Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PENDIRI PERUSAHAAN

Profil Adamas Belva Syah Devara – CEO Ruang Guru Yang Menjadi Staf Khusus Presiden

Profil Adamas Belva Syah Devara – CEO Ruang Guru Yang Menjadi Staf Khusus Presiden

Adamas Belva Syah Devara adalah  salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo yang di perkenalkan pada  hari Kamis 21 November 2019 di Istana Negara, Jakarta.  Belva, berusia 29 tahun, lulusan Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, dan Harvard university, secara berturut – turut. Menurut Belva, stafsus presiden dari kalangan milenial memiliki  rasa dan juga  kemasan  yang berbeda dibandingkan  stafsus yang  lainnya

Adamas Belva Syah Devara adalah pengusaha muda yang di kenal sebagai Pendiri sekaligus  Direktur Utama ( CEO ) dari perusahaan startup di bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruangguru. Pada tahun 2017, ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine.

Pada tahun 2013, Belva menjadi orang Indonesia pertama yang di terima di program gelar ganda di Harvard University, Cambridge, Massachusetts dan Stanford University, Palo Alto, California serta  sekaligus, dua universitas paling bergengsi di dunia.

Di Harvard University ia mengambil jurusan Master of Public Administration  ( Kebijakan Publik ). Sedangkan di Stanford University, ia mengambil jurusan Master of Business Administration ( Bisnis Manajemen ).

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR INDONESIA KISAH INSPIRATIF WANITA

Profil Putri Tanjung – Staf Khusus Presiden

Profil Putri Tanjung – Staf Khusus Presiden

Dikenalkan Jokowi sebagai  salah satu dari tujuh staf khusus Presiden yang baru. Putri pengusaha dari Chairul Tanjung tersebut lahir pada  tanggal 22 September 1996. Ia  menjadi staf khusus Presiden termuda untuk saat ini. Putri yang diundang bersama  dengan enam anak muda terpilih lainnya oleh Presiden Jokowi pada  tanggal 21 November  2019 mengaku bersyukur atas dipilihnya ia menjadi salah satu staf khusus Presiden  tahun 2019.

 Putri Tanjung  adalah sarjana Academy of Art di San Fransisco. Di  usia 15 tahun, Putri Indahsari Tanjung sudah aktif menjadi CEO Creativepreneur dan Chief Officer Kreatif. Menurut Putri, Creativepreneur merupakan  penyedia event untuk menyebarkan virus entrepreneur bagi anak muda. Menurut ia, di era digital ini di butuhkan anak – anak muda yang kreatif. Putri Indahsari Tanjung mempunyai  mimpi, anak muda dapat menyuarakan aspirasinya.

Putri Indahsari Tanjung adalah  putri sulung dari pengusaha kaya raya Chairul Tanjung. Gadis cantik berusia  23 tahun ini sudah memiliki  jiwa bisnis sejak berusia 17 tahun. Bisnis yang ia tekuni bergerak di bidang Event organizer, dan salah satu acara  yang dijalankan yaitu Creative Corner.

Beberapa waktu lalu dalam sebuah acara TV Putri menceritakan, bahwa usahanya tidak pernah dibantu oleh ayahnya. Baik modal maupun  jaringan bisnis, semua atas kerja keras dan  juga usaha sendiri. Menurutnya, CT mendidiknya menjadi wanita yang mandiri serta  tidak tergantung dengan orangtua.

Baca Juga :

Categories
ENTERPRENEUR KISAH INSPIRATIF PEBISNIS SUKSES

Biografi Elang Gumilang – Pengusaha  Sukses di Usia Muda

Biografi Elang Gumilang – Pengusaha  Sukses di Usia Muda

 Bagi Anda yang bergerak di bidang bisnis pasti sudah  tidak asing dengan Elang Gumilang. Pribadi yang dikenal sebagai sosok  yang mandiri dan tidak suka bermanja – manjaan. Ketertarikannya  terhadap dunia usaha semakin terasah pada saat  Elang memasuki bangku SMA yaitu targetnya mempunyai  uang sebesar 10 juta rupiah untuk biaya kuliah. Target ini semata – mata dilakukan nya untuk melatih kemandirian serta rasa  tanggung jawabnya sebagai seorang anak.

Biodata Elang Gumilang

Nama Lengkap : Elang Gumilang
Tempat , tanggal lahir : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan : S1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB
Pekerjaan : Pengusaha , CEO Elang Group
Penghargaan :
  • Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri ( 2007 )
  • Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi (  2008 )
  • Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
  • Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
  • Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
  • Tokoh Pilihan Majalah Tempo ( 2009 )
  • Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
  • Pemuda Andalan Nusantara ( 2010 )

Berjualan kue donat adalah  sebuah langkah awal yang dilakukan oleh  Elang untuk mencapai target tersebut. Akan tetapi  pada saat  kedua orangtuanya mengetahui bisnis ini, Elang diminta untuk berhenti dan berkonsentrasi menghadapi UN. Setelah berhenti berjualan donat dan memasuki bangku kuliah, jiwa bisnis serta  semangat Elang tidak pernah surut. Dengan melalui berbagai perlombaan Elang mengumpulkan uang untuk membiayai kuliahnya di Institut Pertanian Bogor.

Elang selanjutnya  menyalurkan kembali hobi bisnisnya dengan berjualan sepatu dengan modal awal 1 juta rupiah. Berjalan tiga tahun bisnisnya memperoleh  kendala berupa kualitas sepatu dari pemasok yang turun dengan alasan penghematan biaya. Kegagalan pada bisnis sepatu tidak mematahkan semangat Elang, Ia kemudian menjajal beberapa usaha lain seperti bisnis pengadaan lampu bersama sebuah perusahaan besar dn bisnis minyak goreng. Karena menemukan beberapa kendala akhirnya Elang mengambil keputusan untuk menghentikan bisnis tersebut.

Setelah mengalami berbagai kegagalan, Elang terus mencari ide bisnis berpeluang besar. Meskipun  terbilang cukup mapan pada sat  berada dibangku kuliah, Elang tidak pernah berhenti untuk terus berkarya. Menganalisis pasar property yang semakin tinggi maka Elang memutuskan untuk memulai usaha bisnis property. Mempunyai  strategi pemasaran berupa pengadaan objek – objek properti dengan harga terjangkau serta  angsuran yang ringan bisnis ini dapat dengan mudah diterima  oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Bisnis property yang dijalankan oleh  pria kelahiran 6 April 1985 ini diawali dengan mendirikan perumahan sederhana dengan harga yang relatif terjangkau untuk kalangan menengah serta  menengah kebawah. Melakukan promosi melalui surat kabar lokal merupakan  cara yang dipilih oleh  Elang sekaligus untuk menghemat biaya promosi. Meskipun  perumahan yang dibangunnya mengarahkan target kepada kalangan menengah kebawah akan tetapi  Elang tetap memberikan fasilitas umum yang lengkap seperti kemudahan akses kendaraan umum, lapangan olahraga, lokasi dekat sekolah dan klinik 24 jam. Kelengkapan fasilitas tersebut membuat bisnis perumahan Elang  menjadi ludes terjual dengan cepat.

Melanjutkan bisnis perumahan serta  properti, Elang kini terus mengembangkannya  di bawah naungan perusahaan Elang Group ( www.elanggroup.co.id ). Kerja keras  untuk terus diupayakan oleh  Elang untuk membesarkan usahanya. Berbagai strategi dilakukan  olehnya mulai dari pemilihan kawasan, target pasar hinga penentuan harga. Saat ini Elang berupaya untuk mewujudkan cita – citanya  yaitu membuka lapangan pekerjaan untuk 100.000 orang yang diharapkan mampu  mengurangi jumlah pengangguran. Prestasi dari Elang adalah penghargaan berupa Wirausaha Muda Mandiri dan Indonesia Top Young Entrepeneur ( 2007 – 2008 ).

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF

Biografi Andrea Hirata – Kisah Inspiratif Sang Penulis Novel

Biografi Andrea Hirata – Kisah Inspiratif Sang Penulis Novel

Andrea Hirata –  Beliau dikenal sebagai salah satu novelis terkenal di Indonesia. Salah satu novel Karya Andrea Hirata yang paling terkenal yaitu  Novel Laskar Pelangi yang ceritanya sangat menginspirasi bahkan kisah novel tersebut di angkat ke layar lebar.

Biografi Andrea Hirata

Beliau mempunyai nama lengkap  Andrea Hirata Seman Said Harun  yang lahir di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 24 Oktober 1967, akan tetapi  ada juga beberapa yang menyatakan bahwa beliau lahir pada tahun 1982.

Andrea Hirata adalah  anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Beliau  di lahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin yang  letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa kecil dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadinya sedari kecil. Beliau  mengaku lebih banyak memperoleh  motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan.

Fakta Nama Andrea Hirata

Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir beliau  diberi nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun. Merasa tidak cocok dengan nama tersebut,  beliaupun menggantinya dengan Wadhud.

Akan tetapi, beliau  masih merasa terbebani dengan nama tersebut . Alhasil, beliaupun   kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja. Andrea diambil dari nama seorang wanita yang nekat bunuh diri jika  penyanyi pujaannya, yakni Elvis Presley tidak membalas suratnya . Dalam wawancaranya dengan media Jakarta Globe pada tahun 2010, Andrea Hirata mengatakan bahwa beliau  sudah  mengganti namanya sebanyak tujuh kali.

Nama Hirata sendiri di ambil dari nama kampung serta  bukanlah nama orang Jepang seperti anggapan orang sebelumnya. Sejak remaja itulah, pria asli Belitong ini mulai menyandang nama Andrea Hirata.

 

Masa Kecil Andrea Hirata

Dalam biografi Andrea Hirata di ketahui bahwa  beliau  tumbuh seperti halnya anak – anak kampung yang lainnya. Tumbuh dengan status sebagai seorang  anak pegawai yang pas – pasan di PT Timah di Belitong seperti yang diceritakan dalam novel laskar pelangi.

Dengan segala keterbatasan, beliau  tetap menjadi anak periang yang sesekali berubah menjadi pemikir ketika  menimba ilmu di sekolah. Disamping  itu,  beliau  juga kerap mempunyai  impian dan mimpi – mimpi di masa depannya.

Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Sejak kecil beliau  bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan serta  hampir rubuh. Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah tersebut di akuinya cukuplah memperihatinkan. Akan tetapi  karena ketiadaan biaya, beliau  terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tidak nyaman,  beliau  tetap mempunyai  motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah tersebut pulalah,  beliau  bertemu dengan sahabat – sahabatnya yang di juluki dengan sebutan Laskar Pelangi.

Bertemu Dengan Sosok Bu Muslimah

Di SD Muhamadiyah pula, Andrea bertemu dengan seorang guru yang sampai  kini sangat dihormatinya, yakni NA ( Nyi Ayu ) Muslimah. Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tidak lebih dari 11 orang tersebut  ternyata sangat berarti besar bagi kehidupannya. Perubahan dalam kehidupannya, diakuinya tidak lain karena motivasi dan  juga hasil didikan dari Bu Muslimah. Sebenarnya di Pulau Belitong ada sekolah lain yang dikelola oleh PN Timah.

Akan tetapi , Andrea tidak berhak untuk bersekolah di sekolah tersebut karena status ayahnya yang masih menyandang sebagai  pegawai rendahan. Beliau  menulis salah satu novel yang  paling terkenal di Indonesia yaitu  Laskar Pelangi di dasarkan pada memoar tentang masa kecilnya yang membentuk karakternya hingga menjadi seperti sekarang.

Berkat Bu Muslimah, beliau  memperoleh  dorongan yang membuatnya mampu menempuh jarak 30 km dari rumah ke sekolah untuk menimba ilmu. Tidak heran, beliau sangat mengagumi sosok Bu Muslimah sebagai salah satu inspirator dalam hidupnya. Menjadi seorang penulis pun diakui oleh  Andrea karena sosok Bu Muslimah.

Sejak kelas 3 SD, beliau  sudah  membulatkan niat untuk menjadi penulis yang menggambarkan perjuangan Bu Muslimah sebagai seorang guru. “ Jika  saya besar nanti, saya akan menulis tentang Bu Muslimah ” ungkap penggemar penyanyi Anggun ini. Sejak saat itu, beliau  tidak pernah berhenti mencoret – coret kertas untuk belajar menulis cerita.

Menjadi Penulis Novel Terkenal

Dalam biografi Andrea Hirata diketahui bahwa kini beliau  sangat di sibukkan dengan kegiatannya menulis dan juga  menjadi pembicara dalam berbagai acara yang menyangkut dunia sastra. Penghasilannya pun sudah termasuk paling tinggi sebagai seorang penulis. Namun demikian, beberapa pihak sempat meragukan isi dari novel Laskar Pelangi yang dianggap terlalu berlebihan. Kesuksesan nya sebagai seorang penulis tentunya membuat  beliau  bangga dan bahagia atas hasil kerja kerasnya selama ini.

Meskipun beliau  disibukkan dengan kegiatannya yang cukup menyita waktu,  beliau  masih tetap mampu meluangkan waktu untuk mudik di saat Lebaran. Bahkan baginya, mudik ke Belitong ketika  Lebaran adalah wajib hukumnya.

Di Belitong, beliau  melakukan rutinitas bersilaturahmi dengan orang tua serta  kerabat lainnya sembari memakan kue rimpak, kue khas Melayu yang selalu hadir pada saat Lebaran. Kendati perjalanan ke Belitong tidaklah mudah, karena pilihan transportasi yang terbatas,  beliau  tetap saja harus mudik setiap Lebaran tiba. Terlebih lagi, jika  beliau  tidak kebagian tiket pesawat ke Bandara Tanjung Pandan, Pulau Belitong, maka mau tidak mau Andrea harus menempuh 18 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut.

Perasaan bangga dan bahagia semakin dirasakan oleh Andrea tatkala Laskar Pelangi di angkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Apalagi, film Laskar Pelangi juga sempat di tonton oleh orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Menjadi seorang penulis novel terkenal mungkin tidak pernah ada dalam pikiran Andrea Hirata sejak masih kanak – kanak. Berjuang untuk meraih pendidikan tinggi saja, di rasa sulit pada saat itu.  Akan , seiring dengan perjuangan serta  kerja keras tanpa henti, Andrea mampu meraih sukses sebagai seorang  penulis memoar kisah masa kecilnya yang penuh dengan keperihatinan. Dari Novel Laskar Pelangi selanjutnya  muncullah trilogi novel yaitu  Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Karya dan Penghargaan Andrea Hirata

Dalam biografi Andrea Hirata di ketahui juga fakta bahwa sejak  tahun 2005 hingga pada  tahun 2019, Andrea Hirata sudah menghasilkan 11 novel. Dari karyanya tersebut, Andrea banyak  meraih penghargaan sebagai seorang novelis. Tiga diantaranya berasal dari luar negeri yaitu  Buch Awards Jerman  pada tahun 2013, Pemenang Festival Buku New York 2013 dan  penghargaan Honorary Doctor of Letters ( Hon Dlitt ) dari Universitas Warwick pada tahun 2015.

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi Guccio Gucci – Kisah Inspiratif Pendiri Merek Gucci

Biografi Guccio Gucci – Kisah Inspiratif Pendiri Merek Gucci

Guccio Gucci – Beliau  dikenal sebagai pendiri Gucci yang terkenal  sebagai sebuah merk fashion yang  paling mewah serta  terkenal di dunia. Gucci adalah  merupakan perusahaan fashion yang berbasis di Italia tepatnya yaitu  di Florence, kota kelahiran dari sang pendiri Gucci sendiri  yaitu  Guccio Gucci.

Sebelum mendirikan perusahaan fashion yang paling terkenal di dunia, Guccio Gucci harus bekerja sebagai seorang penjaga lift. Inspirasinya dalam mendirikan Gucci di perolehnya  dari pengalaman nya selama bekerja sebagai seorang  penjaga lift.

Biografi Guccio Gucci Singkat

Guccio Gucci dilahirkan di kota Florence , Italia pada tanggal 26 Maret 1881. Beliau  dilahirkan  dari sebuah keluarga yang  sederhana. Ayah beliau  bernama Gabriello Gucci yang bekerja sebagai seorang  pengrajin kulit yang berada  di kawasan industri Florence. Guna membantu keluarganya, Guccio Gucci kecil meinggalkan Italia pada tahun 1898 lalu  melakukan perjalanan ke Perancis dan bekerja disana. Dari Perancis, Guccio selanjutnya  pergi ke London untuk mencari kesempatan kerja yang lebih besar.

Bekerja Sebagai Penjaga Lift

Disana, beliau  diterima bekerja di sebuah Hotel yang  bernama Savoy Hotel yaitu sebagai seorang penjaga lift atau liftboy. Di Inggris, selama bekerja sebagai seorang penjaga lift, beliau  banyak melihat serta  bersentuhan dengan kaum kalangan atas di Inggris terutama dari golongan  para bangsawan. Beliau  sangat kagum dengan gaya dari para tamu hotel nya terutama tas dan  aksesoris mewah yang mereka gunakan  yang di buat oleh sebuah perusahaan di London yang bernama  ” H.J. Cave  &  Sons “ yang memproduksi barang – barang mewah yang terbuat dari kulit.

Setelah lama bekerja di London, Guccio Gucci kemudian kembali ke kota kelahiran nya di Florence. Terinspirasi oleh apa yang sudah  dilihatnya di London dan Paris, beliau lalu  mulai membantu ayah nya dalam  membuat sadel serta  tas kulit.

Permintaan akan sadel telah cukup banyak berasal dari kalangan bangsawan. Akan tetapi  kerena perkembangan teknologi industri yang semakin maju ketika  itu, terutama pada muncul nya Mobil membuat permintaan akan sadel menjadi  menurun.

Mendirikan Usaha “ House Of Gucci “

Guna mensiasatinya, Gucci mulai membuat aksesoris supaya  bisnis nya dapat terus berjalan. Pada  tahun 1921, beliau  selanjutnya  mendirikan toko  yang bernama  “ House Of Gucci “ yang memproduksi tas  dan  aksesoris yang terbuat dari kulit di Florence. Dalam membangun bisnisnya, Guccio Gucci menggabungkan keahlian yang beliau  peroleh  dari ayahnya sebagai seorang pengrajin dengan kecanggihan dalam membuat tas serta  aksesoris yang beliau  lihat selama bekerja di Paris dan juga  London.

Dalam biografi Guccio Gucci diketahui bahwa beliau  merancang sendiri model tas kulit dan juga  aksesorisnya. Sehingga konsumennya sangat menyukai desainnya karena di desain sendiri oleh Gucci serta  berkualitas tinggi. Dalam menjalankan bisnisnya, Guccio mempekerjakan para pengrajin terbaik yang ada  di Florence sehingga kualitas dari produk yang beliau  hasilkan tersebut  dapat  terjamin.

Beliau  lalu  memilih logo Kuda sebagai ikon dari bisnisnya. Hal ini terinsipirasi dari para konsumen nya yang merupakan berasal dari  kalangan bangsawan yang rata – rata membeli perlengkapan untuk berkuda.

Dengan cepat usahanya tersebut mulai dikenal oleh seluruh masyarakat di penjuru kota Florence. Sebagai inovasi bisnis, pada tahun 1932, Gucci selanjutnya  merancang serta meluncurkan sepatu – sepatu yang kemudian dengan cepat menjadi populer di gunakan oleh masyarakat Florence. Karena bisnisnya yang semakin berkembang, Guccio Gucci lalu  memperluas bisnisnya dengan membuka cabang di Roma, Italia pada tahun 1938. Dalam menjalankan bisnisnya tersebut , beliau  dibantu oleh putra – putra nya.

Desain Yang Ikonik

Guccio Gucci dikenal sebagai seorang sosok yang sering melakukan eksperimen dengan berbagai jenis bahan untuk menghasilkan suatu  produk yang inovatif untuk para  konsumennya. Seperti tas bambu yang berbentuk pelana kuda dengan pegangan yang terbuat dari rotan yang terkenal pada tahun 1940an hasil desain dari Gucci. Pada  tahun 1951, beliau  lalu  membuka  sebuah toko di kota mode Milan, Italia. Di tahun yang sama pula, Gucci terus memperluas usaha nya dengan membuka cabang di luar negeri tepatnya  yaitu di kota Manhattan dan  New York, Amerika.

Guccio Gucci diketahui menikah dengan seorang wanita yang bernama Aida Calvelli dan mempunyai  enam  orang anak laki – laki yang bernama Aldo, Enzo, Grimalda, Rodolfo, Ugo, dan Vasco. Adapun Vasco, Aldo, Ugo, serta  Rodolfo ikut dengan ayah nya dalam mengelola perusahaan.

Wafatnya Sang Pendiri Gucci

Gucci Gucci menetap di Sussex Barat, Inggris, sampai akhir hayatnya , beliau  wafat pada tanggal 2 Januari 1953. Beliau  wafat pada saat  perusahaan yang beliau  dirikan sedang berada pada  puncak ketenaran. Warisan usahanya selanjutnya  di ambil alih oleh putra – putranya. Merknya juga telah mengalami banyak perubahan sejak saat itu. Akan tetapi , samapi  saat ini Gucci masih di anggap sebagai salah satu merek global teratas dalam dunia mode internasional.

Setelah kematiannya, putra – putranya kemudian mengambil alih kendali bisnis Gucci, seperti Rodolfo yang  mengelola perusahaan di Milan, Vasco mengawasi produksi di Florence, dan Aldo yang  pindah ke New York untuk mengelola cabang Gucci di luar negeri.

Merek Gucci terus berkembang serta  menciptakan desain yang  ikonik dari tahun ke tahun, bahkan setelah kematian pendirinya. Perusahaan Gucci selanjutnya  mengubah logonya menjadi “ GG ” yang saling terkait, yang menandakan nama dari pendiri nya yaitu  Guccio Gucci pada pertengahan 1960an.

Gucci juga membuka toko di seluruh Eropa serta  Amerika. perusahaan produsen fashion ini semakin berkembang di seluruh Asia, Australia, dan dunia di tahun 1970an. Di  tahun 1980an, Manajemen perusahaan secara keseluruhan berpindah tangan dari Rodolfo ke putranya,  yaitu Maurizio lalu  berubah menjadi perusahaan privat. Pada tahun 1993, perusahaan investasi multinasional  yaitu  “ Investcorp “  membeli sebagian besar saham dari perusahaan Gucci.

Merek Fashion Paling Diminati Di Dunia

Perusahaan ini pada akhirnya menjadi perusahaan publik dan mempunyai  banyak CEO yang  terkenal. Pada tahun  2007, perusahaan informasi global “ Nielsen “ menyebut bahwa Gucci adalah  merek mewah yang paling di minati di dunia. Meskipun begitu, Gucci juga terus berjuang dalam melawan pemalsuan produk – Produknya.

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF

Biografi Ahmad Sahroni – Crazy Rich Tanjung Priok

Biografi Ahmad Sahroni – Crazy Rich Tanjung Priok

Ahmad Sahroni –  Untuk  orang yang menyukai  dunia politik, pasti sudah  tidak asing dengan nama Ahmad Sahroni. Beliau merupakan  Anggota DPR Jakarta Utara , beliau juga adalah orang kaya yang dikenal dengan julukan Crazy Rich Tanjung Priok dan  juga ketua klub Ferrari Indonesia dengan berbagai koleksi mobil mewah. Selain pada bidang dunia politik beliau  juga aktif berbisnis di berbagai bidang. Akan tetapi  siapa sangka kalau  jauh sebelum beliau  menjadi seorang milyarder, perjuangan hidup yang beliau  lewati  cukup berat dan panjang.

Profil dan Biografi Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni lahir di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1977. Beliau  berasal dari keluarga yang  dapat  di katakan cukup pas – pasan. Beliau bukanlah  seorang dari keluarga yang  kaya raya yang hidup mewah. Ibunya bernama Hernawaty yang bekerja sebagai seorang penjual nasi padang yang berada di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Beliau  tinggal bersama dengan ibu dan juga  neneknya.

Riwayat Masa Kecil Ahmad Sahroni

Sejak kecil, Sahroni tidak terlalu mengenal sosok ayahnya. Maklum saja , karena masalah ekonomi, orang tuanya  bercerai. Ibunya berasal dari daerah Pariaman, Sumatera Barat menikah lagi. Beliau  mempunyai seorang  adik tiri dari suami ibunya yang bernama heri sutanto. Ketika  di sekolah dasar, Sahroni pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu dan juga ojek payung sampai  tukang es campur untuk membantu kehidupan keluarganya dan juga  membiayai sekolahnya.

Dari Sopir  Tembak Sampai Tukang Cuci Piring

Bakat kepemimpinannya sudah terlihat sejak di bangku SMA.  Beliau  sempat menjadi ketua OSIS  di SMA Baru Cilincing. Tamat  SMA pada  tahun 1995 dan beliau  tidak dapat  melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Beliau kemudsian  memutuskan untuk bekerja di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Disana beliau  bekerja sebagai buruh kasar. Sesudah  itu beliau  selanjutnya  menjadi supir tembak dengan gaji atau upah  seiklasnya di  PT Millenium Inti Sentosa.

Setelah beberapa tahun menggeluti profesi sebagai seorang supir tersebut ,  Ahmad Sahroni kemudian memutuskan  untuk keluar dari perusahaan tersebut. Beliau  lalu  bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah kapal pesiar Century yang ber bendera Amerika Serikat. Disana,  beliau bekerja selama tiga bulan beliau juga  dapat  berkunjung ke berbagai negara dengan  gratis.

Sesudah  itu, beliau  kemudian kembali ke Indonesia dan kemudian  bekerja menjadi seorang pelayan di sebuah restoran di Bilangan Jakarta. Namun , hanya beberapa bulan saja, Roni kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya tersebut. Beliau  akhirnya kembali ke pekerjaan lamanya yaitu  menjadi seorang supir tapi kali ini sebagai supir bos. Sambil  bekerja sebagai seorang supir, Ahmad Sahroni juga mempelajari bagaimana bosnya dapat  menghasilkan uang  dengan melalui perusahaan yang ia kelola. Beliau  mempelajari bagaimana perusahaan tersebut  mencari pelanggan, membeli BBM sampai  mengisinya ke kapal.

Dari Supir Menjadi Direktur

Dalam buku biografi Ahmad Sahroni yang berjudul “ Anak Priok Meraih Mimpi “, beliau  menceritakan bahwa suatu waktu, bosnya pernah menantang Sahroni untuk menagih utang klien dari  perusahaan yang sudah lama tidak dibayar dengan imbalan akan di angkat sebagai pegawai tetap perusahaan. Berkat kemampuan serta  strateginya, Sahroni berhasil melakukan penagihan pada klien perusahaan tersebut.

Hal inilah yang merupakan  titik balik dari hidupnya. Pada tahun 2001, Ahmad Sahroni resmi di angkat sebagai pegawai tetap di perusahaan. Roni termasuk pria yang mau belajar dan juga  bekerja keras,. Sehingga semua pekerjaa nya bisa di lakukan dengan ikhlas. Pada saat  menjadi karyawan, beliau  tidak pernah menyia – nyiakan hal tersebut.

Berkat kerja kerasnya  tersebut , tidak butuh waktu  yang lama karena  hanya dalam jangka dua tahun saja beliau  telah menduduki posisi sebagai seorang direktur perusahaan berkat kemampuan nya dalam menyelesaikan pekerjaan yang  penting.

Beliau  mencoba belajar dan   juga mencari informasi mengenai  mendirikan sebuah perusahaan. Setelah pengalaman dan  juga pengetahuannya dirasa telah  cukup banyak, Ahmad Sahroni selan jutnya  memutuskan untuk keluar dari PT Millenium Inti Sentosa meskipun pada saat  itu posisinya sudah sangat bagus.

Mendirikan Bisnis Rental Kapal

Beliau kemudian mendirikan sebuah  perusahaan sendiri dengan  berbekal pada pengalamannya beberapa tahun di perusahaan tempat beliau bekerja  sebelumnya. Karirnya semakin sukses dengan mendirikan bisnis rental kapal. Beliau  mendirikan perusahaan dari bantuan pemodal. Akan tetapi  bisnisnya tersebut  tidak berjalan dengan  mulus. Beliau  mengalami naik turun dalam  menjalankan bisnis  tersebut  bahkan beliau juga  pernah ditipu sampai harus menanggung hutang yang cukup banyak saat  itu. Hingga pada  akhirnya di tahun 2004, bisnisnya sukses di bawah naungan PT Eka Samudra Lima.

Selanjutnya beliau  juga mendirikan perusahaan PT Ruwanda Satya Abadi. Modal dari  kepercayaan klien sangat dijaga oleh Ahmad Sahroni sehingga banyak bekas klien dari perusahaan tempat  beliau  dulu bekerja menjadi pelanggan di perusahaan nya. Selain menjadi seorang  bos penyuplai BBM terbesar di Tanjung Priok, Ahmad Sahroni juga melebarkan bisnisnya  pada bidang properti.

 

Karir Politik Ahmad Sahroni

Setelah sukses di dunia bisnis.  Beliau mencoba peruntungannya dengan  terjun di dunia politik dengan bergabung di partai Nasdem yang di dirikan oleh Surya Paloh. Beliau kemudian  berhasil memperoleh  kursi untuk menduduki di DPR RI hingga  tahun 2019 ini dengan semua kesuksesanya. Meskipun begitu , beliau tetap menjadi seorang pribadi yang humble. Beliau  ramah dengan siapapun, bahkan beliau juga tidak malu untuk makan di warung pinggiran.

Hingga  besar beliau  tidak kenal dengan ayahnya. Karena sejak beliau  kecil, ayahnya telah  meninggalkan ibunya. Meskipun  tumbuh besar tanpa kasih sayang dari seorang ayah. Beliau tumbuh  menjadi pribadi yang kuat serta  pantang menyerah. Beliau telah  menjadi tulang punggung bagi  keluarganya sejak kecil. Samapi  kini sukses dan menjadi salah satu orang kaya di Indonesia.

Meskipun  karirnya sudah sukses, beliau tetap tinggal di daerah tanjung priok. Ditempat beliau dibesarkan. Rumahnya sangat besar dan juga  luas, seperti istana. Mempunyai  luas sekitar 400 meter dengan 4 lantai. Di rumahnya juga terdapat lift untuk akses naik turun lantai. Masa  lalunya, membuat beliau  lebih menyayangi anak – anaknya. Kedua anaknya telah  tumbuh besar dan beliau  tidak ingin jauh dengan anak nya.

Dengan pekerjaan yang super sibuk, beliau  tetap menyisihkan waktunya untuk keluarga. Selain itu beliau  juga merupakan  sosok yang sangat taat  dalam beribadah. Dalam kehidupan pribadinya, Ahmad Sahroni diketahui menikah dengan seorang wanita yang bernama  Feby Belinda dan memiliki anak yang bernama Roffbell Arabella.

Selain menjadi orang kaya di bidang bisnis dan juga  politik, beliau  juga sangat menggemari mobil sport. Di garasi rumah nya terparkir banyak koleksi mobil sport miliknya, yang mulai  dari Lamborgini sampai  mobil Ferrari. Maklum saja , Ahmad Sahroni sangat menyukai mobil mewah. Tidak heran apabila  beliau  di pilih sebagai ketua klub Ferrari Indonesia serta  pernah menjadi ketua klub Mercedes Indonesia.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF WANITA

Biografi dan Profil Ny. Rakhmat Sulistio –  Kisah Inspiratif Pendiri Jamu Sido Muncul

Biografi dan Profil Ny. Rakhmat Sulistio –  Kisah Inspiratif Pendiri Jamu Sido Muncul

Ny. Rakhmat Sulistio – Nama Sido Muncul terkenal sebagai salah satu perusahaan produsen jamu yang  terkenal di Indonesia. Sido Muncul pada  awalnya hanyalah  berasal dari produksi rumahan saja namun sekarang telah  berkembang menjadi perusahaan besar yang memproduksi puluhan produk jamu dan juga  minuman. Pendiri  dari Sido Muncul adalah Rakhmat Sulistio .

Ny. Rakhmat Sulistio dilahirkan  pada tanggal 13 Agustus 1897. Beliau adalah  seorang wanita keuturunan Tionghoa yang mempunyai  nama asli Go Djing Nio. Tidak banyak informasi yang  dapat diketahui tentang  kehidupan dari Ny Rakhmat Sulistio.

Ny. Rakhmat Sulistio menikah dengan Siem thiam Hie. Sesudah  menikah, pasangan suami istri tersebut selanjutnya  membuka sebuah usaha pemerahan susu sapi dengan nama usaha Melkrey  yang berada di wilayah Ambarawa.

Usaha mereka tersebut kemudian  berhenti saat terjadi  perang Malese  yang terjadi pada tahun 1928 . Ny. Rakhmat Sulistio  lalu menutup usahanya  tersebut dan kemudian  pindah ke Solo pada tahun 1930. Untuk menyambung hidup, Ny. Rahmat Sulistio bersama dengan suami nya membuka sebuah  usaha toko roti yang  bernama Roti Muncul.

Lima tahun kemudian sesudah  membuka toko roti tersebut , Ny. Rakhmat Sulistio yang memiliki hobi dalam meramu jamu dan juga  rempah – rempah selanjutnya  mendirikan usaha jamu di Yogyakarta. Berkat kerja kerasnya  tersebut berhasil membuat usaha pasangan suami istri tersebut berkembang dengan  pesat.

Pada tahun 1941, Ny. Rakhmat membuat Jamu Tolak Angin yang saat  itu beliau  namakan  dengan nama Jamu Tujuh Angin. Usaha mereka  tersebut selanjutnya  berkembang dari tahun ke tahun sejak membuka usaha jamu. Akan tetapi  usaha tersebut  sempat terhenti karena adanya Agresi Militer Belanda yang  terjadi pada tahun 1949. Ny. Rakhmat Sulistio bersama dengan suaminya lebih memilih untuk mengungsi ke Semarang. Di Kota tersebut, mereka berdua mendirikan usaha pabrik jamu yang mereka beri nama Sido Muncul yang mempunyai arti “ Impian yang terwujud “. Ny. Rakhmat Sulistio menggunakan rumahnya yang beralamat di  Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 sebagai tempat untuk memproduksi jamu buatannya tersebut . Dalam memproduksi jamu Sido Muncul, Ny. Rakhmat Sulistio di bantu oleh tiga orang karyawan.

Dalam perkembangannya, ny. Rakhmat Sulistio membuat terobosan dengan mengemas jamu tolak angin dengan  bentuk serbuk dan membuatnya menjadi  kemasan yang praktis. Permintaan konsumen akan jamu tolak angin tersebut terus  meningkat.

Setelah beberapa puluh tahun kemudian, usaha Jamu Sido Muncul milik Ny. Rakhmat Sulistio  tersebut sudah cukup besar. Karena itu , pada  tahun 1970, beliau  membentuk badan usaha dalam bentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1975, CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Akan tetapi  satu tahun kemudian, Suami Ny. Rakhmat Sulistio yaitu Siem thiam Hie meninggal dunia. Setelah melihat usaha Jamu Sido Muncul telah  sangat besar Ny. Rakhmat Sulistio kemudian memberikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan Jamu Sido Muncul tersebut  kepada anaknya yaitu  Desy Sulistio.

Ny. Rahmat Sulistio meninggal dunia pada tanggal 14 Februari 1983. Sepeningalnya  Ny. Rakhmat Sulistio, anaknya yaitu  Desy Sulistio, memindahkan Pabrik yang berlokasi di Yogyakarta tersebut  ke pabrik yang cukup besar dan modern yang berada di kawasan Kaligawe, Semarang pada tahun 1984. Pemindahan tersebut  di sebabkan karena pabrik yang  sebelumnya sudah tidak mampu lagi dalam  memproduksi karena kapasitasnya yang terbatas. Beberapa tahun selanjutnya, kemajuan teknologi dan juga  permintaan pasar yang semakin tinggi akan jamu sido muncul, hingga  akhirnya membuat PT Sido Muncul membuat pabrik besar yang lebih modern yang di mulai pada tahun 1997 yang beralamat di wilayah Unggaran, Yogyakarta.

Sampai  saat ini, PT Jamu Sido Muncul telah mengeluarkan 250 produk dengan produk unggulannya yaitu  berupa jamu kemasan dan juga  minuman berenergi. Pangsa pasar produk  dari PT Sido Muncul juga telah  merambah ke luar negeri yang berada di berbagai benua. Sampai  saat ini sudah terdapat 109 distrbutor Sido Muncul yang tersebar di berbagai wilyah di seluruh Indonesia.  Sido Muncul adalah  perusahaan jamu pertama yang berstandar farmasi yang ada di Indonesia.

 

Baca Juga :

Categories
KISAH INSPIRATIF PENDIRI PERUSAHAAN

Biografi dan Profil Wishnutama –  Pendiri NET. TV

Biografi dan Profil Wishnutama –  Pendiri NET. TV

 Wishnutama –  Dari banyaknya  Channel atau saluran Televisi  yang ada di Indonesia, NET. TV adalah  salah satu saluran televisi yang paling terkenal. Dibalik popularitas NET. TV, ada  sosok Wishnutama yang di kenal sebagai CEO  dan juga sekaligus pendiri dari NET. TV. Kesuksesan NET. TV  sebagai pendatang baru di dunia pertelevisian tersebut ,  tidak lepas dari tangan dingin seorang  Wishnutama sebagai pendirinya.

Meskipun sebagai salah satu pendatang baru, program – program acara yang ada  di NET. TV banyak disukai  oleh masyarakat terutama program Ini Talk Show, Acara Musik dan sitkom OK JEK.

Biodata Wishnutama

Nama Lengkap : Wishnutama Kusubandio
Tempat, tanggal lahir : Jayapura, Papua , 4 Mei 1976
Agama : Islam
Istri : Wina Widodo, Wina Natalia, Gista Putri
Anak : Sakina Wishunutama , Salvaditya Tama , Sultan Saladyne Tama, Muhammad Sabian Wishnutama
Profesi : CEO dan Pendiri NET.TV
Pendidikan : Mount Ida College Boston , AS

 

Biografi Wishnutama

Pendiri NET. TV ini dilahirkan dengan nama Wishnutama Kusubandio DI  Jayapura, Papua pada tanggal 4 mei 1976 .

Riwayat Masa Kecil

Tidak banyak yang diketahui tentang pendidikan dasar yang di peroleh dari Wishnutama. Diketahui bahwa beliau  pernah mengenyam pendidikan di SMP Tarakanita 5 Jakarta. Kemudian, beliau  pindah ke luar negeri yang kemudian  melanjutkan SMA nya di luar negeri  yaitu tepatnya di Kooralbyn International School, Queensland Australia lalu  kemudian di International School of Singapore.

Mengenyam Pendidikan Di Amerika Serikat

Lulus dari sana Wishnutama kemudian  melanjutkan pendidikan tingginya di Amerika Serikat. Beliau  sempat kuliah The Military College of Vermont, Norwich University, AS.  Beliau juga mengenyam pendidikan di Mount Ida College di kota Boston, AS. Sesudah  itu di Emerson College pada  jurusan Ilmu Komunikasi dan  Pertelevisian.

Tamat dari sana, Wishnutama lalu mulai mengawali karirnya  pada bidang pertelevisian dengan bekerja paruh waktu di New England Cable News, AS dengan posisi sebagai  Production Assistant pada tahun 1993. Beliau  kemudian memperoleh  pekerjaan bagus di WHDH – TV yaitu sebagai Assistant Director On Air Promotion sampai pada  tahun 1994.

Kembali Ke Indonesia

Setelah  bertahun – tahun menghabiskan waktunya di luar negeri, Wishnutama akhirnya  kembali ke Indonesia dengan berbekal ilmu dan  pengalaman yang beliau  peroleh  di luar negeri pada  bidang pertelevisian.

Bekerja di Indosiar

Pada  tahun 1994, Wishnutama kembali ke Indonesia. Kemudian beliau bekerja di Indosiar yang dimiliki oleh PT EMTEK milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Di Indosiar saat itu, Wishnutama memegang posisi sebagai Supervisor On Air Promotion. Di tahun berikutnya, Wishnutama pindah ke divisi production Indosiar dengan posisi  sebagai Production Assistant. Karir Wishnutama yang bagus di Indosiar membuat beliau  cepat naik ke posisi  Executive Producer News dan  Production Division. Sampai  mencapai Production Manager.

Bekerja di Trans Tv

Selama 8 tahun berkarir di Indosiar, Wishnutama akhirnya pindah dari Indonsiar pada tahun 2001 ke Trans Tv milik konglomerat Chairul Tanjung. Di Trans TV, Wishnutama menjabat sebagai Kepala Divisi Produksi  dan kemudian menjadi Direktur Operasional.

Berkat karirnya yang bagus, Wishnutama selanjutnya  di promosikan sebagai Wakil Direktur Utama Trans Tv pada tahun 2006. Di tahun yang sama juga , Wishnutama resmi di tunjuk sebagai Direktur Utama atau CEO dari Tv 7 yang kemudian berubah nama menjadi Trans 7 atau Trans Tv. Selama menjadi Direktur Utama atau CEO Trans 7, Wishnutama telah banyak mengelola program – program televisi yang menjadi tontonan andalan untuk  masyarakat Indonesia.

Seperti  On The Spot, Opera Van Java,  Extravaganza dan juga  Dunia Lain. Popularitas dari  acara – acara tersebut membuat nama Wishnutama semakin melambung.

Wishnutama bahkan sempat memperoleh  penghargaan sebagai CEO Terbaik di Indonesia pada  tahun 2010 oleh majalah SWA, TV Pay and Media serta  Indonesia Marketing Champion 2015 for the Broadcast. Beliau  juga membawa trans tv meraih beberapa penghargaan yang bergengsi dari Asian Television Award dan Panasonic Awards. Jabatannya  sebagai Direktur Utama di Trans Tv beliau  pegang  sampai  tahun 2012. Beliau  juga sempat menjabat sebagai direktur dari detik.com sejak  tahun 2011 sampai  2012. Wishnutama juga sempat di tunjuk sebagai komisaris dari PT. Televisi Anak Spacetoon sejak  tahun 2012 sampai 2014.

Mendirikan NET. TV

Wishnutama menjabat sebagai direktur utama Trans Tv sampai pada  tahun 2012. Setahun kemudian yaitu tepatnya pada  tahun 2013, Wishnutama mendirikan PT Net Mediatama Televisi atau NET.TV. Diketahui bahwa NET adalah singkatan dari News and Entertainment Television. Yang dilansir dari Kompas.com, bahwa  NET.TV milik Wishnutama menggunakan saluran frekuensi milik Space Toon. Popularitas NET. TV sebagai saluran televisi pendatang baru di Indonesia cepat meroket. Hal tersebut  berkat program – program acaranya yang banyak disukai  oleh masyarakat Indonesia seperti Ini Talk Show, Acara Musik dan sitkom OK JEK.

Selama menjabat sebagai CEO NET.TV, Wishnutama banyak mendapatkan  penghargaan yang cukup bergengsi. Misalnya “ Marketeer of the Year “  2015 untuk  bidang Broadcast ,TV, and Media, “ The 500 Most Influential CEOs in The World “ pada  tahun 2015 versi Richtopia.com .

 

Menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pada bulan Oktober 2019, Wishnutama ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada kabinet Indonesia Maju tahun 2019 sampai 2024. Penunjukan tersebut selanjutnya mengharuskan Wishnutama melepaskan jabatannya pada beberapa media terutama di Net.TV serta Media berita Kumparan.

Keluarga Wishnutama

Istri dari Wishnutama saat ini  yaitu bernama Gista Putri yang merupakan salah satu aktris di Indonesia. Sebelum menikah dengan Gista Putri, Wishnutama pernah menikah sebanyak dua kali yaitu  dengan Wina Widodo yang merupakan istri pertamanya dan juga  Wina Natalia. Dari pernikahan nya dengan Wina Widodo yang merupakan istri pertama nya, Wishnutama mempunyai  dua orang anak yang  bernama Muhammad Sabian Tama  dan Sakina Tama. Selanjutnya dari  Pernikahannya dengan Wina Natalia, Wishnutama mempunyai  anak yang  bernama Salvaditya Tama dan Sultan Saladyne Tama.

 

Baca Juga :

Categories
INDONESIA KISAH INSPIRATIF KONGLOMERAT MILYADER PENDIRI PERUSAHAAN PENGUSAHA

√ Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pemilik Sinar Mas Group

√ Biografi Eka Tjipta Widjaja – Pemilik Sinar Mas Group

 

Eka Tjipta Widjaja –  Eka Tjipta Widjaja adalah  seorang pengusaha dan juga  konglomerat Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Sinar Mas Grup. Berkat keuletan serta kerja kerasnya  dalam menjalankan bisnis perusahaannya, beliau juga  merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia menurut Majalah bisnis Globe Asia pada tahun 2018 dengan kekayaan yang mencapai hingga  13.9 milyar Dolar Amerika Serikat .

Eka Tjipta Widjaja menduduki peringkat ke – 2 sebagai orang terkaya di Indonesia. Beliau adalah  pendiri dan juga  sekaligus pemilik dari Sinar Mas Group. Bisnis utamanya adalah Pulp dan kertas, Agribisnis, Properti serta  jasa keuangan.

Biodata Eka Tjipta Widjaja

Nama : Eka Tjipta Widjaja / Oei Ek Tjhong
Tempat, tanggal lahir : China, 3 Oktober 1923
Wafat : Jakarta , 26 Januari 2019
Istri : Trini Dewi Lasuki, Mellie Pirieh
Anak : Teguh Ganda Widjaja

Oei Hong Leong

Franky Oesman Widjaja

Indra Widjaja

Frankle Widjaja

Muktar Widjaja

Jimmy Widjaja

Fenny Widjaja

Sukmawati Widjaja

Ingrid Widjaja

Nanny Widjaja

Lanny Widjaja

Inneke Widjaja

Chenny Widjaja

Meilay Widjaja

Jetty Widjaja

Dikenal : Pendiri Sinar Ma Grup
Kekayaan : 13.9 Milyar Dollar USD / 195.7 Triliun ( Globe Asia, 2018 )

Biografi Eka Tjipta Widjaja

 Eka Tjipta Widjaja mempunyai nama asli  Oei Ek Tjhong, beliau  dilahirkan di china pada tanggal 3 Oktober 1923 , beliau  terlahir dari keluarga yang sangat  miskin. Keinginannya yang kuat untuk  mengubah hidup keluarganya, Eka selanjutnya  memutuskan untuk merantau keluar dari kampung halamannya di Quanzhou, China.

“ Bersama ibu, saya ke Makassar pada  tahun 1932 saat usia sembilan tahun. Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Karena  miskin, kami hanya dapat  tidur di tempat yang paling buruk di kapal, di bawah kelas dek. Ada uang lima dollar, akan tetapi tidak bisa dibelanjakan, karena uang itu akan digunakan bahkan untuk ke Indonesia saja kami masih berhutang pada rentenir, 150 dollar  –  Eka Tjipta Widjaya

Riwayat Masa Kecil

Beliau  pindah ke Indonesia ketika umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepat nya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang waktu  itu masih di panggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar , setibanya di Makassar, Eka kecil segera membantu ayahnya yang telah  terlebih dulu tiba dan meiliki  toko kecil. Tujuan nya jelas, segera setelah mendapatkan 150 dollar, untuk  di bayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, hutangnya terbayar, dan  toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Akan tetapi  Eka menolak untuk duduk di kelas satu. Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, ataupun  gelar – gelar yang lainnya  yang di sandang oleh para mahasiswa saat mereka berhasil menamatkan studinya .

Hanya Tamatan SD

Dalam Biografi Eka Tjipta Widjaja diketahui bahwa beliau  hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal tersebut di karenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Beliau bahkan  harus merelakan pendidikan nya demi untuk membantu orang tuanya untuk menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Setelah tamat SD, beliau  tidak dapat  melanjutkan sekolah nya karena masalah ekonomi. Beliaupun lalu  mulai jualan. Beliau keliling kota Makassar, dengan mengendarai sepeda. Beliau  keliling kota Makasar  dengan menjajakan door to door permen, biskuit, dan juga aneka barang dagangan dari toko ayahnya. Dengan ketekunannya dan juga kerja kerasnya, usahanya tersebut  mulai menunjukkan hasil.

Riwayat Masa Muda

Ketika berusia 15 tahun, Eka mencari pemasok kembang gula dan biskuit dengan mengendarai sepedanya. Beliau  harus melewati hutan – hutan lebat, dengan kondisi jalanan yang belum seperti sekarang ini. Belum lagi  Kebanyakan pemasok tidak mempercayainya. Umum nya mereka meminta pembayaran di muka, sebelum barang bisa  dibawa pulang oleh Eka. Hanya dalam kurun waktu dua bulan saja, beliau  sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang cukup besar saat itu. Harga beras saat itu masih 3 – 4 sen perkilogram.

Jatuh Bangun Usaha

Melihat satu usahanya yang berkembang, Eka kemudian membeli becak untuk memuat barangnya. Akan tetapi  ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang yang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya menjadi  hancur total. Beliau menganggur total, tidak ada barang impor atau ekspor yang dapat  di jual. Total laba Rp. 2000 yang beliau  kumpulkan dengan penuh susah payah selama beberapa tahun, habis di belanjakan untuk kebutuhan sehari – hari.

Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Lalu sampailah beliau  ke Paotere , Disitu beliau  melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda. akan tetapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik perhatian  Eka, akan tetapi tumpukan terigu, semen, dan juga gula, yang masih banyak  dalam keadaan baik. Melihat itu, otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya beliau  kembali ke rumahnya dan mengadakan persiapan untuk membuka sebuah  tenda di dekat lokasi tersebut . Beliau  merencanakan menjual makanan dan juga  minuman kepada para tentara Jepang yang berada di lapangan kerja tersebut.

Keesokan harinya, pada  pukul empat subuh, Eka sudah berada di Paotere. Beliau  membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang di isi dengan air, oven kecil yang berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan yang lain sebagainya. Awalnya  alat tersebut  beliau  pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayah nya pun  ikut beliau  pinjam. Ayam tersebut  di potong dan di buat  ayam putih gosok garam. Beliau  juga meminjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan juga  satu botol anggur dari teman – teman nya,  jam tujuh pagi beliau sudah siap untuk  berjualan.

Benar saja, pada pukul tujuh, 30 orang Jepang dan juga tawanan Belanda mulai datang untuk  bekerja. Namun  hingga pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Ekapun  memutuskan untuk  mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang  untuk makan dan minum di tenda. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan juga  bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang berkata  Joto !! . Sesudah  itu, semua anak buahnya dan juga para  tawanan di perbolehkan makan dan minum di tenda Eka. Tentu saja beliau  meminta izin untuk mengangkat semua barang yang sudah di buang. Dengan segera Eka kemudian mengerahkan anak – anak sekampung untuk  mengangkat barang – barang tersebut  dan membayar mereka 5  samapi 10 sen. Semua barang tersebut di angkat ke rumah dengan becak.

Usaha Yang Tak Kenal Menyerah

Rumah dan juga halaman Eka, dan lagi setengah dari  halaman tetangga penuh terisi dengan  berbagai  macam barang. beliaupun bekerja keras untuk  memilih apa saja yang bisa  dipakai dan dijual. Seperti terigu misalnya, yang masih kondisi baik di pisahkan. Dan yang sudah keras di tumbuk kembali lalu  perbaiki sampai bisa  dipakai lagi. Beliau juga belajar bagaimana menjahit karung.

Karena pada saat  itu  dalam keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan juga  barang keperluan sangat kurang. Itu sebab nya semen, terigu, serta  arak Cina dan barang lainnya yang beliau peroleh dari puing – puing tersebut  menjadi sangat berharga. Beliau  mulai menjual terigu, awalnya  hanya Rp. 50 per karung, kemudian beliau menaikkan harga  menjadi Rp. 60, dan pada  akhirnya Rp. 150. Untuk semen, beliau  mulai jual Rp. 20 per karung, selanjutnya  Rp. 40.

Pada saat  itu ada seorang kontraktor yang  hendak membeli semennya, untuk membuat sebuah  kuburan orang kaya. Tentu saja  Eka menolak, sebab menurut beliau untuk apa menjual semen ke kontraktor,  Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor dari  pembuat kuburan orang kaya. Beliau  membayar tukang sebesar Rp. 15 per hari ditambah dengan 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan yang mewah. Beliau mengawali  dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir dengan membayar Rp. 6.000 . Setelah semen dan besi betonnya  habis, beliau  pun berhenti sebagai kontraktor kuburan.

Demikianlah Eka berhenti sebagai kontraktor kuburan, lalau beliau  berdagang kopra, dan berlayar selama  berhari – hari ke Selayar ( Selatan Sulawesi selatan  ) dan juga ke sentra – sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra dengan harga  murah. Eka memperoleh  laba besar, akan  tetapi mendadak beliau  nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan sebuah peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai oleh  Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal saat itu harga  di pasaran  per kaleng Rp. 6 .

Bangkrut dan Bangkit Kembali

Eka  yang ketika itu mengalami rugi besar, beliau lalu mencari peluang lain. Berdagang gula, kemudian teng – teng ( makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah ), wijen, dan juga  kembang gula. Akan tetapi saat  mulai berkibar, harga gula jatuh,beliaupun rugi besar, modal nya habis lagi, bahkan beliau  berhutang. Eka bahkan harus menjual mobil jip, dua sedan dan juga  menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kimpoi untuk menutupi hutang dagang.

Namun  Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan juga aneka kebutuhan lainnya. Usahanya tersebut  juga masih jatuh bangun.

 

Pengusaha Kelapa Sawit

Diketahui bahwa  pada tahun 1980, beliau  memutuskan untuk melanjutkan usaha nya yaitu dengan  menjadi seorang entrepreneur seperti saat  masa mudanya dulu. Beliau  membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tidak tanggung – tanggung, beliau juga ikut  membeli mesin dan juga  pabrik yang dapat  memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang beliau  bangun berkembang  dengan sangat pesat dan beliau kemudian  memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli sebuah  perkebunan dan juga sekaligus pabrik teh dengan luas yang mencapai hingga  1000 hektar dan pabriknya memiliki  kapasitas sebesar 20 ribu ton teh.

Merambah Bisnis Perbankan

Selain berbisnis pada  bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis di sector  bank. Beliau  membeli Bank Internasional Indonesia ( BII ) dengan asset yang  mencapai  hingga 13 milyar rupiah.

Akan tetapi setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi lebih besar dan mempunyai  40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya ada  2 cabang dan asetnya sekarang  mencapai 9,2 trilliun rupiah.

 

Bisnis Kertas Hingga Properti

Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan menjadi orang  kaya.  Beliau  juga mulai merambah pada bisnis kertas. Hal tersebut  di buktikan dengan di belinya PT Indah Kiat yang dapat  memproduksi sampai  700 ribu Pulp pertahun dan dapat  memproduksi kertas hingga 650 ribu pertahun.

Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua serta Green View apartemen yang berada di Roxy, sehingga  tidak ketinggalan pula beliau  membangun Ambassador di Kuningan.

 

Sektor Bisnis Sinar Mas

Pengusaha sukses ini  mempunyai  pilar bisnis yang bergerak di berbagai sektor seperti agribisnis, kertas, jasa keuagan, makanan, property, telekomunikasi  dan infrastruktur di bawah naungan Kelompok Usaha Sinar Mas.

Keluarga Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja memiliki keluarga yang selalu mendukung nya dalam hal bisnis serta kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita yang  bernama Melfie Pirieh Widjaja dan memiliki  7 orang anak.

Wafat

Konglomerat pemilik dan pendiri  Sinar Mas Group ini meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2019 di RS Gatot Subroto Jakarta. Beliau wafat dengan meninggalkan bisnis yang menggurita pada  berbagai sektor dengan melalui Grup Sinar Mas yang beliau  dirikan .

Baca Juga :

Categories
DUNIA KISAH INSPIRATIF WANITA

Biografi Bunda Teresa

Biografi Bunda Teresa

Bunda Teresa – Tokoh yang  satu ini dikenal sebagai tokoh yang sangat  berjasa bagi kemanusiaan. Beliau  juga seorang peraih nobel pada bidang perdamaian. Bunda Teresa, merupakan  seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah – tengah masyarakat miskin di India. Beliau dilahirkan di Skopje, Albania pada tanggal  26 Agustus 1910, Bunda Teresa adalah  anak bungsu dari pasangan Nikola dan Drane Bojaxhiu. Beliau  mempunyai  dua orang saudara perempuan dan seorang saudara laki – laki. Saat  dibaptis, beliau  diberi nama Agnes Gonxha. Beliau  menerima pelayanan sakramen pertama nya pada saat  berusia lima setengah tahun kemudian  di teguhkan pada bulan November 1916.

Kehidupan Bunda Teresa

Saat  berusia delapan tahun, ayah beliau  meninggal dunia, dengan  meninggalkan keluarganya dengan keadaaan kesulitan finansial. Meskipun demikian, ibunya mengurus  Gonxha dan juga ketiga saudara nya dengan penuh rasa kasih sayang. Drane Bojaxhiu, ibunya sangat mepengaruhi karakter dan  juga panggilan pelayanan Gonxha.

Saat memasuki usia remaja, Gonxha bergabung dalam kelompok pemuda jemaat lokalnya yang bernama Sodality. Melalui keikutsertaannya tersebut dalam berbagai kegiatan yang dipandu oleh seorang pastor Jesuit, Gonxha menjadi tertarik mengenai  misionari. Tampaknya hal tersebutlah  yang kemudian  berperan dalam diri nya sehingga ketika usia tujuh belas tahun , beliau  merespons panggilan Tuhan untuk menjadi seorang  biarawati misionaris Katolik.

Pada tanggal 28 November 1928, beliau  bergabung dengan “ Institute of the Blessed Virgin Mary “ , yang juga dikenal  dengan nama “ Sisters of Loretto “ , yaitu sebuah komunitas yang dikenal dengan pelayanan nya yang berada  di India. Pada saat  mengikrarkan komitmen nya untuk Tuhan dalam Sisters of Loretto, beliau kemudian  memilih nama Teresa dari Santa Theresa Lisieux.

Suster Teresa pun kemudian dikirim ke India untuk menjalani pendidikannya sebagai seorang biarawati. Setelah mengikrarkan komitmennya kepada Tuhan tersebut , beliau  pun mulai mengajar pada St. Mary’s High School di Kalkuta. Disana beliau  mengajarkan mengenai  geografi dan  juga katekisasi. Lalu  pada tahun 1944, beliau  menjadi kepala sekolah St. Mary. Namun , kesehatannya memburuk. Beliau  menderita TBC sehingga tidak dapat emngajar lagi . Untuk memulihkan kesehatannya tersebut , beliau  pun dikirim ke Darjeeling.

Dalam kereta api yang sedang melaju menuju Darjeeling, Suster Teresa mendapatkan  panggilan yang berikut dari Tuhan : sebuah panggilan di antara banyak panggilan lain. Saat itu, beliau  merasakan belas kasih untuk  banyak jiwa, sebagaimana yang dirasakan oleh Kristus sendiri, yang merasuk dalam hatinya. Hal tersebut  selanjutnya menjadi kekuatan yang mendorong segenap hidupnya. Ketika itu, pada tanggal 10 September 1946, disebut sebagai “ Hari Penuh Inspirasi ” oleh Bunda Teresa.

Pada tahun 1948, pihak Vatikan mengizinkan Suster Teresa untuk meninggalkan ordonya dan kemudian  memulai pelayanannya di bawah Keuskupan Kalkuta. Dan pada 17 Agustus 1948, untuk pertama kalinya beliau  menggunakan  pakaian putih yang di lengkapi dengan kain yang sari bergaris biru. Beliau  mengawali  pelayanannya dengan membuka sebuah sekolah pada tanggal 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena tidak mempunyai  dana, beliau  membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana beliau  mengajarkan akan  pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan membaca dan juga menulis pada anak – anak yang miskin. Selain itu , berbekal pada  pengetahuan medis, beliau  juga membawa anak – anak yang sakit ke rumahnya lalu  merawat mereka.

 

Aktivitas Kemanusiaan

Pada tanggal 7 Oktober 1950, Missionary of Charity didirikan di Kalkuta. Mereka yang tergabung di dalamnyapun menjadi semakin teguh untuk melayani dengan sepenuhnya memberikan  diri mereka untuk melayani kaum termiskin di antara yang paling  miskin. Bahkan mereka juga  tidak pernah menerima pemberian materi apapun sebagai balasan atas pelayanan yang mereka lakukan tersebut .

Pada awal 1960an, Bunda Teresa mulai mengirimkan suster – suster nya ke daerah – daerah lain yang berada di India. Disamping itu , pelayanan dari Missionary of Charity mulai melebarkan sayap nya di Venezuela ( 1965 ), yang selanjutnua  diikuti oleh pembukaan rumah – rumah di Ceylon, Tanzania Roma, serta Australia yang ditujukan untuk merawat para kaum miskin.

Setelah Missionary of Charity, sejumlah yayasan pun didirikan guna  memperluas pelayanan Bunda Teresa. Yang pertama adalah “” Association of Coworkers sebagai afiliasi dari Missionary of Charity “. Asosiasi sendiri telah  di setujui oleh Paus Paulus VI pada tanggal  26 Maret 1969. Walaupun  merupakan afiliasi Missionary of Charity, asosiasi ini mempunyai  anggaran dasar yang  tersendiri. Selama tahun – tahun berikutnya, dari semula yang  melayani hanya dua belas, Missionary of Charity terus  berkembang hingga mampu melayani ribuan orang. Bahkan 450 pusat pelayanan telah  tersebar di seluruh dunia untuk melayani orang – orang yang miskin dan telantar. Beliau  membangun banyak rumah bagi mereka yang menderita, sekarat,bahkan  ditolak oleh masyarakat, dari Kalkuta sampai  kampung halaman nya di Albania. Beliau  juga  merupakan salah satu pionir yang membangun rumah bagi para penderita AIDS.

Berkat  dari baktinya bagi mereka yang tertindas, Bunda Teresa  memperoleh  berbagai penghargaan kemanusiaan. Pada tahun 1979, beliau  menerima John XXIII International Prize for Peace. Penghargaan tersebut  di berikan langsung oleh Paus Paulus VI. Pada tahun yang sama juga , beliau  mendapatkan  penghargaan Good Samaritan di Boston.

Setelah mengabdikan dirinya selama bertahun – tahun di India, tentu saja karena hal itu juga pemerintah India tidak menutup mata akan pelayanannya dan juga jasannya . Maka pada tahun 1972, Bunda Teresa memperoleh  Pandit Nehru Prize. Setahun kemudian, beliau  menerima Templeton Prize dari Pangeran Edinburgh. Beliau terpilih untuk menerima penghargaan tersebut yang berasal dari dua ribu kandidat yang tersebar dari berbagai negara dan juga agama oleh juri yang berasal dari sepuluh kelompok agama yang ada  di dunia.

Puncaknya adalah  pada tahun 1979,  ketika beliau mendapatkan  hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah uang sebesar $ 6.000 yang didaptkannya  di sumbangkan kepada para  masyarakat miskin di Kalkuta. Hadiah tersebut sangat memungkinkan beliau  untuk memberi makan ratusan orang selama setahun penuh. Beliau  berkata bahwa penghargaan dari  duniawi menjadi penting hanya pada saat  ketika penghargaan tersebut bisa  membantunya  untuk menolong dunia yang membutuh kan.

Pada tahun 1985, Bunda Teresa mendirikan  sebuah pusat rehabilitasi pertama bagi korban AIDS di New York. Menyusul kemudian dengan  sejumlah rumah penampungan yang di dirikan di San Fransisco dan Atlanta. Karena  upayanya tersebut ,beliau  memperoleh  Medal of Freedom.

Pelayanan  dari Bunda Teresa sama sekali tidak mengenal batas. Di pupuk di kampung halamannya, beliau  mengawali pelayanannya tersebut  di India. Dari India, kemudian  pelayanannya terus  meluas hingga ke seluruh penjuru dunia.

Memasuki tahun 1990an, kondisi tubuh Bunda Teresa tidak mengizinkan nya untuk  melakukan segala aktivitas yang berlebihan, khususnya setelah beliau mengalami serangan jantung pada tahun  1989. Kesehatannya terus  merosot, sebagian juga karena usianya yang sudah lanjut , sebagian lagi  karena kondisi tempat tinggal nya, dan sebagian lainnya di karenakan perjalanan nya ke berbagai penjuru dunia. Menyadari bahwa  kondisi kesehatan nya yang demikian memburuk , Bunda Teresa kemudian  meminta Missionary of Charity untuk memilih penggantinya. Maka, pada  tanggal 13 Maret 1997, Suster Nirmala terpilih untuk meneruskan pelayanan Bunda Teresa.

Bunda Teresa Wafat

Bunda Teresa meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 saat usia 87 tahun. Berbagai petinggi dari 23 negara turut menghadiri pemakammannya. Upacara pemakaman beliau  di adakan pada tanggal  13 September 1997, di Stadion Netaji, India, yang berkapasitas 15.000 orang. Atas kebijakan Missionary of Charity, sebagian besar dari orang yang menghadiri upacara tersebut merupakan  orang – orang yang selama ini di layani oleh Bunda Teresa .

Baca Juga :