Categories
DUNIA FILSUF ILMUAN KISAH INSPIRATIF PENEMU TOKOH MUSLIM

Ibnu Sina – Inilah Biografi Sang Ilmuan Islam Dan Bapak Kedokteran Modern

Ibnu Sina – Inilah Biografi Sang Ilmuan Islam Dan Bapak Kedokteran Modern

Ibnu Sina  – Tokoh yang satu ini sangat terkenal di dalam dunia kedokteran karena sumbangsih atau dedikasinya terhadap perkembangan ilmu kedokteran serta banyak tulisan-tulisannya yang menjadi sebuah rujukan untuk para sarjana-sarjana kedokteran barat. Beliau juga dikenal sebagai ‘” Bapak Kedokteran Modern “ , Ibnu Sina merupakan seseorang yang ahli dalam bidang matematika, filsafat, sastra serta ilmu kalam.

Biodata Ibnu Sina

Nama : Abu ‘Ali al-Husain ‘Abdillah ibn Hasan ibnu ‘Ali Sina
Nama Lain : Sharaf al-mulk, Hujjat al-haq, Sheikh al-Rayees
Dikenal : Ibnu Sina, Avicenna
Julukan : Bapak Kedokteran Modern
Lahir : Afshona, Uzbekistan , 22 Agustus 980 M
Wafat : Hamedan, Iran, Juni 1037
Orangtua : Abdullah ( Ayah ), Setareh ( Ibu )

 

Biografi Ibnu Sina

Ibnu Sina mempunyai nama lengkap Abu ‘Ali al-Husain ‘Abdillah ibn Hasan ibnu ‘Ali Sina, namun dunia mengenal dirinya sebagai Ibnu Sina atau Avicenna. Beliau lahir pada tahun 370 hijriyah atau 980 M di sebuah desa yang bernama Khormeisan di dekat Bukhara wilayah Uzbekistan.

 

Masa Kecil Ibnu Sina

Ayah Ibnu Sina bernama Abdullah dan ibunya bernama Setareh, sejak beliau masih kanak-kanak , Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah sangat akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh sang ayah.

Kecerdasan Ibnu Sina yang sangat tinggi membuat beliau sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasihati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun dalam bidang pekerjaan apapun selain belajar dan juga menimba ilmu.

 

Cerdas Sejak Usia Muda

Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya dalam aktivitas keilmuan. Kejeniussan yang dimilikinya membuat beliau cepat menguasai banyak ilmu , dan meskipun beliau masih berusia muda , beliau sudah mahir di dalam bidang kedokteran.

Beliau menjadi terkenal , sehingga raja yang memimpin saat itu yaitu Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya, berkat kejadian tersebut , Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar.

Menurut biografi Ibnu Sina , dikatakan bahwa beliau menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq dan matematika dan berbagai cabangnya. Kesibukkannya di Pentas Politik di istana Mansur , Raja dinasti Samani, juga kedudukan beliau sebagai Menteri dalam pemerintahan Abu Tahir Syamud Daulah Deilami dan juga konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan , tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan perjalanan panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamaden , bahkan tidak dapat menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.

 

Menulis Kitab Kanun dan Kitab Al-Syifa

Ketika beliau berada di istana dan hidup tenang dan juga dapat dengan mudah memperoleh buku yang beliau inginkan , Ibnu Sina menyibukkan dirinya dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis sebuah ensiklopedia filsafatnya yang beliau beri nama kitab Al-Syifa.

Akan tetapi ketika harus berpergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risahlah. Ketika berada di dalam penjara , Ibnu Sina menyibukkan diri dengan merubah bait-bait syair, ataupun menulis perenungan agamanya dalam metode yang indah, diantara buku-buku dan risahlah yang ditulis oleh Ibnu Sina , kita Al-Syifa dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang masa. Al-Syifa ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat , mantiq, matematika , ilmu alam dan ilahiyyat.

Mantiq Al-Syifa saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami , sementara itu pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab Al-Syifa sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

 

Sumbangan Ibnu Sina Dalam Dunia Kedokteran

Menurut biografi Ibnu Sina , diketahui bahwa dalam ilmu kedokteran, Kitab Al-Qanun yang ditulis oleh Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan merupakan kitab yang paling otentik . kitab tersebut mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan serta berbagai macam penyakit.

Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahann pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan kedalam bahasa Latin. Dan buku tersebut kini sudah di terjemahkan dalam beberapa bahasa antara lain Inggris, Prancis dan Jerman.

Al-Qanun merupakan kitab kumpulan metode pengobatan purba dan juga metode pengobatan Islam. Kitab tersebut pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Universitas-Universitas yang ada di Eropa.

Ibnu Sina juga mempunyai peran yang sangat besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides serta menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan.

Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruang hampa , cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina mempunyai karya tulis dalam bahasa latin yang berjudul De Conglutineation Lagibum. Dan di dalam salah satu bab karya tulis tersebut, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung.

Pembahasan tersebut sungguh menarik . Di sana Ibnu Sina mengatakan “ Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab . Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan hal tersebut terjadi lantaran goncangan hebat yang disebabkan oleh gempa, dan yang kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir.

Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dalam meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya . ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar luar bumi “.

Ibnu Sina dengan kekuatan logika yang dimilikinya, sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan dikenal pula sebagai filosof yang tak tertandingi. Menurut beliau , seseorang baru diakui sebagai ilmuan , jika ia menguasai filsafat secara sempurna.

Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles dalam bidang filsafat. Saat menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran dari seorang Aristoteles , Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau sangat menguasai maksud dan isi dari kitab tersebut secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan “ Metafisika Aristoteles “ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode yang pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat parapatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles.

Periode yang kedua adalah saat Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

 

Ibnu Sina Dan Filsafat

Berkat telaah dan studi filsafat  yang dilakukan oleh para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoodinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan oleh Ibnu Sina adalah menjawab berbagai macam persoalan dalam filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di dalam bidang kedokteran tidak hanya tertuju dalam dunia islam tetapi juga merambah Eropa.

Albertus Magnus yang merupakan seorang ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis secara lengkap tentang filsafat Aristoteles, beliau dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dialah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles.

Dia mengenal pandangan serta pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filasaft metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosof yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

 

Ibnu Sina Wafat

Ibnu Sina Wafat pada tahun 428 hijriyah dalam usia 58 tahun di Hamedan, Iran. Beliau pergi setel;ah menyumbangakan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan nama beliau akan selalu di kenang sepanjang sejarah, terutama dalam bidang medis atau ilmu kedokteran. Sampai saat ini kitab-kitabnya mengenai ilmu kedokteran banyak dijadikan sebagai referensi para sarjana-sarjana kedokteran dari Barat .

Nama Ibnu Sina bahkan banyak di abadikan sebagai nama tempat di beberapa Negara di dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar kemajuan ilmu pengetahuan muslim pada zamannya.

 

Demikianlah biografi dari Ibnu Sina “ Bapak Kedokteran Modern “ semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL TOKOH INDONESIA WANITA

Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional Wanita Asal Aceh

Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional Wanita Asal Aceh

Tokoh pahlawan wanita yang satu ini sangat terkenal dalam perlawananya melawan kolonial Belanda, Beliau adalah Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien merupakan salah satu Pahlawan yang berasal dari tanah Aceh , yang terkenal dengan kisah perjuangannya . berikut ini adalah Profil dan juga Biografi dari Cut Nyak Dien.

 

Biodata Cut Nyak Dien

Nama : Cut Nyak Dhien
Lahir : Aceh Besar. 1848
Wafat : Sumedang , Jawa Barat , 6 November 1908
Orang tua : Teuku Nanta Seutia
Suami : Ibrahim Lamnga, Teuku Umar
Anak : Cut Gambang

 

Biografi Singkat Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien dilahirkan di Lampadang , Kerajaan Aceh. Tidak di ketahui dengan jelas kapan tanggal lahir dari Cut Nyak Dien , namun diketahui beliau lahir pada tahun 1948. Cut Nyak Dien dilahirkan dari keluarga keturunan bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayah beliau bernama Teuku Nanta Seutia , yang merupakan seorang Uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan dari Machmoed Sati , seorang perantau dari Sumatera Barat.

Machmoed sati diperkirakan datang ke Aceh pada abad ke 18 yang pada saat itu kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu , ayah Cut Nyak Dien merupakan keturunan Minangkabau.

 

Riwayat Masa Kecil Cut Nyak Dien

Ibu Cut Nyak Dien adalah putri uleebalang Lampagar. Saat masa kecilnya , Cut Nyak Dien merupakan seorang anak yang cantik , beliau memperoleh pendidikan agama  yang di didik oleh orang tuanya sendiri maupun dari guru agama, ia juga diajarkan oleh orang tuanya mengenai urusan rumah tangga seperti memasak, melayani suami , serta yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari . banyak laki-laki yang menyukai Cut Nyak Dien dan berusaha untuk melamarnya. Ketika usianya 12 tahun , beliau sudah dinikahkan oleh orang tuanya pada tahun 1862 dengan putra dari Uleebalang Lamnga XIII  yaitu Teuku Cek Ibrahim Lamnga , dan mereka mempunyai satu orang anak laki-laki.

 

Meletusnya Perang Aceh

Pada tanggal 26 Maret 1873 , Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel dan Antwerpen, Perang Aceh pun meletus.

Pada perang pertama ( 1873-1874 ) , Aceh yang dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah bertempur melawan Belanda yang di pimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler, pada saat perang pertama tersebut Belanda mengirim prajurit berjumlah 3.198.

8 April 1873 , Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Kohler dan langsung dapat menguasai Masjid Raya Baiturrahman serta membakarnya. Cut Nyak Dien yang melihat kejadian tersebut berteriak “ Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita di rusak ! mereka telah mencorengkan nama Allah !!  sampai kapan kita begini ? sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda? – Cut Nyak Dien “.

Kesultanan Aceh dapat memenangkan perang pertama.  Ibrahaim Lamnga yang bertarung di garis depan kembali dengan sorak kemenangan sementara Kohler tewas tertembak pada April 1873.

Pada tahun 1874-1880 , di bawah Pimpinan Jenderal Jan van Swieten , daerah VI Mukim dapat diduduki oleh Belanda pada tahun 1873 , sedangkan keratin sultan jatuh pada tahun 1874, Cut Nyak Dien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama Ibu-ibu rombongan lainnya pada tanggal 24 September 1875 , Suaminya melanjutkan pertempurannya untuk merebut kembali daerah VI Mukim.

Ketika suaminya Ibrahim Lamnga bertempur di Gle Tarum , ia tewas tepatnya pada tanggal 29 Juni 1878 . hal tersebut membuat Cut Nyak Dien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Kemudian Teuku Umar , yang juga merupakan tokoh pejuang Aceh , Melamr Cut Nyak Dien.

 

Menikah Dengan Teuku Umar

Pada awalnya Cut Nyak Dien menolak lamaran darai Teuku Umar. Akan tetapi karena Teuku Umar mempersilahkannya untuk ikut bertempur dalam medan perang, Cut Nyak Dien akhirnya memutuskan untuk menerima lamarannya dan menikah dengan Teuku Umar pada tahun 1880.

Hal tersebut membuat meningkatnya moral semangat perjuangan Aceh melawan Belanda . dalam Biografi Cut Nyak Dien diketahui bahwa Cut Nyak Dien dan Teuku Umar memiliki seorang anak yang di beri nama Cut Gambang.

Perang di lanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi’sabilillah. Sekitar tahun 1875 , Teuku Umar melakukan gerakan dengan mendekati Belanda dan hubungannya dengan orang Belanda menjadi semakin kuat.

 

“ Menyerahkan Diri ” ke Dengan Belanda

Pada tanggal 30 September 1893 , Teuku Umar dan juga para pasukkannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja dan “ Menyerahkan Diri “ kepada Belanda.

Belanda merasa sangat senang , karena musuh yang berbahaya mau membantu mereka , sehingga mereka memberikan Teuku Umar gelar Teuku Umar Johan Pahlawan dan menjadikannya komandan unit pasukan Belanda dengan kekuasaan penuh.

Akan tetapi ternyata Teuku Umar merahasiakan sesuatu untuk menipu Belanda , meskipun ia dituduh sebagai seorang penghianat oleh orang Aceh. Bahkan Cut Nyak Meutia datang menemui Cut Nyak Dien dan memakinya. Cut Nyak Dien berusaha menasihatinya untuk kembali melawan Belanda, namun Teuku Umar masih terus berhubungan dengan Belanda . Teuku Umar lalu mencoba untuk mempelajari taktik yang di miliki oleh Belanda , disamping pelan-pelan mengganti sebanyak mungkin orang Belanda di Unit yang ia kuasai. Ketika jumlah orang aceh pada pasukan tersebut cukup , Teuku Umar melakukan rencana palsu pada orang Belanda dan mengatakan bahwa ia akan menyerang Basis Aceh.

 

Penghianatan Teuku Umar Kepada Belanda

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien pergi bersama seluruh pasukan dan juga perlengkapan berat , senjata serta Amunisi Belanda, lalu tidak pernah kembali. Penghianatan tersebut disebut Het Verrad van Teukoe Oemaer ( Penghianatan Teuku Umar )

Teuku Umar yang menghianati Belanda menyebabkan Belanda menjadi Sangat marah dan melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap Cut Nyak Dien dan Teuku Umar, namun gerilyawan kini dilengkapi perlengkapan dari Belanda. Mereka mulai menyerang Belanda sementara Jendral Van Swieten digantikan oleh penggantinya yaitu Jenderal. Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, yang dengan mudah cepat terbunuh dan pasukan Belanda berada pada kekacauan.

Perjuangan Cut Nyak Dien kemudian dengan memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan tersebut terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901 karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu Cut Nyak Dien juga sudah semakin tua , matanya mulai rabun , dan beliau terkena penyakit encok dan juga jumlah pasukannya terus berkurang , serta sulit untuk memperoleh makanan.

 

Cut Nyak Dien Tertangkap

Anak buah Cut Nyak Dien yang bernama Pang Laot melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda karena Iba. Akibatnya Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien di Beutong La Sageu , mereka terkejut dan bertempur mati matian  kemudian Cut Nyak Dien di tangkap oleh Belanda dan di bawa ke Banda Aceh.

Dalam biografi Cut Nyak Dien diketahui bahwa beliau di pindah ke Sumedang , namun Cut Nyak Dien mempunyai penyakit rabun , sehingga beliau tertangkap , Cut Nyak Dien mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh , sayangnya usaha Dien berhasil dihentikan oleh Belanda. Anaknya Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan meneruskan perlawanan yang sudah dilakukan oleh ayah dan juga ibunya.

 

Dibuang ke Sumedang

Setelah ditangkap, Cut Nyak Dien di bawa ke Banda Aceh dan dirawat disitu , penyakitnya seperti Encok dan juga rabun, berangsur-angsur sembuh . akan tetapi Cut Nyak Dien akhirnya di buang ke Sumedang , Jawa Barat. Karena ketakutan Belanda bahwa dirinya akan menciptakan semangat perlawanan dan juga karena beliau terus berhubungan dengan para pejuang yang belum tunduk.

Cut Nyak Dien di bawa ke Sumedang bersama dengan tahanan politik Aceh yang lainnya dan menarik perhatian bupati Suriatmaja. Selain itu , tahanan laki-laki juga menyatakan perhatian mereka pada Cut Nyak Dien , tetapi tentara Belanda dilarang mengungkapkan identitas tahanan.

 

Wafatnya Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien ditahan bersama ulama bernama Ilyas yang segera menyadari bahwa Cut Nyak Dien merupakan ahli dalam agama islam, sehingga beliau di juluki sebagai “ Ibu Perbu “. Pada tanggal 6 November 1908 , Cut Nyak Dien meninggal dunia karena usia beliau yang sudah tua.

Makam Cut Nyak Dien atau “ Ibu Perbu “ baru ditemukan pada tahun 1959 berdasarkan permintaan dari Gubernur Aceh pada saat itu, Ali Hasan. Cut Nyak Dien diakui oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No. 106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964.

 

Demikianlah biografi singkat dari Cut Nyak Dien semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian, terimakasih.

 

Baca Juga :

Categories
DUNIA INDONESIA KISAH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi  Singkat Mohammad Hatta Tokoh Proklamator Indonesia

Biografi  Singkat Mohammad Hatta Tokoh Proklamator Indonesia

Mohammad Hatta dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional dan juga tokoh Proklamator yang membawa Indonesia Merdeka bersama dengan Presiden Soekarno Hatta . Menurut biografi Mohammad Hatta , beliau adalah sosok yang sederhana dan juga bersahaja hingga akhir hayatnya. Peran Mohammad Hatta di dalam merintis dan mewujudkan Indonesia merdeka sangatlah besar.

 

Biodata Mohammad Hatta

Nama : Dr. Drs. H. Mohammad Hatta
Tempat , tanggal lahir : Bukittinggi , 12 Agustus 1902
Wafat : Jakarta , 14 Maret 1980
Agama : Islam
Orang tua : Muhammad Djamil ( Ayah ), Siti Saleha ( Ibu )
Istri : Rahmi Rachim
Anak : Meutia Hatta , Halida Hatta, Des Alwi, Gemala Hatta
Pendidikan : Universitas Erasmus Rotterdam Belanda

 

Biografi Singkat Mohammad Hatta

Mohammad Hatta dilahirkan pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil dan indah tersebut Bung Hatta di besarkan di dalam lingkungan keluarga , ibunya bernama Siti Saleha , ayah Mohammad Hatta yang bernama Muhammad Djamil meninggal dunia ketika beliau berusia delapan bulan.

 

Riwayat Masa Kecil

Mohammad Hatta mempunyai enam saudara perempuan . Beliau merupakan anak laki-laki satu-satunya . beliau memulai pendidikannya di sekolah dasar ELS ( Europeesche Lagere School ). Sejak duduk di MULO ( Meer Uitgebried Lager Onderwijs ) di kota Padang , beliau telah tertarik pada pergerakan.

Sejak tahun 1916 , timbul organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java , Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa dan juga Jong Ambon , Mohammad hati masuk kedalam organisasi Jong Sumatranen Bond, sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, beliau menyadari betapa pentingnya arti keuangan untuk hidupnya. Tetapi sumber keuangan , baik dari iuran anggota ataupun sumabangan dari luar mungkin lancar apabila para anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab serta kedisiplinan , rasa tanggung dan disiplin itulah yang menjadi ciri khas dari sifat Mohammad Hatta.

 

Belajar Ke Belanda

Pada tahun 1921 Mohammad Hatta tiba di Negeri Belanda untuk melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Handles Hoge School di Rotterdam. Beliau juga mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Di tahun 1922 , perkumpulan ini berubah nama menjadi Indonesische Veregining, yaitu perkumpulan yang menolak kerja sama dengan Belanda dan kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia ( PI ).

Beliau juga mengusahakan agar majalah perkumpulan , Hindia Poetra , terbit secara teratur sebagai dasar pengikat antara anggota , dan pada tahun 1924 majalah ini berganti menjadi nama Indonesia Merdeka.

Hatta lulus dalam ujian Handles Economie ( Ekonomi Perdagangan ) pada tahun 1923. Pada awalnya beliau bermaksud menempuh ujian Doctoral dalam bidang ilmu Ekonomi pada tahun 1925. Karena pada tahun 1924 dia non-aktif dalam PI. Akan tetapi ketika di buku jurusan baru , yaitu Hukum Negara dan Hukum Adminstratif . Hatta pun memasuki jurusan tersebut , terdorong dari minatnya yang besar dalam bidang politik.

Perpanjangan rencana studinya tersebut memungkinkan Hatta untuk terpilih sebagai ketua PI pada tanggal 17 Januari 1926 . dalam kesempatan itu beliau mengucapkan pidato inaugurasi yang berjudul “ Economische Wereldbouw en Machtstegenstellingen” atau Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan.

 

Bergabung Dengan Perhimpunan Indonesia

Beliau mencoba menganalisis struktur ekonomi dunia , berdasarkan menunjuk landasan kebijaksanaan non-kooperatif . sejak tahun 1926 sampai 1930 , berturut-turut Hatta dipilih menjadi sebagai ketua PI. Dibawah kepemimpinannya , PI berkembang dari perkumpulan mahasiswa biasa menjadi organisasi politik yang mempengaruhi jalanya politik rakyat Indonesia.

 

Nama “ Indonesia “ Oleh Mohammad Hatta

Pada tahun 1926 , dengan tujuan untuk memperkenalkan nama Indonesia , Hatta memimpin Delegasi di Kongres Demokrasi Internasioanal untuk perdamaian Bierville , Prancis. Tanpa banyak Oposisi “ Indonesia “ secara resmi di akui oleh kongres . Nama “ Indonesia “ untuk menyebutkan wilayah Hindia Belanda ketika itu telah benar-benar dikenal oleh kalangan organisasi-organisasi internasional.

Hatta dan pergerakan nasional Indonesia mendapatkan pengalaman penting di Liga Menentang Imprealisme dan juga Penindasan Kolonial , suatu kongres Internasional yang di adakan di Brussels pada 10-15 Februari 1927.

 

Mohammad Hatta Di Penjara

Bersama dengan Nazir St. Pamontjak , Ali Sastreoamidjojo dan juga Abdul Madjid Djojoadiningrat , Hatta dipenjara selama lima setengah bulan . pada tanggal 22 Maret 1928 , mahkamah pengadilan Den Haag membebaskan keempatnya dari segala tuduhan.

Dalam sidang yang bersejarah tersebut, Hatta mengemukakan pidato pembelaan yang mengagumkan , yang kemudaian di terbitkan dengan brosur yang bernama ” Indonesia Vrij “ dan kemudian di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai buku dengan Judul Indonesia Merdeka. Kemudian antara tahun 1930-1931 , Hatta memfokuskan diri pada studinya serta menulis karangan untuk majalah Daulat Ra’jat dan kadang-kadang De Socialist .

 

Kembalinya Mohammad Hatta Ke Indonesia

Pada 1932 tepatnya di bulan Juli , Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda  dan sebulan kemudian  beliau tiba di Jakarta . antara akhir tahun 1932 dan 1933 , kesibukan utama seorang Mohammad Hatta adalah menulis berbagai artikel politik ekonomi untuk  daulat Ra’jat, beliau  juga aktif melakukan berbagai kegiatan politik .

Reaksi Hatta yang keras terhadap Soekarno sehubungan dengan penahanannya oleh pemerintah Kolonial Belanda , yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende , Flores Terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat yang berjudul “ Soekarno Ditahan “ ( 10 Agustus 1933 ) , “ Tragedi Soekarno “ ( 30 November 1933 ) , dan “ Sikap Pemimpin “ ( 10 Desember 1933 ).

 

Di Penjara Oleh Belanda

Pada bulan Februari 1934 , setelah Soekarno di buang ke Ende , Pemerintahan Kolonial Belanda mengalihkan perhatiannya kepada Partai Pendidikan Nasional Indonesia . para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia di tahan dan kemudian di buang ke Boven Digoel.

Dari kantor Jakarta adalah Mohammada Hatt, Sutan Sjahrir, dan Bondan . Dari Kantor Bandung Maskun Sumadiredja , Burhanuddin, Soeka , dan Murwoto, mereka seluruhnya di bunag ke Boven Digoel.

Sebelum ke Digoel , mereka di penjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta . di penjara Glodok , Hatta menulis buku berjudul “ Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.

 

Di Buang Ke Boven Digoel , Papua

Pada bulan Januari 1935 , Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah , Boven Digoel ( Papua ) . Kepala pemerintahan di sana , Kapten Van Langen , menawarkan dua buah pilihan , yang pertama bekejra untuk pemerintah kolonial Belanda dengan upah 40 sen sehari dengan harapan nanti akan dikirim ke pulau asal , atau menjadi buangan dengan menerima bahan makanan in natura , dengan tiada harapan pulang ke tanah asal.

Hatta menjawab jika beliau mau bekerja untuk pemerintah Kolonial waktu beliau masih berada di Jakarta , pasti beliau telah menjadi orang besar dengan gaji yang besar pula , maka tidak perlulah ia pergi ke Tanah Merah untuk menjadi kuli dengan gaji 40 sen sehari.

Dalam pembuangannya , Hatta secara teratur menulis artikel – artikel untuk surat kabar Pemandangan , rumahnya di Digoel di penuhi oleh buku-buku yang khusus beliau bawa dari Jakarta sebanyak 16 peti.

Pada bulan Desember 1935 , Kapten Wiarda , Pengganti Van Langen, memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Sjahrir di pindah ke Bandaneira , dan pada Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandanaeira, disana mereka bertemu dengan Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Mr. Iwa Kusumasumantri.

 

Kembali ke Jakarta

Pada tanggal 3 Februari 1942 , Hatta dan Sjahrir di bawa ke Sukabumi. Pada tanggal 9 Maret 1942 , Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang dan pada tanggal 22 Maret 1942 Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang , Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat . Hatta mengatakan tentang cita-cita Indonesia untuk merdeka , dan beliau bertanya apakah Jepang akan menjajah Indonesia. Mayor Jenderal Harada bahwa Jepang tidak akan menjajah , namun Hatta mengetahui bahwa kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri.

Selama masa pendudukan Jepang , Hatta tidak banyak bicara , akan tetapi pidatonya yang disampaikan di Lapangan Ikada ( Sekarang Lapangan Merdeka ) pada tanggal 8 Desember 1942 menggemparkan banyak kalangan . beliau mengatakan bahwa “ Indonesia terlepas dari penjajahan Imperealisme Belanda “. Oleh karena itu beliau tidak ingin Indonesia menjadi jajahan kembali , tua dan muda merasakan ini setajam-tajamnya. Bagi pemuda Indonesia , beliau lebih suka melihat Indonesia tenggelam dalam lautan daripada mempunyainya sebagai jajahan orang kembali “.

 

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam , Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan Proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda di Jl. Imam Bonjol.

Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang  yaitu Soekarno , Hatta , Sorbardjo, Soekarni dan Sayuti Malik memisahkan diri ke dalam suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Soekarno meminta Hatta untuk menyusun teks proklamasi yang ringkas. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang di dikte olehnya.

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 , kemerdekaan Indonesia di proklamasikan oleh Soekarno dan Muhammad Hatta atas nama bangsa Indonesia , tepat pukul 10.00 pagi di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

 

Wakil Presiden Indonesia Pertama

Tanggal 18 Agustus 1945 , Ir Soekarno diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia pertama dan Drs Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia , Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dari usaha Pemerintah Belanda yang ingin menjajah kembali . Pemerintah Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta . dua kali perundingan dengan belanda menghasilkan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville.

Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag , Bung Hatta yang mengetuai delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar untuk menerima pengakuan kedaulatan Indonesia dari Ratu Juliana . Bung Hatta juga menjadi Perdana Menteri waktu Negara Republik Indonesia Serikat ( RIS ) berdiri sendiri. Selanjutnya setelah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia , Bung Hatta kembali menjadi wakil presiden.

Setelah kontituante secara resmi telah dibuka oleh presiden , Wakil Presiden yang di jabat oleh Hatta mengemukakan kepada ketua Parlemen bahwa pada tanggal 1 Desember 1959 beliau akan meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden RI , Presiden Soekarno mencoba mencegahnya , tapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya.

Setelah meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden Bung Hatta mendapatkan beberapa gelar akademis dari berbagai perguruan tinggi di antaranya , Universitas Padjajaran Bandung menobatkan Bung Hatta sebagai Guru Besar dalam ilmu politik perekonomian, Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu Hukum , Pidato pengukuhan Bung Hatta Berjudul “ Menuju Negara Hukum ”.

Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung , Bogor , Jawa Barat. Mereka memiliki tiga orang putri yaitu Meutia  Hatta , Gemala Hatta dan Halida Hatta.

Pada tanggal 15 Agustus 1972 , Presiden Soeharto menyampaikan kepada Bung Hatta anugrah Negara berupa tanda kehormatan tertinggi “ Bintang Republik Indonesia Kelas I “ pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara.

 

Mohammad Hatta Wafat

Pada tanggal 14 Maret 1980 sang Proklamator dan Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta wafat di rumah sakit Dr Tjipto Mangunkusumo , Jakarta pada usia 77 tahun dan di kebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

 

Baca Juga :

Categories
DUNIA INDONESIA KISAH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL PRESIDEN TOKOH INDONESIA

Biografi Dan Profil Soekarno  Sang Proklamator Dan Presiden Pertama Indonesia

Biografi Dan Profil Soekarno  Sang Proklamator Dan Presiden Pertama Indonesia

Soekarno , beliau dikenal sebagai Proklamator dan Presiden Pertama Indonesia  bersama dengan Mohammad Hatta,  Soekarno dikenal sebagai Founding Father . Sokarno juga merupakan salah satu tokoh atau sosok yang banyak di kagumi dan di hormati di Indonesia sampai saat ini. Berikut ini adalah Biografi dan juga profil dari Soekarno .

Biodata Ir. Soekrano

Nama Lengkap : Dr. Ir. H. Soekarno
Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo
Nama Panggilan : Bung Karno, Soekarno, Pak Karno
Lahir : Surabaya , 6 Juni 1901
Wafat : Jakarta, 21 Juni 1970
Orang Tua : Soekemi Sosrodihardjo ( Ayah ), Ida Ayu Nyoman Rai ( Ibu )
Istri : Oetari , Inggit Garnasih , Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
Anak :
  • Guntur Soekarnoputra
  • Megawati Soekarnoputri
  • Rachmawati Soekarnoputri
  • Sukmawati Soekarnoputri
  • Guruh Soekarnoputra
  • Taufan Soekarnoputra
  • Bayu Soekarnoputra
  • Totok Suryawan Soekarnoputra
  • Karina Kartika Sari Dewi Soekarno
  • Ayu Gembirowati

 

 

Biografi Singkat Soekarno

Ir Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo, karena dulu beliau sering jatuh sakit yang mungkin disebabkan oleh namanya yang tidak sesuai maka beliau kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan sang ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai . kedua orang tuanya bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi seorang guru di Bali dan ibunya merupakan seorang bangsawan di Bali, diketahui Soekarno memiliki saudara kandung yaitu kakak perempuan yang bernama Sukarmini.

 

Riwayat Masa Kecil Soekarno

Semasa kecilnya Soekarno muda tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Beliau tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjkromo di Tulung Agung , Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat bersekolah disana walaupun tidak sampai selesai  karena beliau ikut pindah bersama orangtuanya ke Mojokerto.

Di Mojokerto kemudian Soekarno bersekolah di Eerste Inlandse School disekolah tersebut ayahnya juga bekerja sebagai guru. Akan tetapi beliau dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS ( Europeesche Lagere School ) yang setingkat dengan Sekolah Dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS ( Hogere Burger School ) di Surabaya.

Setelah tamat dari ELS dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan teman dari ayah Soekarno.

 

Masa Remaja Soekarno

H.O.S Cokroaminoto dikenal sebagai seorang pendiri dari Serikat Islam ( SI ) . Dirumah Cokroaminoto lah Soekarno berkenalan dengan para pemimpin Sarikat Islam ( SI ) SEPERTI Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Dirumah Cokroaminoto Soekarno akrab dengan Muso , Alimin , Darsono dan Semaun . mereka bertiga dikenal sebagai tokoh berhaluan komunis yang memimpin pemberontakan PKI di Madiun. Selain itu Soekarno juga berteman akrab dengan Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam dan juga memimpin pemberontakan melawan Soekarno . meskipun pada akhirnya Soekarno sendiri yang menandatangani eksekusi mati terhadap Kartosuwiryo yang menjadi sahabatnya ketika muda,

Soekarno juga sempat ikut bergabung dalam organisasi pada tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java . Soekarno bahkan aktif sebagai penulis di surat kabar harian bernama Oetoesan Hindia  yang dikelola oleh Cokroaminoto.

Di rumah Cokroaminoto juga Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar pidato . pada tahun 1921 setelah beliau lulus dari HBS , beliau kemudian pindah ke  Bandung dan tinggal bersama Haji Sanusi , disini Soekarno kemudian akrab dengan Douwes Dekker , Tjiptomangunkusumo dan Ki Hajar  Dewantara.

Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya dengan masuk ke Technische Hoogeschool ( THS ) jurusan teknik sipil. Technische Hoogeschool dikenal saat ini sebagai ITB ( Instutut Teknologi Bandung ), pada tahun yang sama yaitu 1921, Soekarno menikah dengan Siti Oetari yang merupakan putri sulung dari H. O. S Cokroaminoto.

Soekarno sempat berhenti kuliah setelah dua bulan masuk THS, akan tetapi pada tahun 1922 ia mendaftar kembali dan mulai kuliah hingga akhirnya lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Insinyur.

Setelah tamat dari THS , Soekarno mendirikan Biro Insinyur di tahun 1926 bersama Ir. Inwari yang mengerjakan desain rancangan bangunan , beliau juga bekerja bersama Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah.

Selama tinggal di Bandung Soekarno mendirikan Algemeene Studi Club ( ASC ) yang kemudian menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada 7 Juli 1927, tujuannya didirikan partai tersebut adalah agar Indonesia dapat terlepas dari Jajahan Belanda pada saat itu.

 

Di Penjara Oleh Pemerintah Kolonial

Dari keberanian Soekarno tersebut kemudian pemerintah Kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta dan memasukkannya ke Penjara Banceuy di Bandung , dan pada tahun 1930 , Soekarno di pindahkan ke penjara Suka Miskin.

Dalam penjara tersebut semua kebutuhan hidupnya berasal dari istrinya yang sangat setia menemaninya yaitu Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 karena sebelumnya Soekarno telah menceraikan istrinya Siti Oetari sercara baik-baik saat masih di Bandung.

Karena di anggap berbahaya oleh pemerintahan Kolonial Belanda , beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit dengan tujuan agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Penghuni tahanan elit ini sebagian besar diisi oleh warga Belanda yang memiliki kasus seperti penggelapan, korupsi serta penyelewengan.

Untuk berbicara dengan Inggit Soekarno di awasi dengan ketat dan juga barang bawaan yang di bawa oleh Inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti. Selama berada di Penjara orang tua Soekarno tidak pernah sekalipun menjenguk Soekarno alasannya adalah karena mereka tidak sanggup melihat Soekarno di penjara.

 

Soekarno dan Pembelaan “ Indonesia Menggugat

Dalam biografi Presiden Soekarno , diketahui bahwa kasus beliau di sidangkan oleh Belanda melalui pengadilann Landraad di Bandung, saat sudah delapan bulan berlalu yang jatuh pada tanggal 18 Desember 1930, Soekarno dalam pembelaanya membuat Judul “ Indonesia Menggugat “ yang terkenal. Dimana beliau mengungkapkan bahwa Bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah merampas dan menindas kemerdekaan bangsa Indonesia . pembelaanya tersebut membuat Belanda menjadi semakin marah sehingga PNI yang didirikan oleh Soekarno di bubarkan pada bulan Juli 1930.

Pada 1931 beliau bebas dari penjara kemudian Soekarno bergabung dengan Partindo pada tahun 1932, karena beliau sudah tidak mempunyai partai lagi dan kemudian beliau diangkat sebagai pemimpin Partindo akan tetapi beliau kembali di tangkap oleh Belanda dan kemudian di asingkan ke Flores.

Pada tahun 1928, beliau kemudian di buang ke Bengkulu , disini Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang kemudian menjadi teman seperjuangannya yang kemudian keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Di Bengkulu juga Soekarno kemudian berkenalan dengan  Fatmawati yang kelak menjadi istri dari Soekarno dan juga ibu Negara yang pertama . Fatmawati merupakan putri dari Hassandin yang mengajak Soekarno untuk mengajar di sekolah Muhammadiyah di Bengkulu.

Pada tahun 1942 kekuasaan Kolonial Belanda berakhir setelah Jepang menyerbu Indonesia . Soekarno sempat akan di pindah kan oleh Belanda ke Australia namun gagal karena di hambat oleh Jepang. Akhirnya kemudian Soekarno pulang ke Jakarta .Disitulah Jepang kemudian memanfaatkan Soekarno beserta pemimpin Indonesia lainnya untuk menarik hati penduduk.

 

Soekarno Dan Jepang

Jepang bahkan menunjuk Soekarno untuk memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI setelah berjanji memberikan kemerdekaan kepada Indonesia . Soekarno bahkan sempat terbang ke Jepang untuk bertemu dengan Kaisar Hirohito.

Beliau terus menerus melakukan pendekatan dan kerja sama  dengan Jepang dengan tujuan agar Indonesia segera diberi kemerdekaan. Segala persiapan untuk kemerdakaan Indonesia telah dilakukan oleh Soekarno seperti merumuskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi dan juga dasar Negara serta perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.

Sebelum mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus 1945 , Soekarno bersama Mohammad Hatta bersama memimpin Indonesia yang lainnya untuk terbang ke Dalat, Vietnam dengan tujuan untuk menemui pimpinan tertinggi kekaisaran Jepang di Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi, menjelang proklamasi kemerdekaan , terdapat perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda.

 

Peristiwa Rengasdengklok

Para golongan tua menginginkan agar kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang sedangkan golongan muda menginginkan agar kemerdekaan Indonesia di proklamasikan secepatnya. Hal tersebut kemudian membuat golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno dan juga Mohammad Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945.

Soekarno dan Mohammad Hatta di bawa ke daerah Rengasdengklok dengan tujuan agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia serta menjauhkannya dari pengaruh Jepang , peristiwa penculikan tersebut kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok.

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta di bawa ke Rengasdengklok membuat Ahmad Soebardjo kemudian menjemput Soekarno dan Mohammad Hatta.

Sutan Syahir yang dikenal sering bersebrangan pendapat dengan Soekarno marah mendengar Golongan muda menculik Soekarno dan Hatta dan menyuruh mereka membawanya kembali ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta , Soekarno dan Mohammad Hatta beserta pemimpin lainnya bertemu dengan Laksamana Maeda di rumahnya di Jl. Imam Bonjol, Laksamana Maeda kemudian menjamin keselamatan Soekarno dan juga para pemimpin lain dan mempersilahkan Soekarno dan Hatta untuk merumuskan teks proklamasi bersama dengan Ahmad Soebarjo mereka bertiga merumuskan teks proklamasi yang kemudian di ketik oleh Sayuti Melik.

 

Presiden Indonesia Pertama

Pada tanggal 17 Agustus 1945 , Soekarno dan juga Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal tersebut juga di peringati sebagai Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia dimana kemudian Soekarno membentuk Pancasaila sebagai Dasaa Negara Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa Ir. Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta di angkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah Bangsa Indonesia.

 

 Indonesia Dalam Pemerintahan Presiden Soekarno

Selam pemerintahan Presiden Soekarno , Indonesia sebagai Negara baru ketika itu bertahan dari berbagai permasalahan yang kerap hadir dan menggoyahkan stabilitas Negara Indonesia. Pertama kali dengan adanya agresi militer yang di lakukan oleh Belanda yang kembali menjajah Indonesia setelah Jepang menyerah.

Kemudian muncul pemberontakkan PKI yang di pimpin oleh Muso yang merupakan kawan lama Soekarno dan Amir Syarifudin Pemberontakan Persemesta , Pemberontakan Republik Maluku , Pemberontakan APRA oleh Westeling dan Pemberontakan Darul Islam atau DI/TII oleh Kartosuwiryo yang merupakan kawan Soekarno sendiri ketika masih muda.

Meskipun banyak dilanda masalah diawal-awal pemerintahannya , namun di bawah pemerintahan Soekarno Indonesia mulai terkenal di mata Internasional .

Banyak pemimpin dunia seperti Jhon F. Kennedy yang merupakan Presiden dari Amerika ketika itu dan juga Fidel Castro yaitu presiden Kuba dan pemimpin Negara yang lainnya menaruh hormat terhadap Soekarno.

Indonesia bahkan pernah sempat berganti sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensial dari tahun 1945 hingga 1960an.

Dan pada tahun 1960an pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia , penyebab utamanya adalah karena adanya pemberontakan besar oleh PKI ( Partai Komunis Indonesia ) yang dikenal; dengan G30-S/PKI dimana peristiwa ini membuat akhir dari cerita pemerintahan Presiden Soekarno dan juga Orde Lama berakhir.

Hal tersebut ditandai dengan adanya “ Supersemar “ ( Surat Perintah Sebelas Maret ) pada tahun 1966. Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno ke Soaharto agar dapat mengendalikan keamanan dan juga ketertiban Negara yang pada saat itu sedang kacau balau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang kelak menjadikan Soeharto sebagai presiden Indonesia yang baru.

 

Akhir Jabatan Soekarno Sebagai Presiden

Dalam biografi Soekarno diketahui bahwa , jabatannya sebagai Presiden berakhir dengan di angkatnya Soeharto sebagai Presiden, Ir Soekarno kemudian banyak menghabiskan waktunya di Istana Bogor.

 

Wafatnya Soekarno

Lama kelamaan kesehatan Soekarno terus menurun sehingga beliau mendapatkan perawatan dari tim dokter kepresidenan , di Wisma Yaso di Jl. Gatot Subroto beliau di tahan sehingga ketika beliau sakit beliau tidak dapat kemana-mana sehingga karena penahanan inilah yang kemudian membuat beliau menderita lahir dan batin , bahkan keluarganya pun tidak boleh secara bebas untuk menjenguk Soekarno.

Semasa sakit banyak resep obat yang tidak dapat di tukar dengan obat dimana resep tersebut diberikan oleh Dr. Mahar Mardjono yang memimpin tim dokter ketika itu, sehingga pada saat itu banyak tumpukan resep di meja penahanan Ir. Soekarno, resep tersebut dibiarkan saja dan tidak pernah di tukar dengan obat.banyak yang mengatakan bahwa penguasa yang baru memang sengaja membiarkan Soekarno sakit dan makin parah sehingga mempercepat kematiannya . alat-alat kesehatan yang berasal dari China untuk menyembuhkan Soekarno di tolak oleh Presiden Soeharto ketika itu. Rachmawati Soekarnoputri bahkan menuturkan bahwa untuk sekedar menebus obat sakit gigi saja harus seizin Presiden Soeharto.

Tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno atau Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSADP Gatot Subroto, Jakarta.

Kepergian Sang Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia ke Pangkuan yang Maha Kuasa menyisakan luka yang begitu mendalam bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Jenazah beliau kemudian dibawa ke Wisma Yaso, Jakarta setelah itu kemudian jenazahnya di bawa ke Blitar, Jawa Timur untuk di kebumikan dekat makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Gelar “ Pahlawan Proklamasi “ diberikan oleh pemerintah Indonesia karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia.

 

Itulah Artikel mengenai Profil dan Biografi singkat Presiden Soekarno , semoga bermanfaat bagi para pembaca, terimakasih.

 

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF TOKOH MUSLIM

Biografi Thariq bin Ziyad Sang Panglima Islam Penakluk Spanyol

Biografi Thariq bin Ziyad Sang Panglima Islam Penakluk Spanyol

Thariq bin Ziyad  dalam sejarah Spanyol beliau di kenal sebagai Taric el Tuerto ( Taric yang mempunyai satu mata ) . akan tetapi dunia mengenal sebagai salah satu panglima islam terkenal yang memiliki peran sangat besar dalam menaklukkan Spanyol dan juga menyebarkan ajaran-ajaran Islam di tanah Spanyol .

 

Biografi dan Kisah Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad dilahirkan dengan nama lengkap Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau. Beliau adalah putra dari suku Ash – Shadaf yaitu penduduk asli daerah Al-Atlas , Afrika Utara . Thariq di lahirkan sekitar tahun 50 Hijriah , namun asal usul Thariq tidak di ketahui secara pasti.

Menurut salah seorang sejarawan Sauqi Abu Khalil dan dikutip dari Alwi Alatas , ada yang menyebutnya sebagai keturunan Bani Hamdan dari Persia , atau Suku Lahm , dan ada juga yang menyebutnya bahwa Thariq bersala dari bangsa Vandals, akan tetapi banyak sejarawan yang menganggapnya adalah keturunan dari Bangsa Berber.

Menurut Alwi Alatas , Thariq berasal dari keluarga muslim dan sejak kecil beliau telah dididik secara Islam oleh ayahnya pada masa kekuasaan Uqbah bin Nafi di Ifriqiya .

Beliau ahli dalam menunggang kuda , menggunakan senjata dan juga ilmu bela diri . Setelah Rasullullah SAW wafat , Islam menyebar dalam speKtrum yang sangat luas . tiga benua lama yaitu Asia, Afrika dan juga Eropa pernah merasakan rahmat dan juga keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tanpa terkecuali Spanyol ( Andalusia ) , negeri di dataran Eropa ini menjadi negeri yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam pada zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.

 

Kondisi Spanyol Sebelum Kedatangan Thariq bin Ziyad

Sejak tahun 597 M , Spanyol dikuasai oleh Bangsa Gotic , Jerman. Raja Roderick yang berkuasa pada saat itu berkuasa dengan lalim , ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial, yaitu pertama keluarga raja, kedua para pendeta , ketiga para pegawai Negara , keempat para petani dan pedagang dan kelima para buruh tani , serdadu rendahan, budak dan mereka yang paling menderita hidupnya.

Akibat dari klasifikasi sosial tersebut , rakyat Spanyol merasa tidak nyaman dan betah , akhirnya sebagian besar dari mereka memutuskan untuk Hijrah ke Afrika Utara . dan disini di bawah pemerintahan islam yang di pimpin oleh Musa bin Nusair mereka merasakan keadilan , kesamaan hak, keamanan serta menikmati kemakmuran . para imigran Spanyol tersebut kebanyakan Beragama Yahudi  dan Kristen. Bahkan Gubernur Ceuta yang menjabat saat itu yaitu Julian ia dan putrinya Florinda yang telah di Nodai oleh Raja Roderick ikut mengungsi

Melihat kezaliman tersebut , Musa bin Nuzair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyebarkan Islam ke negeri tersebut. Khalifah Al-walid bin Abdul Malik memberi izin  kemudian Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyebrangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa .

 

Penaklukan Spanyol Oleh Thariq bin Ziyad

Ekspedisi Penaklukan Andalusia ( Spanyol )

Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi , Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah kapal adalah pemberian dari gubernur Julian. Pada tanggal 25 Ramadahan 91 Hijriah atau 23 April 710 Masehi , di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang merupakan sasaran serangan pertama. Di petang harinya pasukan ini berhasil menaklukkan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti . padahal pada saat itu jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak , setelah penaklukkan tersebut Abu Zar’ah pulang.

Keberhasilan ekspedisi yang dilakukan oleh Anu Zar’ah dan pasukannya membangkitkan semangat Musa  bin Nusair untuk menaklukkan seluruh Spanyol . Maka ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk melakukan penaklukkan kedua.

 

Pendaratan Pasukan Islam di Spanyol

Dalam Biografi Thariq bin Ziyad diketahui bahwa pada hari senin, 3 Mei 711 M , Thariq membawa 7.000 pasukannya menyebrang ke daratan Eropa dengan kapal . sesampainya di wilayah Spanyol , beliau mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang sekarang dikenal dengan Gibraltar . dalam bahasa Arab di sebut dengan Jabal Thariq “ Bukit Thariq “.

Thariq bin Ziyad berdiri di depan semua pasukannya dan memerintahkan semua pasukannya untuk membakar semua armada kapal yang mereka miliki.

 

Pertempuran Guadalete ( Syudzunah )

Mendengar bahwa pasukan Thariq telah mendarat , Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan yang lengkap . ia memimpin langsung pasukkanya tersebut . kemudian Musa bin Nusair mengirimkan bantuan sebanyak 5.000 orang , sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000. pada hari ahad 28 Ramadhan 92 Hijriah atau 19 Juli 711 Masehi , kedua pasukan pun bertemu dan bertempur di sekitar sungai Guadalete . pertempuran tersebut dikenal sebagai Pertempuran Guadalete atau Pertempuran Syudzunah.

Julian dan beberapa orang anak buahnya menyusup ke kubu Roderick dan menyampaikan kabar bahwa pasukan muslimin datang bukan untuk menjajah , tetapi hanya untuk menghentikan kezaliman Roderick , jika Roderick terbunuh maka peperangan akan dihentikan. Usaha Julian pun berhasil , sebagian pasukan Roderick pun mundur hal tersebut membuat barisan tentara Roderick pun menjadi kacau balau.

Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Thariq, beliau berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri , dengan terbunuhnya Roderick membuat patahnya semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dapat dengan mudah untuk dikuasai , keberhasilan tersebut disambut gembira oleh Musa bin Nusair , baginya ini adalah awal yang baik bagi penaklukkan seluruh Spanyol dan Negara-negara Eropa.

Hanya dalam waktu 2 Tahun seluruh daratan Spanyol berhasil di kuasi. Beberapa tahun kemudian mereka berhasil menaklukkan Portugis dan mereka mengganti namanya dengan Al-Gharb ( Barat ), sungguh hal tersebut adalah keberhasilan yang luar biasa , Musa bin Nusair dan Thariq berencana terus membawa pasukanya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa , namun niat tersebut tidak dapat terealisasikan karena Khalifah Al- Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus , Thariq pulang terlebih dahulu sedangkan Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.

 

Wafatnya Thariq bin Ziyad

Setelah bertemu dengan Khalifah , Thariq bin Ziyad di takdirkan oleh Allah swt, tidak kembali ke Eropa , ia sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya di Damaskus , Suriah pada tahun 720 M. Tidak diketahui bagaimana akhir-akhir kehidupan Thariq bin Ziyad , namun Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai Putra asli Afrika Utara muslim yang berhasil menaklukkan daratan Eropa .

Demikianlah Biografi  Serta kisah Thariq BIN Ziyad Panglima Islam yang terkenal menaklukkan Spanyol.

 

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF MOTIVATOR PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA WANITA

Biografi Dan Profil Lengkap Merry Riana , Motivator Wanita Tersukses Indonesia Yang Mendunia

Biografi Dan Profil Lengkap Merry Riana , Motivator Wanita Tersukses Indonesia Yang Mendunia

Merry Riana adalah seorang Pengusaha Wanita, Penulis dan juga seorang Motivator yang berasal dari Indonesia. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1980 dan merupakan anak pertama dari pasangan Ir. Suanto Sastrosaputro dan Lynda Sanian.

Ketika Merry Riana menempuh pendidikannya di Nanyang Technological University di Singapura , Merry menempuh dan melewati nya dengan keprihatinan financial akan tetapi kemudian ia menciptakan serta merubah pola pikirnya dan mulai berusaha dengan konsep serta kerja keras yang luar biasa sehingga akhirnya pada usia 26 Tahun , wanita ini sudah berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 1 Juta Dollar.

Biodata Dan Profil Singkat Merry Riana

Nama : Merry Riana
Tempat, tanggal lahir : Jakarta , 29 Mei 1980
Profersi : Pengusaha, Motivator, Penulis, Aktris
Ayah : Ir . Suanto Sostro Saputro
Ibu : Lynda Sanian
Suami : Alva Christopher Tjenderasa
Anak : Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu
Pendidikan :
  • SD Don Bosco Pulomas
  • SMP Santa Ursula
  • SMA Santa Ursula
  • S1 – Nanyang Technological University Singapura
Buku : Mimpi Sejuta Dollar

 

Masa Kecil

Merry merupakan anak sulung dari tiga bersaudara , sang adik bernama Aris dan Erick . Sebagai anak tertua di dalam keluarganya , Merry harus menjadi panutan untuk adik-adiknya.

Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar , SD Don Bosco Pulomas , setelah tamat SD ia melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA yang sama yaitu Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat, sebenarnya setelah menamatkan SMA nya Merry ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti, akan tetapi hal tersebut harus pupus karena kerusuhan besar yang terjadi pada tahun 1998.

 

Kuliah di Singapura

Karena kondisi yang tidak aman untuk Merry berkuliah di Trisakti , Merry kemudian memutuskan untuk memilih kuliah di Singapura demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sang ayah Suanto Sosrosaputro memutuskan mengirim putrinya untuk belajar di luar negeri . dan pada saat itu Singapura menjadi pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, serta lingkungan yang aman dan mempunyai sistem pendidikan yang bagus.

Di Singapura Merry kuliah di Nanyang Technological University , Merry mulai belajar di bangku kuliah dan mengambil jurusan Electrical and Electronics Engineering ( EEE ) pada tahun 1998, Merry mengaku bahwa jurusan tersebut adalah jurusan yang paling masuk akal , karena ia bercita-cita sebagai seorang insinyur.

 

Perjuangan Hidup Di Singapura

Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri , Merry sempat gagal dalam tes bahasa inggris di Nanyang Technological University  dan tanpa bekal dan juga dana yang memadai , Merry pun meminjam dana dari Pemerintah Singapura.

Untuk menghemat , Merry mensiasatinya hanya dengan makan mie instan di pagi hari dan makan siang hanya dengan dua lembar roti tanpa selai , ia juga mengikuti seminar serta perkumpulan di malam hari demi mendapatkan makan gratis, bahkan untuk minum saja ia sampai mengambil air keran atau tap water dari kampusnya.

Hal tersebut terus berjalan setiap hari di tahun pertama kuliahnya , karena keadaan tersebut Merry pun terdorong untuk mencari pekerjaan di luar, mulai dari membagikan pampflet atau brosur , menjadi seorang penjaga toko bunga , menjadi pelayan Banquet di hotel , dan ketika Merry menyadari bahwa hidupnya tidak berubah meski sudah memasuki tahun kedua , ia pun mulai membangun mimpinya.

Karena ia tidak memiliki latar belakang pendidikan dan juga bisnis , Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar serta melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis.

 

Jatuh Bangun Dalam Berbisnis

Merry mencoba berbagai peluang bisnis . ia pun mencoba peruntungannya dengan bisnis pembuatan skripsi , bisnis MLM , dan mencoba bermain saham akan tetapi semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba Praktik dengan terjun ke multi level marketing meski pada akhirnya ia mengalami kerugian sekitar 200 Dollar . Merry bahkan pernah kehilangan uangnya sebesar 10.000 dollar ketika memutar uangnya dalam bisnis saham .

Kemudian bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temanya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya , mereka berdua memulai usaha bersama , dan belajar dari pengalaman para pengusaha sukses.

Merry kemudian memulai sektor penjualan di bidang jasa keuangan , pada awal karirnya sebagai seorang penasihat keuangan ia dihadapi oleh sejumlah tantangan dan hambatan.

Namun Merry Riana adalah seorang wanita yang giat bekerja keras dan pantang menyerah, ia bekerja selama 14 jam dalam sehari , berdiri di dekat Stasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi , bahkan ia juga bekerja sampai tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari , belum lagi pendapatannya yang tidak pasti yang membuat ia harus berhemat.

 

Awal Sebuah Kesuksesan

Sampai akhirnya Merry sukses sebagai Finacial Consultan yang menjual produk-produk keuangan seperti, kartu kredit, deposito, asuransi , tabungan dan lain-lain. Dalam enam bulan pertama kariernya di Prudential , Merry berhasil melunasi hutangnya sebesar 40 ribu Dollar Singapura.

Tepat pada satu tahun pertama kariernya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 ribu Dollar Singapura atau sekitar 1,5 Milyar Rupiah, Merry kemudian di anugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003.

Pada tahun 2004, Merry dipromosikan sebagai manajer, kemudian ia lalu memulai bisnisnya sendiri dengan menyewa kantor dan mempunyai karyawan sendiri , Merry Riana mendirikan Merry Riana Organization ( MRO ) yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak dalam bidang pelatihan , motivasi serta percetakan buku di Singapura.

Keinginannya untuk berbagi tidak hanya dilakukan di Singapura . ketika ulang tahunnya yang ke 30 , Merry membuat resolusi baru , yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia terutama di Indonesia.

Pada tahun 2005 , Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan juga penghargaan Top Rookie Agency, sampai saat ini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan professional dan eksekutif penjualan , motivasi pemasaran .

 

Buku Best Seller “ Mimpi Sejuta Dollar “

Buku Mimpi Sejuta Dollar menjadi Natioanl Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya . buku ini banyak menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana yang menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun , yang pada awalnya Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul dalam artikel The Strait Times pada 26 Januari 2007 yang berjudul  “ She’s made her first million at just age 26

Kini Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar , perusahaan, sekolah dan juga media massa di Singapura dan beberapa Negara di Asia Tenggara .

Baca Juga :

Categories
ILMUAN INDONESIA KISAH INSPIRATIF PENEMU PRESIDEN TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi BJ Habibie – Bapak Teknologi & Presiden Indonesia ke- 3

Biografi BJ Habibie – Bapak Teknologi & Presiden Indonesia ke- 3

BJ Habibie – Siapa yang tidak mengenal sosok BJ Habibie , anak bangsa yang berprestasi di kancah Internasional. BJ Habibie sangat di hormati oleh ilmuan dunia khususnya pada bidang penerbangan. Selain, beliau di kenal sebagai orang paling cerdas di antara para ahli penerbangan , beliau juga merupakan mantan Presiden  Republik Indonesia ke-3 . oleh sebab itu profil dan biografi BJ Habibie sangat menarik untuk di ketahui.

Banyak prestasi yang telah BJ Habibie raih , serta perannya di dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional , beliau merupakan seseorang yang patut di jadikan contoh serta panutan pagi putra dan putri bangsa Indonesia bahwa setiap orang dapat berkarya dan diakui oleh dunia.

Kali ini admin akan membahas kisah dari Presiden RI ke-3 BJ Habibie , berikut ini adalah Biografi dari BJ Habibie.

 

Biodata dan Biografi BJ Habibie

Nama Lengkap : Bacharuddin Jusuf Habibie
Nama Populer : BJ Habibie
Tempat Lahir : Pare-pare
Tanggal Lahir : Kamis, 25 Juni 1936
Wafat : Jakarta, 11 September 2019
Agama : Islam
Warga Negara : Indonesia
Istri : Hasri Ainun Besari
Pendidikan :
  • S1 Teknik Mesin , Instutit Teknologi Bandung ( ITB )
  • S2 Rhenisch Wesfalische  Tehnische Hochscule, Jerman
  • S3 Rhenisch Wesfalische Technische Hochscule , Jerman
Karir :
  • Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB
  • Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang MBB
  • Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada Industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB
  • Menteri  Riset dan Teknologi ke-1
  • Presiden RI ke-3
  • Wapres RI ke-7
Penghargaan :
  • Edward Warner Award
  • Award von Karman
  • Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Instutut Teknologi Bandung

 

Latar Belakang Keluarga BJ Habibie

BJ Habibie dilahirkan di kota Pare-pare pada 25 Juni 1936 beliau mempunyai nama lengkap Prof.DR ( HC ). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau adalah anak keempat dari delapan bersaudara , ayahnya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie dan ibunya bernama Raden Ajeng Tuti Marini Puspowordjojo.

Ayah BJ Habibie adalah seorang ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo yang berdarah Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa yang merupakan seorang anak dari spesialis mata di Yogya yang bernama Puspowardjojo.

Menurut biografi BJ Habibie dapat diketahui bahwa beliau tumbuh dalam keluarga yang religius. Ayahnya Abdul Alwi Jalil selalu membacakan ayat suci Al-quran setiap harinya . Bahkan Habibie sendiri mengatakan bahwa beliau selalu tenang ketika sang ayah membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapannya. Di dalam satu hari ayahnya dapat membacakan ayat suci Al-qur’an satu sampai dua juz . melalui kebiasaan tersebut tidak heran apabila dapat membaca ayat suci Al-qur’an dengan fasih pada usia 3 tahun. Habibie kecil sangat suka membaca dan olahraga menunggang kuda . karena kebiasaannya tersebut beliau dikenal sangat cerdas . akan tetapi beliau harus kehilangan sang ayah pada saat usianya 14 tahun karena sang ayah terkena serangan jantung ketika menjalankan shalat Isya bersamanya pada tanggal 3 September 1950.

Setelah ayah beliau meninggal dunia, kemudian sang ibu menjual rumah dan kendaraan lalu pindah ke Bandung bersama BJ Habibie dan juga saudaranya . Habibie melanjutkan sekolah nya di Bandung di Gouverments Middlebare School , di sekolah ini Habibie mulai terlihat prestasinya dan menjadi sosok yang favorit di kalangan siswa lainnya.

 

Riwayat Pendidikan Kuliah di ITB dan Jerman

Berkat kecerdasan serta kegigihan beliau , setelah lulus dari SMA pada tahun 1954 BJ Habibie melanjutkan pendidikannya di Institute Teknologi Bandung ( ITB ) , pada saat itu namanya masih Universitas Indonesia Bandung.

Beliau mempelajari Teknik Mesin di Fakultas Teknik disana . akan tetapi beliau menempuh pendidikan di ITB hanya untuk beberapa bulan saja , karena  beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan pendidikan nya di Jerman .

Pada tahun 1955 sampai 1965 Habibie menempuh pendidikan di Jerman dengan mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang ( Teknik Penerbangan ) di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochschule ( RWTH ). Beliau mendapatkan beasiswa pada saat itu karena Pemerintahan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Soekarno sedang menjalankan program dengan membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk menempuh pendidikan dan menimba ilmu di luar negeri.

Masa-masa kuliah BJ Habibie di Jerman beliau lalui dengan penuh perjuangan , karena pendidikannya disana bukan untuk waktu yang sebentar , bagi beliau musim liburan bukanlah untuk berlibur , melainkan mengisinya dengan ujian dan juga mencari uang untuk membeli buku untuk menunjang materi pendidikannya.

Setelah masa liburannya berakhir kegiantannya hanya belajar dan belajar dan kegiatan lainnya hanya dikesampingkan oleh BJ Habibie . dalam biografi BJ Habibie diketahui bahwa berkat kerja kerasnya beliau mendapatkan gelar Ing dari Technische Hochshule Jerman pada tahun 1960. Gelar tersebut beliau dapatkan dengan predikat Cumlaude ( Sempurna ) dengan perolehan nilai rata-rata 9,5 . setelah mendapatkan gelar Insinyur tersebut, beliau bekerja di sebuah industri kereta api Firma Talbot di Jerman.

Ketika beliau bekerja di perusahaan tersebut beliau mampu menyelesaikan permasalahan Firma Talbot yang sedang membutuhkan sebuah wagon untuk mengangkut barang-barang ringan bervolume besar . Habibie berhasil memecahkan permasalahan tersebut dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip konstruksi sayap pesawat terbang.

Setelah itu BJ Habibie melanjutkan kembali pendidikannya untuk gelar doctor di Technische Hochscule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen . beliau mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1965 , beliau mendapatkan predikat Summa Cumlaude dengan nilai rata-rata 10.

 

Kehidupan BJ Habibie Setelah Berkeluarga

Dari biografi BJ Habibie , dapat diketahui bahwa kehidupan beliau setelah berkeluarga BJ Habibie atau yang biasa di sapa Rudy oleh teman-temannya  semasa menempuh pendidikan di Jerman , kemudian menikahi seorang wanita yang bernama Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962.

Setelah beliau menikah , beliau membawa istrinya untuk tinggal di Jerman. Dengan memboyong keluarganya untuk bersama-sama hidup di Jerman , maka dari itu perjuangan Habibie terasa lebih berat lagi. Bahkan di pagi hari Habibie harus berjalan ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya pengeluaran. Seusai bekerja, beliau belajar di malam hari untuk kuliahnya . disisi lain, istrinya nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju demi menghemat pengeluaran keluarga. Dari pernikahan Habibie dan Ainun mereka di karuniai dua orang anak yang bernama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

 

Rumus Faktor Habibie

BJ Habibie berhasil menemukan rumus untuk menghitung keretakan atau Crack propagation on random sampai ke atom oleh BJ Habibie, untuk menghargai kecerdasannya serta kontribusinya , persamaan tersebut diberi nama Faktor Habibie. Tidak hanya itu , beliau juga mendapat julukan sebagai MR. Crack oleh para spesialis penerbangan. Pada tahun 1967 , beliau mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar di ITB ( Institute Teknologi Bandung )

Tidak hanya itu BJ Habibie juga mendapatkan gelar tertinggi dari ITB Yaitu Ganesha Praja Manggala. Dengan segala kecerdasan yang beliau miliki , beliau mendapatkan banyak pengakuan dari Lembaga kelas Internasional antara lain : Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt ( Lembaga Penerbangan Jerman ), The Royal Aeronautical Society London dari Inggris, The Academie National de I’Air et de I’Espace dari Francis , The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan The US Academy of Engeneering Amerika Serikat.

Selain mendapat pengakuan dari banyak lembaga di luar negeri, BJ Habibie pun mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan tersebut setara dengan penghargaan Hadiah Nobel. Selain itu BJ Habibie juga peraih penghargaan Theodore van Karman Award yang bergengsi di Jerman.

 

Kepulangan BJ Habibie ke Indonesia

Setelah menempuh dan menyelesaikan pendidikannya di Jerman selama 10 tahun , Habibie pulang ke Indonesia memenuhi panggilan dari Presiden Indonesia , yang pada saat itu yang menjabat adalah Presiden Soeharto. Di Indonesia BJ Habibie ditunjuk sebagai Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun . tidak hanya itu, beliau juga memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun.

Pada tahun 1995 beliau berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang di beri nama N250 Gatot Kaca. Pesawat tersebut merupakan pesawat pertama buatan Indonesia. Pesawat yang di rancang oleh BJ Habibie selama 5 tahun tersebut merupakan pesawat satu-satunya di dunia yang menggunakan teknologi Fly By Wire. Dengan teknologi tersebut , pesawat tersebut mampu terbang tanpa guncangan yang berlebihan. Dapat dikatakan bahwa teknologi tersebut merupakan teknologi terdepan dan canggih pada masa itu.

Pada saat pesawat N250 Gatot Kaca  mencapai masa jayanya dan selangkah lagi mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration. Presiden Soeharto saat itu menghentikan industry PT, IPTN karena alasan krisis moneter. Pada zamanya IPTN telah membangun pabrik di Eropa dan juga Amerika , akan tetapi sangat di sayangkan hal tersebut harus terhenti dan terpaksa sebanyak 16.000 karyawan harus mencari kerja ke luar negeri.

 

Pengakatan BJ Habibie Menjadi Presiden

Setelah di tutupnya PT. IPTN , BJ Habibie yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi diangkat menjadi Wakil Presiden untuk mendampingi Presiden Soeharto  pada tanggal 14 Maret 1998.

Setelah beberapa bulan menjabat sebagai wakil presiden , gejolak politik di Indonesia pun memanas. Presiden Soeharto yang telah menjabat selama puluhan tahun di paksa untuk lengser oleh rakyat Indonesia. Dan setelah mencapai puncaknya Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998.

Dengan lengsernya Presiden Soeharto dari jabatannya pada saat itu maka secara otomatis Wakil Presiden BJ Habibie diangkat menjadi presiden yang baru. Akan tetapi tak lama menjabat BJ Habibie pun dipaksa lengser setelah adanya sidang umum MPR tahun 1999. Hal tersebut terjadi karena lepasnya wilayah Timor Timur dari wilayah NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ).

Meskipun beliau hanya menjabat selama 1,5 tahun beliau menjabat sebagai Presiden RI, Habibie tetap berusaha untuk mengembalikan kondisi Negara. Beberapa keputusan yang di ambilnya pada masa itu adalah lahirnya UU tentang otonomi daerah. Kemudian juga beliau memberikan kebebasan pada rakyat untuk beraspirasi sehingga Indonesia dapat membuat berbagai partai politik baru.

Selain hal tersebut mata uang Indonesia dapat ditekan dari 15 ribu rupiah per dolar menjadi dibawah 10 ribu saja. BJ Habibie mampu melikuidasi bank yang bermasalah pada masa itu . Setelah lengser dari jabatannya BJ Habibie kembali menjadi rakyat biasa dan kembali tinggal di Jerman.

 

BJ Habibie Wafat

Bapak Demokrasi dan Bapak Teknologi Indonesia ini , BJ Habibe wafat pada tanggal 11 September 2019 di Rumah Sakit Gatot Soebroto karena masalah jantung setelah sempat bebrapa hari di rawat di rumah sakit tersebut.

Jenazah BJ Habibie kemudian di kebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta di samping makam mendiang istrinya Ibu Hasri Ainun Habibie.

 

 

Demikianlah artikel biografi dari BJ Habibie , kisahnya yang sangat inspiratif tentunya sangat patut di contoh dan dijadikan panutan untuk kita semua, semoga bermanfaat .

Baca Juga :

Categories
DOSEN INDONESIA KISAH INSPIRATIF TOKOH POLITIK Uncategorized

Mengenal Profil & Keilmuan Prof. Eddy OS Hiariej Saksi Ahli Dari Tim Hukum Jokowi  Ma’ruf di MK

Mengenal Profil & Keilmuan Prof. Eddy OS Hiariej Saksi Ahli Dari Tim Hukum Jokowi  Ma’ruf di MK

Tim Hukum TKN 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menghadirkan seorang saksi ahli yaitu Prof Eddy OS Hiariej guna membantah argumen-argumen Tim BPN 02 Prabowo – Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi ( MK ) Pada Jumat 21 Juni 2019.

Oleh Majelis Hakim Konstitusi , Prof Eddy Hiariej di berikan waktu selama 10 menit untuk menyampaikan argumennya. Salah satu argumen Prof Eddy Hiariej menyebut materi gugatan pasangan 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Sengketa Pilpres 2019 yang di ajukan ke Mahkamah Konstitusi tidak relevan.

 

Biografi Singkat Prof. Eddy OS Hiariej

Eddy OS Hiariej sudah hampir sepuluh tahun mondar-mandir di pengadilan untuk berbicara sebagai ahli.

Beliau mempunyai nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej dan kerap di sapa Prof Eddy OS Hiariej. Beliau juga pernah menjadi saksi meringankan dalam pemeriksaan Denny Indrayana , mantan wakil Menteri Hukum dan HAM RI.

Eddy merupakan Guru Besar Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ( FH, UGM ) , Yogyakarta. Beliau meraih gelar tertinggi di bidang akademis tersebut dalam usia yang terbilang masih muda. Sebagai perbandingan jika Hikmahanto Juwana mendapat gelar profesor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia ( FHUI ) pada usia 38 tahun, sedangkan Eddy mendapatkan gelar profesornya di usia 37 tahun dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ( FH-UGM ).

“ Saat SK guru besar saya turun pada 1 September 2010 , saya berusia 37 tahun , ketika mengusulkan umur 36 tahun “ ucap pria kelahiran 10 April 1973 ini.

Eddy bercerita kepada hukumonline , bahwa gelar pofesor dapat beliau raih di usianya yang muda tidak lepas dari pencapaiannya dalam menyelesaikan kuliah program doctoral yang di tempuhnya dalam waktu yang lebih singkat di bandingkan kebanyakan mahasiswa lain. “ orang biasanya begitu sekolah doctor baru mulai riset, tapi saya tidak . saya sudah mengumpulkan bahan sejak saya short course di prancis. Pada tahun 2001 saya sempat di perancis selama 3 bulan . Di Strasbourg, jadi saya katakan pada pembimbing saya , Prf. Sugeng Istanto , Prof saya sudah punya bahan untuk disertasi “ tutur Eddy.

Setelah mendapatkan persetujuan untuk menulis , Eddy yang pernah menjadi seorang Asisten Rektor Kemahasiswaan UGM Periode 2001-2007 menyelesaikan draft disertasi pertamanya pada bulan Maret 2008 . Disertasi Eddy membahas soal penyimpanan asas legalitas dalam pelanggaran berat Hak Asasi Manusia ( HAM )

Kurang dari setahun, Eddy pun siap menghadapi ujian terbuka dengan promotor Prof. Marsudi Triatmojo – sebab Prof. Sugeng sudah meninggal terlebih dahulu dan co-promotor Prof. Harkristuti harkriswono. “ Jadi saya terdaftar sebagai mahasiswa doctor itu 7 Februari 2007 , dan saya dinyatakan sebagai Doktor pada 7 Februari 2009 “ , kenang Eddy .” Dua tahun 20 hari , dan memang Alhamdulillah rekor tersebut belum terpatahkan “, tambah Eddy.

 

Pernah Gagal Masuk Fakultas Hukum

Keinginan dan ketertarikkanya pada hukum disampaikan Eddy sudah beliau miliki sejak lama, walaupun beliau mengaku tidak ingat sejak kapan. Almarhum sang ayahnya pun pernah menyampaikan kepada Eddy  , bahwa ayahnya melihat jika karakteristik Eddy , dan cara berbicara , bahwa Eddy cocok menjadi seorang jaksa .

Meski menjadi seorang jaksa bukanlah amanah, tetapi di akhir hayatnya , sang ayah kembali mengatakan agar Eddy kelak tidak jadi pengacara bila benar ingin masuk fakultas hukum. Pesan tersebut di sampaikan oleh sang ayah ketika Eddy masih duduk di bangku SMA.

Namun jalan Eddy untuk bisa masuk Fakultas Hukum UGM nyatanya tidak mudah dan mulus. Pada tahun 1992 , begitu lulus SMA , Eddy tidak langsung lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi ( UMPTN ) ,” Saya setahun itu gagal loh masuk Gadjah Mada , jadi tahun 1992 saya tes UMPTN tidak masuk “ ucap Eddy.

Beliau mengaku sempat stress selama enam bulan , setelah enam bulan kemudian , mulai Desember beliau benar-benar intens belajar sampai UMPTN selanjutnya . Barulah setelah itu beliau lolos masuk FH UGM.

Di semester lima Prof. Maria Soemardjono- Dekan FH UGM pada saat itulah pertama kalinya mencetuskan agar Eddy menjadi dosen. Hubungan Eddy dan Prof. Maria di akui Eddy sangat dekat sampai-sampai orang mengatakan kalau Eddy adalah anak keempat Prof. Maria.

Pasca wisuda program sarjana yang di gelar pada 19 Desember 1998 , Eddy mengikuti tes penerimaan Dosen . pada 6 Desember 1998 beliau di umumkan bahwa beliau di terima dan mulai 6 Desember beliau sudah menjadi asisten sampai SK nya turun 1 Maret 1999.

Eddy yang pada akhirnya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen karena beliau dapat berinteraksi dengan banyak orang , beliau juga mengaku senang karena bisa bebas dari aturan berseragam selayaknya jaksa.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL TOKOH INDONESIA

Biografi RA Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita

Biografi RA Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita

Tentunya masyarakat Indonesia pasti sudah sering mendengar mengenai salah satu tokoh pahlawan wanita Indonesia yang berjuang untuk masyarakat Indonesia pada saat masa penjajahan dan juga Emansipasi wanita. Beliau adalah RA Kartini beliau merupakan wanita yang berpendidikan dan mempunyai harapan atas kesetAraan gender . pada saat itu wanita memang tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak dan tugasnya hanya mengurus rumah tangga, suami , anak dan juga memasak. RA Kartini berjuang agar para wanita tidak di tindas dan dapat  sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau merupakan seorang wanita yang cerdas dan pemberani sehingga semua yang di lakukan memberikan arti yang sangat besar bagi para wanita Indonesia sampai saat ini . berikut ini adalah Biografi dari RA Kartini , salah satu pejuang wanita dari Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.

Biografi RA Kartini

Nama Asli : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat
Nama Terkenal : Raden Ajeng Kartini
Tempat Lahir : Jepara, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Senin, 21 April 1879
Wafat : 17 September 1904 , Kabupaten Rembang
Ayah : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
Ibu : M.A Ngasirah
Garis Keturunan : Hamengkubowono VI
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Pasangan : K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Anak : Soesalit Djojoadhiningrat
Dekenal Karena : Emansipasi Wanita

 

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap dari RA Kartini . beliau di lahirkan pada tanggal 21 april 1879 di Mayong , Jepara , Jawa Tengah. Sang ayah bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang pada saat itu merupakan seorang bupati Jepara. Kartini berasal dari keturunan ningrat . hal tersebut dapat dilihat dari silsilah keluargannya . Kartini adalah seorang putri dari istri pertama namun bukan istri utama . sang ibu bernama M.A Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang merupakan seorang guru agama di Tawakur , Jepara. Sedangkan dari sisi sang ayah , silsilah Kartini dapat dilacak sampai Hamengkubowono VI.

Sudah banyak sekali yang mengupas mengenai RA Kartini yaitu pahlawan wanita yang sangat berpengaruh di Indonesia bahkan juga dunia. RA Kartini menjadi salah satu pahlawan wanita yang fenomenal di Tanah Jawa tepatnya dari Jawa Tengah.  Banyak penulis yang menuturkan Biografi RA Kartini dan juga menceritakan perjalanan hidupnya yang sangat menginspirasi.

 

Masa Kecil

RA Kartini lahir di dalam keluarga bangsawan , oleh sebab itu beliau memperoleh gelar RA ( Raden Ajeng ) di depan namanya. Gelar tersebut di gunakan oleh Kartini sebelum beliau menikah , jika sudah menikah maka gelar bangsawan yang di gunakan adalah RA ( Raden Ayu ) menurut tradisi Jawa.

Sang ibu MA Ngasirah bukanlah dari keturunan bangsawan melainkan hanyalah seorang rakyat biasa. Oleh sebab itu peraturan kolonial Belanda pada saat itu mengharuskan seorang Bupati menikah dengan seorang bangsawan juga.

Hingga akhirnya sang ayah Kartini kemudian menikahi seorang wanita yang bernama Raden Ajeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.

Dalam Biografi Kartini diketahui beliau mempunyai saudara berjumlah 10 orang yang terdiri atas saudara kandung dan saudara tiri beliau sendiri merupakan anak kelima , namun juga beliau adalah anak perempuan tertua dari 11 bersaudara dan sebagai seorang bangsawan beliau juga berhak untuk menerima pendidikan.

 

Pendidikan RA Kartini

Riwayat pendidikan Kartini , ayahnya menyekolahkannya di ELS ( Eroupese Lagere School ) . Disinilah kemudian beliau belajar bahasa Belanda dan bersekolah di sana hingga usia beliau 12 Tahun. Sebab menurut kebiasaan etika pada saat itu , anak perempuan harus tinggal di rumah untuk di Pingit.

 

Pemikiran-pemikiran Kartini Tentang Emansipasi Wanita

Meskipun beliau berada di rumah , namun beliau aktif dalam melakukan Korespondensi atau surat – menyurat dengan temannya yang berada di Belanda.dari sinilah kemudian beliau tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang beliau baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang beliau baca, hingga kemudian hari beliau berpikir untuk berusaha memajukan perempuan Pribumi. Dalam pemikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

Ketertarikannya dalam membaca membuat beliau memliki pengetahuan yang luas mengenai ilmu pengetahuan dan juga kebudayaan . RA Kartini memberikan perhatian khusus pada masalah Emansipasi Wanita eropa dan wanita pribumi.

Surat-surat yang Kartini tulis lebih banyak berisikan keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi , ia melihat contoh kebudayaan Jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan Pribumi. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang makna ketuhanan , kebijaksanaan dan keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme , hal tersebutlah yang menjadi keistimewaan dari RA Kartini.

Pada tahun 1903 ketika RA Kartini berusia 24 tahun , beliau dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah mempunyai tiga orang istri. Sang suami sangat memahami keinginan Kartini , sehingga kemudian beliau di beri kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama , yang berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Wanita .

 

Riwayat Pernikhan RA Kartini Hingga Wafatnya

Dalam biografi RA Kartini diketahui bahwa dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat , RA Kartini memiliki seorang anak yang bernama Soesalit Djojohadiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.

Namun beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya RA Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau di kebumikan di Desa Bulu , Kabupaten Rembang.

Berkat perjuangan kemudian pada tahun 1912 , didirikan sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas di Surabaya, Malang, Madiun, Yogyakarta, Cirebon serta daerah yang lainnya. Sekolah tersebut kemudian di beri nama Sekolah Kartini untuk menghormati jasa-jasanya . yayasan tersebut milik keluarga Van Deventer , seorang tokoh politik Etis di era kolonial Belanda.

 

Terbitnya Buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang “

Sepeninggal Kartini kemudian seorang pria Belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan , Agama dan Kerajinan Hindia Belanda, mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah di tulis oleh RA Kartini , dari situ kemudian di susunlah buku yang pada awalnya berjudul “ Door Duisternis tot Licht “ yang kemudian di terjemahkan dengan judul “ Dari Kegelapan Menuju Cahaya “ yang di terbitkan pada tahun 1911.

Dari buku tersebut yang di cetak sebanyak lima kali banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda . pemikirannya banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisannya juga menjadi inspirasi tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R. Soepratman yang membuat lagu berjudul “ Ibu Kita Kartini “

Atas jasa RA Kartini , Presiden Soekarno sendiri pada saat itu mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 , pada tanggal 2 Mei 1964 , yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia , Soekarno juga menetapkan tanggal lahir Kartini yaitu 21 April diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang.

 

Keturunan RA Kartini Saat Ini

Sebelum wafatnya RA Kartini mempunyai seorang anak yang bernama R.M Soesalit Djojohadiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, anak dari RA Kartini tersebut menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang.

Ia kemudian mempunyai anak sebanyak lima orang ( Cicit RA Kartini ) yang masing-masing di beri nama RA. Kartini Setiawati Soesalit, RM. Kartono Boediman Soesalit, Ra Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.

 

Film RA Kartini

Kisah perjuangan RA Kartini di angkat dalam film layar lebar. Tercatat sudah tiga film yang mengangkat sosok Kartini , seperti film dengan judul RA Kartini yang dibuat pada tahun 1984, kemudian pada tahun 2016 dengan judul Surat Cinta Kartini dan pada tahun 2017 Kartini yang mengisahkan sosoknya.

 

Buku-Buku RA Kartini

  • Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Surat-surat Kartini , Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
  • Panggil Aku Kartini Saja ( Karya Pramoedya Aanta Toer )
  • Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon Mandri dan Suaminya
  • Aku Mau…. Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903..

 

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES PENGUSAHA TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

Biografi Dan Profil Singkat Susi Pudjiastuti , Menteri Kelautan Dan Perikanan

Biografi Dan Profil Singkat Susi Pudjiastuti , Menteri Kelautan Dan Perikanan

Siapa yang tidak mengenal Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia yaitu Susi Pudjiastuti, kerja keras beliau menuai banyak pujian dari banyak orang . meski beliau tidak Lulus SMA, namun beliau berhasil hidup mandiri dengan berjualan. Mulai dari berjualan Bad Cover, ikan sampai sewa pesawat. Hasil kerja keras nyata  beliau tersebut di ganjar oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Riwayat Keluarga

Susi Pudjiastuti adalah seorang perempuan kelahiran Pangandaran , Jawa Barat 15 Januari 1965  beliau merupakan anak bungsu dari Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah. Kedua orangtuanya berasal dari Jawa Tengah . Susi sempat dua kali bercerai dalam pernikahannya , ia dikaruniai tiga orang anak yaitu, Panji Hilmansyah , Nadien Kaiser dan Alvy Xavier.

Keluarga Susi dapat dikatakan sebagai keluarga yang berada , kedua orang tuanya sudah bergelar haji . bahkan kakek buyutnya yaitu Haji Ireng di kenal sebagai tuan tanah . keluarga Susi juga mempunyai usaha ternak , biasanya keluarganya mengambil dari Jawa Tengah untuk menjualnya lagi di Jawa Barat.

 

Riwayat Pendidikan dan Karier

Susi Pudjiastuti hanya lulus SMP , beliau sempat mengenyam SMA 1 di Yogyakarta sampai kelas dua. Akan tetapi putus sekolah tidak menjadikan beliau rendah diri, justru Susi termotivasi untuk menjadi pribadi yang mandiri. Pada tahun 1983  saat usianya baru 18 tahun, beliau sudah belajar berdagang  dengan berjualan Bad cover keliling Pangandaran. Tidak hanya itu beliau juga menjadi pengepul ikan di Pangandaran. Modal bisnisnya ia peroleh dari menjual perhiasan nya yang terkumpul sebesar Rp. 750. 000.

Saat usianya 20 tahun , Susi mengambil keputusan yang berani , beliau memutuskan untuk pindah ke Cirebon. Beliau pindah ke kota udang tersebut untuk mengembangkan bisnisnya sebagai pengepul ikan . Di Cirebon beliau membeli udang dan kodok lalu menjualnya ke Tanjung Priok , Jakarta Utara.

Setelah selama 13 tahun menekuni usahanya , bisnisnya mulai berkembang . puncaknya adalah pada tahun 1996, dalam usia 31 tahun  Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product . Produk unggulan dari perusahaannya adalah berupa Lobster dengan merk “ Susi Brand “.

Pada tahun 2004, Susi memutuskan untuk membeli sebuah pesawat jenis Cessna Caravan seharga 20 Miliar dengan menggunakan pinjaman bank.

Susi juga terbilang mempunyai pemikiran yang jenius, sekali dayung dua pulau teraih. Beliau melihat peluang bagus dalam bidang penerbangan , awalnya hanya untuk mengangkut barang jualannya saja , tapi ia memiliki ide untuk dapat di gunakan menjadi penyewaan pesawat.

Dia mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation , yang merupakan keputusan yang sangat tepat. Bisnis penyewaan pesawat miliknya mulai dilirik banyak orang , apalagi pesawat beliau merupakan pesawat yang pertama kali berhasil ke lokasi bencana Tsunami Aceh untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada para korban yang daerahnya tidak dapat di jangkau oleh transportasi lain.

Usai pilpres 2014 , Susi Pudjiastuti Resmi di angkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan Dan Perikanan dalam kabinet kerja 2014-2019.

 

Penghargaan

  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat 2004.
  • Young Entrepreneur of The Year dari Ernst and Young Indonesia 2005.
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia .
  • Metro TV Award for Economics 2006.
  • Inspiring Women 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV.
  • Indonesia Berprestasi Award dari  Kementrian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.
  • Ganesha Widjyajasa Aditama Award dari ITB , 2011
  • Award for Innovative Achievment , Extarordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy , APEC 2011
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan , dari Gubernur Jawa Barat 2008.

 

demikianlah Biografi Singkat Dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, semoga ibu menteri dapat selalu memberikan yang terbaik untuk negara kita tercinta Indonesia.

 

Baca Juga :