itu hancur di bom oleh pihak sekutu. Dan Jepang juga kalah dalam perang.

 

Putus Asa dan Hampir Menyerah

Dan hidup Soichiro menjadi terlunta-lunta. Beliau tidak mengerjakan pekerjaan apapun ketika itu. Tidak ada niat lagi untuk membangun pabrik, bahkan beliau hanya ingin belajar bermain suling ketika itu. Honda bahkan terlihat hampir menyerah.

Di masa setelah perang, dimana benda-benda masih sangat langka, justru industri tekstil berkembang sangat pesat ketika  itu. Kabarnya, orang-orang yang memiliki mesin tenun, sekali menggerakkan mesinnya, beliau dapat memperoleh 10 ribu yen.Dan ketika  itu Soichiroberfikir bagaimana membuat mesin tenun yang lebih canggih dari yang ada ketika itu. Beliau pun mendirikan pabrik pembuatan mesin tenun yang akhirnya terhenti karena kurang modal.

 

Sepeda Motor Pertama Honda

Ketika pabrik yang beliau buat terhenti, ada seorang teman yang menawarkan mesin pemancar radio bekas kegiatan perang yang ternyata berjumlah 500 buah.

Dan Soichiro diminta untuk memanfaatkan mesin tersebut. Sesudah  melihat sepeda, beliau pun berniat untuk  membuat sepeda motor dengan mesin pemancar radio.

Cara mengendarai sepeda motor ketika itu juga sangat berlainan dengan yang ada sekarang. Pertama-tamamesih harus dipanaskan dengan api, dan dibgenjot minimal 30 menit, baru mesin Dapat digunakan. Namun tetap saja laku keras, dan kapasitas produksi ketika itu 1 unit lebih dalam 1 hari. Dalam setahun saja, 500 buah pemancar radio habis.

Dengan prestasi tersebut, Soichiro terus mengembangkan mesin sepeda motor, dan berhasil menciptakan sebuah sepeda motor yang dinamakan dengan Dream D, setelah membuat mesin A, B, dan C. Motor buatan Soichiro ini merupakan mesin 2 tidak dengan 98 cc dan kecepatan maksimum hanya 50 km/jam.

Bersamaan dengan akan dipasarkannya Dream D, seorang marketer hebat bernama Fujisawa ikut menggabungkan diri dengan Soichiro dan membangun sebuah pabrik pembuatan sepeda motor.Kemudian , kehadiran Fujisawa membawa perubahan besar terhadap perusahaan bernama Honda.

Sebelum Dream D dipasarkan, Fujisawa menguji coba motor tersebut kepada masyarakat. Dan diketahui, karena Dream Dmeruapakn motor 2 tak, maka kebisingan yang dibuat menjadi masalah.Dan dengan demikian, Fujisawa memaksa agar Soichiro untuk membuat mesin 4 tak yang miskin suara kebisingan. Akhirnya mesin 4 tak dibuat dan berhasil menjadi nomor satu di Jepang. Dengan mesin 4 tak ini, kecepatan maksimum adalah 75 km/jam.

 

Perusahaan Honda Saat Ini

Sekarang perusahaan Honda telah menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia yang bersaing dengan Yamaha, Toyota dan juga perusahaan otomotif lain.

Produknya bukan hanya  saja motor melainkan mobil serta alat-alat teknologi yang lainnya seperti Robot. Dimana semua kesuksesan perusahaan tersebut dimulai dari mimpi pendirinya Soichiro Honda.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR PENGUSAHA

Profil Gibran Rakabuming Raka –  Pengusaha , Entrepeneur Inspiratif

Profil Gibran Rakabuming Raka –  Pengusaha , Entrepeneur Inspiratif

Nama : Gibran Rakabuming Raka
Tempat , tanggal lahir : Solo , 1 Oktober 1987
Orangtua : Joko Widodo dan Iriana
Saudara :
  • Kahiyang Ayu ( Adik )
  • Kaesang Pangarep ( Adik )
Istri : Selvi Ananda Putri
Pendidikan :
  • Orchid Park SecondarySchool, Singapura ( 2002)
  • Management Development InstituteofSingapore (MDIS) (2007)
  • Universityof Technology Insearch, Sydney, Australia ( 2010 )
Karier :
  • Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI ) Kota Solo
  • Pemilik Katering Chilli Pari
  • Pemilik Kafe Markobar
  • Pemilik Pastel (Pasta Buntel )
  • Pemilik Icolor

Hidup mandiri ia jalani di luar negeri. Kembali ke Indonesia, ia menjadi entrepreneur dengan membuka lapangan kerja.

Gibran Rakabuming lahir di Solo, pada tanggal 1 Oktober 1987 dari pasangan Joko Widodo dan Iriana. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya yaitu Kahiyang Ayu dan KaesangPangarep.

Setahun kelahirannya, namanya dijadikan sebagai nama perusahaan ayahnya yang bernama CV Rakabu yang bergerak dalam usaha mebel.

Gibran Rakabuming menghabiskan masa kecilnya di kota kelahirannya. Akan tetapi ,  sesudah  lulus SMP, Gibran kemudian  melanjutkan sekolah di Orchid Park SecondarySchool, Singapura. Kemudian ia , meneruskan studinya ke Management Development InstituteofSingapore (MDIS) dan Universityof Technology Insearch, Sydney, Australia yang tamat pada tahun 2010.

Gibran tinggal di luar negeri hampir selama 8 tahun dalam menyelesaikan sekolahnya. Ia tumbuh mandiri jauh dari kedua orangtuanya. Saat ia hidup berada  jauh dari keluarga, ayahnya di Indonesia menjadi orang penting.

Ketika itu, pada tahun 2005, ayahnya  Joko Widodo alias Jokowi menjadi walikota Solo untuk periode 2005-2010. Sekembalinya ke Indonesia, ayahnya mengalami kenaikan jabatan. Mulai dari walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI ke7, untuk periode 2014-2019.

Akan tetapi , bagi Gibran tidak menghalangi dirinya untuk berkarya serta bekerja dengan kemampuannya sendiri. Ia tidak mau memanfaatkan posisi orang tuanya. Ia justru mulai merintis dari bawah.

Sekembalinya ke tanah air, Gibran merintis bisnis cateringChilli Pari pada Desember 2010. Berkat usahanya tersebut, ia pun dipercaya sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI )  Kota Solo. Ia juga mendirikan House ofKnowledge yang berfungsi untuk melatih karyawan-karyawan lepas cateringChilli Pari terutama dalam berbahasa Inggris.

Bersama adiknya, yaitu KaesangPangarep, Gibran membuka bisnis Kafe Markobar yang pada awalnya hanya berdomisili di Solo. Kafe yang menjual aneka Martabak tersebut  sempat viral di media sosial.

Selang beberapa lama sesudah itu, Gibranpun menjajal bisnis baru di bidang reparasi produk kenamaan Apple dengan nama Icolor. Konsep yang ditawarkan juga menarik, karena customer hanya  tinggal menunggu di rumah, nanti tukang reparasi akan datang ke lokasi.

Pria yang mempunyai  jiwa wirausahainipun kembali bekerja sama dengan adik bungsunya untuk meramaikan bisnis e – commerce dengan berjualan jas hujan yang bertuliskan “Tugas Negara Bos! “  yang hanya dibandrol dengan harga  150ribuan.

Dalam hal asmara, pada bulan Juni 2015 Gibran pun menikah dengan Putri Solo Selvi Ananda Putri. Mereka telah di karuniai dua orang anak.

Ia pun mengarungi bahtera rumah tangga barunya dengan kehadiran sang bayi. Meskipun menjadi anak presiden, Gibran Rakabuming tetap menjalani kehidupannya seperti biasa dengan terus berinovasi untuk membuka lapangan kerja baru.

Baca Juga :

Categories
PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Kawasaki Shozo – Pendiri Kawasaki

Biografi Kawasaki Shozo – Pendiri Kawasaki

Kawasaki adalah salah satu manufaktur terkenal di dunia yang berasal dari Jepang. Produk- produk yang dihasilkan oleh Kawasaki seperti otomotif, alat berat, peralatan luar angkasa dan juga peralatan pertahanan, serta kapal dan juga robot.

Perusahaan Kawasaki juga aktif dalam banyak industri seperti industri luar angkasa dan juga  penerbangan, energi, kereta api, perkapalan, otomotif, dan juga industri yang lain. Sejarah berdirinya Kawasaki tidak dapat  di pisahkan  dari sosok yang bernama Kawasaki Shozo yang tidak lain adalah pendiri dari Kawasaki.

Kawasaki Shozo lahir di Jepang  di daerah Kagoshima pada tanggal 2 desember 1837. Ketika berusia 17 tahun , Kawasaki Shozo muda mencoba untuk menjadi pedagang kimono di kota Nagasaki. Sedikit demi sedikit usahanya kemudian berkembang serta beliau kemudian mulai memasarkan dagangannya ke luar kota Nagasaki.

Pada usia 27 tahun, Kawasaki Shozo selanjutnya  mulai mengirimkan produknya keluar kota. Wilayah pertama dalam  pengirimannya adalah Osaka akan tetapi beliau menghadapi kenyataan yang pahit ketika kapal kargo yang berisi barang dagangannya tenggelam akibat dihantam badai.

Selanjutnya  memasuki tahun 1869, Kawasaki Shozo kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan pabrik gula yang menangani produksi gula dari sebuah kepulauan di Jepang yang  bernama Kepulauan Ryukyu. Di tahun 1893, Kawasaki kemudian meneliti tentang  gula dari kepulauan Ryukyu serta mencari rute laut yang bagus ke kepulaun Ryukyu atas permintaan dari departemen keuangan Jepang.

Di tahun berikutnya, Kawasaki Shozo lalu  diangkat sebagai wakil presiden eksekutif dari perusahaan Japan Mail Steam yang merupakan sebuah anak perusahaan jasa pengiriman Jepang. Kawasaki berhasil membuka rute laut ke kepulauan Ryukyu dan kemudian berhasil mengangkut gula dari berbagai wilayah di Jepang.

Akan tetapi  berbagai peristiwa kecelakaan laut seperti kapal-kapal pengangkut gula yang tenggelam karena diterjang ombak dan  juga badai membuat Kawasaki Shozo kemudian mulai mempelajari teknologi dari kapal buatan Eropa dan Amerika. Kawasaki percaya bahwa kapal buatan orang barat lebih stabil dan juga  lebih cepat dibandingkan  dengan kapal buatan Jepang.

Hal tersebut kemudian membuat Kawasaki Shozo menjadi semakin tertarik di bidang industri kapal laut modern. Pada tahun 1876, didukung oleh Matsukata Masayoshi yang merupakan wakil menteri keuangan Jepang yang juga merupakan teman akrabnya, Kawasaki Shozo selanjutnya  mendirikan perusahaan pembuatan kapal yang bernama Kawasaki Tsukiji Shipyard di kota Tokyo.

Perusahaan Kawasaki mengawali  sejarahnya sebagai perusahaan pembuat kapal dan kemudian berkembang menjadi perusahaan yang membuat lokomotif, pesawat, motor hingga misil dan juga peralatan militer yang lain di saat perang dunia berkecamuk.

Kawasaki Shozo kemudian wafat pada tanggal 2 Desember 1912 di Jepang. Perusahaan Kawasaki Tsukiji Shipyard selanjutnya berubah nama menjadi Kawasaki Heavy Industries sejak kematian pendirinya Kawasaki Shozo.

Perusahaan Kawasaki kemudian terus  berkembang dengan pesat dengan melakukan ekspansi ke banyak sektor industri seperti industri luar angkasa dan penerbangan (aerospace), kereta api, perkapalan, energi, serta robot, lingkungan, infrastruktur dan juga  transportasi.

Kawasaki juga memiliki banyak cabang di seluruh dunia yang menegaskan bahwa kawasaki adalah  salah satu perusahaan industri terbesar yang ada di dunia.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PENGUSAHA

Profil Niluh Djelantik – Designer Sepatu Sukses Asal Indonesia

Profil Niluh Djelantik – Designer Sepatu Sukses Asal Indonesia

Nama Lengkap : Niluh Putu Ary Pertami Djelantik
Tempat Lahir : Bangli , Indonesia
Tanggal Lahir : 15 Juni 1975
Profesi : Pengusaha , Perancang Sepatu

Riwayat Masa Kecil

Niluh Putu Ary Pertami Djelantik, atau yang lebih dikenal dengan nama Niluh Djelantik,  merupakan  seorang pengusaha dan juga sekaligus perancang sepatu Handmade kulit asal Bali dengan merk Niluh Djelantik.  Ia dilahirkan di Bangli, pada tanggal 15 Juni 1975.

Berasal dari keluarga yang sederhana, ia tinggal bersama dengan beberapa anggota keluarga lain seperti sepupu, paman, bibi, kakek, dan juga nenek di sebuah kamar kontrakan yang berada di Denpasar.  Keluarganya menghidupi diri dengan  berjualan di sebuah pasar yang berada  di daerah Denpasar yang tidak jauh dari kamar kontrakan tempat tinggalnya.

Meskipun masih belia, ia sudah bekerja sambilan di Toko Buku Abadi, membantu pemilik toko tersebut untuk menjaga toko.  Sebagai imbalan, ia diperbolehkan membaca buku – buku yang berada disana, dan juga  diperbolehkan untuk membawa pulang buku serta majalah yang tidak terjual.

Tidak hanya itu saja. Ia juga kerap kali membantu anggota keluarganya untuk berjualan di pasar sepulang sekolah.  Terkadang ia juga membantu tetangganya yang juga berjualan di pasar dan mempunyai  lapak yang tidak jauh dari milik keluarganya dengan imbalan diberikan pakaian gratis dari barang dagangan.

Awal Karir

Hingga pada tahun 1994, ia untuk pertama kalinya hijrah ke Jakarta dan menimba ilmu di Universitas Gunadarma jurusan manajemen keuangan.  Angan-angannya untuk mempunyai  sepatu yang pas di kaki masih membara lantaran sejak kecil ibunya tidak mempunyai  cukup uang untuk membelikannya sepatu yang pas.

Ibunya selalu membelikan sepatu sekolah dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran kakinya, sehingga sepatu tersebut baru terasa pas di kaki disaat sudah rusak.

Sambil  berkuliah, ia menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja sampingan di sebuah perusahaan tekstil asal Swiss sebagai operator telepon. Gaji pertamanya pada saat  bekerja sampingan di Jakarta ia gunakan untuk membeli sepasang sepatu di Blok M.

Ia berhasil memperoleh  sepatu yang pas dan sesuai dengan ukuran kakinya, akan tetapi  ternyata bahan sepatu tersebut tidak nyaman untuk digunakan. Seiring dengan kerja kerasnya dan membaiknya kondisi keuangannya, ia akhirnya berhasil memperoleh  sepatu yang pas dan nyaman di kakinya.

Kehidupannya yang aman dan tentram di Jakarta mulai terusik di saat hiruk pikuk krisis moneter menyergap ibu kota.  Niluh mulai merasakan ketidak nyamanan hingga sang ibu menyarankannya untuk kembali ke kampung halaman pada tahun 2001.

Sekembalinya ia ke Bali, ia memperoleh  tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan fesyen milik Amerika Serikat, Paul Ropp. Ia dipercaya untuk memegang jabatan direktur pemasaran serta perusahaan tersebut terbilang sukses karena penjualan meningkat sebesar 330% dan juga butik berhasil dibuka di sepuluh tempat pada tahun pertama di tahun 2002.

Sang ibu sempat menawarkan dirinya untuk membeli sebuah pabrik kecil milik teman ibunya yang akan bangkrut.  Akan tetapi rencana tersebut tertunda karena ia ingin konsentrasi pada karirnya di Paul Ropp.  Pada tahun 2003, Niluh jatuh sakit pada saat sedang melakukan perjalanan bisnis ke New York.

Dokter menyarankannya untuk tidak melakukan perjalanan jauh dalam kurun waktu enam bulan, padahal banyak pekerjaan yang menuntutnya untuk melakukan perjalanan bisnis jarak jauh.  Seketika ia dilema untuk memilih tetap tinggal di New York atau kembali ke Bali.

Hingga pada akhirnya, ia harus meletakkan jabatannya sebagai Direktur Pemasaran di New York dan pulang untuk menetap di Bali.

Lahirnya Nilou

Pada saat memutuskan untuk kembali dan menetap di Bali, Niluh terbayang – bayang oleh obsesi masa lalunya akan sepatu. Dibandingkan item fesyenyang lain seperti tas, pakaian, aksesoris, ia lebih terobsesi untuk mengkoleksi alas kaki, akunya.

Ia menginginkan sepatu yanvbertumit setinggi 8-12 cm yang nyaman untuk digunakan hingga berjam- jam, yang akhirnya melahirkan merk dagang sepatu Nilou, pelafalan slang  Niluh di lidah bule.

Pada awal pendiriannya, Nilou hanya dapat menghasilkan satu desain sepatu dalam waktu dua bulan.  Berdiskusi dengan para  pengrajin adalah waktu yang paling lama di habiskan untuk membuat sepasang desain.  Penggemar sepatu Christian Louboutin dan Manolo Blahnik biasanya menunjukkan salah satu sepatu mahal koleksinya kepada para  pengrajin untuk dibuatkan yang lebih bagus.

Sejak awal mendirikan bisnis sepatu tersebut , ia berfokus pada sepatu berbahan kulit yang dikerjakan dengan tangan untuk menjaga kualitasnya. Hal tersebut yang menyebabkan ia sangat peduli terhadap  proses pembuatan, sehingga satu pengrajin dibebankan tanggung jawab untuk menyelesaikan sepasang sepatu, mulai dari memotong bahan, menjahit, hingga sampai membentuk hak sepatu.

Oleh karena  itu, ia dapat membedakan secara kasat mata setiap gaya pengrajin sepatunya pada desain-desain sepatu yang sudah dibuatnya.

Target pasarnya pun sejak awal sudah membidik kaum kalangan menengah keatas karena harga yang dibanderol untuk sepasang sepatu tidaklah murah, hingga mencapai 4 juta rupiah untuk sepasang sepatu.  Untuk pemasaran ia dibantu oleh sang suami yang berkewarganegaraan asing, akan tetapi  mempunyai  bisnis distribusi produk Indonesia ke Eropa.

Koleksi pertama Nilou tidak disangka-sangka laris manis di Perancis. Ia kebanjiran pesanan sebanyak 4.000 pasang sepatu.  Pada tahun 2004, ia meneken kontrak kerjasama outsourcedari jaringan ritel Topshop yang berpusat di Inggris.  Pintu perdagangan Nilou ke Eropa semakin terbuka lebar.

Di tahun yang sama, seorang yang bernama Sally Power yang  berasal dari negeri kangguru terpikat dengan sepatu rancangan Niluh dan menawarkan diri untuk memasarkan di Australia.  Disamping itu, di saat yang sama, seorang desainer internasional yang berproduksi atau mencari inspirasi di Bali ikut menggunakan  produknya.

Dari situ Niluh bisa berhubungan secara profesional dengan berbagai desainer internasional ternama seperti Nicola Finetti, Jessie Hill, Shakuhachi, dan Tristan Blair.

Sejumlah selebriti Hollywood papan atas pun menambah jejeran penggemar sepatu Nilou seperti Uma Thurman, Paris Hilton, GiseleBundchen, Tara Reid, dan RobynGibson.

Sepatu tersebut dengan cepat melebarkan sayap dan berhasil menempatkan diri di ratusan etalase di 20 negara di dunia, selain di kantor pusatnya di Bali.  Untuk memenuhi permintaan tersebut, ia dibantu oleh  22 pengrajin yang sudah menjadi karyawan tetap dan 3 asisten kepercayaan.

Pada tahun 2007 ditengah kejayaan merk Nilou, ia memperoleh  tawaran yaang menggiurkan dari agen Perancis dan Australia untuk memperluas jangkauan pasarnya, asalkan Nilou diproduksi secara massal di China dengan iming-iming sejumlah besar saham.

Dengan tegas ia menolak tawaran tersebut, karena tidak ingin sepatu yang dihasilkannya dari kerja kerasnya selama empat tahun di gudang kerja oleh buatan tangan tergantikan oleh mesin. Akan tetapi  keputusan tersebut ternyata menjadi bumerang sendiri bagi bisnisnya.

Diam-diam rekanan kerjanya tersebut sudah mempatenkan merk dagang Nilou, hingga kongsi bisnis tersebut akhirnya pecah.

Kebangkitan Niluh Djelantik

Nilou yang sudah  tumbuh bersamanya selama empat tahun harus di bunuh karena luput untuk di patenkan.  Tidak mau berlarut dalam kesulitan, ia kembali fokus mendesain sepatu untuk desainer asing.

Kali ini ia tidak ingin kehilangan merk dagangnya.  Ia meminta izin untuk menggunakan  nama marga keluarga sebagai merk dagangnya, yaitu “ Niluh Djelantik” seperti yang sudah  kita kenal sekarang.  Merk tersebut langsung dipatenkannya pada tahun 2008.

Setahun kemudian, pada  tahun 2009, sepatu hak tinggi rancangannya kembali melanglang buana ke mancanegara. Bahkan produknya kembali memikat salah satu aktris Hollywood ternama yaitu Julia Roberts, yang berkesempatan untuk bertandang ke Bali dalam rangka syuting film Eat, Pray, Love.

Pada tahun 2011, Niluh Djelantik mampu menembus retailer Eropa terkemuka, Globus Switzerland, serta bekerja sama dengan retailer di Rusia untuk memasarkan produknya di negeri Vladimir Putin tersebut.

Ia memperoleh  penghargaan Best Fashion Brand &Designer The Yak Awards pada tahun 2010 atas konsistensi dan juga  kerja kerasnya di industri fesyen sepatu.  Ia juga pernah di nominasikan oleh Ernst & Young dalam ajang Ernst & Young Entrepreneurial WinningWomen 2012 Awards.

Sejak tahun 2012 hingga kini, ia memutuskan untuk  mundur dari merk internasional untuk fokus melayani pelanggan individual dan menaikkan pamor citra merk Niluh Djelantik.  Untuk menyukseskan hal tersebut, maka ia memfokuskan diri untuk melakukan pemasaran di dalam negeri dengan membuka toko di Denpasar dan juga Jakarta.

Awal tahun 2018 silam, Niluh mengumumkan diri kepada pers akan bergabung ke salah satu partai di Indonesia dan bersiap untuk mencalonkan diri di bursa legislatif pada tahun 2019 mendatang. Ia terinspirasi dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk terjun ke dalam dunia politik demi memajukan Indonesia.

Baca Juga :