Categories
AHLI EKONOMI TOKOH INDONESIA

Biografi , Profil Emil Salim – Ahli Ekonomi

Biografi , Profil Emil Salim – Ahli Ekonomi

Biodata Emil Salim

Nama Lengkap : Emil Salim
Tempat, tanggal lahir : Lahat , Sumatera Selatan , 8 Juni 1930
Pasangan : Roosminnie Salim
Anak : Amelia Farina , Roosdinal Ramdhani
Pendidikan :
  • Frobel School, Banjarmasin ( 1935 – 1936 )
  • Europesche Lagere School, Banjarmasin ( 1936 – 1940 ), Lahat ( 1940 – 1942 )
  • Dai Ichi Syo – Gakko, Palembang ( 1942 – 1944 )
  • Sekolah Menengah Umum Pertama, Palembang ( 1945 – 1948 )
  • Sekolah Menengah Atas I, Bogor ( 1948 – 1951 )
  • Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ( 1951 – 1958 )
  • Master of Arts Department of Economics, University of California, Berkeley, Amerika Serikat ( 1959 – 1962 )
  • Doctor of Philosophy, Department of Economics, University of California, Berkeley, Amerika Serikat ( 1962 – 1964 )
Karier :
  • Ketua Tentara Pelajar Palembang ( 1946 – 1949 )
  • Ketua IPPI Bogor ( 1949 )
  • Anggota Korps Mobilisasi Pelajar Siliwangi ( 1950 )
  • Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ( 1955 – 1957 )
  • Tim Penasihat Ekonomi Presiden ( 1966 )
  • Anggota Tim Penasihat Menteri Tenaga Kerja ( 1967 – 1968 )
  • Anggota Tim Teknis Badan Stabilitas Ekonomi ( 1967 – 1969 )
  • Deputi Ketua Bappenas ( 1968 – 1971 )
  • Dosen Seskoad (Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat) dan Seskoal (Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Laut) ( 1971 – 1973 )
  • Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas ( 1971 – 1973 )
  • Menteri Perhubungan ( Kabinet Pembangunan II 1973 – 1978 )
  • Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan III ( 1978 – 1983 )
  • Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup ( Kabinet Pembangunan IV – V  1983 – 1993 )
  • Guru Besar FEUI ( 1983 )
  • Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Indonesia ( 1992 )
  • Ketua Tim Screening UNDP ( 1999 )
  • Anggota Dewan Pembina Yayasan Kehati
  • Ketua Dewan Ekonomi Nasional ( 1999 )
  • Anggota Dewan Penasihat Pemerintah RI dan Kepala Dewan Ekonomi Nasional ( 2000 – 2004 )
  • Anggota Bidang Pengembangan Ilmu Ekonomi, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia / ISEI (  2006  –  2009 )
  • Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia ( 2007 – 2012 )
  • Dewan Pertimbangan Presiden, Anggota Bidang Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan ( 2007 – 2010 )
  • Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, merangkap Anggota Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup ( 2010 – 2014 )
Karya Tulis :
  • Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi ( 2010 )
  • 70 Tahun Emil Salim: Revolusi Berhenti Hari Minggu ( 2000 )
  • Kembali ke Jalan Lurus ( kumpulan esai 1966 – 1999 )
  • Lingkungan Hidup dan Pembangunan ( 1981 )
  • Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia ( 1976 )
  • Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan ( 1974 )
  • Collection of Writings ( 1969 – 1971 )

Keseriusan dan keahliannya dalam bidang ekonomi mengantarkan beliau  dekat dengan lingkaran istana presiden. Emil Salim menjadi menteri lima kali selama 22 tahun. Tidak hanya itu, setelah tidak jadi menteri, beliau  pun diminta  untuk menjadi tim penasihat presiden. Beliau  menjadi menteri ketika  berusia 41 tahun. Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merupakan jabatan pertamanya.  Beliau  ditunjuk oleh Presiden Soeharto. Ketika  itu, Soerharto berharap Emil Salim dapat  mengatasi persoalan pegawai negeri sipil pada masa awal kabinetnya.

Meskipun  begitu,  hal itu bukan pertama kalinya Emil bersentuhan dengan istana. Lima tahun sebelumnya, ketika beliau  berusia 36 tahun,  beliau  telah  menjadi tim Tim Penasihat Ekonomi Presiden. Perjalanan Emil memang tidak jauh dengan istana. Berulangkali pergantian rezim, beliau  tetap dibutuhkan  keahliannya.

Emil Salim lahir di Lahat, Sumatera Selatan, pada tanggal  8 Juni 1930.  Beliau  mengenyam pendidikan di Frobel School selama setahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sesudah  itu,  beliau  melanjutkan ke sekolah Belanda Europesche Lagere School ( ELS ) selama 4 tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedangkan 2 tahun berikutnya beliau  lanjutkan di ELS di tempat kelahirannya. Setelah Jepang masuk ke Indonesia, pada tahun 1942 – 1944, pendidikannya pun berlanjut di Dai Ichi Syo – Gakko, Palembang.

Pada tahun 1945 setelah Indonesia merdeka, Emil Salim masih terus melanjutkan studinya hingga beliau  kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia ( UI ). Lulus dari UI, Emil Salim pun hijrah ke Negeri Paman Sam untuk melanjutkan program S2 dan S3 di Ilmu Ekonomi, University of California, Berkeley. Beliau  lulus dengan gelar Master of Arts dan Doctor of Philosophy pada tahun 1964. Sesudah  beliau  menyelesaikan studinya di Amerika, pada tahun 1966 beliau  menjadi anggota Tim Penasihat Ekonomi Presiden.

Kemudian , di tahun berikutnya beliau  bergabung sebagai anggota Tim Penasihat Menteri Tenaga Kerja dan anggota Tim Teknis Badan Stabilitas Ekonomi. Kemudian pada 1968, Emil Salim juga di percaya sebagai Deputi Ketua Bappenas. Beliau  di kenal sebagai ahli ekonomi pembangunan. Setelah itu, kariernya dari menteri ke menteri selama 22 tahun. Mulai dari Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara, Menteri Perhubungan, Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, hingga dua periode menjadi Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Jabatan terakhir beliau  di Kabinet Soehato adalah Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada tahun 1993. Setelah rezim Soeharto tumbang pada tahun 1998, bukanlah akhir dari  kariernya di istana.

Pada tahun 1999, beliau  kembali dekat dengan istana. Beliau  di tunjuk  untuk menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional oleh rezim baru Presiden Abdurrahman Wahid.  Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) beliaupun  menjabat yang sama. Bahkan periode berikutnya,  beliau  menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden hingga tahun  2014.

Baca Juga :

Categories
AHLI EKONOMI WANITA

Biografi Sri Mulyani –  Pakar Ekonomi Indonesia

 Biografi Sri Mulyani –  Pakar Ekonomi Indonesia

 Sri Mulyani – Beliau  adalah  salah satu sosok wanita dengan segudang prestasi di Indonesia serta  diakui oleh dunia Internasional. Sri Mulyani merupakan  seorang tokoh wanita indonesia dan juga Pakar Ekonomi Indonesia.

Biografi Sri Mulyani

Karena pengetahuannya dalam  bidang ekonomi, membuat beliau  pernah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan Indonesia pada saat  masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

Biodata Sri Mulyani

Nama : Sri Mulyani Indrawati S.E., M.Sc.,Ph.D
Tempat , tanggal lahir : Lampung , 26 Agustus 1962
Agama : Islam
Orangtua : Prof Dr Satmoko ( Ayah ) , Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko ( Ibu )
Suami : Tonny Sumartono
Anak : Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, Luqman Indra Pambudi

Profil dan Biografi Sri Mulyani Singkat

Beliau  di lahirkan dengan nama Sri Mulyani Indrawati di Lampung ,  pada tanggal 26 Agustus 1962. Ayah beliau  bernama Prof Dr Satmoko yang  merupakan seorang guru besar di Universitas Negeri Semarang, sedangkan  ibu nya bernama Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko yang juga merupakan seorang  guru besar di Universitas Negeri Semarang.

Sri Mulayni terlahir dari keluarga yang  berpendidikan, beliau adalah  anak ketujuh dari 10 orang bersaudara. Orang tua Sri Mulyani selalu menekankan bahwa pendidikan adalah merupakan hal penting dan utama bagi para anak – anaknya.

Pendidikan Sri Mulyani

Sangat sedikit informasi yang dapat  di ketahui tentang  di mana Sri Mulyani mengawali  sekolah dasarnya, yang di ketahui bahwa beliau pernah bersekolah di SMP Negeri 2 Bandar Lampung sejak tahun 1975 hingga 1978, kemudian  pindah ke Semarang mengikuti orang tuanya kemudian beliau  melanjutkan pendidikan nya di SMA Negeri 3 Semarang dari tahun 1978 sampai  1981 dengan predikat sebagai juara sekolah. Sejak SMA, Sri Mulyani Indrawati di kenal sebagai  seorang siswi yang cerdas. Segala macam kegiatan organisasi, estrakurikuler dan juga  olahraga beliau  ikuti di sekolah nya dan beliau  sempat menjadi ketua OSIS di SMA. Beliau di ketahui sejak SD sering menggunakan sepeda ke sekolah hingga masa SMA nya.

Kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Lulus  dari SMA, Sri Mulyani selanjutnya  memilih melanjutkan pendidikannya di jurusan Ekonomi Program Studi Pembangunan ( ESP ) Universitas Indonesia padahal orang tuanya berharap kalau  Sri Mulyani bisa memilih kedoteran ataupun teknik. Di kampusnya, Sri Mulyani sangat menyukai tentang  ilmu ekonomi, beliau  kemudian lulus S1 pada  tahun 1986 dengan predikat Lulusan Terbaik.

Setelah menjadi sarjana, Sri Mulyani selanjutnya  bekerja sebagai peneliti di Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat ( LPEM ) serta  sebagai asisten peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di mana sebelum beliau menjadi  sarjana beliau  mendaftar dan di terima bekerja.

Kuliah Master dan Doktor di University of Illinois Urbana – Champaign, USA

Hal tersebut  selanjutnya  banyak menambah pengalaman Sri Mulani  pada bidang ekonomi. Beberapa tahun kemudian, Fakultas Ekonomi UI menawarkan Sri Mulyani beasiswa S2 ke luar negeri. Beliau  lalu  mendaftar di University of Birmingham di Inggris dan diterima akan tetapi  kesempatan itu ditolak oleh Sri Mulyani.

Beliau  kemudian menerima tawaran sekolah dari University of Illinois Urbana – Champaign di Amerika Serikat sekaligus menawarkan juga program S3 atau Ph.D untuk Sri Mulyani dan juga  beliau  dapat  memboyong keluarganya untuk tinggal di Amerika.

Sri Mulyani berhasil menyelesaikan program studi masternya pada tahun 1990 dengan mengambil konsentrasi di bidang Public Finance dan Urban Economy. Sementara itu , Suaminya Tonny Sumartono mengambil program Master pada  bidang Manajemen Keuangan ( Finance ). Hidup di Amerika membuat Sri Mulyani dan suaminya hidup dengan serba pas – pasan karena hanya Sri Mulyani yang di biayai oleh beasiswa sementara itu suaminya terpaksa menjual mobilnya untuk membiayai kuliahnya.

Sesudah  menyelesaikan program masternya , Sri Mulyani kemudian melanjutkan pendidikan nya dengan mengambil program Ph.D atau Doktor di University of Illinois Urbana – Champaign. Selama mengambil program doctor tersebut , Sri Mulyani bekerja sebagai seorang  asisten dosen statistik di kampusnya.

Beliau  juga melahirkan anaknya yang pertama Dewinta Illinia di Amerika Serikat. Program doktor Sri Mulyani di selesaikan pada tahun 1992 dengan di sertasi mengenai  Pajak Penghasilan ( Income Tax ), beliau  menyelesaikan master serta  doctor nya hanya dalam kurun waktu empat tahun saja.

Menjadi Wakil Direktur LPEM UI

Setelah menyelesaikan program doktornya , beliau  kemudian kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai wakil direktur pendidikan dan latihan di Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat ( LPEM ) di Universitas Indonesia sampai pada  tahun 1995 dan selanjutnya  menjadi Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM higga pada  tahun 1998. Beliau juga sempat menjabat sebagai Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik – UI hingga pada  tahun 1999. Pada  awal tahun 2000-an, Sri Mulyani tinggal di Atalanta, Amerika Serikat serta  menjadi konsultan US – AID.

Beliau  juga menjadi dosen pembimbing serta pendamping mahasiswa yang tinggal dan juga  belajar di Amerika Serikat. Selanjutnya pada  tahun 2002, Sri Mulyani pindah ke Washington DC dan bekerja sebagai Direktur Eksekutif di IMF.

Menteri Keuangan era SBY

Beberapa tahun bekerja di IMF, pada  tahun 2004, Sri Mulyani kembali ke Indonesia setelah beliau di tunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dalam kabinet Indonesia Bersatu hingga pada  tahun 2005. Selanjutnya  pindah menjadi Menteri keuangan. Sri Mulyani bahkan sempat merangkap sebagai Menteri Kordinator Bidang Perekonomian pada  era pemerintahan SBY. Pada  masa tersebut, Sri Mulyani bahkan di kait – kaitkan atau ikut terlibat dalam  skandal kasus Bank Century yang sempat menghebohkan Indonesia di tahun 2008. Selanjutnya  di tahun 2009 Sri Mulyani menulis  sebuah surat pengunduran diri kepada presiden SBY.

Tahun berikutnya yaitu  2010, Sri Mulyani kemudian di tunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang menggantikan Juan Jose Daboub. Beliau  bekerja di Bank Dunia hingga pada tahun 2016 dan pindah ke  Amerika.

Menteri Keuangan era Joko Widodo

Di  tahun 2016, Sri Mulyani kembali ke Indonesia setelah beliau  di tunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan pada bulan Juli 2016.

Selanjutnya pada masa pemerintahan Joko Widodo jilid II, Sri Mulyani kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri keuangan untuk periode tahun 2019 hingga 2024 pada kabinet Indonesia Maju.

Penghargaan Sri Mulyani

Nama Sri Mulyani bukan hanya di kenal di Indonesia saja , namun beliau  juga terkenal di dunia Internasional. Bahkan beliau  terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia pada  tahun 2006 dan  majalah Forbes memilihnya sebagai wanita paling berpengaruh di dunia urutan ke 23 pada tahun 2008 serta sebagai wanita yang paling berpengaruh di Indonesia ke 2 oleh majalah Globe Asia pada tahun 2007.

 

Baca Juga :

Categories
AHLI EKONOMI INDONESIA TOKOH INDONESIA TOKOH POLITIK

√ Biografi dan Profil Rizal Ramli –  Ahli Ekonomi Indonesia

√ Biografi dan Profil Rizal Ramli –  Ahli Ekonomi Indonesia

Rizal Ramli – Nama Rizal Ramli banyak menjadi perbincangan di kalangan  masyarakat baik itu ketika beliau  menjadi Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dengan berbagai gebrakan serta  kontoversi nya ataupun  sesudah  tidak lagi menjadi sebagai menteri di kabinet Jokowi. Rizal Ramli  juga di kenal sebagai salah satu ahli ekonomi Indonesia sekarang  ini.  Tentang  profil dan biodata Rizal Ramli, beliau di lahirkan dengan nama Rizal Ramli di Padang, Sumatera Barat,  pada tanggal 10 Desember 1954.

Biodata Rizal Ramli

Nama Lengkap : Dr. Rizal Ramli
Tempat, tanggal lahir : Padang, Sumatera Barat , 10 Desember 1954
Istri :
  • Herawati Moelyono ( alm )
  • Marijani ( Liu Siaw Fung ) ( alm. )
Anak :
  • Dhitta Puti Saraswati
  • Dipo Satria
  • Daisy Orlana Ramli
Orangtua : Ramli ( Ayah ), Rabiah ( Ibu )
Pendidikan : Boston University , Amerika Serikat
Agama : Islam
Pekerjaan : Ekonom, Politisi
Jabatan :
  • Kepala Badan Urusan Logistik ( 2000 hingga 2001 )
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ( 2000 – 2001 )
  • Menteri Keuangan Indonesia ( 2001 )
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia ( 2015 – 2016 )

Biografi Dan Profil Rizal Ramli

Ayah beliau bernama Ramli yang berprofesi  sebagai seorang  wedana atau asisten camat dan ibunya bernama Rabiah yang bekerja sebagai seorang guru.  Saat , berusia tiga tahun beliau  telah  dapat membaca. Rizal Ramli menjadi seorang yatim piatu pada saat  usianya enam tahun.

Setelah beliau di tinggal oleh  kedua orang tuanya, beliau  lalu  tinggal dan ikut bersama dengan neneknya di Bogor. Beliau  tinggal disana bersama dengan saudara serta  sepupunya dan membantu neneknya dalam  beternak ayam, baik itu berupa ayam petelur ataupun ayam broiler dan juga  ayam potong. Rizal Ramli mengawali  pendidikan nya dengan bersekolah di SD Hutabarat Bogor. Rizal Ramli sejak kecil mempunyai  hobi membaca serta  banyak membaca buku – buku saat  beliau  tinggal di bogor. Setelah lulus  SD, beliau  selanjutnya  melanjutkan pendidikannya di SMP 1 Bogor dan kemudian masuk di SMA 2 Bogor. Pada saat di SMA, beliau  sempat bersurat ke luar negeri untuk meminta tambahan buku bacaan karena beliau  telah  banyak membaca buku yang ada di perpusatakaan bogor.

Diterima di ITB

Setelah  tamat SMA, Rizal Ramli selanjutnya  ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Beliau  kemudian mendaftar di ITB ( Institut Teknologi Bandung ) dan selanjutnya  diterima di jurusan Fisika. Beliau hampir putus asa karena tidak dapat membiayai kuliahnya hingga  akhirnya Rizal Ramli kemudian pergi ke Kebayoran untuk bekerja di sebuah  percetakan. Selama enam bulan beliau  bekerja disana, menghemat  pengeluaran untuk mengumpulkan biaya kuliah serta  tidak sempat mengikuti kuliah selama enam bulan.

Pada saat  uangnya telah  terkumpul, Rizal Ramli selanjutnya  kembali ke Bandung dan kemudian melunasi uang muka serta  biaya kuliahnya di ITB, dan sisa tabungan nya beliau gunakan untuk biaya keperluan sehari – harinya. Enam bulan kemudian, uang simpanan nya tersebut telah  habis. Rizal Ramli sela jutnya  memutar otak untuk mencari biaya untuk makan serta  kuliahnya.

Menjadi Penerjemah

Berkat  pergaulan nya yang sangat luas, Rizal Ramli banyak di bantu  oleh teman – temannya, akan tetapi  beliau  kemudian akhirnya merasa minder apabila  selalu meminta pertolongan. Akhirnya berbekal pada kemampuan bahasa inggrisnya yang bagus, beliau  selanjutnya  mencoba menjadi seorang penerjemah artikel ilmiah untuk dosen dan mahasiswa. Beliau  mampu  mencukupi kebutuhan hidupnya dan kuliahnya dengan menjadi seoarng penerjemah yang di bantu oleh teman – temannya. Selain menjadi seoarang penerjemah, Rizal Ramli juga menjadi pengajar untuk anak – anak ekspatriat yang berada di Bandung sehingga uang kuliah nya bisa selalu tercukupi. Selama kuliah di ITB, Rizal Ramli juga aktif dalam organisasi. Beliau  terpilih menjadi Presiden SEF ITB,  serta  menjadi Wakil Ketua Dewan Mahasiswa ITB sejak  tahun 1976 sampai  1977.

Memasuki tahun 1978, Rizal Ramli sebagai mahasiswa yang aktif dalam  mengkritisi pemerintahan Soeharto. Bersama dengan teman – temannya, beliau menjadi tim penulis Buku Putih Perjuangan Mahasiswa ITB yang isinya banyak mengkritik mengenai  kebijakan otoriter pemerintahan Soeharto serta  Praktik KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) yang terjadi didalam keluarga Soeharto. Setelah diterbitkannya buku tersebut, membuat Soeharto pada saat  itu menjadi sangat marah. Meskipun buku tersebut di larang beredar, akan tetapi  ternyata Buku Putih Perjuangan Mahasiswa ITB yang disusun oleh Rizal Ramli dan kawan – kawannya tersebut  bahkan telah beredar di kampus – kampus lain juga bahkan sempat dimuat di koran serta  majalah yang pada akhirnya membuat koran dan majalah tersebut diberedel oleh pemerintahan Soeharto.

Rizal Ramli Masuk Penjara Sukamiskin

Buku tersebut juga telah di terjemahkan kedalam delapan bahasa asing oleh Prof. Ben Anderson dari Amerika Serikat. Hal tersebut  membuat Rizal Ramli di tangkap lalu  di masukkan ke  penjara Sukamiskin, yaitu tempat Soekarno dulu ditahan. Rizal Ramli di tangkap bersama dengan teman – teman mahasiswa nya yang lain. Selama berada  di penjara Sukamiskin, beliau  lebih banyak dalam membaca buku – buku yang di kirimkan oleh teman – teman kampusnya terutama buku – buku tentang Ekonomi yang menjadikan beliau  lebih menyukai ekonomi. Beliau  juga sering bermain catur bersama dengan tahanan yang lainnya . Dengan ditangkapnya Rizal Ramli membuat nenek nya menjadi bersedih. Rizal Ramli kemudian di bebaskan setelah  selama setahun di penjara.

Berhenti Kuliah di ITB dan Melanjutkan Kuliah di Luar Negeri

Keluar dari penjara, Rizal Ramli kemudian tidak menyelesaikan kuliahnya di ITB. Beliau lalu  mencoba untuk mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri.  Dengan berbekal rekomendasi dari Rektor ITB  serta  dari Adnan Buyung Nasution pada saat  itu, beliau  kemudian mencoba untuk  mendaftar beasiswa di Ford Foundation. Setelah memperoleh  beasiswa, Rizal Ramli selanjutnya  mencoba mendaftar di Boston University dan beliau  diterima di jurusan Ekonomi akan tetapi  menjadi seorang  mahasiswa percobaan selama enam bulan disana yaitu di tahun 1980. Tanpa mengikuti organisasi, beliau  mencoba untuk  fokus di kuliahnya . Nilai – nilai kuliah nya sangat bagus bahkan  mengalahkan teman – teman kampusnya yang lain sehingga beliau  selanjutnya  diterima secara penuh sebagai mahasiswa di Boston University. Rizal Ramli kemudian menyelesaikan kuliah nya dalam waktu selama satu setengah tahun saja dari yang biasanya yaitu  dua tahun.

Setelah menyelesaikan kuliah di jurusan Ekonomi di Boston Univesity, Amerika Serikat, Rizal Ramli kemudian kembali ke Indonesia dan selanjutnya  bekerja sebagai seorang redaktur di Prima. Pada  tahun 1982, beliau  kemudian menikah dengan Herawati, yang merupakan pacarnya yang kuliah di jurusan Arsitektur ITB yang telah  memberinya tiga orang anak. Setelah menikah, Rizal Ramli selanjutnya melanjutkan kuliahnya lagi di Amerika Serikat setelah memperoleh  beasiswa dari kampusnya yang dulu di Boston University. Beliau  kemudian memboyong anak serta istrinya ke Amerika. Untuk mencukupi biaya hidupnya  selama berada  di Amerika, Rizal Ramli selanjutnya  bekerja sebagai seorang peneliti atau Researcher di Boston. Istrinya bekerja sebagai Arsitektur di Boston dan juga sempat melanjutkan kuliahnya di Harvard School of Planning.

Rizal Ramli menyelesaikan kuliahnya di Amerika samapi  memperoleh gelar Doktor atau P.hD dari Boston University pada  tahun 1990. Beliau  kemudian kembali ke Indonesia lalu  mendirikan sebuah organisasi Ekonomi yang  bernama ECONIT Advisory Group bersama dengan Laksamana Sukardi, Arif Arryman, dan  juga M.S. Zulkarnaen. Organisasi tersebut  aktif dalam mengkritisi kebijakan pemerintahan orde baru saat itu . Rizal Ramli juga kemudian mendirikan Komite Bangkit Indonesia ( KBI ) dan menjabat sebagai ketuanya.

Menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) sampai  Menteri Keuangan

Memasuki era Reformasi, pada saat  Presiden Abdurrahman Wahid berkuasa, Rizal Ramli di tunjuk sebagai Kepala Badan Urusan Logistik ( Bulog ) pada tahun 2000. Selama masa kepemimpinan nya di Bulog, beliau  berhasil membawa perubahan serta  keuntungan perekonomian bagi Bulog hanya dalam kurun waktu  enam bulan saja. Berkat prestasinya yang bagus di Bulog, membuat presiden Gusdur saat  itu mengangkat nya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan Agustus tahun  2000 dan segera mencanangkan kebijakan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi. Terobosan lainnya  saat  beliau  menjadi menteri, beliau  berhasil menyelamat kan Perusahaan Listrik Negara ( PLN )  yang pada saat itu berada diambang kebangkturan dengan berhasil melalukan revaluasi aset tanpa menyuntikkan modal sehingga modal PLN menjadi surplus 119,4 Triliun rupiah dari yang sebelumnya  minus 9 triliun.

Prestasinya tersebut  membuat Presiden Gusdur mempercayai beliau  sebagai Menteri Keuangan di bulan Juni 2001 sampai  Agustus 2001. Pada  tahun 2011, Rizal Ramli menikah lagi dengan seorang  wanita yang bernama Marijani yang merupakan seorang keturunan Tionghoa pada tahun 2008 akan tetapi  istri keduanya meninggal dunia pada tahun 2001. Istri pertamanya Herawati Moelyono meninggal dunia pada tahun 2006. Tidak lagi menjadi seorang  menteri, Rizal Ramli selanjutnya  ditunjuk menjadi komisaris utama pada  beberapa perusahaan –  perusahaan BUMN milik pemerintah seperti di PT. Semen Gresik.

Selama menjadi komasaris utama di PT. Semen Gresik, beliau  berhasil mengangkat perusahaan plat merah tersebut menjadi salah satu perusahaan dari delapan perusahaan milik negara yang paling menguntungkan yangmana laba bersih yang diterima oleh  PT. Semen Gresik meningkat sampai  1,8 Triliun dari 1,3 Triliun. Disamping  itu beliau  juga banyak mengkritisi kebijakan pemerintah pada  era pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Presiden Joko Widodo.

Rizal Ramli Sebagai Menko Kemaritiman

Beliau  kemudian di tunjuk menjadi komisaris utama di Bank BNI akan tetapi  belum cukup enam bulan di BNI, Rizal Ramli selanjutnya  ditunjuk oleh presiden Jokowi sebagai Menko Kemaritiman pada bulan Agustus 2015, selama menjabat sebagai Menko Kemaritiman, Rizal Ramli lebih banyak mengkritik pedas kebijakan – kebijakan yang di lakukan oleh pemerintahan Jokowi sehingga hal tersebut  menimbulkan kegaduhan dalam kabinet kerja yang di bentuk oleh Joko Widodo. Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Kemaritiman sampai pada bulan  Juli 2016. Rizal Ramli adalah  merupakan satu – satunya ahli ekonomi dari Indonesia yang di percaya untuk  menjadi penasehat ekonomi PBB ( Perserikatan Bangsa – Bangsa ).

Baca Juga :