Biografi Singkat Wolter Monginsidi – Pahlawan Nasioanal Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Posted on

Biografi Singkat Wolter Monginsidi – Pahlawan Nasional Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Robert Wolter Monginsidi , namanya terkenal seantero Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang gugur ketika melawan penjajah Belanda  “ Setia Hingga Terakhir Dalam Keyakinan “ itulah selembar puisi yang terselip dalam Kitab Injil yang beliau pegang ketika dieksekusi oleh Belanda. Seorang Patriot yang hingga akhir hayatnya memegang teguh apa yang beliau yakini.

Biodata Wolter Monginsidi

Nama Lengkap :Robert Wolter Monginsidi
Dikenal :Wolter Monginsidi
Tempat Lahir :Malalayang, Manado
Tanggal Lahir :Sabtu, 14 Februari 1925
Warga Negara :Indonesia
Pendidikan :Hollands Inlandsche School ( HIS )

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ( MULO )

Sekolah Pertanian Jepang di Tomohon

Sekolah Guru Bahasa Jepang

Karir :Guru Bahasa Jepang di Malalayang Liwutung dan Luwuk Banggai
Penghargaan :Bintang Gerilya ( 1958 )

Bintang Maha Putera Kelas III ( 1960 )

Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasioanal ( 1973 )

 

Biografi Singkat Wolter Monginsidi

Wolter Monginsidi ,adalah seorang Pahlawan Nasional pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari daerah Bantik Minanga , Malalayang , Manado. Mongonsidi tumbuh dalam budaya Bantik yang begitu kental, dengan adat yang paling mendasar yaitu Hinggilr’idang, Hintalr’unang dan Hintakinang . falsafah tersebut mempunyai arti berlaku kasih kepada sesama anggota keluarga , kepada sesama, yang masih terikat dalam komunitas suku Bantik, dan juga bersifat dermawan kepada siapa saja terlepas dari suku ataupun ikatan keluarga.

Falsafah tersebut membakar semangat Wolter Monginsidi untuk menentang penjajahan. Dengan keberanian dan juga kepintaran yang dimiliki oleh Wolter Monginsidi , beliau dipercaya untuk memimpin pertempuran dalam melawan Belanda , beliau menjadi sosok yang disegani. Dalam suatu konferensi yang diselenggarakan pada tahun 1946, dibentuklah LAPRIS ( Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi ) dengan Sekjen Wolter Mongindsidi sebagai ketuanya.

Pada tanggal 28 Februari 1947 Wolter Monginsidi ditangkap oleh Belanda , akan tetapi beliau berhasil melarikan diri bersama Abdullah Hadade , HM Yosep dan Lewang Daeng Matari setelah hampir 8 bulan mendekam dalam tahanan.  Sepuluh hari kemudian Wolter Mponginsidi kembali tertangkap dan kali ini Memvonisnya dengan hukuman mati.

Akan tetapi perjuangan Wolter Monginsidi tidak terhenti sampai disitu , tak mampu lagi berjuang secara fisik  dalam pertempuran , Monginsidi tetap menyuarakan semangat perjuangannya melalui tulisan-tulisanya, berikut ini adalah beberapa tulisan-tulisannya.

“ Jangan  berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh kepada Tuhan, jangan tinggalkan kasih Tuhan mengatasi segala-galanya “.

“ Bahwa sedari kecil harus tau berterimakasih , tau berdiri sendiri. Belajarlah untuk melihat kepahitan ! belajar mulai dari 6 tahun dan jadilah contoh mulia kecil sedia berkorban untuk orang lain “.

“ Berkorban untuk Tanah Air mendekati pengenalan kepada Tuhan Yang Maha Esa “.

 

Eksekusi Mati Wolter Monginsidi

Eksekuti mati terhadap Wolter Monginsidi dilakukan pada tanggal 5 September 1949 pada pukul 05.00 subuh hari yang berlokasi diwilayah Pacinang, Makassar. Robert Wolter Monginsidi, Putera terbaik bangsa itu gugur depan regu tembak pasukan Belanda pada usia 24 tahun.

” Setia hingga terakhir dalam keyakinan “ adalah kalimat terakhir yang beliau tulis dalam secarik kertas yang diselipkan dalam Kitab Injil yang biasa beliau baca. Jenazah Wolter Monginsidi kemudian dimakamkan tidak jauh dari tempat eksekusinya di Pacinang. Akan tetapi kemudian jasadnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Makassar pada tanggal 10 November 1950.

Pemerintah Indonesia kemudian memberikan penghargaan berupa Bintang Mahaputra dan Mangenugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Wolter Monginsidi pada tanggal 6 November  1973 , nama beliau juga banyak dinamakan sebagai nama jalan di Indonesia .

selain itu nama Wolter Monginsidi juga diabadikan sebagai nama Bandara di Kendari, Sulawesi Tenggara dan juga nama kapal perang KRI Wolter Monginsidi serta nama satuan Yonif 720/Wolter Monginsidi.

 

Baca Juga :

 

Baca Juga :   Biografi Chairil Anwar – Kisah Sang Penyair Terbaik Indonesia