Categories
KONGLOMERAT MILYADER PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Biografi Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Biografi :  Anthony Salim – Pengusaha Sukses Indonesia

Nama Lengkap : Anthony Salim
Alias : Liem Hong Sien
Tanggal Lahir : Selasa , 25 Oktober 1949
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Sudono Salim
Karier :
  • CEO Salim Group
  • Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( 2004 )
  • Non – Executive Chairman and Chairman of Nomination Committee First Pacific Company Ltd ( 2003 )
  • Former Non – executive Director Elders Limited
  • Member of International Advisory Board Allianz SE
  • President Commissioner Fastfood Indonesia PT
  • Former President Commissioner PT Indomobil Sukses Internasional Tbk
  • President Director and Member of the Board of the Directors PT Indofood CBP Sukses Makmur
Penghargaan : Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005

Anthony Salim alias Liem Hong Sien, CEO Group Salim ( generasi kedua ) terpilih sebagai salah seorang 10 Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh  pada tahun 2005 versi Warta Ekonomi. Beliau  dinilai  telah berhasil membangun kembali kerajaan bisnis Salim Group, setelah sempat mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun  1998. Sebelum krisis moneter dan ekonomi 1998, Group Salim terbilang konglomerasi terbesar di Indonesia dengan aset mencapai US$ 10 milyar ( sekitar Rp 100 trilyun ). Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim, sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Bank Central Asia ( BCA ), miliknya di- rush ketika krisis multidimensional 1998 tersebut. Untuk mengatasinya, terpaksa menggunakan BLBI dan akibatnya berhutang hingga Rp 52 trilyun. Anthony yang sudah di percayakan memegang kendali perusahaan menggantikan ayahandanya  yaitu Sudono Salim ( Liem Sioe Liong ) ini pun bertanggung jawab.  Beliau  melunasi seluruh hutangnya, meskipun  harus terpaksa melepas beberapa perusahaan. Diantara perusahaan yang dilepas adalah PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA ( kemudian dikuasai Farallon Capital dan Grup Djarum ) dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Akan tetapi , beliau  tetap mempertahankan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills, yang merupakan produsen mie instan dan terigu terbesar di dunia. Disamping  itu juga berkibar beberapa perusahaan di luar negeri, di antaranya  berada di Hong Kong, Thailand, Filipina, Cina dan juga  India.

Majalah Globe Asia menobatkan Anthony Salim, bos Grup Indofood sebagai taipan terkaya ketiga Indonesia.  Beliau berada di bawah posisi Budi Hartono ( Grup Djarum ) dan Eka Tjipta Widjaja ( Grup Sinar Mas ). Menurut perhitungan majalah tersebut – yang didasarkan pada nilai kepemilikan saham baik yang listed atau non listed – Anthoni mempunyai  harta  sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.

Saat ini  Indofood terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bahkan, bisnis Indofood kian terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi. Sejumlah produk konsumen bermerk made in Indofood telah  dikenal luas dikalangan masyarakat Indonesia, seperti mie instan ( Indomie, Supermi dan Sarimi ), susu Indomilk, tepung terigu Bogasari ( Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar ), minyak goreng ( Bimoli ) hingga mentega ( Simas Palmia ).

Di bawah komando Anthony, Indofood membukukan laba bersih Rp 2 triliun.  Menurut beliau , Indofood berhasil melewati berbagai macam  tantangan dalam kurun waktu lima tahun yang sulit ini. Bisnis model yang terdiri dari agribinis dan non – agribisnis, sudah  membuktikan bahwa  ketangguhannya dalam dua tahun terakhir ini ketika harga komoditas bergejolak.

Beliau  mengakui  bahwa krisis ekonomi global 2008 memang mengakibatkan penurunan harga  di berbagai komoditas secara tajam dan  juga menurunkan tingkat inflasi. Pendapatan divisi agribisnis Indofood juga terpengaruh. Nilai penjualan Bogasari juga menurun karena harga tepung turun. Akan tetapi , beliau  menekankan turunnya harga komoditas  tersebut justru  memberikan berdampak positif bagi Produk Konsumen Bermerk. Permintaan atas produk konsumen bermerk meningkat seiring dengan  naiknya daya beli konsumen.

Untuk mengambil peluang yang ada dan mempertahankan kepemimpinan pasar, Indofood lebih memilih memperkuat brand equity  dengan melalui investasi secara terus menerus di berbagai merek yang  dimiliki.  Di samping itu, beliau  mengaku meluncurkan berbagai produk baru yang inovatif serta  sesuai dengan  kebutuhan pasar. Dua varian baru cup noodles yang diluncurkan pada 2009, sangat sukses di pasaran. Untuk menembus pasar di daerah pedesaan, Anthony menyebutkan  bahwa Indofood mengembangkan program “ Raja Desa ”. Tujuannya, yaitu aalah  untuk memperdalam penetrasi distribusi dan juga  meningkatkan ketersediaan produk – produk di pedesaan.

Putra Liem Sioe Liong ini tidak ingin kerajaan bisnisnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk., berhenti berekspansi dan berinovasi. Untuk mendukung rencananya tersebut , Anthony pun menggandeng Nestle S.A. Keduanya sepakat untuk memperlebar pangsa pasar Indofood dan Nestle. Deal bisnis antara dua kerajaan makanan dan minuman tersebut  berujung pada pendirian PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Perusahaan berstatus PMA ini menyedot dana sebesar  Rp50 miliar, dengan masing – masing pihak menyetor 50 %.

Beliau  percaya reputasi yang dimiliki oleh  kedua perusahaan setidaknya dapat  mendongkrak nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan tersebut akan bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan juga distribusi produk kuliner. Ke depan, Indofood masih akan memberikan  lisensi penggunaan merek produk kuliner kepada Nestle – Indofood. Indofood sendiri mempunyai  kekuatan pada profil produksi rendah biaya, jangkauan distribusi yang luas, serta  kecepatan dalam menjangkau konsumen melalui anak perusahaannya, PT Indosentra Pelangi, yang menjadi pemain utama di bidang industri bumbu penyedap makanan.

Sementara itu, Nestle bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai produk makanan dan minuman, termasuk mie instan dan bumbu penyedap makanan di seluruh dunia. Kekuatan perusahaan asal Swiss tersebut  berada  pada riset dan pengembangan yang kuat dalam memproduksi makanan dan nutrisi.

Anthony melihat bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan  kapal yang besar dengan 50.000 karyawan. Harus terdapat  komunikasi yang baik supaya  kinerja perusahaan bisa terfokus tajam dalam melihat pasar.

Baca Juga :

Categories
KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Biografi dan Profil :  Susilo Wonowidjojo – Pemilik PT Gudang Garam

Nama Susilo Wonowidjojo mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para pengusaha. Beliau  merupakan salah satu pengusaha atau konglmerat terkaya di Indonesia. Beliau  adalah bos dari PT Gudang Garam Indonesia yang memproduksi rokok kretek merek Gudang Garam.

Nama Lengkap : Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping )
Tempat , tanggal lahir : Kediri , 18 November 1956
Istri : Melinda Setyo
Orangtua : Surya Wonowidjojo ( Ayah ), Feni Olivia ( Ibu )
Saudara :
  • Rahman Halim
  • Sigit Sumargo Wonowidjojo
  • Wurniati Wonowidjojo
  • Juni Setiati Wonowidjojo
  • Sujati Wonowidjojo
  • Suarto Wonowidjojo
Profesi : Pengusaha Rokok ( Pemilik PT Gudang Garam Indonesia )

Susilo Wonowidjojo ( Cai Daoping ) adalah seorang  pengusaha keturunan Tionghoa.  Beliau  lahir pada tanggal 18 November 1956 di Kediri. Ayahnya bernama Surya Wonowidjojo ( Tjoa Ing Hwie ) yang merupakan  seorang pengusaha rokok di Kediri asal Fujian, China. Ibunya bernama Feni Olivia.

Susilo Wonowidjojo adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Surya Wonowidjojo terlebih dahulu merintis sebuah pabrik rokok di Kediri pada usia 35 tahun tepatnya pada tahun 1958. Pabriknya rokok itu pada awalnya bernama Inghwie akan tetapi  namanya  kemudian ia ubah menjadi Tjap Gudang Garam.

Pabrik rokok milik ayah Susilo Wonowidjojo awalnya hanya memproduksi rokok lintingan yang terbuat dari bahan  daun jagung. Ayahnya bekerja keras  dalam mengembangkan pabrik rokok tersebut. Perlahan – lahan pabrik rokok tjap Gudang Garam kemudian mulai berkembang. Sedikit demi sedikit, Pabrik Rokok Gudang Garam milik ayah Susilo Wonowidjojo mulai merekrut karyawan serta mulai membeli perkebunan tembakau. Perkembangan yang pesat membuat Pabrik rokok Gudang Garam mulai menjadi pabrik rokok kretek terbesar pada tahun 1966 di Indonesia.

Surya Wonowidjojo meninggal dunia  pada tahun 1985. Beliau  meninggalkan pabrik rokok Gudang Garam yang pada saat  itu sudah sangat besar dan mengusai pasar rokok di Indonesia. Selanjutnya kepemimpinannya kemudian diambil alih oleh anak tertuanya yaitu Rahman Halim yang juga merupakan kakak  dari Susilo Wonowidjojo.

Susilo Wonowidjojo sendiri memulai karirnya di Gudang Garam sebagai Direktur selama 14 tahun yang dimulai sejak  tahun 1976 hingga 1990. Sejak jauh hari Susilo Wonowidjojo memang telah  dipersiapkan sebagai pewaris dari PT Gudang Garam. Posisinya sebagai seorang  direktur, Susilo banyak membuat terobosan baru misalnya mengembangkan mesin – mesin yang khusus memproduksi rokok kretek.

Ketika  Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai Vice President Director PT Gudang Garam, pada tahun 2002 beliau  mulai berinovasi dengan memproduksi rokok jenis baru yaitu rokok kretek mild. Sepeninggal kakaknya yaitu Rahman Halim pada tahun 2008, Susilo Wonowidjojo kemudian mengambil alih kepemimpinan di PT Gudang Garam Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya, PT Gudang Garam semakin terkenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Terdapat  berbagai jenis produk rokok Gudang Garam yang beredar di konsumen. Pangsa pasar Gudang Garam juga bukan hanya nasional namun juga internasional.

Menjadi pabrik rokok terbesar di Indonesia, tidak heran saat ini jumlah karyawan PT Gudang Garam Indonesia mencapai 36.900 orang dengan pendapatan pertahun sebesar 70 triliun rupiah. Pendapatan yang besar dari PT Gudang Garam selaku pabrik rokok terbesar di Indonesia ini ikut  membawa Susilo Wonowidjojo dinobatkan sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Menurut Majalah Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo ditaksir sebesar $ 7,1 miliar dollar atau sekitar 94,6 triliun rupiah pada tahun 2016. Beliau  berada di posisi kedua sebagai orang terkaya di Indonesia di bawah Hartono bersaudara yang dikenal sebagai pemilik dari  PT Djarum.

Susilo Wonowidjojo menikah dengan Melinda Setyo. Istrinya juga dikenal sebagai  seorang wanita yang paling aktif dalam berbisnis. Ia memiliki saham di berbagai perusahaan. Susilo Wonowidjojo juga mempunyai  perusahaan lain selain PT Gudang Garam.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

Profil Prajogo Pangestu-Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat 

Profil Prajogo Pangestu – Dari Supir Angkot Hingga Konglomerat

Nama Lengkap : Prajogo Pangestu
Tempat , tanggal lahir : Sambas , Kalimantan Barat , 13 Mei 1944
Profesi : Pengusaha
Istri : Herlina Tjandinegara
Anak : Nancy, Agus Salim
Karier :
  • Pendiri Pabrik Chandra Asri di Cilegon, Banten, 1990
  • Pendiri Bank Andromeda, 1990
  • Presiden PT Chandra Asri, 1990 – 1999
  • Presiden Komisaris PT Tripolyta Indonesia Tbk
  • Presiden Komisaris PT Chandra Asri Petrochemical Center
  • Wakil Presiden Komisaris PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper
  • Presiden Komisaris PT Barito Pacific Timber, Tbk, sejak 1993
  • Komisaris PT Astra International, 1993 – 1998
  • Pendiri sebuah Hotel di Pulau Sentosa, Singapura, 1991
  • Pendiri PT Musi Hutan Persada, 1991
  • Pendiri PT Barito Pacific Lumber, 1977
  • General Manager Pabrik Plywood Nusantara,Gresik, Jawa Timur, 1975
  • Pegawai di PT Djajanti Group, 1969 – 1976.

Pendiri Barito Group ini mengawali kariernya dari mulai  dari seorang sopir angkot. Jatuh bangun, beliau  rasakan. Puncaknya, Sang Raja Kayu Prajogo Pangestu pernah masuk salah satu orang kaya Indonesia.

Prajogo Pangestu lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1944. Terlahir dari keluarga yang  miskin mengharuskan  seorang Prajogo hanya menamatkan sekolahnya hingga tingkat menengah pertama.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Akan tetapi ,  beliau  tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung memperoleh  pekerjaan. Oleh sebab itu,  beliau akhirnya  memutuskan kembali ke Kalimantan dan bekerja menjadi  seorang sopir angkutan umum.

Ketika  menjadi pengemudi, pada tahun 60- an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 beliau  bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group. Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager ( GM ) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo.

Akan tetapi , Prajogo menjadi GM di pabrik Plywood hanya setahun dan keluar untuk memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy, yang pada saat  itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Prajogo membayarnya dengan uang pinjaman Bank BRI dan beliau  lunasi hanya dalam setahun.

Dalam perjalanannya, Prajogo mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific. Selanjutnya  bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak – anak Presiden Soeharto dan pengusaha yang  lainnya demi memperlebar bisnisnya. Bahkan Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke – 40 orang terkaya Indonesia.

Pada era Presiden Soeharto, Prajogo termasuk salah satu konglomerat ternama yang dimiliki Indonesia. Bisnisnya dengan bendera Barito Group berkembang luas dibidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Saat ini  Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

Biografi : Michael Bambang Hartono – Pemilik PT Djarum

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok. PT Djarum Indonesia dimiliki oleh dua orang bersaudara yang  bernama Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Michael Bambang Hartono adalah  orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Robert Budi Hartono. Kekayaannya ini berasal dari kepemilikan sahamnya di PT Djarum serta beliau  juga merupakan salah satu pemilik Bank BCA.

Biografi Michael Bambang Hartono Salah satu orang terkaya di Indonesia, Michael Hartono memiliki  nama lengkap Michael Bambang Hartono. Beliau adalah  keturunan Cina yang lahir dengan nama Oei Hwie Siang. Michael Hartono lahir di Kudus, pada tanggal 2 Oktober 1939. Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan yang merupakan pemilik  dari pabrik rokok dan ibunya bernama Tjurahaju. Beliau memiliki  saudara  yang bernama Robert Budi Hartono yang merupakan orang terkaya nomor satu di Indonesia. Michael Hartono menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun yang terhitung sejak tahun 1959 – 1963.

Karir di PT Djarum

Karir beliau berlanjut di dunia bisnis, sebagai seorang  Direktur PT Djarum. Michael Hartono bersama kedua saudaranya merintis usaha yang diwariskan oleh  ayah mereka. Sebagai salah satu pewaris sebuah perusahaan besar, Michael bekerja keras  dalam mengelola serta  mengembangkan perusahaan tersebut.

Kerajaan bisnis Group Djarum semakin berjaya dan mampu meraup pangsa pasar yang menjanjikan. Produk rokok Djarum laku keras di pasar, hingga mencapai 20% dari 240 milyar batang rokok per tahun dari total produksi nasional. Semua itu  berhasil diraih karena kemampuan Djarum dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam profil Michael Hartono dijelaskan bahwa beliau merupakan  pengelola PT Djarum dengan keberhasilan optimal. Usaha tersebut di mulai sejak  tahun 1951, ketika ayah mereka, Oei Wie Gwan, membeli usaha kecil dibidang kretek  yang bernama Djarum Gramophon.

Nama tersebut diganti menjadi Djarum. Perjalanan Djarum terhambat dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 1963, yang hampir memusnahkan perusahaan. Rintangan tersebut justru menjadi titik balik Djarum yang berjaya setelahnya.

Inovasi Oleh Michael Bambang Hartono

Kebangkitan tersebut dilakukan dengan memodernisasikan peralatan produksinya sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan produktivitas dan perolehan penjualan. Pasar ekspor mulai dirambah Djarum pada tahun 1972.

Inovasi produk perusahaan terdapat dalam dua jenis, yaitu Sigaret Kretek Tangan ( SKT ) dan Sigaret Kretek Mesin ( SKM ). Produk SKT adalah Djarum 76 dan Djarum 12, sedangkan produk SKM adalah Djarum Super, La Lights, Djarum Mezzo, Djarum Black. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik dan berasal dari dalam negeri. Tembakau berasal dari Weleri, Muntilan, Temanggung, Jember, Lombok, Madura, Bojonegoro, dan Mranggen. Cengkehnya berasal dari Aceh, Jawa, Bali, Ambon, Manado, dan lain  sebagainya. Selain inovasi produk, Djarum melakukan inovasi bisnis di bidang properti, perhotelan, perbankan, dan  juga agribisnis. Michael Hartono juga membuka bisnis properti dengan anak perusahaannya,  yaitu PT CKBI.

Pemilik Bank BCA

Djarum melakukan peremajaan pada Hotel Indonesia dan Inna Wisata. Djarum membeli saham milik PT BCA sebanyak 50.24 % dan  menjadikan Michael Bambang Hartono dan saudaranya, Robert Budi Hartono sebagai pemilik Bank BCA. Disamping  itu, Saham Farindo juga dimiliki sebesar 10 %. Kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan memiliki bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan. Michael Hartono adalah seorang pebisnis yang handal. Inovasi manajerialnya sangat optimal. Sikapnya yang pantang menyerah menjadi poin plus untuk terus mengembangkan bisnis hingga tercapai kesuksesan besar seperti saat ini.

Orang Terkaya di Indonesia

Bersama dengan saudaranya Robert Budi Hartono, Michael Hartono di tasbihkan menjadi orang terkaya di Indonesia nomor dua setelah saudaranya, Budi Hartono. Di dunia, Michael Bambang Hartono menempati posisi 75 dalam daftar orang terkaya di dunia. Michael Bambang Hartono diketahui mempunyai  kekayaan sekitar 158 triliun rupiah menurut data dari majalah Forbes pada  tahun 2018.

Selain berbisnis, Michael Bambang Hartono juga sangat menyukai olahraga. Diketahui  bahwa beliau  merupakan atlet yang memenangkan medali perunggu dari olahraga Bridge yang dipertandingkan dalam Asian Games pada tahun 2018 di Indonesia. Sementara itu  saudara, Robert Budi Hartono sangat menyukai olahraga Bulutangkis. Beliau  bahkan mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969 yang kemudian mencetak para bakat – bakat atlit bulutangkis terbaik di Indonesia.

Kiprah Djarum sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Konsumen rokok di Indonesia yang tergolong besar, menjadikan pendapatan Djarum meningkat serta terus bertahan, dsan  menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia. Djarum juga memiliki program CSR bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya tersebut tidak lepas dari peran salah satu pemiliknya, yaitu Michael Bambang Hartono.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Biografi : Robert Budi Hartono – Pemilik Grup Djarum dan  Orang Terkaya Di Indonesia

Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut – turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik  dari Grup Djarum, yang dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang.

Ayah beliau  bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya di ubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang mempunyai  nama Tionghoa Oei Hwie Tjhong oleh Majalah Forbes dicatat mempunyai  kekayaan sebesar 17.1 Milyar Dollar atau 228 Trilyun Rupiah.

Beliau adalah  Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 lalu selanjutnya  mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “ Djarum ” yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah terjadi  kebakaran  yang hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal dunia . ketika  itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Akan tetapi  kemudian ditangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum  dapat  bertumbuh menjadi sebuah perusahaan raksasa.

Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi dengan menggunakan mesin, di ikuti  dengan merek Djarum Super yang di perkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini mempunyai  pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20 % dari total produksi nasional.

Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 2009 bersama dengan rokok kretek  yang lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia. Kemudian Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnyapun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis serta investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951.

Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael mempunyai  perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat sejak  tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan dibawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditandatangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008.

Proyek ini mencakup hotel ( renovasi dari Hotel Indonesia ), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah. Majalah Globe Asia menyatakan  bahwa Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono dibawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke sektor perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk ( BCA ) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia pada akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun ( tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah ).

BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV, banyak hal sudah  dilalui sejak saat berdirinya  tersebut , dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada  tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia yang diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian maka tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah – tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah  dengan seorang wanita yang bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini mempunyai  tiga orang putra yang kesemuanya sudah  menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi kemudian  mendirikan Perkumpulan Bulutangkis ( PB ) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis ditempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda tersebut  dimatanya, mempunyai  semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tidak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak tersebut  mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “ King Smash ”.

Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono,mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak dibawah bendera Polytron yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, serta  dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yaitu Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT MILYADER TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Ini Dia Profil Konglomerat Dato Sri Tahir Yang Jadi Wantimpres

Ini Dia Profil Konglomerat Dato Sri Tahir Yang Jadi Wantimpres

Pada tanggal 13 Desember 2019 , Presiden Joko Widodo resmi melantik Dato Sri Tahir  sebagai salah satu dari Sembilan Anggota Wantimpres ( Dewan Pertimbangan Presiden ) untuk periode 2019 – 2024

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengangkat Dato Sri Tahir sebagai penasihatnya. Konglomerat dan bos Bank Mayapada ini  ditugaskan untuk  membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.

Tahir memang dikenal sebagai sosok miliarder yang sangat dermawan. Melalui yayasan Tahir Foundation, orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes ini sudah  menunjukkan kiprahnya di bidang amal. Sebutlah, sumbangan 10 unit armada bus Transjakarta ditambah lagi   dengan uang Rp 6 miliar yang ketika  itu diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, atau pengobatan gratis untuk anak – anak penderita kanker.

Tidak k hanya itu, lewat Tahir Foundation, pemilik kelompok bisnis ini juga menjadi miliarder pertama Indonesia yang masuk dalam Bill & Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba buatan miliarder terkaya sejagad Bill Gates.

Pendiri Mayapada Group

Dato ’  Sri Prof. Dr. Tahir atau  yang biasa akrab dipanggil dengan  Tahir lahir di Surabaya pada tanggal 26 Maret 1952. Pria terkaya di Indonesia ini mengawali  kiprah di dunia usaha dengan merintis bisnis garmen.

Dari garmen lambat laun, Tahir merambah bisnis lain. Di awali dari Mayapada Group yang di dirikannya pada tahun  1986, bisnisnya  terus merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, real estate hingga  di bidang kesehatan. Bahkan Tahir juga masuk ke dunia media dengan mendirikan Forbes Indonesia.

Bank Mayapada yang di dirikan pada  tahun 1990 menjadi salah satu andalan  dari Tahir untuk mengumpulkan pundi – pundi uang.  Dari bisnis yang dijalankannya tersebut , Tahir berhasil  mengantongi kekayaan .

Ia juga  tercatat sebagai orang terkaya nomor 10 di Indonesia dan 973 dunia versi Majalah Forbes.

Gagal Jadi Dokter

Menjadi  seorang pengusaha sebenarnya bukanlah cita – cita Tahir ketika  masih kecil. Impian Tahir sesunguhnya adalah ingin menjadi seorang dokter. Setelah  lulus dari SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya, Tahir kemudian  melanjutkan pendidikannya dengan menjadi mahasiswa sekolah kedokteran di Taiwan. Akan tetapi  cita – citanya kandas karena sang ayah meninggal dunia  sehingga tidak sanggup membayar biaya kuliah.

Berbekal beasiswa, Tahir  kemudian melanjutkan sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Akan tetapi , meskipun  sudah menjadi pengusaha yang  sukses, impian Tahir ternyata belum pupus. Beliaupun  kemudian mendirikan Rumah Sakit Mayapada dan mulai beroperasi sejak tahun  1995.

Melalui rumah sakit ini, Tahir membantu orang – orang yang kurang mampu, termasuk memberikan pengobatan gratis bagi anak – anak yang mengidap kanker.  Bahkan, untuk biaya transplantasi yang miliaran bisa di tanggung  oleh yayasan amal tersebut.

Miliarder Murah Hati

Membantu anak – anak penderita kanker mungkin hanya sebagian dari aktivitas atau kegiatan  sosial yang dilakukan oleh Tahir melalui lembaga amalnya. Melihat  sepak terjangnya, Tahir merupakan  contoh miliarder yang dapat  dijadikan panutan karena tidak pelit mengeluarkan uang ratusan miliar demi kesehatan orang miskin atau untuk beasiswa bagi mahasiswa yang  kurang mampu di seluruh Indonesia.

Dengan kekayaan US$ 1,85 miliar, Tahir menjadi salah satu miliarder  yang paling murah hati di tanah air. Forbes mencatat, Tahir  sudah menyumbangkan tidak kurang dari US$ 50 juta atau Rp 475 miliar untuk sejumlah universitas di China, Indonesia, Amerika Serikat, dan juga  Singapura.

Tidak hanya Tahir, sang Istri yang merupakan putri dari pengusaha Indonesia Mochtar Riady, Rosy Riady, juga mendirikan yayasan sosial h2h Charity yang berperan dalam  membantu menyekolahkan anak – anak yang  kurang mampu di Indonesia. Tahir juga bergabung dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial milik miliader terkaya di dunia Bill Gates.

Bos Mayapada ini juga diketahui menyumbangkan dana hingga US$ 100 juta atau  setara dengan  Rp 950 miliar, dari rencana sebesar US$ 200 juta. Sumbangan  tersebut digunakan  untuk membantu yayasan tersebut  dalam menanggulangi melawan masalah TBC, HIV, dan malaria di Indonesia. Dana tersebut juga digunakan guna  memperluas akses alat kontrasepsi.

Ketika  banjir menyerbu Jakarta ,  Tahir Foundation menyalurkan bantuan kepada nelayan dan petambak sebesar Rp 100 miliar.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KONGLOMERAT PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA

Biografi Aburizal Bakrie – Pengusaha Sukses Indonesia

Biografi Aburizal Bakrie – Pengusaha Sukses Indonesia

Aburizal Bakrie – Aburizal Bakrie lahir di Jakarta, pada tanggal  15 November 1946, beliau merupakan  anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, yaitu pendiri Kelompok Usaha Bakrie, yang  akrab di panggil dengan  Ical. Setelah  menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada tahun  1973, Ical memilih untuk  fokus mengembangkan perusahaan milik keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, beliau  memimpin Kelompok Usaha Bakrie ( 1992 – 2004 ). Selama berkecimpung dalam  dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan untuk meninggalkan kariernya di dunia usaha, beliau  menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) selama dua periode yaitu pada tahun1994 sampai 2004.

Di tahun 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri kariernya  di dunia usaha, sesudah ia  mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator untuk  Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004 – 2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada tahun  2009 – 2010, waktu serta energinya tercurah untuk mengurus partai.

Aburizal Bakrie Sebagai seorang pengusaha Indonesia juga adalah  Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Beliau  pernah menjabat sebagai  Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya beliau  juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada  kabinet yang sama, akan tetapi  posisinya berubah saat  perombakan yang di lakukan  oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Ical juga  pernah di sebut – sebut sebagai orang terkaya se – Asia Tenggara. Beliau  pengusaha yang terbilang paling gemilang pada saat sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain mampu  keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup  justru mampu menduduki posisi penting di pemerintahan. Keluarga Bakrie juga pernah di nobatkan oleh Majalah Forbes Asia sebagai orang terkaya di Indonesia pada  tahun 2007. Beliau  tidak membantahnya akan  tetapi  tidak juga  menanggapinya secara berlebihan. Berita heboh tersebut  bertiup dari Singapura. Dari Negeri Singa tersebutlah , majalah Forbes Asia edisi 13 Desember 2007 di lansir. Isinya, seperti pada tahun – tahun sebelumnya, memajang daftar orang – orang super terkaya dari Indonesia. Dan yang membuat  heboh, jawaranya untuk tahun itu  adalah Aburizal Bakrie, yaitu  pengusaha sekaligus politisi yang pernah tersuruk pada  masa krisis ekonomi satu dekade silam.

Banyak orang terkejud. Bagaimana mungkin Ical yaitu panggilan akrab untuk  Aburizal yang sebelumnya masih berada  di urutan keenam dengan kekayaan US$ 1,2 miliar, sekarang  melonjak  ke urutan teratas ? Jawabannya, menurut hasil riset oleh  majalah Forbes, terletak pada kemampuan nya dalam  melipat gandakan pundi – pundi Kekayaannya. Hanya dalam tempo setahun saja , kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir hingga lima kali lipat dari angka pada  tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun,  melalui  prestasi  tersebut , Aburizal langsung menggusur lima  papan atas sekaligus. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha tersebut  di untungkan oleh dua berkah sekaligus yaitu  harga komoditas yang melonjak di pasar dunia dan juga  serbuan dari para  investor global di pasar modal Asia Pasifik. Itulah  sebabnya ,mengapa  indeks saham di sejumlah bursa di kawasan tersebut  melesat rata – rata 27 persen sepanjang tahun ini. BursaIndonesia bahkan di perkirakan tumbuh hingga sampai  52 persen.

Keluarga Bakrie sebagai pemilik dari 40 persen saham Bumi tentu turut  sumringah. Saham yang dikantonginya tersebut saat ini  bernilai tunai Rp 47 triliun. Hal ini berarti lebih dari 90 persen dari total kekayaannya yang ditaksir oleh  Forbes sekitar Rp 50,2 triliun berasal dari kepemilikan saham perusahaan tambang ini.  Itu baru dari saham Bumi, keluarga ini juga  masih mempunyai  tambang uang lain di bursa Indonesia. Harga saham PT  Bakrieland Development naik hingga  223 persen, PT  Energi Mega Persada 190 persen, PT  Bakrie Sumatra Plantations 126 persen, lalu PT  Bakrie & Brothers 96 persen, serta  PT  Bakrie Telecom 75 persen.

Keluarga Aburizal Bakrie

Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan di karuniai tiga orang anak sebagai berikut :

  • Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
  • Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
  • Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani

Profesi

  • Komisaris Utama/Chairman , Kelompok Usaha Bakrie ( 1992 – 2004 )
  • Direktur Utama / Chairman PT . Bakrie Nusantara Corporation ( 1989 – 1992 )
  • Direktur Utama PT . Bakrie & Brothers ( 1988 – 1992 )
  • Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers ( 1982 – 1988 )
  • Direktur PT. Bakrie & Brothers ( 1974 – 1982 )
  • Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers ( 1972 – 1974 ).

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT MILYADER PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

√ Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pemilik Sinar Mas Group

√ Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pemilik Sinar Mas Group

 

Eka Tjipta Widjaja –  Eka Tjipta Widjaja adalah  seorang pengusaha dan juga  konglomerat Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Sinar Mas Grup. Berkat keuletan serta kerja kerasnya  dalam menjalankan bisnis perusahaannya, beliau juga  merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia menurut Majalah bisnis Globe Asia pada tahun 2018 dengan kekayaan yang mencapai hingga  13.9 milyar Dolar Amerika Serikat .

Eka Tjipta Widjaja menduduki peringkat ke – 2 sebagai orang terkaya di Indonesia. Beliau adalah  pendiri dan juga  sekaligus pemilik dari Sinar Mas Group. Bisnis utamanya adalah Pulp dan kertas, Agribisnis, Properti serta  jasa keuangan.

Biodata Eka Tjipta Widjaja

Nama : Eka Tjipta Widjaja / Oei Ek Tjhong
Tempat, tanggal lahir : China, 3 Oktober 1923
Wafat : Jakarta , 26 Januari 2019
Istri : Trini Dewi Lasuki, Mellie Pirieh
Anak : Teguh Ganda Widjaja

Oei Hong Leong

Franky Oesman Widjaja

Indra Widjaja

Frankle Widjaja

Muktar Widjaja

Jimmy Widjaja

Fenny Widjaja

Sukmawati Widjaja

Ingrid Widjaja

Nanny Widjaja

Lanny Widjaja

Inneke Widjaja

Chenny Widjaja

Meilay Widjaja

Jetty Widjaja

Dikenal : Pendiri Sinar Ma Grup
Kekayaan : 13.9 Milyar Dollar USD / 195.7 Triliun ( Globe Asia, 2018 )

Biografi Eka Tjipta Widjaja

 Eka Tjipta Widjaja mempunyai nama asli  Oei Ek Tjhong, beliau  dilahirkan di china pada tanggal 3 Oktober 1923 , beliau  terlahir dari keluarga yang sangat  miskin. Keinginannya yang kuat untuk  mengubah hidup keluarganya, Eka selanjutnya  memutuskan untuk merantau keluar dari kampung halamannya di Quanzhou, China.

“ Bersama ibu, saya ke Makassar pada  tahun 1932 saat usia sembilan tahun. Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Karena  miskin, kami hanya dapat  tidur di tempat yang paling buruk di kapal, di bawah kelas dek. Ada uang lima dollar, akan tetapi tidak bisa dibelanjakan, karena uang itu akan digunakan bahkan untuk ke Indonesia saja kami masih berhutang pada rentenir, 150 dollar  –  Eka Tjipta Widjaya

Riwayat Masa Kecil

Beliau  pindah ke Indonesia ketika umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepat nya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang waktu  itu masih di panggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar , setibanya di Makassar, Eka kecil segera membantu ayahnya yang telah  terlebih dulu tiba dan meiliki  toko kecil. Tujuan nya jelas, segera setelah mendapatkan 150 dollar, untuk  di bayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, hutangnya terbayar, dan  toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Akan tetapi  Eka menolak untuk duduk di kelas satu. Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, ataupun  gelar – gelar yang lainnya  yang di sandang oleh para mahasiswa saat mereka berhasil menamatkan studinya .

Hanya Tamatan SD

Dalam Biografi Eka Tjipta Widjaja diketahui bahwa beliau  hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal tersebut di karenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Beliau bahkan  harus merelakan pendidikan nya demi untuk membantu orang tuanya untuk menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Setelah tamat SD, beliau  tidak dapat  melanjutkan sekolah nya karena masalah ekonomi. Beliaupun lalu  mulai jualan. Beliau keliling kota Makassar, dengan mengendarai sepeda. Beliau  keliling kota Makasar  dengan menjajakan door to door permen, biskuit, dan juga aneka barang dagangan dari toko ayahnya. Dengan ketekunannya dan juga kerja kerasnya, usahanya tersebut  mulai menunjukkan hasil.

Riwayat Masa Muda

Ketika berusia 15 tahun, Eka mencari pemasok kembang gula dan biskuit dengan mengendarai sepedanya. Beliau  harus melewati hutan – hutan lebat, dengan kondisi jalanan yang belum seperti sekarang ini. Belum lagi  Kebanyakan pemasok tidak mempercayainya. Umum nya mereka meminta pembayaran di muka, sebelum barang bisa  dibawa pulang oleh Eka. Hanya dalam kurun waktu dua bulan saja, beliau  sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang cukup besar saat itu. Harga beras saat itu masih 3 – 4 sen perkilogram.

Jatuh Bangun Usaha

Melihat satu usahanya yang berkembang, Eka kemudian membeli becak untuk memuat barangnya. Akan tetapi  ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang yang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya menjadi  hancur total. Beliau menganggur total, tidak ada barang impor atau ekspor yang dapat  di jual. Total laba Rp. 2000 yang beliau  kumpulkan dengan penuh susah payah selama beberapa tahun, habis di belanjakan untuk kebutuhan sehari – hari.

Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Lalu sampailah beliau  ke Paotere , Disitu beliau  melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda. akan tetapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik perhatian  Eka, akan tetapi tumpukan terigu, semen, dan juga gula, yang masih banyak  dalam keadaan baik. Melihat itu, otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya beliau  kembali ke rumahnya dan mengadakan persiapan untuk membuka sebuah  tenda di dekat lokasi tersebut . Beliau  merencanakan menjual makanan dan juga  minuman kepada para tentara Jepang yang berada di lapangan kerja tersebut.

Keesokan harinya, pada  pukul empat subuh, Eka sudah berada di Paotere. Beliau  membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang di isi dengan air, oven kecil yang berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan yang lain sebagainya. Awalnya  alat tersebut  beliau  pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayah nya pun  ikut beliau  pinjam. Ayam tersebut  di potong dan di buat  ayam putih gosok garam. Beliau  juga meminjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan juga  satu botol anggur dari teman – teman nya,  jam tujuh pagi beliau sudah siap untuk  berjualan.

Benar saja, pada pukul tujuh, 30 orang Jepang dan juga tawanan Belanda mulai datang untuk  bekerja. Namun  hingga pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Ekapun  memutuskan untuk  mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang  untuk makan dan minum di tenda. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan juga  bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang berkata  Joto !! . Sesudah  itu, semua anak buahnya dan juga para  tawanan di perbolehkan makan dan minum di tenda Eka. Tentu saja beliau  meminta izin untuk mengangkat semua barang yang sudah di buang. Dengan segera Eka kemudian mengerahkan anak – anak sekampung untuk  mengangkat barang – barang tersebut  dan membayar mereka 5  samapi 10 sen. Semua barang tersebut di angkat ke rumah dengan becak.

Usaha Yang Tak Kenal Menyerah

Rumah dan juga halaman Eka, dan lagi setengah dari  halaman tetangga penuh terisi dengan  berbagai  macam barang. beliaupun bekerja keras untuk  memilih apa saja yang bisa  dipakai dan dijual. Seperti terigu misalnya, yang masih kondisi baik di pisahkan. Dan yang sudah keras di tumbuk kembali lalu  perbaiki sampai bisa  dipakai lagi. Beliau juga belajar bagaimana menjahit karung.

Karena pada saat  itu  dalam keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan juga  barang keperluan sangat kurang. Itu sebab nya semen, terigu, serta  arak Cina dan barang lainnya yang beliau peroleh dari puing – puing tersebut  menjadi sangat berharga. Beliau  mulai menjual terigu, awalnya  hanya Rp. 50 per karung, kemudian beliau menaikkan harga  menjadi Rp. 60, dan pada  akhirnya Rp. 150. Untuk semen, beliau  mulai jual Rp. 20 per karung, selanjutnya  Rp. 40.

Pada saat  itu ada seorang kontraktor yang  hendak membeli semennya, untuk membuat sebuah  kuburan orang kaya. Tentu saja  Eka menolak, sebab menurut beliau untuk apa menjual semen ke kontraktor,  Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor dari  pembuat kuburan orang kaya. Beliau  membayar tukang sebesar Rp. 15 per hari ditambah dengan 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan yang mewah. Beliau mengawali  dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir dengan membayar Rp. 6.000 . Setelah semen dan besi betonnya  habis, beliau  pun berhenti sebagai kontraktor kuburan.

Demikianlah Eka berhenti sebagai kontraktor kuburan, lalau beliau  berdagang kopra, dan berlayar selama  berhari – hari ke Selayar ( Selatan Sulawesi selatan  ) dan juga ke sentra – sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra dengan harga  murah. Eka memperoleh  laba besar, akan  tetapi mendadak beliau  nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan sebuah peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai oleh  Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal saat itu harga  di pasaran  per kaleng Rp. 6 .

Bangkrut dan Bangkit Kembali

Eka  yang ketika itu mengalami rugi besar, beliau lalu mencari peluang lain. Berdagang gula, kemudian teng – teng ( makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah ), wijen, dan juga  kembang gula. Akan tetapi saat  mulai berkibar, harga gula jatuh,beliaupun rugi besar, modal nya habis lagi, bahkan beliau  berhutang. Eka bahkan harus menjual mobil jip, dua sedan dan juga  menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kimpoi untuk menutupi hutang dagang.

Namun  Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan juga aneka kebutuhan lainnya. Usahanya tersebut  juga masih jatuh bangun.

 

Pengusaha Kelapa Sawit

Diketahui bahwa  pada tahun 1980, beliau  memutuskan untuk melanjutkan usaha nya yaitu dengan  menjadi seorang entrepreneur seperti saat  masa mudanya dulu. Beliau  membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tidak tanggung – tanggung, beliau juga ikut  membeli mesin dan juga  pabrik yang dapat  memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang beliau  bangun berkembang  dengan sangat pesat dan beliau kemudian  memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli sebuah  perkebunan dan juga sekaligus pabrik teh dengan luas yang mencapai hingga  1000 hektar dan pabriknya memiliki  kapasitas sebesar 20 ribu ton teh.

Merambah Bisnis Perbankan

Selain berbisnis pada  bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis di sector  bank. Beliau  membeli Bank Internasional Indonesia ( BII ) dengan asset yang  mencapai  hingga 13 milyar rupiah.

Akan tetapi setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi lebih besar dan mempunyai  40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya ada  2 cabang dan asetnya sekarang  mencapai 9,2 trilliun rupiah.

 

Bisnis Kertas Hingga Properti

Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan menjadi orang  kaya.  Beliau  juga mulai merambah pada bisnis kertas. Hal tersebut  di buktikan dengan di belinya PT Indah Kiat yang dapat  memproduksi sampai  700 ribu Pulp pertahun dan dapat  memproduksi kertas hingga 650 ribu pertahun.

Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua serta Green View apartemen yang berada di Roxy, sehingga  tidak ketinggalan pula beliau  membangun Ambassador di Kuningan.

 

Sektor Bisnis Sinar Mas

Pengusaha sukses ini  mempunyai  pilar bisnis yang bergerak di berbagai sektor seperti agribisnis, kertas, jasa keuagan, makanan, property, telekomunikasi  dan infrastruktur di bawah naungan Kelompok Usaha Sinar Mas.

Keluarga Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja memiliki keluarga yang selalu mendukung nya dalam hal bisnis serta kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita yang  bernama Melfie Pirieh Widjaja dan memiliki  7 orang anak.

Wafat

Konglomerat pemilik dan pendiri  Sinar Mas Group ini meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2019 di RS Gatot Subroto Jakarta. Beliau wafat dengan meninggalkan bisnis yang menggurita pada  berbagai sektor dengan melalui Grup Sinar Mas yang beliau  dirikan .

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT MILYADER PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA

Ini Dia, Biografi Bob Sadino – Pengusaha Sukses Dari Indonesia

Ini Dia, Biografi Bob Sadino – Pengusaha Sukses Dari Indonesia

Bob Sadino – Beliau mempunyai nama  lengkap Bob Sadino, yang lahir pada tanggal 9 Maret 1933 di Lampung dan wafat pada tanggal 1 Januari 2015 .  Beliau dikenal serta akrab di panggil dengan sebutan  “ Om Bob “ . Beliau merupakan  seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis pada  bidang pangan dan peternakan. Beliau  adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick.  Dalam banyak kesempatan, beliau kerap  terlihat menggunakan kemeja lengan pendek serta  celana pendek yang menjadi ciri khas beliau . Bob Sadino dilahirkan  dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Beliau  merupakan  anak bungsu dari lima bersaudara. Pada saat  orang tuanya meninggal dunia , Bob yang ketika masih berusia 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan milik keluarga nya karena saudara kandungnya yang lain sudah di anggap mempunyai kehidupan yang sudah   mapan.

Bob selanjutnya  menghabiskan sebagian edari hartanya untuk berkeliling dunia. Pada perjalanannya tersebut , beliau sempat  singgah di Belanda lalu  menetap disana selama kurang lebih 9 tahun. Di Belanda, beliau  bekerja di Djakarta Lylod yang berada di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Sewaktu  tinggal di Belanda tersebut, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya yaitu  Soelami Soejoed .

Di 1967, Bob dan keluarganya kembali ke Indonesia. Beliau  membawa serta 2 Mercedes miliknya, yang merupakan mobil  buatan tahun 1960an. Lalu salah satunya beliau  jual sebab  untuk membeli sebidang tanah di daerah  Kemang, Jakarta Selatan sementara itu  yang lain tetap beliau  simpan. Setelah beberapa lama tinggal serta  hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaan nya karena beliau  mempunyai  tekad dan keinginan untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama yang di gelutinya  setelah keluar dari perusahaan , yaitu dengan  menyewakan mobil Mercedes milik beliau , dan beliau  sendiri yang menjadi supirnya. akan tetapi,  suatu ketika beliau  mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya tersebut  rusak parah.

Karena pada saat itu beliau tidak mempunyai uang untuk memperbaikinya, maka Bob beralih pekerjaan  dengan menjadi seorang tukang batu. Gajinya pada saat itu  hanyalah Rp.100 . beliaupun sempat mengalami depresi karena tekanan hidup yang sulit  yang dialaminya. Hingga pada suatu hari, temannya menyarankan Bob untuk memelihara ayam guna  melawan depresi yang dialaminya. Bobpun tertarik,  sewaktu  beternak ayam itulah timbul  inspirasi untuk  berwirausaha. Bob yang memperhatikan kehidupan ayam – ayam ternaknya. Beliaupun memperoleh  ilham, ayam saja mampu  berjuang untuk hidup, tentu saja manusia juga pasti  bisa.

Sebagai seorang  peternak ayam, Bob dan juga istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telur. Hanya dalam tempo satu setengah tahun, beliau  dan istrinya sudah mempunyai  banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih dalam berbahasa Inggris. Bob beserta istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, yangmana disana banyak terdapat orang asing menetap.

Tidak jarang  juga mereka kerap  di maki oleh pelanggan, bahkan babu orang asing sekalipun. akan tetatpi  mereka lebih mengaca pada diri sendiri, untuk memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari seorang yang memiliki  pribadi feodal menjadi pelayan. Sesudah  itu, lama kelamaan Bob yang memiliki berambut perak, menjadi pemilik tunggal dari  super market ( Pasar Swalayan ) Kem Chicks. Beliau  selalu tampil sederhana dengan hanya menggunakan  kemeja lengan pendek dan juga  celana pendek.

Bisnis pasar swalayan yang dimiliki Bob berkembang dengan  pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun – kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing yang ada di Indonesia. Sebab  itu beliau  juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob mempercayai bahwa setiap langkah sukses selalu di awali dengan kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak akan semudah yang dikira. beliau dan istrinya sering jungkir balik. Bagi beliau  uang bukanlah hal  yang nomor satu. Yang terpenting adalah  kemauan, komitmen, serta berani dalam mencari dan juga  menangkap peluang.

Keberhasilan dari seorang Bob Sadino  tidak terlepas dari ketidak tahuannya sehingga beliau  langsung terjun ke lapangan. Setelah mengalami  jatuh bangun, Bob trampil dan juga  menguasai bidangnya. Proses keberhasilan yang di raih  Bob berbeda dengan kelaziman, yang  semestinya dimulai dari ilmu, lalu  praktik, dan kemudian  menjadi trampil serta  profesional. Menurut Bob, kebanyakan orang memulai dari ilmu, berpikir serta  bertindak serba canggih, arogan, karena merasa mempunyai  ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan Bob selalu luwes terhadap para  pelanggan, mau mendengarkan saran dan juga  keluhan dari  pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati para pelanggan serta mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan dari  pelanggan akan menciptakan kepuasan bagi diri sendiri. Oleh Karena itu beliau  selalu berusaha melayani pelanggannya dengan  sebaik – baiknya. Bob menempatkan perusahaannya sebagai  sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks haruslah  saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya mempunyai  fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

Beliau kembali ke tanah air pada  tahun 1967, setelah bertahun-tahun berada  di Eropa dengan pekerjaan terakhir yaitu  sebagai seorang karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan juga Hamburg, Bob yang merupakan  anak bungsu dari lima bersaudara, hanya memiliki satu tekad, yaitu bekerja mandiri. Ayahnya beliau , merupakan seorang pria Solo yang menjadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, yang  meninggal dunia pada saat Bob berumur 19.

Modal yang beliau  bawa dari Eropa, yaitu dua mobil sedan Mercedes buatan tahun 1960an. Yang satu beliau  jual untuk membeli sebidang tanah di daerah Kemang, Jakarta Selatan. pada saat  itu, kawasan Kemang masih sepi, dan juga masih terhampar sawah serta  kebun. Sedangkan mobil yang satunya lagi di taksikan dengan  Bob sendiri sebagai supirnya.

Lalu ada Kem Food, yaitu pabrik pengolahan daging yang berada  di Pulogadung, dan juga sebuah ” Warung ” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal pada tahun 1985 menunjukkan, rata – rata per bulan perusahaan Bob berhasil  menjual 40 hingga 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, serta 100 ton sayuran segar.

” Saya hidup dari fantasi ” kata Bob saat menggambarkan keberhasilan dari usahanya. Ayah dua anak ini kemudian memberikan  satu contoh  hasil fantasinya, yaitu dapat menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ” Di mana pun tidak ada orang yang  menjual kangkung dengan harga segitu ” kata Bob.

Om Bob, adalah  panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Bagi beliau , bidang yang ditekuni nya sekarang tidak ada habis – habisnya. Oleh karena itu beliau tidak ingin berkhayal yang macam – macam. Haji yang ber penampilan nyentrik ini, adalah merupakan penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat – saat yang paling indah bagi beliau adalah , saat shalat bersama dengan istri dan juga  dua anaknya.

Meninggal Dunia

Setelah beliau sempat dirawat selama dua bulan, pengusaha nyentrik Bob Sadino ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada hari Senin ,  19 januari 2015 setelah sempat berjuang melawan penyakitnya yaitu infeksi saluran pernafasan kronis. Ketika itu Bob Sadino dikatakan sudah tidak sadar selama  2 – 3 minggu. Penyakitnya tersebut terkait dengan usianya yang sudah lanjut dan juga kondisinya yang semakin menurun setelah istrinya meninggal dunia pada Juli 2014.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT MILYADER

Biografi HM Fitno – Inilah Sosok Crazy Rich Pondok Indah Yang Rajin Bersedekah

Biografi HM Fitno – Inilah Sosok Crazy Rich Pondok Indah Yang Rajin Bersedekah

HM Fitno – Ada banyak sekali pengusaha muda di Indonesia, yang berhasil mempunyai  bisnis yang menggurita pada berbagai sektor. Salah satunya  adalah seorang pria yang berasal dari Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka. Pengusaha muda tersebut  bernama H Muhammad Fitno atau yang lebih dikenal sebagai  HM Fitno. Beliau adalah seorang pengusaha yang mengawali semuanya dari nol. Beliau  juga sangat suka bersedekah.

Biografi HM Fitno

Milyarder atau konglomerat atau juga  lebih dikenal sebagai Crazy Rich yang berasal dari  Pondok Indah ini dilahirkan  dengan nama lengkap Muhammad Fitno. Beliau dilahirkan di Pangkal Pinang  pada tanggal 19 November 1973  dan Besar di Kepulauan Bangka. Sebelum beliau memutuskan untuk merantau ke jakarta, sosok pria yang satu ini lahir serta besar di kepulauan bangka. Orang tuanya bukanlah berasal dari  orang yang  kaya raya. Beliau  mengawali  segala  usahanya dari ketekunan yang beliau di lakukan.

Pada tahun 1992 beliau  lulus dari SMAN 2 Pangkal Pinang, beliau  bercita – cita supaya  menjadi orang yang sukses. Hingga pada akhirnya beliau  memutuskan untuk merantau ke ibukota Jakarta.  HM Fitno  merantau ke jakarta hanya dengan bermodal kan uang  Rp.  50.000. sekitar pada  tahun 1995, uang 50 ribu tersebut masih dapat  di gunakan untuk modal perjalanan dari Bangka ke Jakarta. Beliau  bertekad untuk kerja sesuai dengan  bidangnya serta dapat  meraih kesuksesan di ibukota .

Karier Pertama Sebagai Telemarketing

Setelah sampai di Jakarta, beliau  mencoba untuk  mencari lowongan pekerjaan. Telah  ratusan walk interview yang beliau  datangi. Ketika  itu beliau mempunyai  latar belakang pendidikan telekomunikasi. Sehingga beliau  mencoba untuk mencari pekerjaan yang berhubungan dengan bidang tersebut. Setelah beliau sempat  berkali – kali di tolak, pada  akhirnya beliau memperoleh  pekerjaan pertama sebagai seorang telemarketing.

Setiap harinya beliau bertugas untuk  menawarkan produk pada  klien melalui telepon. Gaji pertama yang diterima oleh beliau  hanya sebesar  Rp. 600 ribu, akan tetapi beliau hanya bertahan selama dua bulan di pekerjaan telemarketing tersebut.

Bekerja di Turki

Perjalanan  karirnya memang tidak semudah yang bayangkan, bahkan Fitno pernah bekerja selama dua tahun di turki. Disana beliau  bekerja pada  sebuah penyedia telekomunikasi di turki yaitu Turkcell. Beliau  bekerja sebagai seorang tenaga ahli telekomunikasi. Terdapat  banyak hal yang beliau bisa  pelajari selama  disana, hingga pada  akhirnya selama dua tahun beliau  kembali ke indonesia.

Memilih Menjadi Pengusaha

Setelah merasa terlalu lama bekerja pada  bidang telekomunikasi, Fitno akhirnya memilih untuk menjadi seorang pengusaha, sepulang dari Turki beliau  mulai merintis usahanya,  usaha pertama beliau  masih berhubungan dengan bidang telekomunikasi. Beliau  mendirikan sebuah perusahaan yang  bernama PT MAC Sarana Djaya. Perusahaan tersebut menyediakan hosting netral pada  cakupan indoor telekomunikasi Indonesia. Perusahaan tersebut juga merupakan  sebagai pemasok solusi dari  sistem antena terdistribusi in – building dan juga  menyediakan layanan penyewaan DAS bagi  seluruh operator telekomunikasi di Indonesia.

Sejak saat itu fitno mulai memperluas usahanya, dengan membuat sebuah  hotel, yang masuk ke jaringan F Hotel. Hotelnya tersebut  telah  tersebar di berbagai daerah yang ada  di Indonesia. Disamping itu , beliau  juga berinvestasi pada  salah satu ecommerce yang  bernama ebaba yang diketahui merupakan ecommerce yang bergerak  pada bidang fashion muslim dan juga salah satu ecommerce yang terbesar yang ada  di Indonesia.

HM Fitno juga mulai membuka beberapa restoran yang di beri nama Kampoeng Bangka. Restorannya menyajikan berbagai jenis makanan khas Bangka. Lokasinya berada di Blok M jalan Panglima Polim No 102 Jakarta selatan.

 

Kaya Raya dan Rajin Sedekah

Terdapat satu  hal yang menarik dari sosok pengusaha muda yang berasal dari Bangka Belitung ini. Dibalik semua bisnisnya yang sukses, beliau merupakan  seorang yang dermawan. Beliau tidak terlena dengan kekayaan nya yang melimpah.  Beliau sering bersedekah kepada  orang yang membutuhkan. Beliau memberikan uang Rp 100.000 ke OB ( Office Boy ) setiap pagi dan juga berbagai amalan lainnya.

Baca Juga :