Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi Chris Feng – CEO Shopee

Biografi : Chris Feng – CEO Shopee

Shopee adalah  perusahaan e-commerce yang berada di bawah naungan Garena ( berubah nama menjadi SEA Group ), yang merupakan perusahaan internet di Asia Tenggara. Menjalankan bisnis C2C mobilemarketplace, Shopee resmi diperkenalkan di Singapura pada tahun 2015 yang di ikuti dengan negara Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan juga Indonesia.

Mengusung visi ” Menjadi C2C Mobile Market place Nomor 1 di Asia Tenggara “, Shopee yang berada di bawah naungan CEO, Chris Feng, yaitu seorang pria lulusan terbaik dari Universitas Nasional Singapura  yang memungkinkan bagi para penggunanya untuk membeli atau menjual barang dengan melalui aplikasi  yang tersedia di platform iOS dan Android.

Chris Feng adalah Chief Executive Officer Shopee. Chris mempunyai rekam jejak yang mapan di sektor e – commerce, media, serta teknologi. Sebelum fokus penuh di Shopee, Chris memulai dan juga mengelola divisi bisnis game seluler Garena selama sekitar 2 tahun. Sebelum itu, Chris menghabiskan lebih dari tiga tahun dengan Rocket Internet, mengambil peran sebagai Direktur Pelaksana Regional Zalora Asia Tenggara, serta Direktur Pelaksana Wilayah dan Chief Purchasing Officer Lazada Asia Tenggara. Sebelumnya, beliau  menghabiskan tujuh tahun di Mc Kinsey dan berbasis di Frankfurt, Kopenhagen, dan Singapura. Dengan beasiswa penuh yang berasal dari pemerintah Singapura, Chris lulus dengan First Class Honours dari National University of Singapore ( Sekolah Komputasi ), serta belajar Ilmu Manajemen dan Teknik di Universitas Stanford.

Chris sudah secara teratur diundang untuk berbicara di beberapa konferensi teknologi dan e-commerceyang terkenal di Jakarta, termasuk Indonesia E – Commerce Summit dan Expo ( IESE ) dan Tech in Asia Jakarta tahun 2016. Dalam konferensi Tech in Asia Jakarta 2016 baru – baru ini, Chris dipercaya untuk berbicara dengan tema “ E – Commerce yang Berkembang di Indonesia ”, dimana beliau  menjelaskan pandangannya mengenai perkembangan industri e-commerce di Indonesia. Menurut beliau, pasar e – commerce di negara ini masih terus berkembang serta juga  belum mencapai titik jenuh. Pengguna semakin pintar, karena mereka menjelajahi opsi belanja online baru untuk menyesuaikan kebiasaan mereka, yang serba cepat, komunikatif, dan juga dipenuhi dengan DNA sosial yang kuat.

Pasar e – commerce di Indonesia kini  semakin marak dengan terus bermunculannya marketplace. Tidak heran apabila market place asal Singapura, Shopee tidak ingin ketinggalan merebut pasar di Indonesia. Bagi seorang  CEO Shopee, Chris Feng, Indonesia adalah pasar potensial dengan penduduk yang mencapai 250 juta. Disamping itu, penetrasi internet di Tanah Air semakin tinggi dengan lebih dari 80 juta pengguna internet. Tentu saja hal ini merupakan pasar yang menggiurkan bagi Shopee yang telah diluncurkan sejak tahun lalu.

Chris Feng berfikir bahwa Indonesia adalah pasar yang besar dan berkembang, khususnya di kalangan anak muda. Oleh sebab itu beliau fokus pada segmen anak muda. Apalagi pertumbuhan kelas menengah di Indonesia juga cukup menjanjikan. Saat  ini juga merupakan waktu yang tepat bagi e – commerce untuk bermain di pasar yang besar ini. Terlebih lagi saat ini banyak anak muda yang menggunakan perangkat mobile dibandingkan  desktop. Mereka dapat  melakukan jual beli melalui perangkat yang ada. Kedepannya beliau akan memperbaiki aplikasi serta menghadirkan tools yang memudahkan penjual  untuk mengelola barang. Satu hal yang perlu di ingat, kontribusi Indonesia mencapai 20 – 30% dari total market Shopee.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT MILYADER PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Biografi :  Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Nama Lengkap : Anthony Salim
Alias : Liem Hong Sien
Tanggal Lahir : Selasa , 25 Oktober 1949
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Sudono Salim
Karier :
  • CEO Salim Group
  • Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( 2004 )
  • Non – Executive Chairman and Chairman of Nomination Committee First Pacific Company Ltd ( 2003 )
  • Former Non – executive Director Elders Limited
  • Member of International Advisory Board Allianz SE
  • President Commissioner Fastfood Indonesia PT
  • Former President Commissioner PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
  • President Director and Member of the Board of the Directors PT Indofood CBP Sukses Makmur
Penghargaan : Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005

Anthony Salim alias Liem Hong Sien, CEO Group Salim ( generasi kedua ) terpilih sebagai salah seorang 10 Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh  pada tahun 2005 versi Warta Ekonomi. Beliau  dinilai  telah berhasil membangun kembali kerajaan bisnis Salim Group, setelah sempat mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun  1998. Sebelum krisis moneter dan ekonomi 1998, Group Salim terbilang konglomerasi terbesar di Indonesia dengan aset mencapai US$ 10 milyar ( sekitar Rp 100 trilyun ). Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim, sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Bank Central Asia ( BCA ), miliknya di- rush ketika krisis multidimensional 1998 tersebut. Untuk mengatasinya, terpaksa menggunakan BLBI dan akibatnya berhutang hingga Rp 52 trilyun. Anthony yang sudah di percayakan memegang kendali perusahaan menggantikan ayahandanya  yaitu Sudono Salim ( Liem Sioe Liong ) ini pun bertanggung jawab.  Beliau  melunasi seluruh hutangnya, meskipun  harus terpaksa melepas beberapa perusahaan. Diantara perusahaan yang dilepas adalah PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA ( kemudian dikuasai Farallon Capital dan Grup Djarum ) dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Akan tetapi , beliau  tetap mempertahankan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills, yang merupakan produsen mie instan dan terigu terbesar di dunia. Disamping  itu juga berkibar beberapa perusahaan di luar negeri, di antaranya  berada di Hong Kong, Thailand, Filipina, Cina dan juga  India.

Majalah Globe Asia menobatkan Anthony Salim, bos Grup Indofood sebagai taipan terkaya ketiga Indonesia.  Beliau berada di bawah posisi Budi Hartono ( Grup Djarum ) dan Eka Tjipta Widjaja ( Grup Sinar Mas ). Menurut perhitungan majalah tersebut – yang didasarkan pada nilai kepemilikan saham baik yang listed atau non listed – Anthoni mempunyai  harta  sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.

Saat ini  Indofood terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bahkan, bisnis Indofood kian terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Sejumlah produk konsumen bermerk made in Indofood telah  dikenal luas dikalangan masyarakat Indonesia, seperti mie instan ( Indomie, Supermi dan Sarimi ), susu Indomilk, tepung terigu Bogasari ( Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar ), minyak goreng ( Bimoli ) hingga mentega ( Simas Palmia ).

Di bawah komando Anthony, Indofood membukukan laba bersih Rp 2 triliun.  Menurut beliau , Indofood berhasil melewati berbagai macam  tantangan dalam kurun waktu lima tahun yang sulit ini. Bisnis model yang terdiri dari agribinis dan non – agribisnis, sudah  membuktikan bahwa  ketangguhannya dalam dua tahun terakhir ini ketika harga komoditas bergejolak.

Beliau  mengakui  bahwa krisis ekonomi global 2008 memang mengakibatkan penurunan harga  di berbagai komoditas secara tajam dan  juga menurunkan tingkat inflasi. Pendapatan divisi agribisnis Indofood juga terpengaruh. Nilai penjualan Bogasari juga menurun karena harga tepung turun. Akan tetapi , beliau  menekankan turunnya harga komoditas  tersebut justru  memberikan berdampak positif bagi Produk Konsumen Bermerk. Permintaan atas produk konsumen bermerk meningkat seiring dengan  naiknya daya beli konsumen.

Untuk mengambil peluang yang ada dan mempertahankan kepemimpinan pasar, Indofood lebih memilih memperkuat brand equity  dengan melalui investasi secara terus menerus di berbagai merek yang  dimiliki.  Di samping itu, beliau  mengaku meluncurkan berbagai produk baru yang inovatif serta  sesuai dengan  kebutuhan pasar. Dua varian baru cup noodles yang diluncurkan pada 2009, sangat sukses di pasaran. Untuk menembus pasar di daerah pedesaan, Anthony menyebutkan  bahwa Indofood mengembangkan program “ Raja Desa ”. Tujuannya, yaitu aalah  untuk memperdalam penetrasi distribusi dan juga  meningkatkan ketersediaan produk – produk di pedesaan.

Putra Liem Sioe Liong ini tidak ingin kerajaan bisnisnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk., berhenti berekspansi dan berinovasi. Untuk mendukung rencananya tersebut , Anthony pun menggandeng Nestle S.A. Keduanya sepakat untuk memperlebar pangsa pasar Indofood dan Nestle. Deal bisnis antara dua kerajaan makanan dan minuman tersebut  berujung pada pendirian PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Perusahaan berstatus PMA ini menyedot dana sebesar  Rp50 miliar, dengan masing – masing pihak menyetor 50 %.

Beliau  percaya reputasi yang dimiliki oleh  kedua perusahaan setidaknya dapat  mendongkrak nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan tersebut akan bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan juga distribusi produk kuliner. Ke depan, Indofood masih akan memberikan  lisensi penggunaan merek produk kuliner kepada Nestle – Indofood. Indofood sendiri mempunyai  kekuatan pada profil produksi rendah biaya, jangkauan distribusi yang luas, serta  kecepatan dalam menjangkau konsumen melalui anak perusahaannya, PT Indosentra Pelangi, yang menjadi pemain utama di bidang industri bumbu penyedap makanan.

Sementara itu, Nestle bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai produk makanan dan minuman, termasuk mie instan dan bumbu penyedap makanan di seluruh dunia. Kekuatan perusahaan asal Swiss tersebut  berada  pada riset dan pengembangan yang kuat dalam memproduksi makanan dan nutrisi.

Anthony melihat bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan  kapal yang besar dengan 50.000 karyawan. Harus terdapat  komunikasi yang baik supaya  kinerja perusahaan bisa terfokus tajam dalam melihat pasar.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Nama Susilo Wonowidjojo mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para pengusaha. Beliau  merupakan salah satu pengusaha atau konglmerat terkaya di Indonesia. Beliau  adalah bos dari PT Gudang Garam Indonesia yang memproduksi rokok kretek merek Gudang Garam.

Nama Lengkap : Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping )
Tempat , tanggal lahir : Kediri , 18 November 1956
Istri : Melinda Setyo
Orangtua : Surya Wonowidjojo ( Ayah ), Feni Olivia ( Ibu )
Saudara :
  • Rahman Halim
  • Sigit Sumargo Wonowidjojo
  • Wurniati Wonowidjojo
  • Juni Setiati Wonowidjojo
  • Sujati Wonowidjojo
  • Suarto Wonowidjojo
Profesi : Pengusaha Rokok ( Pemilik PT Gudang Garam Indonesia )

Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping ) adalah seorang  pengusaha keturunan Tionghoa.  Beliau  lahir pada tanggal 18 November 1956 di Kediri. Ayahnya bernama Surya Wonowidjojo ( Tjoa Ing Hwie ) yang merupakan  seorang pengusaha rokok di Kediri asal Fujian, China. Ibunya bernama Feni Olivia.

Susilo Wonowidjojo adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Surya Wonowidjojo terlebih dahulu merintis sebuah pabrik rokok di Kediri pada usia 35 tahun tepatnya pada tahun 1958. Pabriknya rokok itu pada awalnya bernama Inghwie akan tetapi  namanya  kemudian ia ubah menjadi Tjap Gudang Garam.

Pabrik rokok milik ayah Susilo Wonowidjojo awalnya hanya memproduksi rokok lintingan yang terbuat dari bahan  daun jagung. Ayahnya bekerja keras  dalam mengembangkan pabrik rokok tersebut. Perlahan – lahan pabrik rokok tjap Gudang Garam kemudian mulai berkembang. Sedikit demi sedikit, Pabrik Rokok Gudang Garam milik ayah Susilo Wonowidjojo mulai merekrut karyawan serta mulai membeli perkebunan tembakau. Perkembangan yang pesat membuat Pabrik rokok Gudang Garam mulai menjadi pabrik rokok kretek terbesar pada tahun 1966 di Indonesia.

Surya Wonowidjojo meninggal dunia  pada tahun 1985. Beliau  meninggalkan pabrik rokok Gudang Garam yang pada saat  itu sudah sangat besar dan mengusai pasar rokok di Indonesia. Selanjutnya kepemimpinannya kemudian diambil alih oleh anak tertuanya yaitu Rahman Halim yang juga merupakan kakak  dari Susilo Wonowidjojo.

Susilo Wonowidjojo sendiri memulai karirnya di Gudang Garam sebagai Direktur selama 14 tahun yang dimulai sejak  tahun 1976 hingga 1990. Sejak jauh hari Susilo Wonowidjojo memang telah  dipersiapkan sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Posisinya sebagai seorang  direktur, Susilo banyak membuat terobosan baru misalnya mengembangkan mesin – mesin yang khusus memproduksi rokok kretek.

Ketika  Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai Vice President Director PT Gudang Garam, pada tahun 2002 beliau  mulai berinovasi dengan memproduksi rokok jenis baru yaitu rokok kretek mild. Sepeninggal kakaknya yaitu Rahman Halim pada tahun 2008, Susilo Wonowidjojo kemudian mengambil alih kepemimpinan di PT Gudang Garam Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya, PT Gudang Garam semakin terkenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Terdapat  berbagai jenis produk rokok Gudang Garam yang beredar di konsumen. Pangsa pasar Gudang Garam juga bukan hanya nasional namun juga internasional.

Menjadi pabrik rokok terbesar di Indonesia, tidak heran saat ini jumlah karyawan PT Gudang Garam Indonesia mencapai 36.900 orang dengan pendapatan pertahun sebesar 70 triliun rupiah. Pendapatan yang besar dari PT Gudang Garam selaku pabrik rokok terbesar di Indonesia ini ikut  membawa Susilo Wonowidjojo dinobatkan sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo ditaksir sebesar $ 7,1 miliar dollar atau sekitar 94,6 triliun rupiah pada tahun 2016. Beliau  berada di posisi kedua sebagai orang terkaya di Indonesia di bawah Hartono bersaudara yang dikenal sebagai pemilik dari  PT Djarum.

Susilo Wonowidjojo menikah dengan Melinda Setyo. Istrinya juga dikenal sebagai  seorang wanita yang paling aktif dalam berbisnis. Ia memiliki saham di berbagai perusahaan. Susilo Wonowidjojo juga mempunyai  perusahaan lain selain PT Gudang Garam.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Profil Prajogo Pangestu-Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat 

Profil Prajogo Pangestu – Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat

Nama Lengkap : Prajogo Pangestu
Tempat , tanggal lahir : Sambas , Kalimantan Barat , 13 Mei 1944
Profesi : Pengusaha
Istri : Herlina Tjandinegara
Anak : Nancy, Agus Salim
Karier :
  • Pendiri Pabrik Chandra Asri di Cilegon, Banten, 1990
  • Pendiri Bank Andromeda, 1990
  • Presiden PT Chandra Asri, 1990 – 1999
  • Presiden Komisaris PT Tripolyta Indonesia Tbk
  • Presiden Komisaris PT Chandra Asri Petrochemical Center
  • Wakil Presiden Komisaris PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper
  • Presiden Komisaris PT Barito Pacific Timber, Tbk, sejak 1993
  • Komisaris PT Astra International, 1993 – 1998
  • Pendiri sebuah Hotel di Pulau Sentosa, Singapura, 1991
  • Pendiri PT Musi Hutan Persada, 1991
  • Pendiri PT Barito Pacific Lumber, 1977
  • General Manager Pabrik Plywood Nusantara,Gresik, Jawa Timur, 1975
  • Pegawai di PT Djajanti Group, 1969 – 1976.

Pendiri Barito Group ini mengawali kariernya dari mulai  dari seorang sopir angkot. Jatuh bangun, beliau  rasakan. Puncaknya, Sang Raja Kayu Prajogo Pangestu pernah masuk salah satu orang kaya Indonesia.

Prajogo Pangestu lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1944. Terlahir dari keluarga yang  miskin mengharuskan  seorang Prajogo hanya menamatkan sekolahnya hingga tingkat menengah pertama.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Akan tetapi ,  beliau  tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung memperoleh  pekerjaan. Oleh sebab itu,  beliau akhirnya  memutuskan kembali ke Kalimantan dan bekerja menjadi  seorang sopir angkutan umum.

Ketika  menjadi pengemudi, pada tahun 60- an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 beliau  bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group. Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager ( GM ) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo.

Akan tetapi , Prajogo menjadi GM di pabrik Plywood hanya setahun dan keluar untuk memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy, yang pada saat  itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Prajogo membayarnya dengan uang pinjaman Bank BRI dan beliau  lunasi hanya dalam setahun.

Dalam perjalanannya, Prajogo mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific. Selanjutnya  bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak – anak Presiden Soeharto dan pengusaha yang  lainnya demi memperlebar bisnisnya. Bahkan Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke – 40 orang terkaya Indonesia.

Pada era Presiden Soeharto, Prajogo termasuk salah satu konglomerat ternama yang dimiliki Indonesia. Bisnisnya dengan bendera Barito Group berkembang luas dibidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Saat ini  Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. PT Djarum Indonesia dimiliki oleh dua orang bersaudara yang  bernama Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Michael Bambang Hartono adalah  orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Robert Budi Hartono. Kekayaannya ini berasal dari kepemilikan sahamnya di PT Djarum serta beliau  juga merupakan salah satu pemilik Bank BCA.

Biografi Michael Bambang Hartono Salah satu orang terkaya di Indonesia, Michael Hartono memiliki  nama lengkap Michael Bambang Hartono. Beliau adalah  keturunan Cina yang lahir dengan nama Oei Hwie Siang. Michael Hartono lahir di Kudus, pada tanggal 2 Oktober 1939. Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan yang merupakan pemilik  dari pabrik rokok dan ibunya bernama Tjurahaju. Beliau memiliki  saudara  yang bernama Robert Budi Hartono yang merupakan orang terkaya nomor satu di Indonesia. Michael Hartono menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun yang terhitung sejak tahun 1959 – 1963.

Karir di PT Djarum

Karir beliau berlanjut di dunia bisnis, sebagai seorang  Direktur PT Djarum. Michael Hartono bersama kedua saudaranya merintis usaha yang diwariskan oleh  ayah mereka. Sebagai salah satu pewaris sebuah perusahaan besar, Michael bekerja keras  dalam mengelola serta  mengembangkan perusahaan tersebut.

Kerajaan bisnis Group Djarum semakin berjaya dan mampu meraup pangsa pasar yang menjanjikan. Produk rokok Djarum laku keras di pasar, hingga mencapai 20% dari 240 milyar batang rokok per tahun dari total produksi nasional. Semua itu  berhasil diraih karena kemampuan Djarum dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam profil Michael Hartono dijelaskan bahwa beliau merupakan  pengelola PT Djarum dengan keberhasilan optimal. Usaha tersebut di mulai sejak  tahun 1951, ketika ayah mereka, Oei Wie Gwan, membeli usaha kecil dibidang kretek  yang bernama Djarum Gramophon.

Nama tersebut diganti menjadi Djarum. Perjalanan Djarum terhambat dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 1963, yang hampir memusnahkan perusahaan. Rintangan tersebut justru menjadi titik balik Djarum yang berjaya setelahnya.

Inovasi Oleh Michael Bambang Hartono

Kebangkitan tersebut dilakukan dengan memodernisasikan peralatan produksinya sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan produktivitas dan perolehan penjualan. Pasar ekspor mulai dirambah Djarum pada tahun 1972.

Inovasi produk perusahaan terdapat dalam dua jenis, yaitu Sigaret Kretek Tangan ( SKT ) dan Sigaret Kretek Mesin ( SKM ). Produk SKT adalah Djarum 76 dan Djarum 12, sedangkan produk SKM adalah Djarum Super, La Lights, Djarum Mezzo, Djarum Black. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik dan berasal dari dalam negeri. Tembakau berasal dari Weleri, Muntilan, Temanggung, Jember, Lombok, Madura, Bojonegoro, dan Mranggen. Cengkehnya berasal dari Aceh, Jawa, Bali, Ambon, Manado, dan lain  sebagainya. Selain inovasi produk, Djarum melakukan inovasi bisnis di bidang properti, perhotelan, perbankan, dan  juga agribisnis. Michael Hartono juga membuka bisnis properti dengan anak perusahaannya,  yaitu PT CKBI.

Pemilik Bank BCA

Djarum melakukan peremajaan pada Hotel Indonesia dan Inna Wisata. Djarum membeli saham milik PT BCA sebanyak 50.24 % dan  menjadikan Michael Bambang Hartono dan saudaranya, Robert Budi Hartono sebagai pemilik Bank BCA. Disamping  itu, Saham Farindo juga dimiliki sebesar 10 %. Kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan memiliki bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan. Michael Hartono adalah seorang pebisnis yang handal. Inovasi manajerialnya sangat optimal. Sikapnya yang pantang menyerah menjadi poin plus untuk terus mengembangkan bisnis hingga tercapai kesuksesan besar seperti saat ini.

Orang Terkaya di Indonesia

Bersama dengan saudaranya Robert Budi Hartono, Michael Hartono di tasbihkan menjadi orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Budi Hartono. Di dunia, Michael Bambang Hartono menempati posisi 75 dalam daftar orang terkaya di dunia. Michael Bambang Hartono diketahui mempunyai  kekayaan sekitar 158 triliun rupiah menurut data dari majalah Forbes pada  tahun 2018.

Selain berbisnis, Michael Bambang Hartono juga sangat menyukai olahraga. Diketahui  bahwa beliau  merupakan atlet yang memenangkan medali perunggu dari olahraga Bridge yang dipertandingkan dalam Asian Games pada tahun 2018 di Indonesia. Sementara itu  saudara, Robert Budi Hartono sangat menyukai olahraga Bulutangkis. Beliau  bahkan mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969 yang kemudian mencetak para bakat – bakat atlit bulutangkis terbaik di Indonesia.

Kiprah Djarum sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Konsumen rokok di Indonesia yang tergolong besar, menjadikan pendapatan Djarum meningkat serta terus bertahan, dsan  menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia. Djarum juga memiliki program CSR bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya tersebut tidak lepas dari peran salah satu pemiliknya, yaitu Michael Bambang Hartono.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut – turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik  dari Grup Djarum, yang dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang.

Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya di ubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang mempunyai  nama Tionghoa Oei Hwie Tjhong oleh Majalah Forbes dicatat mempunyai  kekayaan sebesar 17.1 Milyar Dollar atau 228 Trilyun Rupiah.

Beliau adalah  Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 lalu selanjutnya  mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “ Djarum ” yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah terjadi  kebakaran  yang hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal dunia . ketika  itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Akan tetapi  kemudian ditangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum  dapat  bertumbuh menjadi sebuah perusahaan raksasa.

Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi dengan menggunakan mesin, di ikuti  dengan merek Djarum Super yang di perkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini mempunyai  pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20 % dari total produksi nasional.

Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 2009 bersama dengan rokok kretek  yang lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia. Kemudian Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnyapun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis serta investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951.

Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael mempunyai  perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat sejak  tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan dibawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditandatangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008.

Proyek ini mencakup hotel ( renovasi dari Hotel Indonesia ), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah. Majalah Globe Asia menyatakan  bahwa Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono dibawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke sektor perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk ( BCA ) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia pada akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun ( tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah ).

BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV, banyak hal sudah  dilalui sejak saat berdirinya  tersebut , dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada  tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia yang diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian maka tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah – tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah  dengan seorang wanita yang bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini mempunyai  tiga orang putra yang kesemuanya sudah  menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi kemudian  mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis ditempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda tersebut  dimatanya, mempunyai  semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tidak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak tersebut  mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “ King Smash ”.

Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono,mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak dibawah bendera Polytron yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, serta  dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yaitu Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Amancio Ortega (Pendiri Zara Fashion) – Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

Biografi  : Amancio Ortega – Pendiri dan  Pemilik Zara Fashion

Apabila anda seorang penggemar fashion, pasti telinga anda sudah tidak asing lagi dengan merk fashion terkenal  “ Zara “ . Merk fashion yang satu ini sangat terkenal di dunia internasional. Akan tetapi  siapa sangka pemilik atau pendiri Zara yang terkenal adalah  seseorang yang sederhana dan putus sekolah sejak usia 13 tahun namun  mempunyai  kekayaan sebesar US$ 57 miliar dan berhasil menduduki posisi sebagai orang terkaya nomor tiga di dunia.

Amancio Ortega (Pendiri Zara Fashion) - Biografi, Profil dan Kisah Inspiratif

 Amancio Ortega lahir pada tanggal 28 maret 1936 di Spanyol dari keluarga yang miskin. Sejak kecil beliau  bahkan tidak memperoleh  pendidikan formal di karenakan kondisi perekonomian keluarganya yang sangat  memprihatinkan karena  itu di usianya yang 13 tahun  beliau memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu kedua orang tuanya bekerja. Ayah Ortega adalah seorang  pekerja biasa di rel kereta api, sementara itu  ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga.

Profil Kehidupan Amancio Ortega

Amancio Ortega di usia 13 tahun berkerja sebagai  seorang pengantar di tempat pembuatan pakaian mewah. Dari sini beliau  kemudian di percaya dan kemudian  di angkat menjadi asisten penjahit tempat dimana beliau  berkerja. Ditempat itu juga beliau  selanjutnya  belajar bagaimana menjahit pakaian yang baik.  Beliau  juga mempelajari bagaimana proses produksi hingga distribusi pakaian dari pabrik lalu ke toko. Di sini juga beliau selanjutnya belajar betapa pentingnya memberikan pakaian langsung ke konsumen tanpa distributor.

Hal Itulah yang kemudiaan  beliau  gunakan sebagai salah satu strategi kesuksesan besarnya di Zara.  Beliau mencoba mengendalikan semua tahapan produksi tekstil  untuk  memangkas biaya. Disamping  itu juga supaya  lebih cepat dan fleksibel dalam memproduksi pakaian. Setelah menjadi asisten penjahit,  beliau  ikut bekerja bersama kedua saudara kandungnya, Antonio dan Josefa sebagai salesman di sebuah toko baju yang tengah berkembang.

 Di  awal tahun 1960 – an Ortega  selanjutnya  menjadi manajer di toko pakaian lokal.  Beliau kemudian sadar bahwa  hanya sedikit orang kaya yang mampu membeli baju – baju dengan harga  yang mahal. Bersama Rosalia Mera, dan kedua saudara kandungnya, mereka mulai memproduksi baju – baju murah namun berkualitas.  Beliau  lalu jatuh cinta pada Mera dan menikahinya pada tahun  1966. Dari situ, Ortega bersama sang istri mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Dari situ  juga beliau  kemudian mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya serta  mendirikan toko pertamanya. Beliau  tetap menjualnya dengan harga yang  lebih murah akan tetapi  dengan kualitas yang bagus.

Pada  tahun 1975, bersama istri pertamanya tersebut  beliau  mendirikan toko Zara di depan toko perbelanjaan paling penting di kota Spanyol. Tempat tersebut  adalah  lokasi yang sangat strategis. Bisnisnya terus maju dengan pesat karena harganya yang murah dan  juga kualitasnya yang mewah. Pada tahun 1989, Ortega tercatat sudah  membuka hampir 100 toko Zara di Spanyol. Saat ini, terdapat lebih dari 1.700 toko Zara di 86 negara yang tersebar di enam benua. Tidak heran, Zarapun menjadi riteler pakaian terbesar di dunia. Bahkan Kate Middleton merupakan penggila sejumlah desain Zara.

Milyarder Misterius

Ortega terkenal sangat melindungi kehidupan pribadinya dari sorotan media dan publik. Perusahaannya juga hanya memberikan sedikit informasi mengenai  dirinya. Selama berpuluh – puluh tahun malang melintang di dunia bisnis, Ortega hanya mempunyai  satu foto saja untuk media. Foto tersebut pertama kali muncul dalam laporan keuangan tahunan perusahaannya pada  tahun 1999. Akan tetapi setelah  itu paparazzi berhasil mendapatkan beberapa fotonya.

Tidak cukup sampai di situ, seumur hidupnya hanya  tiga wartawan yang di perbolehkan untuk mewawancarainya. Ortega juga jarang datang ke acara – acara kantor. Bahkan Ortega tidak menemui Pangeran Spanyol Felipe yang mengunjungi Inditex, perusahaan pakaian multinasional dimana  beliau  mempunyai  60% sahamnya. Sang tamu kerajaan justru hanya disambut oleh salah satu wakil Ortega.

Pada bulan Desember 2012, media Spanyol mengabarkan bahwa  Ortega membayar US$ 500 ribu untuk mencegah paparazzi mempublikasikan foto anaknya, Marta yang tengah berbulan madu bersama suaminya. Tidak heran banyak orang  yang tidak mengenal profilnya, Ortega memang seorang  miliarder misterius. Meskipun  kekayaannya datang dari bisnis pakaian,  namun Ortega selalu berpakaian sangat sederhana.

Beliau  selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih serta celana abu – abu. Uniknya, semua pakaian nya tersebut bukan produk Zara. Beliau  juga tidak pernah  mengenakan  dasi selain pada pernikahan pertamanya. Tidak hanya itu, sebagai  seorang bos yang paham betul arti kemiskinan, beliau  selalu pergi ke kedai kopi yang sama setiap hari. Beliau  bahkan selalu makan siang bersama karyawannya di kafetaria kantor.

Amancio Ortega dan Zara

Sebagai seorang bos  beliau memang terkenal sangat ramah.  Beliau  selalu berusaha untuk  mendekati dan bicara dengan karyawannya.  Beliau  memperhatikan bahkan hal terkecil di kantornya. Hal unik lain soal Ortega, di hari pertama ketika beliau  menjual saham Inditex pada  tahun 2001 dan di umukan sebagai pria terkaya di Spanyol, beliau  tidak membuat perayaan besar. Beliau  tetap bekerja. Beliau  hanya menonton TV selama 15 menit untuk melihat dirinya dikabarkan mendapatkan  uang US$ 6 miliar. Sesudah  itu beliau  kembali makan siang di kantornya. Dengan tampilan  yang sederhana, pria tiga anak tersebut telah mempunyai  harta sebesar US$ 57 miliar atau setara  dengan Rp 659,3 triliun. Akan tetapi  sebagai miliarder,  beliau  tidak banyak berubah, tetap sederhana.

Kehidupan Pribadi Amancio Ortega

Ortega menikah dengan Rosalia Mera pada  tahun 1996. Bersama Mera  beliau  mendirikan Zara dan membuat istri pertamanya tersebut sebagai salah satu wanita terkaya di Spanyol. Mera diketahui meninggal  dunia pada  tanggal 15 Agustus 2013 karena sakit yang di deritanya. Dari pernikahannya dengan Mera, beliau  di anugerahi dua anak. Sandra, anak pertamanya saat ini berusia 44 tahun dengan kekayaan sebesar US$ 1,1 miliar.

Anak keduanya adalah Marcos yang menderita cacat mental sejak lahir. Hal ini adalah  terpaan terburuk dalam hidup Ortega. Uang berlimpah di beberapa kasus tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Pada tahun  1983, Mera kembali memberinya anak perempuan  yang bernama Marta yang saat ini bekerja sebagai karyawan di Inditex. Akan tetapi , pasangan suami istri pendiri Zara ini memutuskan untuk  bercerai pada tahun  1986.

Beliau kemudian  menikah dengan Flora Perez Marcote yang merupakan karyawannya sendiri pada tahun 2001. Yang paling disesali dalam hidupnya adalah  beliau  tak pernah mempunyai  cukup banyak waktu untuk keluarganya. Ortega dan istri keduanya tinggal di apartemen di La Coruna Spanyol dekat dengan pelabuhan utama Benua Atlantik. Di waktu luangnya, Ortega menunggang kuda di pusat pelatihan miliknya di Finisterre, Spanyol.  Beliau  membangun tempat tersebut karena kecintaan sang istri terhadap kuda.  Beliau  juga mempunyai  The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida yang merupakan salah satu hotel terbaik di Amerika Serikat ( AS ).

Beliau  juga membeli pencakar langit tertinggi di Spanyol, Torre Picasso di Madrid. Bangunan setinggi 515 kaki tersebut dibeli seharga US$ 536 juta. Kendaraan pribadinya sudah pasti sangat mewah.  Beliau  mengendarai sedan mewah Audi A8 yang lebih dari sekadar nyaman. Tidak hanya itu beliau juga mempunyai  pesawat jet pribadi The Global Express BD – 700 yang dirancang Bombardier, salah satu manufaktur pesawat jet mewah paling unggul. Pesawat tersebut dijual seharga US$ 45 juta. Akan tetapi  Ortega jarang berlibur dengan pesawat tersebut,  beliau  lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Ciputra – Pengusaha  Sukses Indonesia

Biografi Ciputra – Pengusaha  Sukses Indonesia

Ciputra – Beliau  dikenal sebagai salah satu contoh entrepreneur atau pengusaha  tersukses di Indonesia.  Beliau  dikenal sebagai konglomerat dan juga  pengusaha sukses di Indonesia. Ciputra  dikenal juga  sebagai raja properti di Indonesia. Beliau  adalah  pemilik Grup Ciputra yang mengelola perumahan elit Citraland. Kesuksesan yang dipdapatnya  tidak diraih secara instan. Beliau  bahkan terlahir bukan dari keluarga yang  kaya. Semuanya berkat kerja keras dan juga  kegigighannya dalam membangun bisnisnya sejak usia sangat muda.

Biodata Ciputra

Nama : Ir. Ciputra
Tempat, tanggal lahir : Parigi, Sulawesi Tengah , 24 Agustus 1931
Orangtua : Tjie Siem Poe ( Ayah ), Lie Eng Nio ( Ibu )
Istri : Dian Sumeler
Anak : Ciputra Sastrawinata, Junita Ciputra, Cakra Ciputra, Candra Ciputra
Dikenal : Pengusaha Pendiri Ciputra Group, Filantropi
Kekayaan : 20.4 Trilun Rupiah ( Globe Asia, 2018 )

Beliau mempunyai nama lengkap Dr. Ir. Ciputra. Beliau lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan.  Beliau adalah  anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang  dari keluarga sederhana.

Masa Kecil

Pada saat  berusia 12 tahun beliau  kehilangan ayahnya yang meninggal  dunia di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu yang  di anggap  sebagai mata – mata Belanda. Kepahitan masa kecil sudah  menimbulkan tekad serta  keputusan penting yaitu mempunyai  cita – cita bersekolah di Pulau Jawa demi masa  depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan juga  kemelaratan.

Terlambat Bersekolah

Akhirnya Dr. Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah meskipun  terlambat.  Beliau  terlambat karena negara kita ketika itu  masih  berada dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang.  Beliau  masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan meskipun  usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Diketahui  bahwa pada saat  usianya 16 tahun  beliau lulus dari SD dan  kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Manado sesudah  itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung.

Keseluruhan pendidikan masa remaja Dr. Ir. Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis serta  juga non akademis, didalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah hal  yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan juga  utuh. Oleh  sebab  itu tidak heran jika  saat ini beliau  berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia dengan  seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas serta  mendidik karakter – karakter mandiri siswa – siswinya.

Merintis Kerajaan Bisnis

Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak  beliau masih menjadi mahasiswa arsitektur  di Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar pada  tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah mendapatkan  kontrak pekerjaan yang  lumayan untuk masa itu, di bandingkan perusahaan sejenis yang  lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh.

Pada tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Beliau  kemudian pindah ke Jakarta. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra serta  kedua rekannya tersebut . Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak  oleh Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen.  Dengan berbagai cara, Ciputra  berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya.

Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno selanjutnya  ditindak lanjuti dengan mendirikan PT. Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu di rapatkan dengan Presiden Soekarno. Sesudah  pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Dengan melalui perusahaan yang  40 % sahamnya dimiliki oleh  Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan  bahwa kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus seorang  profesional.

Pebisnis yang Handal

 Beliau  sangat handal dalam menghimpun sumber daya yang ada dengan menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang di dirikan pada tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, saat ini  mempunyai  total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yaitu  Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra.

Dalam Biografi Ciputra diketahui bahwa jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup  tersebut  tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan bahwa : jika  anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing – masing. Akan tetapi  kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah untuk  di ingat lagi.

Karya – karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti di jamahnya.  Beliau  kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing – masing mempunyai  bisnis inti di sektor properti.

Membangun Berbagai Proyek Besar

Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah yang tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke- 11 kota baru tersebut  adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan,  dan CitraRaya Surabaya.

Disamping  itu ada juga di Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek – proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas serta menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek – proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya.

Fasilitas adalah  unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus di puaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan  juga fasilitas sosial selengkapnya. Namun  fasilitas tersebut  tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan.

apabila  fasilitas selengkapnya langsung di bangun, maka harga jual akan langsung tinggi. Hal ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra mempunyai  saham di lima kelompok usaha ( Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra ).

Dari Kelima kelompok usaha tersebut , Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya beliau  meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena  beliau  hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya di mulai. Sejak perusahaan tersebut  di bentuk  pada tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran di reksinya selama 35 tahun.

Dimana 3 tahun pertama sebagai di rektur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga beliau  mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa sesudah  Pemda DKI, Ciputra merupakan pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development merupakan  perusahaannya yang  beliau  bentuk pada tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra yang  lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah ( PT Metropolitan Kencana ) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan juga  Sudono Salim.

Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah serta Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang ke empat yaitu  PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan pada awal tahun 1980 -an. Perusahaan ini adalah  konsorsium 10 pengusaha terkemuka antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya  yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD  Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.

Grup Ciputra

Grup Ciputra merupakan  kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 di akui sisi seluruh sahamnya dan  juga namanya diubah menjadi Ciputra Development ( CD ). Ciputra menjadi dirutnya dan ke-enam jajaran direksinya di isi oleh anak serta  menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan  dengan ke-empat kelompok usaha Ciputra  yang lainnya.

Dengan usia yang paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada bulan Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada bulan Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar.

CD kini mempunyai  4 proyek skala luas yaitu  Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, serta  Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek – proyek hotel dan  juga mal yang di kembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, dan juga  super blok seluas 14,5 hektar di kawasan Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City  dengan luas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunan nya di proyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi sebesar  US$2,5 miliar.

Disamoing itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, serta  bisnis broker melalui waralaba Century 21. Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan  bahwa Kelima grup usahanya , terutama untuk proyek – proyek propertinya  ke dalam sebuah aliansi pemasaran.

Aliansi tersebut  semula diberi nama Sang Pelopor, namun  telah diubah menjadi si Pengembang.

Keluarga Ciputra

Diketahui bahwa  beliau menikah dengan Dian Sumeler. Dari pernikahannya tersebut, Ciputra memiliki  empat orang anak yang  bernama Rina Ciputra Sastrawinata, Junita Ciputra, Cakra Ciputra,  dan Candra Ciputra.

Kekayaan Ciputra

Ciputra dikenal sebagai seorang pelopor pembangunan kota berskala besar. Ciputra menekankan pentingnya menyebarkan semangat kewirausahaan. Ciputra merupakan  seorang pengusaha yang sangat menyukai seni.  Beliau  juga adalah  salah satu filantropis terbesar di Indonesia.

Menurut data yang diambil dari majalah Globe Asia  pada tahun 2018, PT Ciputra Development Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,3 triliun pada kuartal pertama 2018. Total kekayaan Ciputra menurut data dari majalah Globe Asia pada  tahun 2018 sejumlah 20.4 Trilun Rupiah.  Beliau  menempati posisi 31 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

 

Wafat

Pengusaha sukses ini meninggal dunia dalam usia 88 tahun,Ir Ciputra meninggal dunia di Singapura pada hari  Rabu 27 November 2019, pada  pukul 01.05 waktu setempat singapore .

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES

Biografi Elang Gumilang – Pengusaha  Sukses di Usia Muda

Biografi Elang Gumilang – Pengusaha  Sukses di Usia Muda

 Bagi Anda yang bergerak di bidang bisnis pasti sudah  tidak asing dengan Elang Gumilang. Pribadi yang dikenal sebagai sosok  yang mandiri dan tidak suka bermanja – manjaan. Ketertarikannya  terhadap dunia usaha semakin terasah pada saat  Elang memasuki bangku SMA yaitu targetnya mempunyai  uang sebesar 10 juta rupiah untuk biaya kuliah. Target ini semata – mata dilakukan nya untuk melatih kemandirian serta rasa  tanggung jawabnya sebagai seorang anak.

Biodata Elang Gumilang

Nama Lengkap : Elang Gumilang
Tempat , tanggal lahir : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan : S1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB
Pekerjaan : Pengusaha , CEO Elang Group
Penghargaan :
  • Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri ( 2007 )
  • Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi (  2008 )
  • Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
  • Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
  • Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
  • Tokoh Pilihan Majalah Tempo ( 2009 )
  • Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
  • Pemuda Andalan Nusantara ( 2010 )

Berjualan kue donat adalah  sebuah langkah awal yang dilakukan oleh  Elang untuk mencapai target tersebut. Akan tetapi  pada saat  kedua orangtuanya mengetahui bisnis ini, Elang diminta untuk berhenti dan berkonsentrasi menghadapi UN. Setelah berhenti berjualan donat dan memasuki bangku kuliah, jiwa bisnis serta  semangat Elang tidak pernah surut. Dengan melalui berbagai perlombaan Elang mengumpulkan uang untuk membiayai kuliahnya di Institut Pertanian Bogor.

Elang selanjutnya  menyalurkan kembali hobi bisnisnya dengan berjualan sepatu dengan modal awal 1 juta rupiah. Berjalan tiga tahun bisnisnya memperoleh  kendala berupa kualitas sepatu dari pemasok yang turun dengan alasan penghematan biaya. Kegagalan pada bisnis sepatu tidak mematahkan semangat Elang, Ia kemudian menjajal beberapa usaha lain seperti bisnis pengadaan lampu bersama sebuah perusahaan besar dn bisnis minyak goreng. Karena menemukan beberapa kendala akhirnya Elang mengambil keputusan untuk menghentikan bisnis tersebut.

Setelah mengalami berbagai kegagalan, Elang terus mencari ide bisnis berpeluang besar. Meskipun  terbilang cukup mapan pada sat  berada dibangku kuliah, Elang tidak pernah berhenti untuk terus berkarya. Menganalisis pasar property yang semakin tinggi maka Elang memutuskan untuk memulai usaha bisnis property. Mempunyai  strategi pemasaran berupa pengadaan objek – objek properti dengan harga terjangkau serta  angsuran yang ringan bisnis ini dapat dengan mudah diterima  oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Bisnis property yang dijalankan oleh  pria kelahiran 6 April 1985 ini diawali dengan mendirikan perumahan sederhana dengan harga yang relatif terjangkau untuk kalangan menengah serta  menengah kebawah. Melakukan promosi melalui surat kabar lokal merupakan  cara yang dipilih oleh  Elang sekaligus untuk menghemat biaya promosi. Meskipun  perumahan yang dibangunnya mengarahkan target kepada kalangan menengah kebawah akan tetapi  Elang tetap memberikan fasilitas umum yang lengkap seperti kemudahan akses kendaraan umum, lapangan olahraga, lokasi dekat sekolah dan klinik 24 jam. Kelengkapan fasilitas tersebut membuat bisnis perumahan Elang  menjadi ludes terjual dengan cepat.

Melanjutkan bisnis perumahan serta  properti, Elang kini terus mengembangkannya  di bawah naungan perusahaan Elang Group ( www.elanggroup.co.id ). Kerja keras  untuk terus diupayakan oleh  Elang untuk membesarkan usahanya. Berbagai strategi dilakukan  olehnya mulai dari pemilihan kawasan, target pasar hinga penentuan harga. Saat ini Elang berupaya untuk mewujudkan cita – citanya  yaitu membuka lapangan pekerjaan untuk 100.000 orang yang diharapkan mampu  mengurangi jumlah pengangguran. Prestasi dari Elang adalah penghargaan berupa Wirausaha Muda Mandiri dan Indonesia Top Young Entrepeneur ( 2007 – 2008 ).

Baca Juga :

Categories
PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi Elon Musk – CEO Tesla dan SpaceX

Biografi Elon Musk – CEO Tesla dan SpaceX

Elon Musk – Elon Musk mungkin saja masih asing di telinga anda , karena  peran nya di dunia teknologi masih belum di kenal layaknya Bill Gates dan Steve Jobs.  Namun  pria keturunan Amerika – Kanada yang lahir di Afrika Selatan ini sangat berpotensi untuk menyamai kedua legenda di jagat teknologi tersebut. Mengingat  beliau  adalah yang menciptakan atau membuat sistem layanan pembayaran online terbesar dan terkemuka di dunia yakni PayPal. Dan sekarang ini  beliau  menjadi CEO dari progam SpaceX dan Tesla Motors.

Musk lahir pada 28 Juni 1971, sudah dapat  mengoperasikan PC atau komputer dengan Commodore VIC – 20 ketika  masih berusia 10 tahun. Kejeniusannya berlanjut pada saat   beliau  mempelajari pemorgraman PC atau komputer secara otodidak serta  telah berhasil menjual kode video game yang berjudul Blastar di sebuah majalah komputer seharga $500. Sesudah  menyelesaikan sekolahnya,  beliau  selanjutnya  berpindah ke Kanada pada  tahun 1989 sesudah  memperoleh  kewarganegaraan Kanada lewat garis keturunan sang ibu yang lahir di sana.

Biografi Elon Musk

Pada saat  berusia 19 tahun, Musk di terima di Queen’s University di Kongston dan kemudian  berpindah ke University of Pennsylvaania 2 tahun berikutnya. Di sini  beliau  memperoleh  gelarnya yang berupa sarjana fisika dan 1 tahun kemudian memperoleh  gelar sarjana keduanya. Di usia 24 tahun, Musk berpindah ke California untuk menempuh jenjang S2 di bidang fisika terapan, akan  tetapi beliau  keluar setelah 2 hari untuk kejar ambisinya sebagai entrepreneur dalam bidang internet, energi terbarukan, dan juga luar angkasa. Pada  tahun 2002, beliau  memperoleh  kewarganegaraan Amerika Serikat.

Elon Musk mengawali  bisnisnya dengan mendirikan perusahaan website software, Zip2 yang menyediakan panduan kota bagi industri penerbitan koran. Musk memulai bisnisnya tersebut bersama adiknya, yaitu  Kimbal dengan modal $28.000 dari ayahnya. Usahanya memperoleh  untung yang  besar dengan adanya kontrak dari koran populer seperti Chicago Tribune dan New York Times. Dan pada akhirnya Zip2 dibeli Compaq dengan nilai $307 juta dan Musk memperoleh  bagian sebanyak $22 juta.

Biografi Pendiri PayPal, Mobil, Listrik dan Pesawat Luar Angkasa

Tidak puas sampai di situ saja,  beliau kemudian  kembali lagi mendirikan layanan terbaru dalam bidang internet, yakni X.com yang melayani pembayaran lewat online dengan  melalui email yang bermodalkan hasil penjualan Zip2 tersebut. 1 tahun kemudian X.com bergabung dengan Confinity yang memiliki  layanan bernama PayPal. Hingga  pada akhirnya perushaan mereka hanya fokus pada layanan PayPal dan justru merubah nama perusahaan jadi PayPal. Di tahun 2002, PayPal dijual kepada eBay seharga $1.5 miliar dalam bentuk saham, dimana $165 juta diberikan pada Elon Musk.

Dengan mempunyai  uang sebanyak itu, pada akhirnya  beliau  dapat  melaksanakan ambisinya untuk mendirikan usaha  yang berbasis energi terbarukan dan luar angkasa. Hal tersebut  dapat  dilihat dari Tesla Motors miliknya yang menjadi pionir untuk produksi mobil listrik dan juga SpaceX yang masih belum lama ini telah  berhasil meluncurkan salah satu roket dengan sistem terbaru yang sudah  mereka ciptakan. Jika  Anda  dapat menikmati kecanggihan mobil listrik tersebut dan juga  dapat  dengan mudahnya melakukan perjalanan ke luar angkasa layaknya menunggangi pesawat luar angkasa terbaik miliknya Musk, sehingga anda harus berterima kasih pada sosok pria yang mempunyai  nama Elon Musk ini.

 

Baca Juga :