Biografi Adolf Hitler – Sang Pemimpin Nazi

Posted on

Biografi Adolf Hitler – Sang Pemimpin Nazi

Hitler  merupakan tokoh yang banyak di kagumi serta  banyak yang mencacinya terutama pada saat  perannya dalam menghabisi kaum Yahudi disaat  beliau  berkuasa dan juga penyulut perang dunia II. Banyak kontroversi dan teka – teki yang masih misterius terkait dengan tokoh ini.

Biodata Adolf Hitler

Nama Lengkap :Adolf Hitler
Tempat , tanggal lahir :Braunau , Austria , 20 April 1889
Wafat :Berlin , Jerman , 30 April 1945
Orangtua :Alois Hitler ( Ayah ), Klara Hitler ( Ibu )
Saudara :Paula Hitler
Istri :Eva Braun

Biografi Adolf Hitler

Adolf Hitler di lahirkan di tahun 1889 di Braunau, Austria. Ayah beliau  bernama Alois Hitler, ibunya bernama Klara Hitler.  Beliau  memiliki  saudara perempuan yang  bernama Paula Hitler.

Masa Remaja

Di masa remajanya, beliau adalah seorang  seniman gagal dan kadang – kadang dalam usia mudanya  beliau juga menjadi seorang nasionalis Jerman yang fanatik. Hitler bergabung dalam militer pada saat  perang dunia I berkecamuk. Di masa Perang Dunia ke- I,  beliau  masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan mendapatkan  dua medali untuk keberaniannya. Kekalahan Jerman membikinnya terpukul serta  geram.

Memimpin Nazi Jerman

Pada  tahun 1919 di saat  umurnya menginjak tiga puluh tahun, beliau  bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich. Dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman  atau yang di ringkas diringkas Nazi. Dalam tempo dua tahun  beliau  menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut “ Fuehrer ”. Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan  yang luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan November  tahun 1923 percobaan kup nya gagal. Kup tersebut  terkenal dengan sebutan “ The Munich Beer Hall Putsch ”.

Hitler  kemudian ditangkap, dan  dituduh pengkhianat, karena  terbukti bersalah. Namun , beliau  dikeluarkan dari penjara setelah  mendekam di sana selama  kurang dari setahun. Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai  yang kecil. Namun , depressi besar – besaran membuat  rakyat tidak puas dengan partai – partai politik yang besar dan sudah mapan.

Menjadi Kanselir Jerman

Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin kuat, dan pada bulan Januari 1933, ketika  umurnya empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman. Dengan jabatan tersebut , Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan,  bahwa proses ini bukanlah melalui  erosi kebebasan sipil dan hak – hak pertahankan diri terhadap tuduhan – tuduhan kriminal, namun  digarap dengan sabetan kilat serta sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan sama sekali.

Banyak lawan – lawan politik dipukuli , bahkan di bunuh langsung di tempat. Meskipun  begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke- 2, Hitler meraih dukungan  dari sebagian terbesar penduduk Jerman karena beliau  berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan – perbaikan ekonomi.

Baca Juga :   √ Biografi  Tokoh Dunia : Vladimir Lenin –  Tokoh Revolusioner Komunis Rusia

Memulai Perang Dunia II

Hitler selanjutnya  merancang jalan menuju penaklukan wilayah Eropa yang ujung – ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke- 2.  Beliau  merebut daerah pertamanya praktis tanpa melalui  peperangan sama sekali.

Inggris dan Perancis terkepung oleh pelbagai macam kesulitan ekonomi, karena  itu begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing ketika  Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun Angkatan Bersenjata Jerman.

Begitu juga  mereka  yang tidak ambil peduli pada saat  Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland ( 1936 ), dan demikian pada saat  Hitler mencaplok Austria ( Maret 1938 ). Bahkan mereka terima menerimanya sambil  manggut – manggut pada saat Hitler mencaplok Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia.

Persetujuan internasional yang dikenal dengan sebutan “ Pakta Munich ” yang oleh Inggris dan Perancis di harapkan sebagai hasil pembelian “ Perdamaian sepanjang masa ” di biarkan terinjak – injak begitu saja  dan mereka bengong pada saat Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena Cekoslowakia sama sekali tidak berdaya.

Pada tseiap tahap, Hitler dengan cerdik menggabung argumen membenarkan tindakan nya dengan ancaman bahwa beliau  akan perang jika  hasratnya di anggap sepi, dan pada setiap tahap negara – negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah. Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan enam belas hari setelah  itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris dan Perancis mengumumkan  perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat di taklukkan oleh Jerman.

Namun , Inggris dan Perancis berketetapan hati untuk mempertahankan Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya dengan jalan penandatangan pakta “ Tidak saling menyerang ” pada bulan Agustus 1939 dengan Stalin ( hakekatnya perjanjian  tersebut merupakan  perjanjian agresi karena keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia untuk  kepentingan masing – masing ).

Menyerang Belanda, Perancis dan Denmark

Puncak kehebatan Hitler terjadi pada tahun 1940. Pada bulan April, angkatan bersenjatanya melabrak Denmark dan Norwegia. Bulan mei, beliau  kemudian menerjang dan Negeri Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Dan membuat Perancis bertekuk lutut pada bulan Juni tahun 1940.

Inggris juga menjadi target Hitler  dengan melalui sebuah operasi militer yang  bernama Operation Seelowe ( Operasi Singa Laut ). Akan tetapi  Inggris bertahan dengan  mati – matian terhadap serangan tentara Jerman melalui pertempuran yang di kenal dengan nama “ Battle of Britain ”, sebuah pertempuran udara terhebat yang pernah terjadi  sepanjang sejarah.

Adu kekuatan antara angkatan udara kerajaan Inggris ( RAF ) melawan Angkatan Udara terkuat Jerman dengan skuadron Luftwaffe yang terkenal. Walaupun  sebagian wilayah inggris nyaris rata di bom oleh Jerman, akan tetapi  Hitler tidak pernah sanggup menginjakkan kakinya di bumi Inggris.

 

Menyerbu Uni Soviet

Pasukan Jerman juga menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April  tahun 1941. Dan di bulan Juni tahun   itu juga  Hitler merobek – robek “ Perjanjian tidak saling menyerang ” dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan ke Uni Soviet. Angkatan Bersenjata Jerman mampu  menduduki bagian yang amat luas di wilayah Rusia namun  tidak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin.

Meskipun  bertempur melawan Inggris dan Rusia, tidak tanggung – tanggung Hitler memaklumkan perang dengan Amerika Serikat pada bulan Desember 1941 dan beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak – abrik pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.

 

Menguasai Separuh Daratan Eropa

Pada pertengahan tahun 1942, Jerman  telah menguasai sebagian besar wilayah Eropa yang tidak pernah sanggup di lakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Tambahan juga ,  beliau  menguasai Afrika Utara. Titik balik peperangan terjadi pada paruh kedua di  tahun 1942 ketika  Jerman di kalahkan dalam pertempuran rumit di El – Alamein di Mesir dan Stalingrad di Rusia. Setelah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya memayungi tentara Jerman berangsur secara tetap meninggalkannya.

Baca Juga :   Profil Dan Biodata Joaquin Phoenix – Pemeran Joker 2019

Kekalahan Hitler

Akan tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tidak terelakkan lagi, Hitler menolak untuk  menyerah. Bukannya beliau  semakin takut, justru  meneruskan penggasakan selama lebih dari dua tahun setelah  Stalingrad.

 

Hitler Bunuh Diri

Ujung cerita yang pahit terjadi pada musim semi  di tahun 1945. Hitler bunuh diri di Berlin bersama  dengan istrinya Eva Braun pada  tanggal 30 April 1945. Menurut informasi yang beredar akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa beliau  melarikan diri ke Argentina namun ada juga yang mengatakan  bahwa beliau  melarikan diri ke Indonesia dan menyamar menjadi seorang dokter yang  bernama Dokter Poch. Tujuh hari setelah  Hitler bunuh diri kemudian Jerman menyerah kalah.

 

 

Genosida Kaum Yahudi

Selama masa kuasa, Hitler terlibat dalam tindakan pembunuhan massal yang tidak ada tolok tandingannya dalam sejarah.  Beliau adalah seorang rasialis yang fanatik, spesial terhadap orang Yahudi yang di lakukannya dengan penuh benci yang  meletup – letup.

Secara terbuka beliau mengumumkan bunuh setiap orang Yahudi di dunia. Di masa pemerintahannya, Nazi membangun kamp – kamp pengasingan besar, yang  dilengkapi dengan kamar gas. Di setiap daerah yang menjadi wilayah kekuasaannya, orang – orang yang  tidak bersalah, lelaki dan perempuan  dan juga  anak – anak digiring dan di jebloskan ke dalam gerbong ternak untuk selanjutnya di cabut nyawanya di kamar – kamar gas. Dalam jangka waktu hanya beberapa tahun saja sekitar 6.000.000 Yahudi di pulangkan ke alam baka.

Yahudi bukanlah  satu – satunya golongan yang menjadi korban Hitler. Di masa pemerintahan kediktatorannya, orang – orang Rusia dan Gypsy juga dibantai , seperti juga halnya menimpa orang – orang yang di anggap termasuk ras rendah atau musuh – musuh negara. Jangan sekali – kali membayangkan pembunuhan ini dilakukan secara spontan, atau  bahkan dalam keadaan panas dan sengitnya peperangan. Melainkan Hitler membangun kamp maut  tersebut  dengan organisasi yang rapi dan juga  cermat seakan – akan  beliau  merancang sebuah perusahaan bisnis besar.

Data – data tersusun, jumlah di tetapkan, serta  mayat – mayat secara sistematis dipreteli anggota – anggota badannya yang berharga seperti gigi emas dan  juga cincin kawin. Juga banyak dari jenazah – jenazah tersebut  di manfaatkan untuk pabrik sabun. Begitu telitinya rencana pembunuhan oleh Hitler sehingga bahkan di akhir – akhir perang akan selesai, ketika Jerman kekurangan bahan – bahan untuk  penggunaan baik sipil maupun militer, gerbong ternak masih terus menggelinding menuju kamp – kamp pembunuhan dalam rangka missi teror non – militer. Dalam banyak hal, jelas sekali  bahwa kemasyhuran Hitler akan tamat. Pertama, beliau  oleh dunia luas di anggap sebagai  manusia yang paling kejam sepanjang sejarah.

Apabila  orang seperti Nero dan Caligula yang salah langkahnya amat tidak berarti jika dibandingkan dengan  Hitler dan Hitler masih saja tetap menjadi  lambang kekejaman selama 20 abad, tampaknya tidak melesetlah apabila  orang meramalkan bahwa Hitler yang begitu buruk reputasinya tidak terlawankan dalam sejarah akan di kenang orang untuk berpuluh – puluh abad lamanya.

Baca Juga :   Biografi Freddy Mercury – Sang Vokalis Legendaris Dunia

 

Biang Keladi Perang Dunia II

Lebih dari itu, tentu saja, Hitler akan dikenang sebagai biang keladi dari  pecahnya Perang Dunia ke- 2, perang terbesar yang pernah terjadi di atas bumi. Kemajuan persenjataan nuklir seakan adalah  kemustahilan  yang akan terjadi perang yang berskala luas di masa depan. Karena itu, bahkan dua atau tiga ribu tahun lagi dari sekarang, Perang Dunia ke- 2 mungkin masih dianggap sebagai kejadian besar dalam sejarah.

Mungkin tidak ada tokoh dalam sejarah yang mempunyai pengaruh  yang begitu besar terhadap generasinya ketimbang Adolf Hitler. Disamping puluhan juta orang yang mati dalam peperangan yang beliau sendiri  biang keladinya, atau mereka yang mati di kamp konsentrasi, masih berjuta juta orang terlunta – lunta tanpa tempat bernaung atau yang hidupnya berantakan karena  perang.

Perkiraan lain tentang pengaruh Hitler harus mempertimbangkan dua faktor. Pertama, banyak yang benar – benar  terjadi di bawah kepemimpinannya tidak akan pernah terjadi andai kata tanpa Hitler. Tidak tampak tanda – tanda,  bahwa umumnya bangsa Jerman di tahun 1920- an atau 1930- an bermaksud memiliki  pemerintahan seperti yang di gerakkan oleh Hitler, dan sedikit sekali tanda – tanda bahwa pemuka – pemuka Jerman yang  lainnya akan berbuat serupa Hitler. Apa yang dilakukan oleh  Hitler sedikitpun tidak pernah diduga akan terjadi oleh para pengamat.

Ketika beliau wafat , partai Nazi dan pemerintahan yang di pimpinnya mati di bawa bersamanya ke akhirat. Namun  , meskipun pengaruh Hitler terhadap generasinya begitu besar, akibat dari tindakan – tindakannya di masa depan tampaknya tidaklah seberapa besar.

 

Perkembangan Jerman dan Dunia Setelah Hitler

Adalah dorongan nafsu Hitler ingin membantai Yahudi. Namun lima belas tahun setelah  Hitler berkuasa, sebuah negara Yahudi merdeka berdiri untuk pertama kalinya setelah 2000 tahun. Hitler membenci baik Komunisme maupun Uni Soviet. Namun , setelah  wafatnya  dan sebagian dikarenakan  oleh perang yang dimulainya, Rusia malahan memperluas daerah kekuasaannya di wilayah yang luas di Eropa Timur dan pengaruh Komunisme di dunia justru  semakin berkembang.

Hitler menggencet demokrasi malahan bermaksud  untuk menghancurkannya, bukan saja di negeri lain tapi juga  di Jerman sendiri. Akan tetapi , Jerman Barat sekarang menjadi negeri yang menjalankan demokrasi dan penduduknya kelihatan lebih membenci kediktatoran dari generasi yang mana pun sebelum masa Hitler.

Apakah sebabnya terjadi kombinasi yang aneh dari pengaruhnya yang luar biasa besar ketika   beliau  berkuasa dengan pengaruhnya yang begitu mini pada generasi setelahnya ? Akibat – akibat yang di timbulkan Hitler ketika  hidupnya begitu luar biasa besar sehingga nyatalah Hitler memang layak di tempatkan di urutan agak tinggi . Meskipun  begitu, tentu saja beliau  harus  ditempatkan di bawah tokoh – tokoh seperti Shih Huang Ti, Augustus Caesar dan Jengis Khan yang perbuatannya mempengaruhi dunia yang berdaya jangkau jauh  hingga sesudah kematiannya.

Yang nyaris sejajar kedudukannya dengan Hitler adalah Napoleon dan Alexander Yang Agung. Untuk  masa yang begitu singkat, Hitler mampu  mengobrak – abrik dunia jauh lebih parah dari kedua orang tersebut . Hitler di tempatkan di bawah urutan mereka karena mereka memiliki  pengaruh yang lebih lama.

Baca Juga :