Categories
ILMUAN PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi Steve Chen – Pendiri Youtube

Biografi : Steve Chen – Pendiri Youtube

Biografi Steve Chen –  Ia  mempunyai nama aslinya adalah Steven Shih “ Steve ” Chen atau Steve Chen , ia lahir pada bulan Agustus 1978, dia adalah seorang pengusaha internet keturunan Taiwan-Amerika. Steven Chen adalah co – founder dan pendiri dari situs YouTube.

Dia Dibesarkan di Taiwan, Chen dan keluarganya kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat pada saat ia berusia 15 tahun . Sesudah lulus dari University of Illinois di Urbana – Champaign, ia selanjutnya  bekerja di Pay Pal dimana ia bertemu dengan  Chad Hurley dan Jawed Karim.

Pada tahun 2005, ia dan dua orang lainnya kemudian mendirikan YouTube, website yang di rancang untuk berbagi video. Dia menjabat sebagai Chief Technology Youtube sebelum pada akhirnya dijual kepada Google  dengan harga Sebesar 1,65 milyar.

YouTube dengan cepat tumbuh menjadi salah satu Web situs terpopuler di dunia, bahkan menempati peringkat situs web yang paling populer di urutan 10 di dunia hanya dalam setahun setelah peluncurannya. Dilaporkan bahwa 100 juta klip dilihat setiap hari di YouTube, dengan tambahan 65.000 video baru diupload setiap 24 jam. Dia awalnya berkerja di paypal, dan menjadi seorang karyawan awal di PayPal , dimana di paypal selanjutnya ia bertemu dengan Chad Hurley dan Jawed Karim yang akan bersama – sama mendirikan youtube.

Pada tahun 2005, mereka mendirikan YouTube. Dia sebelumnya menjabat sebagai seorang Chief Technology Officer di YouTube, dan saat ini dipekerjakan oleh Google. Chen juga adalah seorang karyawan awal di Facebook , meskipun ia meninggalkan jabatannya sesudah beberapa bulan untuk memulai YouTube.

Pada bulan Juni 2006, Chen disebut oleh Bisnis 2.0 sebagai salah satu dari 50 orang yang berpengaruh saat ini,  dalam bisnis selain dua orang temannya yang juga adalah  salah satu dari pendiri youtube Chad Hurley dan Jawed Karim.

Pada tanggal 16 Oktober 2006, Chen dan Hurly menjual YouTube untuk Google, Inc senilai $ 1,65 miliar. Chen menerima sebesar  625.366 lembar saham Google dan 68.721 tambahan dan dipercayai sebagai bagian dari penjualan. Saham Google yang ia terima adalah senilai $ 350.000.000 di Google pada tanggal 30 Oktober 2007 penutupan harga saham.

Chen sudah terdaftar sebagai salah satu dari 15 ilmuwan Asia To Watch oleh Majalah Scientist Asia pada tanggal 15 Mei 2011. Dia dan Chad Hurley sekarang mulai Sistem avos yang sudah mengakuisisi delicious dari Yahoo! Inc.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi Chris Feng – CEO Shopee

Biografi : Chris Feng – CEO Shopee

Shopee adalah  perusahaan e-commerce yang berada di bawah naungan Garena ( berubah nama menjadi SEA Group ), yang merupakan perusahaan internet di Asia Tenggara. Menjalankan bisnis C2C mobilemarketplace, Shopee resmi diperkenalkan di Singapura pada tahun 2015 yang di ikuti dengan negara Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan juga Indonesia.

Mengusung visi ” Menjadi C2C Mobile Market place Nomor 1 di Asia Tenggara “, Shopee yang berada di bawah naungan CEO, Chris Feng, yaitu seorang pria lulusan terbaik dari Universitas Nasional Singapura  yang memungkinkan bagi para penggunanya untuk membeli atau menjual barang dengan melalui aplikasi  yang tersedia di platform iOS dan Android.

Chris Feng adalah Chief Executive Officer Shopee. Chris mempunyai rekam jejak yang mapan di sektor e – commerce, media, serta teknologi. Sebelum fokus penuh di Shopee, Chris memulai dan juga mengelola divisi bisnis game seluler Garena selama sekitar 2 tahun. Sebelum itu, Chris menghabiskan lebih dari tiga tahun dengan Rocket Internet, mengambil peran sebagai Direktur Pelaksana Regional Zalora Asia Tenggara, serta Direktur Pelaksana Wilayah dan Chief Purchasing Officer Lazada Asia Tenggara. Sebelumnya, beliau  menghabiskan tujuh tahun di Mc Kinsey dan berbasis di Frankfurt, Kopenhagen, dan Singapura. Dengan beasiswa penuh yang berasal dari pemerintah Singapura, Chris lulus dengan First Class Honours dari National University of Singapore ( Sekolah Komputasi ), serta belajar Ilmu Manajemen dan Teknik di Universitas Stanford.

Chris sudah secara teratur diundang untuk berbicara di beberapa konferensi teknologi dan e-commerceyang terkenal di Jakarta, termasuk Indonesia E – Commerce Summit dan Expo ( IESE ) dan Tech in Asia Jakarta tahun 2016. Dalam konferensi Tech in Asia Jakarta 2016 baru – baru ini, Chris dipercaya untuk berbicara dengan tema “ E – Commerce yang Berkembang di Indonesia ”, dimana beliau  menjelaskan pandangannya mengenai perkembangan industri e-commerce di Indonesia. Menurut beliau, pasar e – commerce di negara ini masih terus berkembang serta juga  belum mencapai titik jenuh. Pengguna semakin pintar, karena mereka menjelajahi opsi belanja online baru untuk menyesuaikan kebiasaan mereka, yang serba cepat, komunikatif, dan juga dipenuhi dengan DNA sosial yang kuat.

Pasar e – commerce di Indonesia kini  semakin marak dengan terus bermunculannya marketplace. Tidak heran apabila market place asal Singapura, Shopee tidak ingin ketinggalan merebut pasar di Indonesia. Bagi seorang  CEO Shopee, Chris Feng, Indonesia adalah pasar potensial dengan penduduk yang mencapai 250 juta. Disamping itu, penetrasi internet di Tanah Air semakin tinggi dengan lebih dari 80 juta pengguna internet. Tentu saja hal ini merupakan pasar yang menggiurkan bagi Shopee yang telah diluncurkan sejak tahun lalu.

Chris Feng berfikir bahwa Indonesia adalah pasar yang besar dan berkembang, khususnya di kalangan anak muda. Oleh sebab itu beliau fokus pada segmen anak muda. Apalagi pertumbuhan kelas menengah di Indonesia juga cukup menjanjikan. Saat  ini juga merupakan waktu yang tepat bagi e – commerce untuk bermain di pasar yang besar ini. Terlebih lagi saat ini banyak anak muda yang menggunakan perangkat mobile dibandingkan  desktop. Mereka dapat  melakukan jual beli melalui perangkat yang ada. Kedepannya beliau akan memperbaiki aplikasi serta menghadirkan tools yang memudahkan penjual  untuk mengelola barang. Satu hal yang perlu di ingat, kontribusi Indonesia mencapai 20 – 30% dari total market Shopee.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Boenjamin Setiawan – Pengusaha Sukses Pendiri Kalbe Farma

Biografi :  Boenjamin Setiawan – Pengusaha Sukses Pendiri Kalbe Farma

Boenjamin Setiawan atau dr. Boen dikenal sebagai seorang dokter dan juga sekaligus salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaannya berasal dari usahanya yang bergerak bidang farmasi atau obat – obatan. Beonjamin Setiawan merupakan pemilik sekaligus pendiri PT Kalbe Farma,  yang merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

Boenjamin Setiawan dilahirkan  pada tanggal 27 September 1933 di kota Tegal, Jawa Tengah.  Beliau  mengawali  pendidikannya di SD di Tegal, tamat dari SD,  beliau  kemudian pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA. Lulus SMA, Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau  lulus sebagai dokter pada tahun 1958. Boenjamin Setiawan kemudian melanjutkan pendidikannya keluar negeri.

Universitas yang beliau  tuju kali ini adalah University of California. Disana beliau berhasil  meraih gelar Ph.D dengan disertasi  yang berjudul The Inhibition of Alcohol Dehydrogenate by Chlor Promazine, an Other Phcnothiazinc Derivatif.

Pada tahun 1958, Boenjamin Setiawan telah  menjadi asisten dosen dikampusnya, selanjutnya  menjadi dosen. Di tahun 1980 Boenjamin bahkan sudah menjadi lektor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada tahun 1963, Boenjamin Setiawan mencoba berbisnis dengan mendirikan PT Farmindo bersama – sama sejumlah rekannya, akan tetapi  perusahaanya tersebut hanya mampu bertahan selama tiga tahun saja.

Penyebab kegagalannya hanya karena kurangnya pengalaman mereka di bidang pemasaran atau marketing. Boenjamin dan temannya mampu memproduksi produk obat – obatan namun  mereka gagal mendistribusikannya.

dr Boenjamin Setiawan Mendirikan PT Kalbe Farma

Kelemahan tersebut  akhirnya  dapat  diatasi ketika  dr. Boen sapaan akrabnya mencoba mendirikan bisnisnya  sendiri dengan dukungan keluarganya pada bulan september 1966. Bersama dengan saudara – saudaranya yaitu  Khouw Lip Keng, Khouw Lip Swan, dan Kliouw Lip Bing, dan  temannya  yang seorang dokter farmakologi bernama Jan Tan, Boenjamin Setiawan kemudian mendirikan pabrik farmasi dengan nama Kalbe Farma. Beonjamin juga di angkat sebagai Direktur Utama. Usahanya  dimulai dari garasi rumahnya.

Faktor penting suksesnya bisnis Boenjamin Setiawan yaitu  pilihan waktu yang tepat. Pada saat itu Orde Baru pimpinan Soeharto dengan mudah memberikan izin pada pabrik – pabrik farmasi asing untuk masuk menanamkan modalnya di Indonesia. Yang perlu diketahui, ketika  itu produk farmasi dari pabrik farmasi luar negeri mempunyai  harga yang mahal sementara  itu produk farmasi dalam negeri mempunyai  harga yang relatif murah. Misalnya seperti SOHO, DUPA yang merupakan Produsen farmasi lokal menjual produknya dengan harga yang  murah.

Adanya celah perbedaan antara produk farmasi luar negeri yang mahal dan juga  produk farmasi dalam negeri yang murah maka Kalbe Farma rintisan Boenjamin Setiawan selanjutnya  mencoba untuk masuk di tengah – tengah, posisi mereka antara pabrik farmasi asing dan lokal.

Dengan begitu, berada di posisi tengah – tengah membuat keuntungan  yang besar  yang diperoleh oleh Kalbe Farma. Faktor lain yang membuat Kalbe Farma milik Boenjamin Setiawan cepat berkembang adalah jaringan dari dr. Boen yang luas. Beliau mengenal hampir sebagian besar dokter – dokter yang ada di Indonesia sehingga sangat mudah baginya untuk memperkenalkan produk farmasinya.

Produk pertama yang dibuat oleh Kalbe Farma yaitu  bioplasenton yang merupakan obat penawar luka. Disamping  itu produk lain dari Kalbe Farma yang sukses adalah Kalpanax sebuah produk OTC. Karena  ketika  itu Indonesia banyak orang – orang yang menderita penyakit panu maka pemasarannya awalnya dimulai dari dokter – dokter karena  Kalpanax sangat manjur membasmi penyakit panu.

Ketika  perusahaan Kalbe Farma masih kecil, Boenjamin Setiawan sebagai pemilik lebih memikirkan bagaimana mengembangkan produknya sendiri. Di saat  perusahaannya sudah mulai besar beliau  kemudian mulai mendelegasikan hal tersebut kepada orang lain

Boenjamin Setiawan yang juga akrab disapa dengan  dr. Boen bersama dengan Kalbe Groupnya, beliau  membawahi beberapa perusahaan. Bukan hanya  di bidang farmasi, melainkan bidang lainnya juga . misalnya toko buku Kalman ( 1976 ), PT Tatas Mulia ( 1978 sebuah perusahaan produsen makanan untuk anak – anak ), PT Dankos laboratories ( perusahaan obat – obatan ), PT Igar Jaya ( perusahaan yang memproduksi gelas ), PT Bank Arta Media ( kerjasama dengan Kompas Grainedia ),  dan PT Enseval ( distribusi ).

PT Kalbe Farma sebagai perusahaan farmasi ternama di Indonesia  sudah mencatatkan pendapatan sebesar 14 triliun rupiah. Total  kekayaan dari Boenjamin Setiawan atau dr. Boen mencapai $3.3 miliar dollar atau sekitar 44 triliun rupiah menurut majalah Forbes. Boenjamin  juga bahkan masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada  tahun 2016.  Beliau menempati posisi ke 7 dalam daftar forbes tersebut.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT MILYADER PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Biografi :  Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Nama Lengkap : Anthony Salim
Alias : Liem Hong Sien
Tanggal Lahir : Selasa , 25 Oktober 1949
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Sudono Salim
Karier :
  • CEO Salim Group
  • Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( 2004 )
  • Non – Executive Chairman and Chairman of Nomination Committee First Pacific Company Ltd ( 2003 )
  • Former Non – executive Director Elders Limited
  • Member of International Advisory Board Allianz SE
  • President Commissioner Fastfood Indonesia PT
  • Former President Commissioner PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
  • President Director and Member of the Board of the Directors PT Indofood CBP Sukses Makmur
Penghargaan : Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005

Anthony Salim alias Liem Hong Sien, CEO Group Salim ( generasi kedua ) terpilih sebagai salah seorang 10 Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh  pada tahun 2005 versi Warta Ekonomi. Beliau  dinilai  telah berhasil membangun kembali kerajaan bisnis Salim Group, setelah sempat mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun  1998. Sebelum krisis moneter dan ekonomi 1998, Group Salim terbilang konglomerasi terbesar di Indonesia dengan aset mencapai US$ 10 milyar ( sekitar Rp 100 trilyun ). Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim, sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Bank Central Asia ( BCA ), miliknya di- rush ketika krisis multidimensional 1998 tersebut. Untuk mengatasinya, terpaksa menggunakan BLBI dan akibatnya berhutang hingga Rp 52 trilyun. Anthony yang sudah di percayakan memegang kendali perusahaan menggantikan ayahandanya  yaitu Sudono Salim ( Liem Sioe Liong ) ini pun bertanggung jawab.  Beliau  melunasi seluruh hutangnya, meskipun  harus terpaksa melepas beberapa perusahaan. Diantara perusahaan yang dilepas adalah PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA ( kemudian dikuasai Farallon Capital dan Grup Djarum ) dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Akan tetapi , beliau  tetap mempertahankan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills, yang merupakan produsen mie instan dan terigu terbesar di dunia. Disamping  itu juga berkibar beberapa perusahaan di luar negeri, di antaranya  berada di Hong Kong, Thailand, Filipina, Cina dan juga  India.

Majalah Globe Asia menobatkan Anthony Salim, bos Grup Indofood sebagai taipan terkaya ketiga Indonesia.  Beliau berada di bawah posisi Budi Hartono ( Grup Djarum ) dan Eka Tjipta Widjaja ( Grup Sinar Mas ). Menurut perhitungan majalah tersebut – yang didasarkan pada nilai kepemilikan saham baik yang listed atau non listed – Anthoni mempunyai  harta  sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.

Saat ini  Indofood terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bahkan, bisnis Indofood kian terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Sejumlah produk konsumen bermerk made in Indofood telah  dikenal luas dikalangan masyarakat Indonesia, seperti mie instan ( Indomie, Supermi dan Sarimi ), susu Indomilk, tepung terigu Bogasari ( Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar ), minyak goreng ( Bimoli ) hingga mentega ( Simas Palmia ).

Di bawah komando Anthony, Indofood membukukan laba bersih Rp 2 triliun.  Menurut beliau , Indofood berhasil melewati berbagai macam  tantangan dalam kurun waktu lima tahun yang sulit ini. Bisnis model yang terdiri dari agribinis dan non – agribisnis, sudah  membuktikan bahwa  ketangguhannya dalam dua tahun terakhir ini ketika harga komoditas bergejolak.

Beliau  mengakui  bahwa krisis ekonomi global 2008 memang mengakibatkan penurunan harga  di berbagai komoditas secara tajam dan  juga menurunkan tingkat inflasi. Pendapatan divisi agribisnis Indofood juga terpengaruh. Nilai penjualan Bogasari juga menurun karena harga tepung turun. Akan tetapi , beliau  menekankan turunnya harga komoditas  tersebut justru  memberikan berdampak positif bagi Produk Konsumen Bermerk. Permintaan atas produk konsumen bermerk meningkat seiring dengan  naiknya daya beli konsumen.

Untuk mengambil peluang yang ada dan mempertahankan kepemimpinan pasar, Indofood lebih memilih memperkuat brand equity  dengan melalui investasi secara terus menerus di berbagai merek yang  dimiliki.  Di samping itu, beliau  mengaku meluncurkan berbagai produk baru yang inovatif serta  sesuai dengan  kebutuhan pasar. Dua varian baru cup noodles yang diluncurkan pada 2009, sangat sukses di pasaran. Untuk menembus pasar di daerah pedesaan, Anthony menyebutkan  bahwa Indofood mengembangkan program “ Raja Desa ”. Tujuannya, yaitu aalah  untuk memperdalam penetrasi distribusi dan juga  meningkatkan ketersediaan produk – produk di pedesaan.

Putra Liem Sioe Liong ini tidak ingin kerajaan bisnisnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk., berhenti berekspansi dan berinovasi. Untuk mendukung rencananya tersebut , Anthony pun menggandeng Nestle S.A. Keduanya sepakat untuk memperlebar pangsa pasar Indofood dan Nestle. Deal bisnis antara dua kerajaan makanan dan minuman tersebut  berujung pada pendirian PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Perusahaan berstatus PMA ini menyedot dana sebesar  Rp50 miliar, dengan masing – masing pihak menyetor 50 %.

Beliau  percaya reputasi yang dimiliki oleh  kedua perusahaan setidaknya dapat  mendongkrak nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan tersebut akan bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan juga distribusi produk kuliner. Ke depan, Indofood masih akan memberikan  lisensi penggunaan merek produk kuliner kepada Nestle – Indofood. Indofood sendiri mempunyai  kekuatan pada profil produksi rendah biaya, jangkauan distribusi yang luas, serta  kecepatan dalam menjangkau konsumen melalui anak perusahaannya, PT Indosentra Pelangi, yang menjadi pemain utama di bidang industri bumbu penyedap makanan.

Sementara itu, Nestle bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai produk makanan dan minuman, termasuk mie instan dan bumbu penyedap makanan di seluruh dunia. Kekuatan perusahaan asal Swiss tersebut  berada  pada riset dan pengembangan yang kuat dalam memproduksi makanan dan nutrisi.

Anthony melihat bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan  kapal yang besar dengan 50.000 karyawan. Harus terdapat  komunikasi yang baik supaya  kinerja perusahaan bisa terfokus tajam dalam melihat pasar.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Profil Prajogo Pangestu-Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat 

Profil Prajogo Pangestu – Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat

Nama Lengkap : Prajogo Pangestu
Tempat , tanggal lahir : Sambas , Kalimantan Barat , 13 Mei 1944
Profesi : Pengusaha
Istri : Herlina Tjandinegara
Anak : Nancy, Agus Salim
Karier :
  • Pendiri Pabrik Chandra Asri di Cilegon, Banten, 1990
  • Pendiri Bank Andromeda, 1990
  • Presiden PT Chandra Asri, 1990 – 1999
  • Presiden Komisaris PT Tripolyta Indonesia Tbk
  • Presiden Komisaris PT Chandra Asri Petrochemical Center
  • Wakil Presiden Komisaris PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper
  • Presiden Komisaris PT Barito Pacific Timber, Tbk, sejak 1993
  • Komisaris PT Astra International, 1993 – 1998
  • Pendiri sebuah Hotel di Pulau Sentosa, Singapura, 1991
  • Pendiri PT Musi Hutan Persada, 1991
  • Pendiri PT Barito Pacific Lumber, 1977
  • General Manager Pabrik Plywood Nusantara,Gresik, Jawa Timur, 1975
  • Pegawai di PT Djajanti Group, 1969 – 1976.

Pendiri Barito Group ini mengawali kariernya dari mulai  dari seorang sopir angkot. Jatuh bangun, beliau  rasakan. Puncaknya, Sang Raja Kayu Prajogo Pangestu pernah masuk salah satu orang kaya Indonesia.

Prajogo Pangestu lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1944. Terlahir dari keluarga yang  miskin mengharuskan  seorang Prajogo hanya menamatkan sekolahnya hingga tingkat menengah pertama.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Akan tetapi ,  beliau  tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung memperoleh  pekerjaan. Oleh sebab itu,  beliau akhirnya  memutuskan kembali ke Kalimantan dan bekerja menjadi  seorang sopir angkutan umum.

Ketika  menjadi pengemudi, pada tahun 60- an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 beliau  bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group. Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager ( GM ) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo.

Akan tetapi , Prajogo menjadi GM di pabrik Plywood hanya setahun dan keluar untuk memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy, yang pada saat  itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Prajogo membayarnya dengan uang pinjaman Bank BRI dan beliau  lunasi hanya dalam setahun.

Dalam perjalanannya, Prajogo mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific. Selanjutnya  bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak – anak Presiden Soeharto dan pengusaha yang  lainnya demi memperlebar bisnisnya. Bahkan Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke – 40 orang terkaya Indonesia.

Pada era Presiden Soeharto, Prajogo termasuk salah satu konglomerat ternama yang dimiliki Indonesia. Bisnisnya dengan bendera Barito Group berkembang luas dibidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Saat ini  Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. PT Djarum Indonesia dimiliki oleh dua orang bersaudara yang  bernama Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Michael Bambang Hartono adalah  orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Robert Budi Hartono. Kekayaannya ini berasal dari kepemilikan sahamnya di PT Djarum serta beliau  juga merupakan salah satu pemilik Bank BCA.

Biografi Michael Bambang Hartono Salah satu orang terkaya di Indonesia, Michael Hartono memiliki  nama lengkap Michael Bambang Hartono. Beliau adalah  keturunan Cina yang lahir dengan nama Oei Hwie Siang. Michael Hartono lahir di Kudus, pada tanggal 2 Oktober 1939. Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan yang merupakan pemilik  dari pabrik rokok dan ibunya bernama Tjurahaju. Beliau memiliki  saudara  yang bernama Robert Budi Hartono yang merupakan orang terkaya nomor satu di Indonesia. Michael Hartono menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun yang terhitung sejak tahun 1959 – 1963.

Karir di PT Djarum

Karir beliau berlanjut di dunia bisnis, sebagai seorang  Direktur PT Djarum. Michael Hartono bersama kedua saudaranya merintis usaha yang diwariskan oleh  ayah mereka. Sebagai salah satu pewaris sebuah perusahaan besar, Michael bekerja keras  dalam mengelola serta  mengembangkan perusahaan tersebut.

Kerajaan bisnis Group Djarum semakin berjaya dan mampu meraup pangsa pasar yang menjanjikan. Produk rokok Djarum laku keras di pasar, hingga mencapai 20% dari 240 milyar batang rokok per tahun dari total produksi nasional. Semua itu  berhasil diraih karena kemampuan Djarum dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam profil Michael Hartono dijelaskan bahwa beliau merupakan  pengelola PT Djarum dengan keberhasilan optimal. Usaha tersebut di mulai sejak  tahun 1951, ketika ayah mereka, Oei Wie Gwan, membeli usaha kecil dibidang kretek  yang bernama Djarum Gramophon.

Nama tersebut diganti menjadi Djarum. Perjalanan Djarum terhambat dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 1963, yang hampir memusnahkan perusahaan. Rintangan tersebut justru menjadi titik balik Djarum yang berjaya setelahnya.

Inovasi Oleh Michael Bambang Hartono

Kebangkitan tersebut dilakukan dengan memodernisasikan peralatan produksinya sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan produktivitas dan perolehan penjualan. Pasar ekspor mulai dirambah Djarum pada tahun 1972.

Inovasi produk perusahaan terdapat dalam dua jenis, yaitu Sigaret Kretek Tangan ( SKT ) dan Sigaret Kretek Mesin ( SKM ). Produk SKT adalah Djarum 76 dan Djarum 12, sedangkan produk SKM adalah Djarum Super, La Lights, Djarum Mezzo, Djarum Black. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik dan berasal dari dalam negeri. Tembakau berasal dari Weleri, Muntilan, Temanggung, Jember, Lombok, Madura, Bojonegoro, dan Mranggen. Cengkehnya berasal dari Aceh, Jawa, Bali, Ambon, Manado, dan lain  sebagainya. Selain inovasi produk, Djarum melakukan inovasi bisnis di bidang properti, perhotelan, perbankan, dan  juga agribisnis. Michael Hartono juga membuka bisnis properti dengan anak perusahaannya,  yaitu PT CKBI.

Pemilik Bank BCA

Djarum melakukan peremajaan pada Hotel Indonesia dan Inna Wisata. Djarum membeli saham milik PT BCA sebanyak 50.24 % dan  menjadikan Michael Bambang Hartono dan saudaranya, Robert Budi Hartono sebagai pemilik Bank BCA. Disamping  itu, Saham Farindo juga dimiliki sebesar 10 %. Kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan memiliki bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan. Michael Hartono adalah seorang pebisnis yang handal. Inovasi manajerialnya sangat optimal. Sikapnya yang pantang menyerah menjadi poin plus untuk terus mengembangkan bisnis hingga tercapai kesuksesan besar seperti saat ini.

Orang Terkaya di Indonesia

Bersama dengan saudaranya Robert Budi Hartono, Michael Hartono di tasbihkan menjadi orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Budi Hartono. Di dunia, Michael Bambang Hartono menempati posisi 75 dalam daftar orang terkaya di dunia. Michael Bambang Hartono diketahui mempunyai  kekayaan sekitar 158 triliun rupiah menurut data dari majalah Forbes pada  tahun 2018.

Selain berbisnis, Michael Bambang Hartono juga sangat menyukai olahraga. Diketahui  bahwa beliau  merupakan atlet yang memenangkan medali perunggu dari olahraga Bridge yang dipertandingkan dalam Asian Games pada tahun 2018 di Indonesia. Sementara itu  saudara, Robert Budi Hartono sangat menyukai olahraga Bulutangkis. Beliau  bahkan mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969 yang kemudian mencetak para bakat – bakat atlit bulutangkis terbaik di Indonesia.

Kiprah Djarum sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Konsumen rokok di Indonesia yang tergolong besar, menjadikan pendapatan Djarum meningkat serta terus bertahan, dsan  menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia. Djarum juga memiliki program CSR bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya tersebut tidak lepas dari peran salah satu pemiliknya, yaitu Michael Bambang Hartono.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut – turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik  dari Grup Djarum, yang dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang.

Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya di ubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang mempunyai  nama Tionghoa Oei Hwie Tjhong oleh Majalah Forbes dicatat mempunyai  kekayaan sebesar 17.1 Milyar Dollar atau 228 Trilyun Rupiah.

Beliau adalah  Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 lalu selanjutnya  mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “ Djarum ” yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah terjadi  kebakaran  yang hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal dunia . ketika  itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Akan tetapi  kemudian ditangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum  dapat  bertumbuh menjadi sebuah perusahaan raksasa.

Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi dengan menggunakan mesin, di ikuti  dengan merek Djarum Super yang di perkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini mempunyai  pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20 % dari total produksi nasional.

Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 2009 bersama dengan rokok kretek  yang lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia. Kemudian Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnyapun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis serta investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951.

Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael mempunyai  perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat sejak  tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan dibawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditandatangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008.

Proyek ini mencakup hotel ( renovasi dari Hotel Indonesia ), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah. Majalah Globe Asia menyatakan  bahwa Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono dibawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke sektor perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk ( BCA ) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia pada akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun ( tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah ).

BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV, banyak hal sudah  dilalui sejak saat berdirinya  tersebut , dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada  tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia yang diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian maka tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah – tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah  dengan seorang wanita yang bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini mempunyai  tiga orang putra yang kesemuanya sudah  menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi kemudian  mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis ditempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda tersebut  dimatanya, mempunyai  semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tidak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak tersebut  mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “ King Smash ”.

Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono,mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak dibawah bendera Polytron yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, serta  dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yaitu Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Amancio Ortega (Pendiri Zara Fashion) – Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

Biografi  : Amancio Ortega – Pendiri dan  Pemilik Zara Fashion

Apabila anda seorang penggemar fashion, pasti telinga anda sudah tidak asing lagi dengan merk fashion terkenal  “ Zara “ . Merk fashion yang satu ini sangat terkenal di dunia internasional. Akan tetapi  siapa sangka pemilik atau pendiri Zara yang terkenal adalah  seseorang yang sederhana dan putus sekolah sejak usia 13 tahun namun  mempunyai  kekayaan sebesar US$ 57 miliar dan berhasil menduduki posisi sebagai orang terkaya nomor tiga di dunia.

Amancio Ortega (Pendiri Zara Fashion) - Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

 Amancio Ortega lahir pada tanggal 28 maret 1936 di Spanyol dari keluarga yang miskin. Sejak kecil beliau  bahkan tidak memperoleh  pendidikan formal di karenakan kondisi perekonomian keluarganya yang sangat  memprihatinkan karena  itu di usianya yang 13 tahun  beliau memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu kedua orang tuanya bekerja. Ayah Ortega adalah seorang  pekerja biasa di rel kereta api, sementara itu  ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga.

Profil Kehidupan Amancio Ortega

Amancio Ortega di usia 13 tahun berkerja sebagai  seorang pengantar di tempat pembuatan pakaian mewah. Dari sini beliau  kemudian di percaya dan kemudian  di angkat menjadi asisten penjahit tempat dimana beliau  berkerja. Ditempat itu juga beliau  selanjutnya  belajar bagaimana menjahit pakaian yang baik.  Beliau  juga mempelajari bagaimana proses produksi hingga distribusi pakaian dari pabrik lalu ke toko. Di sini juga beliau selanjutnya belajar betapa pentingnya memberikan pakaian langsung ke konsumen tanpa distributor.

Hal Itulah yang kemudiaan  beliau  gunakan sebagai salah satu strategi kesuksesan besarnya di Zara.  Beliau mencoba mengendalikan semua tahapan produksi tekstil  untuk  memangkas biaya. Disamping  itu juga supaya  lebih cepat dan fleksibel dalam memproduksi pakaian. Setelah menjadi asisten penjahit,  beliau  ikut bekerja bersama kedua saudara kandungnya, Antonio dan Josefa sebagai salesman di sebuah toko baju yang tengah berkembang.

 Di  awal tahun 1960 – an Ortega  selanjutnya  menjadi manajer di toko pakaian lokal.  Beliau kemudian sadar bahwa  hanya sedikit orang kaya yang mampu membeli baju – baju dengan harga  yang mahal. Bersama Rosalia Mera, dan kedua saudara kandungnya, mereka mulai memproduksi baju – baju murah namun berkualitas.  Beliau  lalu jatuh cinta pada Mera dan menikahinya pada tahun  1966. Dari situ, Ortega bersama sang istri mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Dari situ  juga beliau  kemudian mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya serta  mendirikan toko pertamanya. Beliau  tetap menjualnya dengan harga yang  lebih murah akan tetapi  dengan kualitas yang bagus.

Pada  tahun 1975, bersama istri pertamanya tersebut  beliau  mendirikan toko Zara di depan toko perbelanjaan paling penting di kota Spanyol. Tempat tersebut  adalah  lokasi yang sangat strategis. Bisnisnya terus maju dengan pesat karena harganya yang murah dan  juga kualitasnya yang mewah. Pada tahun 1989, Ortega tercatat sudah  membuka hampir 100 toko Zara di Spanyol. Saat ini, terdapat lebih dari 1.700 toko Zara di 86 negara yang tersebar di enam benua. Tidak heran, Zarapun menjadi riteler pakaian terbesar di dunia. Bahkan Kate Middleton merupakan penggila sejumlah desain Zara.

Milyarder Misterius

Ortega terkenal sangat melindungi kehidupan pribadinya dari sorotan media dan publik. Perusahaannya juga hanya memberikan sedikit informasi mengenai  dirinya. Selama berpuluh – puluh tahun malang melintang di dunia bisnis, Ortega hanya mempunyai  satu foto saja untuk media. Foto tersebut pertama kali muncul dalam laporan keuangan tahunan perusahaannya pada  tahun 1999. Akan tetapi setelah  itu paparazzi berhasil mendapatkan beberapa fotonya.

Tidak cukup sampai di situ, seumur hidupnya hanya  tiga wartawan yang di perbolehkan untuk mewawancarainya. Ortega juga jarang datang ke acara – acara kantor. Bahkan Ortega tidak menemui Pangeran Spanyol Felipe yang mengunjungi Inditex, perusahaan pakaian multinasional dimana  beliau  mempunyai  60% sahamnya. Sang tamu kerajaan justru hanya disambut oleh salah satu wakil Ortega.

Pada bulan Desember 2012, media Spanyol mengabarkan bahwa  Ortega membayar US$ 500 ribu untuk mencegah paparazzi mempublikasikan foto anaknya, Marta yang tengah berbulan madu bersama suaminya. Tidak heran banyak orang  yang tidak mengenal profilnya, Ortega memang seorang  miliarder misterius. Meskipun  kekayaannya datang dari bisnis pakaian,  namun Ortega selalu berpakaian sangat sederhana.

Beliau  selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih serta celana abu – abu. Uniknya, semua pakaian nya tersebut bukan produk Zara. Beliau  juga tidak pernah  mengenakan  dasi selain pada pernikahan pertamanya. Tidak hanya itu, sebagai  seorang bos yang paham betul arti kemiskinan, beliau  selalu pergi ke kedai kopi yang sama setiap hari. Beliau  bahkan selalu makan siang bersama karyawannya di kafetaria kantor.

Amancio Ortega dan Zara

Sebagai seorang bos  beliau memang terkenal sangat ramah.  Beliau  selalu berusaha untuk  mendekati dan bicara dengan karyawannya.  Beliau  memperhatikan bahkan hal terkecil di kantornya. Hal unik lain soal Ortega, di hari pertama ketika beliau  menjual saham Inditex pada  tahun 2001 dan di umukan sebagai pria terkaya di Spanyol, beliau  tidak membuat perayaan besar. Beliau  tetap bekerja. Beliau  hanya menonton TV selama 15 menit untuk melihat dirinya dikabarkan mendapatkan  uang US$ 6 miliar. Sesudah  itu beliau  kembali makan siang di kantornya. Dengan tampilan  yang sederhana, pria tiga anak tersebut telah mempunyai  harta sebesar US$ 57 miliar atau setara  dengan Rp 659,3 triliun. Akan tetapi  sebagai miliarder,  beliau  tidak banyak berubah, tetap sederhana.

Kehidupan Pribadi Amancio Ortega

Ortega menikah dengan Rosalia Mera pada  tahun 1996. Bersama Mera  beliau  mendirikan Zara dan membuat istri pertamanya tersebut sebagai salah satu wanita terkaya di Spanyol. Mera diketahui meninggal  dunia pada  tanggal 15 Agustus 2013 karena sakit yang di deritanya. Dari pernikahannya dengan Mera, beliau  di anugerahi dua anak. Sandra, anak pertamanya saat ini berusia 44 tahun dengan kekayaan sebesar US$ 1,1 miliar.

Anak keduanya adalah Marcos yang menderita cacat mental sejak lahir. Hal ini adalah  terpaan terburuk dalam hidup Ortega. Uang berlimpah di beberapa kasus tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Pada tahun  1983, Mera kembali memberinya anak perempuan  yang bernama Marta yang saat ini bekerja sebagai karyawan di Inditex. Akan tetapi , pasangan suami istri pendiri Zara ini memutuskan untuk  bercerai pada tahun  1986.

Beliau kemudian  menikah dengan Flora Perez Marcote yang merupakan karyawannya sendiri pada tahun 2001. Yang paling disesali dalam hidupnya adalah  beliau  tak pernah mempunyai  cukup banyak waktu untuk keluarganya. Ortega dan istri keduanya tinggal di apartemen di La Coruna Spanyol dekat dengan pelabuhan utama Benua Atlantik. Di waktu luangnya, Ortega menunggang kuda di pusat pelatihan miliknya di Finisterre, Spanyol.  Beliau  membangun tempat tersebut karena kecintaan sang istri terhadap kuda.  Beliau  juga mempunyai  The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida yang merupakan salah satu hotel terbaik di Amerika Serikat ( AS ).

Beliau  juga membeli pencakar langit tertinggi di Spanyol, Torre Picasso di Madrid. Bangunan setinggi 515 kaki tersebut dibeli seharga US$ 536 juta. Kendaraan pribadinya sudah pasti sangat mewah.  Beliau  mengendarai sedan mewah Audi A8 yang lebih dari sekadar nyaman. Tidak hanya itu beliau juga mempunyai  pesawat jet pribadi The Global Express BD – 700 yang dirancang Bombardier, salah satu manufaktur pesawat jet mewah paling unggul. Pesawat tersebut dijual seharga US$ 45 juta. Akan tetapi  Ortega jarang berlibur dengan pesawat tersebut,  beliau  lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja.

Baca Juga :

Categories
PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Soichiro Honda Pendiri Honda – Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

Biografi  : Soichiro Honda – Pendiri Honda

 Perjuangannya dalam mendirikan perusahaan Honda dilaluinya  dengan susah payah akan tetapi  semua perjuangannya itu terbayar berkat temuan mesinnya yang kemudian melahirkan sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia yaitu Perusahaan Honda.

Soichiro Honda Pendiri Honda
Nama : Soichiro Honda
Tempat , tanggal lahir : Shizuoka , Jepang , 17 November 1906
Orangtua : Gihei Honda ( Ayah ), Mika Honda ( Ibu )
Saudara : Benjiro Honda
Istri : Sachi Honda
Anak : Hirotoshi Honda

Biografi Soichiro Honda

Soichiro Honda, begitulah namanya disebut. Pendiri perusahaan Honda ini lahir pada tanggal 17 November 1906 di Shizuoka, Jepang. Ayah beliau bernama Gihei Honda dan ibunya bernama Mika Honda. Soichiro Honda mempunyai satu orang saudara kandung laki-laki yang  bernama Benjiro Honda.

 

Masa Kecil

Sejak kecil Honda sudah mempunyai ketertarikan tentang mesin terutama mesin mobil. Beliau dapat dikatakan cukup cerdas. Akan tetapi Honda sering malas jika ke sekolah.

Mengenai biografi Soichiro Honda, ketika beliau berumur 16 tahun beliau  diketahui tidak mau melanjutkan sekolahnya. Karena beliau menganggap sekolah ketika  itu hanya membuang waktu. Beliau hanya ingin mendalami menangani  mesin mobil.

Akhirnya, ayahnya Gehei Honda yang mengerti betul mengenai ambisinya mengenalkan kepada seorang teman di Tokyo yang bernama Kashiwabara, seorang direktur bengkel mobil yang bernama Art.

 

Bakat Mekanik Honda

Pada bulan Maret tahun 1922, Soichiro Honda diantar oleh  ayahnya ke Tokyo untuk bekerja disana. Namun bukan sebagai teknisi atau yang berhubungan dengan mesin, beliau hanya sebagai pengasuh bayi. Bayi yang beliau asuh adalah anak dari direktur bengkel Art.

Dari sanalah pengetahuan Honda mengenai mesin berkembang. Beliau  mencuri-curi waktu di saat bengkel tutup untuk sekedar melihat dan juga menganalisa mesin mobil.Apalagi pada saat beliau menemukan sebuah buku di perpustakaan, dan mengumpulkan uang gajinya hanya untuk menyewa buku tersebut. Buku yang pertama beliau  baca adalah Sistem Pembakaran Dalam.

Pada suatu hari, disaat Soichiro sedang mengepel lantai, beliau diajak oleh majikannya untuk membantu di bengkel, karena hari itu bengkel sedang sibuk. Dan disinilah beliau menunjukkan kemampuannya dalam  membetulkan mesin mobil Ford model T yang dikeluarkan pada tahun 1908.

Dengan pengetahuannya mencuri -curi waktu untuk sekedar mengintip mesin mobil serta ilmu yang beliau peroleh dari buku, akhirnya beliau berhasil membuat takjub para teknisi yang lain.

Ketika berumur 18 tahun, beliau pergi ke kota Marioka untuk membetulkan mesin mobil. Karena masih muda, sampai-sampai penjemput keheranan.

Ketakjuban para teknisi tidak sampai disitu saja , ketika beliau mulai membongkar mobil pun, banyak yang tidak percaya beliau mampu memasangnya kembali. Namun ternyata, beliau berhasil membetulkan mobil tersebut.

Dengan prestasinya tersebut, pada usia 22 tahun Soichiro Honda sudah menjadi kepala bengkel Art, dan dipercaya untuk membuka cabang di kota Hamamatsu.

 

Honda Menjadi Kepala Bengkel

Dalam biografi Soichiro Honda, Pada tahun 1928 Soichiro menjadi kepala bengkel Art cabang Hamamatsu. Pada awalnya bengkel tersebut hanya memiliki 1 orang karyawan, namun setelah 3 tahun berdiri, sudah memiliki sekitar 50 orang karyawan.Selama kurun waktu tersebut, masalah perbaikan mobil diserahkan kepada anak buahnya yang terlebih dahulu diberikan pengetahuan mengenai mesin. Sedangkan Soichiro hanya memeriksa hasil kerja anak buahnya, dan lebih berkonsentrasi pada peningkatan kreativitas danjuga pengetahuannya dalam bidang mesin.

Sebagai kepala bengkel, beliau terkenal galak dan keras. Beliau  tidak segan untuk memukul kepala anak buahnya dengan obeng atau kunci pas (seperti yang terlihat di buku, entah itu benar atau tidak).Dari seluruh karyawannya, terdapat dua golongan. Yang satu adalah yang bertahan serta yang melarikan diri. Dan biasanya, orang-orang yang bertahan adalah orang-orang yang menjadi teknisi yang handal.

Dalam kurun waktu 3 tahun, Soichiro membuat veleg mobil yang terbuat dari besi. Di masa itu, veleg mobil terbuat dari kayu, sehingga apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama, poros veleg tersebut akan longgar. Pada tahun 1933, ternyata Soichiro telah mulai membuat mobil balap dengan tangannya sendiri, yang beliau  namakan Curtis. Nama Curtis diambil dari nama mesin yang beliau  gunakan, mesin pesawat jenis Curtis A1. Dengan mobil buatannya, beliau pernah menjuarai balapan namun hanya sebagai navigator, bukan sebagai pembalap.

Di tahun yang sama, Soichiro menikah dengan Sachi, seorang wanita yang berpendidikan. Kehadiran Sachi yang berpendidikan, bagi seorang Soichiro yang tidak menjalani pendidikan formal menjadi sangat besar artinya. Sachi tidak hanya berperan sebagai istri, namun juga sebagai  guru yang mengajarkan tata krama dan juga  ilmu-ilmu dasar. Namun yang paling besar artinya adalah bagaimana Sachi mengerti mengenai minat Soichiro pada bidang teknik.

 

Dari Piston Ring ke Motor

Pada tahun 1934, Soichiro berencana untuk  membuat sebuah  mobil sendiri. Bukan mengambil mesin mobil dari merek-merek terkenal ketika itu. Niat tersebutpun beliau jalani dengan terlebih dahulu membuat ring piston. Pada  tahun 1935, tepat disamping bengkel Art beliau membuat papan nama Pusat Penelitian Ring Piston Art.

 

Piston Ring Buatan Honda

Ring piston buatan Soichiro selalu gagal, karena beliau sama sekali tidak mengerti masalah pencampuran logam. Karena ring piston buatannya selalu patah atau menggores dinding slinder.Akhirnya beliau datang ke Sekolah Tinggi Hamamatsu jurusan mesin, dan diberitahu bahwa ada campuran lain yang dibutuhkan untuk membuat ring piston, diantaranya adalah silikon.

Dengan informasi yang beliau terima, akhirnya beliau mempunyai  tekad yang bulat untuk melanjutkan sekolah, meskipun ketika  itu Soichiro sudah berumur 28 tahun.

Akhirnya 3 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 November 1937 ring piston berhasil dibuatnya. Dan pada tahun 1938 beloaumendirikan pabrik pembuatan ring piston bernama Tokai Seiki. Sedangkan bengkel yang beliau kepalai diserahkan kepada anak buahnya untuk dikelola.Bengkel yang beliau  dirikan akhirnya berproduksi secara resmi pada tahun 1941 setelah ada investor dari Toyota. Pada tahun 1945, ketika perang dunia 2 berkecamuk, Bengkelnya saat itu hancur di bom oleh pihak sekutu. Dan Jepang juga kalah dalam perang.

 

Putus Asa dan Hampir Menyerah

Dan hidup Soichiro menjadi terlunta-lunta. Beliau tidak mengerjakan pekerjaan apapun ketika itu. Tidak ada niat lagi untuk membangun pabrik, bahkan beliau hanya ingin belajar bermain suling ketika itu. Honda bahkan terlihat hampir menyerah.

Di masa setelah perang, dimana benda-benda masih sangat langka, justru industri tekstil berkembang sangat pesat ketika  itu. Kabarnya, orang-orang yang memiliki mesin tenun, sekali menggerakkan mesinnya, beliau dapat memperoleh 10 ribu yen.Dan ketika  itu Soichiroberfikir bagaimana membuat mesin tenun yang lebih canggih dari yang ada ketika itu. Beliau pun mendirikan pabrik pembuatan mesin tenun yang akhirnya terhenti karena kurang modal.

 

Sepeda Motor Pertama Honda

Ketika pabrik yang beliau buat terhenti, ada seorang teman yang menawarkan mesin pemancar radio bekas kegiatan perang yang ternyata berjumlah 500 buah.

Dan Soichiro diminta untuk memanfaatkan mesin tersebut. Sesudah  melihat sepeda, beliau pun berniat untuk  membuat sepeda motor dengan mesin pemancar radio.

Cara mengendarai sepeda motor ketika itu juga sangat berlainan dengan yang ada sekarang. Pertama-tamamesih harus dipanaskan dengan api, dan dibgenjot minimal 30 menit, baru mesin Dapat digunakan. Namun tetap saja laku keras, dan kapasitas produksi ketika itu 1 unit lebih dalam 1 hari. Dalam setahun saja, 500 buah pemancar radio habis.

Dengan prestasi tersebut, Soichiro terus mengembangkan mesin sepeda motor, dan berhasil menciptakan sebuah sepeda motor yang dinamakan dengan Dream D, setelah membuat mesin A, B, dan C. Motor buatan Soichiro ini merupakan mesin 2 tidak dengan 98 cc dan kecepatan maksimum hanya 50 km/jam.

Bersamaan dengan akan dipasarkannya Dream D, seorang marketer hebat bernama Fujisawa ikut menggabungkan diri dengan Soichiro dan membangun sebuah pabrik pembuatan sepeda motor.Kemudian , kehadiran Fujisawa membawa perubahan besar terhadap perusahaan bernama Honda.

Sebelum Dream D dipasarkan, Fujisawa menguji coba motor tersebut kepada masyarakat. Dan diketahui, karena Dream Dmeruapakn motor 2 tak, maka kebisingan yang dibuat menjadi masalah.Dan dengan demikian, Fujisawa memaksa agar Soichiro untuk membuat mesin 4 tak yang miskin suara kebisingan. Akhirnya mesin 4 tak dibuat dan berhasil menjadi nomor satu di Jepang. Dengan mesin 4 tak ini, kecepatan maksimum adalah 75 km/jam.

 

Perusahaan Honda Saat Ini

Sekarang perusahaan Honda telah menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia yang bersaing dengan Yamaha, Toyota dan juga perusahaan otomotif lain.

Produknya bukan hanya  saja motor melainkan mobil serta alat-alat teknologi yang lainnya seperti Robot. Dimana semua kesuksesan perusahaan tersebut dimulai dari mimpi pendirinya Soichiro Honda.

Baca Juga :

Categories
PENDIRI PERUSAHAAN

Enzo Ferrari Pendiri Ferrari – Biografi, Profil Lengkap dan Sejarahnya

Biografi : Enzo Ferrari – Pendiri Ferrari

Enzo Ferrari –  Pria Italia satu ini dikenal sebagai pendiri Ferrari yang dikenal sebagai perusahaan produsen mobil mewah dan sporty. Ferrari yang berlogo kuda jingkrak ini di dirikan oleh Enzo Ferrari pada tahun 1947.

Ferrari menjadi salah satu merk mobil ternama di dunia yang memproduksi mobil – mobil dengan desain sporty serta mewah di samping itu juga mempunyai  kecepatan yang tinggi. Tidak heran  jika Ferrari di identikkan dengan kemewahan. Semua itu tidak lepas dari peran Enzo Ferrari sebagai pendirinya.

Biografi Enzo FerrariBiografi Enzo Ferrari

Beliau mempunyai nama lengkap Enzo Ferrari yang lahir pada  tanggal 18 Februari 1898 di Modena, Italia. Ayahnya bernama Alfredo Ferrari dan ibunya bernama Adalgisa Ferrari.

Masa Kecil

Enzo besar di Modena, akan tetapi  beliau dibesarkan tanpa mengenyam pendidikan formal sebagaimana anak yang  lainnya. Enzo Ferrari muda mempunyai  hasrat dengan mobil balap. Diketahui bahwa Enzo mulai mengendarai mobil balap sejak usia sangat muda  serta  memutuskan menjadi pembalap sejak usia 10 tahun. Enzo tertarik di dunia otomotif  pada saat ayahnya Alfredo Ferrari membawanya menonton balapan di Sirkuit Bologna pada tahun 1908.

Enzo Ferrari kemudian mulai banyak menonton kompetisi balapan di Italia setelah itu, dalam benaknya kompetisi balap  adalah  sebuah tantangan yang menarik baginya.  Pada  tahun 1914, Enzo bekerja sebagai guru di Lathe Operator School di bengkel pemadam kebakaran di Modena, Italia. Nasib buruk menimpa Enzo pada saat  Perang Dunia I berkecamuk. Pada tahun 1916,  beliau harus kehilangan ayah dan saudara laki – lakinya yang meninggal akibat wabah flu di Italia.

Bergabung Dalam Militer

Di tahun yang sama, Enzo Ferrari bergabung dalam militer selama perang dunia I dan beliau di tugaskan di Resimen Alpine Ketiga, Val Seriana . akan tetapi pada saat  itu  beliau  terkena wabah flu pada tahun 1918, sehingga menyebabkan Enzo keluar dari militer  di saat  perang dunia I hampir berakhir.

Setelah keluar dari militer, Enzo Ferrari memperoleh  surat rekomendasi dari otoritas militer, Italia saat  itu. Enzo selanjutnya melamar pekerjaan ke perusahaan Fiat pada tahun 1918. Sayangnya tidak ada lowongan disana ketika  itu.

Tapi,  beliau  kemudian memperoleh  pekerjaan sebagai pengemudi tes di kota Turin, Italia di sebuah perusahaan motor. Pada tahun 1919, Enzo mulai bekerja di perusahaan  yang bernama Costruzioni Meccaniche Nazionali, di kota Milan sebagai pengemudi uji coba.

Memulai Balapan Pertama

Keahliannya dalam mengemudi membuat Enzo segera di promosikan sebagai seorang pembalap. Pada tahun 1919, Enzo Ferrari mengawalai debut balapan pertamanya di balapan Parma – Poggio di Berceto. Beliau  finish di posisi ke 4 dalam lomba.  Beliau  juga berpartisipasi dalam balapan Targa Florio di tahun yang sama akan tetapi beliau menuai hasil yang kurang memuaskan karena bermasalah dengan tangki bahan bakar.

Pada tahun 1920, Enzo Ferrari mengikuti balapan mobil Targa Florio sekali lagi.  Beliau  mengendarai Alfa Romeo, dan finish di posisi kedua. Kemenangan ini merupakan  awal dari pengalamannya selama 20 tahun dengan tim Alfa Romeo. Pada tahun 1921, Enzo mengambil bagian dalam banyak balapan sebagai pembalap tim Alfa. Beliau  mengalami kecelakaan pertamanya di tahun yang sama ketika  Grand Prix Brescia.

Membentuk Tim Balap Scuderia Ferrari

Sejarah Ferarri dimulai  pada tahun 1923, Enzo bertemu dengan Count Baracca, Francesco Baracca, dan Countess Baracca. Mereka memberikan logo “ Kuda Jingkrak ” mereka sebagai maskot di mobil balap Enzo Ferrari.  Pada tahun 1929, Enzo kemudian membentuk  sebuah tim balap Scuderia Ferrari Grand Prix yang menjadi bagian dari tim balap Alfa Romeo.

Di Tahun 1931 menjadi tahun terakhir bagi Enzo sebagai seorang  pembalap. Balapan terakhirnya adalah di sirkuit Three Provinces dimana  beliau  finish di urutan kedua dengan mengendarai mobil Alfa Romeo 8C 2300 MM.

Sesudah  itu  beliau meninggalkan balapan pada tahun tersebut. Di tahun 1933, karena kendala keuangan membuat Alfa menghentikan hubungannya dengan tim balap Scuderia Ferrari bentukan Enzo Ferrari. Alfa kemudian mengambil alih balapan pada tahun 1937 dan Enzo di tempatkan sebagai Direktur Olahraga. Pada tahun 1939, Beliau  kemudian meninggalkan tim Alfa Romeo dengan kesepakatan bahwa Beliau  tidak akan menggunakan nama Ferrari dalam kaitannya dengan mobil balap dan Selama empat tahun ke depan. Pada tahun yang sama,  beliau  mendirikan perusahaan sendiri yang  bernama Auto Avio Costruzioni di Modena.  Beliau  mengawali  perusahaannya  tersebut  di sebuah garasi di Viale Trento e Trieste.

Mendirikan Perusahaan Ferrari

Pada tahun 1940, Enzo Ferrari kemudian merancang  sebuah mobil balap untuk Mille Miglia. Pada tahun itu juga perusahaan milik Enzo di paksa untuk memproduksi mobil untuk Pemerintah Fasis Benito Mussolini disaat  perang dunia II berkecamuk.  Beliau  juga mendesain mobil Ferrari pertama pada tahun 1945. Sesudah  perang dunia II selesai, Enzo Ferrari resmi mendirikan perusahaan Ferrari pada tahun 1947.

Memenangkan Grand Prix Pertama Kali

Selanjutnya pada tahun 1951, perusahaan Enzo memenangkan Grand Prix pertamanya bersama Jose Froilan Gonzalez di sirkuit Silverstone. Kejuaraan ini  adalah  kemenangan pertama perusahaan Ferrari. tahun itu juga merupakan  waktu disaat  perusahaan Ferrari mulai menjual mobil sport hasil rancangannya dan hasilnya digunakan untuk membiayai partisipasinya dalam turnamen balapan.

Dalam biografi Enzo Ferrari diketahui bahwa pada tahun 1957, Ferrari dan Englebert yang merupakan pabrikan ban dituduh telah  melakukan pembunuhan  pada saat  Mille Miglia dan Alfonso de Portago mengendarai Ferrari meninggal bersama dengan rekannya disaat  salah satu bannya meledak. Ketika itu sembilan orang dari penonton juga tewas. Akan tetapi  tuntutan itu dihentikan pada tahun 1961.

Pada tahun 1969, Enzo menjual sekitar 50% sahamnya kepada perusahaan Fiat  namun  Enzo mempunyai  kendali penuh dalam mengatur balapan bagi Ferrari. Padahal ketika  itu Ford adalah  perusahaan pertama yang memberikan tawaran kepada Ferrari akan tetapi beliau  memutuskan untuk  tidak meneruskan tawaran tersebut .

Tahun 1974, Enzo memilih pensiun dari posisi managing director Ferrari.  Beliau  kemudian mempromosikan Luca Cordero di Montezemolo sebagai manajer tim Formula satu dan memintanya untuk mewakili beliau  di semua perlombaan.

Membuat Berbagai Mobil Kelas Dunia

Pada tahun 1982, Ferrari membuat sebuah  mobil yang mempunyai  basis kokoh dan memilih pengemudi kelas dunia. Meskipun Ferrari tetap  terlibat dengan Scuderia hingga kematian nya akan tetapi  tidak ada lagi kejuaraan yang di ikuti oleh Enzo Ferrari.

Enzo Ferrari Wafat

Enzo Ferrari  meninggal dunia pada tanggal 14 agustus 1988  dalam  usia 90 tahun. Kematiannya di umumkan dua hari kemudian. Selama hidupnya, Enzo Ferrari di kenal sebagai seorang tertutup hampir tidak pernah tampil di publik ataupun  memberikan wawancara kepada wartawan. Enzo juga dikenal sebagai seorang pekerja keras.

Dalam kehidupan pribadinya, Enzo Ferrari diketahui menikah dengan seorang wanita yang bernama Laura Dominica Garello Ferrari pada tahun 1932. Mereka mempunyai  seorang putra yang bernama Alfredo ‘ Dino ’ Ferarri. Akan tetapi  anaknya tersebut meninggal  dunia karena penyakit distrofi otot pada tahun 1956. Pada tahun sebelumnya yaitu  tahun 1945, Enzo Ferrari mempunyai  putra kedua yang  bernama Piero dari kekasihnya yang bernama Lina Lardi namun  pada tahun 1975 beliau  baru mengakui Piero sebagai putra sahnya, setelah kematian Lina Lardi.

Perusahaan Ferrari Sepeninggal Enzo Ferrari

Sepeninggal Enzo Ferrari, perusahaan Ferrari menjadi salah satu perusahaan pabrikan mobil balap dan mobil sporty yang  terkenal di dunia. Mobil – mobil produksi Ferrari dikenal dengan desain yang elegan dan  juga mewah. Ferrari juga masih berpartisipasi dalam turnamen balap formula satu di dunia.

Baca Juga :